Persaingan dalam industri makanan ringan, khususnya produk cookies, menuntut strategi pengembangan produk yang tidak hanya berfokus pada kualitas intrinsik, tetapi juga pada elemen ekstrinsik yang membentuk persepsi konsumen sejak tahap awal interaksi. Dalam konteks ini, kemasan box cookies berperan sebagai media komunikasi visual dan simbolik yang memediasi hubungan antara produk dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap kemasan box cookies serta perannya dalam membentuk daya tarik dan daya saing produk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap konsumen yang memiliki pengalaman membeli atau mengonsumsi cookies dalam kemasan box. Informan dipilih secara purposive, dan data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi, makna, dan mekanisme evaluasi yang digunakan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan box cookies berfungsi sebagai pemicu kognitif dalam tahap awal evaluasi produk, membentuk asumsi awal mengenai kualitas, profesionalisme produsen, dan nilai produk melalui isyarat visual. Selain itu, integrasi aspek visual, fungsional, informatif, dan simbolik kemasan secara signifikan memperkuat persepsi nilai dan kepercayaan konsumen, serta memperluas konteks konsumsi, terutama dalam situasi pemberian hadiah. Hasil ini menegaskan bahwa kemasan box cookies tidak dapat diposisikan semata-mata sebagai elemen pelindung produk, melainkan sebagai bagian integral dari strategi diferensiasi dan komunikasi nilai produk. Pemahaman yang komprehensif terhadap persepsi konsumen terhadap kemasan menjadi landasan penting dalam perancangan kemasan yang mampu meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan.