Mursak Mursak
Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Makassar, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN SINJAI Kiki Rasmala Sani; Mursak
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 9 No. 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v9i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan sejauh mana pembangunan kapasitas pemerintah desa dalam mengelola pemerintahannya. Pembangunan kapasitas merupakan hal yang signifikan dalam konteks pemerintah desa saat ini, seiring dengan perubahan pengaturan tentang desa melalui regulasi Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lahirnya UU ini merupakan suatu momentum bagi desa untuk menata pemerintahannya dengan segala potensi lokal yang dimilikinya. Dengan prinsip rekognisi (pengakuan) dan subsisiaritas, UU desa mengisyaratkan bahwa keberadaan pemerintahan desa mestinya harus steril dari intervensi yang terlalu banyak dari pemerintahan supra desa (pemerintah pusat, propinsi, dan daerah). Kondisi ini membutuhkan kapasitas yang kuat dari pemerintah desa dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diembannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode seperti ini lebih dipilih karena penelitian ini lebih mengutamakan analisa deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan dengan maksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum penguatan kapasitas pemerintah dalam pengelolaan pemerintahan desa berjalan kurang maksimal. Implemntasi undang-undang desa ternyata tidak mampu menumbuhkan semangat kegotongroyongan dan program yang diselenggarakan di tingkat desa kurang disesuaikan dengan potensi desa. Selain itu, muncul indikasi kesenjangan antara pemerintah desa dan pemerintah diatasnya dalam pengelolaan pembangunan desa.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA PALANGKA PASCA PEMILUKADA SINJAI Mursak
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 8 No. 1 (2017): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v8i1.125

Abstract

Pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) langsung bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat, karena sejak dulu masyarakat telah dihadapkan pada suatu pemilihan yaitu pemilihan kepala desa. Seiring dengan perkembangan zaman akhirnya masyarakat dihadapkan pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). Dengan hal terkadang terjadi suatu perubahan sosial dalam lingkungan masyarakat pasca pemilukada. Kondisi real yang terjadi pada saat sekarang ini dalam lingkungan masyarakat. Setiap pasca pemilukada sering terjadi suatu perubahan yaitu perubahan sosial, salah satunya adalah terjadinya suatu hubungan yang tidak harmonis antara keluarga yang satu dengan yang lainnya. Hal itu terkadang disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat sebagai pemilih untuk memilih calon pemimpin. Dengan hal itu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait perubahan sosial masyarakat Desa Palangka pasca pemilukada Kabupaten Sinjai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis secara ilmiah perubahan sosial masayarakat Desa Palangka pasca pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, adapaun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah mengumpulkan datadengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data kemudian menyajikan data yang ada sehingga lebih mudah dipahami.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan sosial masyarakat Desa Palangka. Baik dari segi sistem politik dan kekuasaan, sistem kekeluargaan yang tidak harmonis maupun sistem status.
STRATEGI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM MENINGKATKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN SINJAI Jusniaty; Mursak
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 10 No. 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v10i2.146

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) tahun dengan lokasi penelitian pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sinjai serta beberapa desa yang ada di Kabupaten Sinjai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan wacana penelitian, wawancara dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan untuk analisis data meliputi pengumpulan data, mereduksi data, penilaian data (Pengelompokan data primer dan sekunder) dan menginterpretasikan data yang dilakukan dengan cara menganalisis secara kritis data yang terkumpul dan pada akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam tata kelola pemerintah desa, telah menyiapkan rencanarencana strategis dalam mendukung tercapainya visi misi organisasi tersebut. Hal ini terlihat dari program-program kerja yang telah ditetapkan sebagai program dan kegiatan tahunan senantiasa diarahkan untuk perwujudan visi misi organisasi. Namun demikian, tantangan dalam penyelenggaraan strategi-strategi yang telah ditetapkan dalam program dan kegiatan tahunan tersebut masih tetap menemui kendala. Hal ini dikarenakan oleh faktor sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta melemahnya dukungan masyarakat yang perlu menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan program. Tantangan tersebut menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sinjai dalam tata kelola pemerintahan desa.
PENGUATAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA DI KECAMATAN SINJAI TENGAH KABUPATEN SINJAI Mursak; Muhammad Takdir
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 10 No. 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v10i2.151

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) tahun dengan lokasi penelitian di Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai. Tahapan metode dalam penelitian ini yakni dengan cara analisis terhadap data yang telah diperoleh, dilakukan dengan mendasarkan kepada asumsi jawaban dari pertanyaan penelitian yang telah dibuat, dengan melalui tahapan dalam bentuk tujuan penelitian yang ingin dicapai. Dalam hal ini proses kegiatan analisis data meliputi a) tahap pengumpulan data, b) mereduksi data untuk mendapatkanpokok-pokok tema yang dianggap memiliki relevansi dengan masalah penelitian, c) penilaian data, yang dilakukan dengan cara mengkategorikan data primer dan data sekunder dengan sistem pencatatan yang relevan, d) menginterpretasikan data, yang dilakukan dengan cara menganalisis secara kritis data yang terkumpul dan pada akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penguatan nilai-nilai kearifan lokal dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa di Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dimana sub indikator yang diteliti berupa pelayanan tertulis, pelayanan lisan dan pelayanan perbuatan dikatakan sudah cukup baik. Setiap aparat Desa yang merupakan lebih mendominasi memberikan layanan lisan. Warga masyarakat juga memberikan penilaian atas pelayanan yang diberikan oleh aparat Desa di Kecamatan Sinjai Tengah sudah cukup baik, dimana mereka melayani masyarakat penuh dengan rasa kekeluargaan, santun, memiliki tata kramah yang baik, bahasa yang mudah dimengerti serta cepat menanggapi apa yang diingini masyarakat.
PENGELOLAAN PARIWISATA DI KECAMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Mursak Mursak; Kiki Rasmala Sani
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 9 No. 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v9i1.217

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang pengelolaan Pariwisata serta factor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan pariwisata di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan wisata hutan mangrove Tongke-tongke belum dilakukan dengan baik. Hal ini disebabkan karena belum jelasnya struktur pengelola sehingga masih terkotak-kotak, baik yang dilakukan oleh KPSDA-ACI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pihak-pihak tersebut memiliki program masing-masing. Selain itu, untuk pengembangannya, hutan mangrove memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan meskipun tidak dapat terlepas dari factor penghambat seperti pengelolaan yang belum terstuktur dengan jelas, manajemen yang belum efektif, perlunya perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung seperti tempat sampah, mesjid, toilet dll. Agar pengelolaan wisata dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan komunikasi antara pemda dan masyarakat dalam pemberlakuan perda. Selain itu, pihak dinas terkait diharapkan dapat bekerjasama dalam mengakomodir perencanaan yang akan dilaksanakan kedepan setelah pengelola kawasan wisata sudah jelas.