Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN PERENCANAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN PASIR PUTIH KECAMATAN SINJAI BORONG KABUPATEN SINJAI Rasmalasani, Kiki
Jurnal Ilmiah Administrasita Vol 3 No 2 (2013): April 2013
Publisher : Jurnal Ilmiah Administrasita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.867 KB)

Abstract

Sebuah pembangunan yang dilaksanakan perlu dipersiapkan dengan matang.Hal ini disebabkan karena pembangunan merupakan hal yang sangat urgen dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Pembangunan yang dilaksanakan sudah selayaknya memiliki perencanaan yang matang agar dapat memberikan batasan dan koridor yang jelas tentang apa yang akan dituju dan bagaimana tujuan itu dicapai. Hal yang tidak kalah penting dalam pencapaian keberhasilan pembangunan adalah adanya partisipasi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari kemanfaatan pembangunan itu sendiri bagi masyarakat. Sehingga, sudah selayaknya masyarakat dilibatkan dalam proses pelaksanaan pembangunan dari perencanaannya hingga pemanfaatan dari hasil pembangunan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara perencanaan dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi adanya keterlibatan masyarakat dalam proses pelaksanaan pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pertisipasi masyarakat memiliki kaitan yang erat dalam  menunjang keberhasilan pembangunan. Keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Selain didukung oleh berbagai faktor, pembangunan yang terencana ternyata dapat dihambat oleh kendala-kendala yang turut muncul.
PENGELOLAAN PARIWISATA DI KECAMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Rasmalasani, Kiki; Mursak, Mursak
Jurnal Ilmiah Administrasita Vol 9 No 1 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Administrasita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.867 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang pengelolaan Pariwisata serta factor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan pariwisata  di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai.  Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan wisata hutan mangrove Tongke-tongke belum dilakukan dengan baik. Hal ini disebabkan karena belum jelasnya struktur pengelola sehingga masih terkotak-kotak, baik yang dilakukan oleh KPSDA-ACI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pihak-pihak tersebut memiliki program masing-masing. Selain itu, untuk pengembangannya, hutan mangrove memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan meskipun tidak dapat terlepas dari factor penghambat seperti pengelolaan yang belum terstuktur dengan jelas, manajemen yang belum efektif, perlunya perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung seperti tempat sampah, mesjid, toilet dll. Agar pengelolaan wisata dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan komunikasi antara pemda dan masyarakat dalam pemberlakuan perda. Selain itu, pihak dinas terkait diharapkan dapat bekerjasama dalam mengakomodir perencanaan yang akan dilaksanakan kedepan setelah pengelola kawasan wisata sudah jelas.
Readiness of Human Resources in Management Joint Business Group Kahar Kahar; Kiki Rasmala Sani; Mochamat Nurdin
Jurnal Ad'ministrare Volume 8, Issue 2, July-December 2021
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ja.v8i2.25122

Abstract

Poor Empowerment Program through Joint Business Groups or KUBE (Kelompok Usaha Bersama *in English: Joint Business Group). The form of this program is to provide Direct Social Empowerment Assistance or business capital for the poor to facilitate these community groups which have been accommodated in a group, namely KUBE to manage and develop Productive Economic Enterprises. This type of research is qualitative research using observation, interview, and documentation techniques as a data collection tool. While the data analysis technique is done by collecting data, reducing data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the community welfare improvement program is implemented through the establishment of KUBE and providing business capital assistance KUBE to build businesses and increase people's income; there is still a need for capacity building for managers so that the formed KUBE can become a sustainable business model. This research can be used as a reference in preparing human resources through joint business groups at the village level because previous research focused on the district/city level.
Peran Lembaga Muhammadiyah dalam Mitigasi Bencana di Kabupaten Sinjai Kiki Rasmala Sani; Syamsuddin Syamsuddin
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v13i1.6648

Abstract

This study aims to analyze the role of the Muhammadiyah Institute in disaster mitigation in Sinjai region. As a large organization in Sinjai, Muhammadiyah serves as the government’s partner in promoting disaster preparedness to the public via institutions that were founded on the level of Regional Leadership and the level of business charity. This research uses descriptive analysis with qualitative methods. The respondents were Muhammadiyah Regional Leaders, Muhammadiyah Disaster Management Institutions, and Muhammadiyah cadres in the Sinjai region. The results of this study indicated that the institution, since the Regional Leadership of Muhammadiyah Sinjai founded it, had not had a work program. Thus, the agency has not yet significantly contributed to disaster mitigation. All cadres who exist in the structure of the institution are cadres in various other organizations that can be resources in achieving organizational goals
Management of the Da'wah of the Muhammadiyah Regional Leaders of Sinjai Regency during the Covid-19 Pandemic Mursak Mursak; Kiki Rasmala Sani
Jurnal Ad'ministrare Volume 8, Issue 1, January-June 2021
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ja.v8i1.19741

Abstract

The impact Covid-19 pandemic is very big when we look at it from the quality and quantity side, where previously the community generally prayed in congregation in the mosque both in terms of quantity, but during the Covid-19 pandemic, we can see that in the field it has fallen greatly in terms of quantity.This study aims to determine the management carried out by the Muhammadiyah Regional Leaders (PDM) of the Sinjai Regency in conducting Da'wah during the Covid-19 Pandemic. The method used is qualitative research methods and data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data verification, and concluding, the results of this study indicate that Da'wah Planning, Muhammadiyah Regional Leaders carry out Da'wah planning virtually by involving several Muhammadiyah Business Charities in Sinjai Regency. Also, during this pandemic in terms of quantity, there were more recitation participants than before the pandemic. Then in terms of controlling Da'wah, the PDM of the Sinjai Regency carried out control, namely evaluating in terms of the implementation of da'wah by always synergizing and coordinating with all Muhammadiyah charities in Sinjai Regency, starting from Ortom, Higher Education to Branch Leaders in each of the existing branches.
HUBUNGAN PERENCANAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN PASIR PUTIH KECAMATAN SINJAI BORONG KABUPATEN SINJAI Kiki Rasmala Sani
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 3 No. 2 (2013): Edisi April
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v3i2.73

Abstract

Sebuah pembangunan yang dilaksanakan perlu dipersiapkan dengan matang.Hal ini disebabkan karena pembangunan merupakan hal yang sangat urgen dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Pembangunan yang dilaksanakan sudah selayaknya memiliki perencanaan yang matang agar dapat memberikan batasan dan koridor yang jelas tentang apa yang akan dituju dan bagaimana tujuan itu dicapai. Hal yang tidak kalah penting dalam pencapaian keberhasilan pembangunan adalah adanya partisipasi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari kemanfaatan pembangunan itu sendiri bagi masyarakat. Sehingga, sudah selayaknya masyarakat dilibatkan dalam proses pelaksanaan pembangunan dari perencanaannya hingga pemanfaatan dari hasil pembangunan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara perencanaan dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi adanya keterlibatan masyarakat dalam proses pelaksanaan pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pertisipasi masyarakat memiliki kaitan yang erat dalam menunjang keberhasilan pembangunan. Keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Selain didukung oleh berbagai faktor, pembangunan yang terencana ternyata dapat dihambat oleh kendala-kendala yang turut muncul.
PENGELOLAAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DI KABUPATEN SINJAI Jusniaty; Kiki Rasmala Sani
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 9 No. 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v9i2.106

Abstract

Penelitian tentang pengelolaan modal sosial masyarakat dalam perumusan kebijakan pemerintah desa di Kabupaten Sinjai telah dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun dengan menggunakan fenomenologi sebagai pendekatan/strategi penelitian, yang berarti bahwa dalam penelitian mengintegrasikan pendapat dan kondisi masyarakat desa yang berkaitan dengan keberadaan modal sosial, serta memahami dan mengidentifikasi mekanisme penyusunan kebijakan pemerintah desa di Kabupaten Sinjai. Dalam kurun waktu tersebut, empat komponen modal sosial yaitu saling percaya (mutual trust), jejaring sosial, norma sosial, dan institusi lokal dijadikan sebagai indikator utama dalam penelitian ini. Pengumpulan data dan informasi difokuskan pada teknik indepth interview, pengamatan mendalam terhadap aktivitasaktivitas terkait masalah penelitian. Dari hasil penelitian tentang pengelolaan modal sosial masyarakat dalam perumusan kebijakan pemerintah desa di kabupaten sinjai menunjukkan bahwa dalam melakukan perumusan kebijakan di desa bukan hanya di butuhkan dukungan finansial dan sumber daya manusia saja tetapi juga modal sosial yang wujudnya tidak kasat mata,hanya dapat di pahami dan di mengerti melalui interaksi sosial. Kehidupan sosial masyarakat saling menjaga dan melindungi, sama-sama memberi dan menerimatanggung jawab agar dapat mencapai tujuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
PENGUATAN KAPASITAS PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN SINJAI Kiki Rasmala Sani; Mursak
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 9 No. 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v9i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan sejauh mana pembangunan kapasitas pemerintah desa dalam mengelola pemerintahannya. Pembangunan kapasitas merupakan hal yang signifikan dalam konteks pemerintah desa saat ini, seiring dengan perubahan pengaturan tentang desa melalui regulasi Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Lahirnya UU ini merupakan suatu momentum bagi desa untuk menata pemerintahannya dengan segala potensi lokal yang dimilikinya. Dengan prinsip rekognisi (pengakuan) dan subsisiaritas, UU desa mengisyaratkan bahwa keberadaan pemerintahan desa mestinya harus steril dari intervensi yang terlalu banyak dari pemerintahan supra desa (pemerintah pusat, propinsi, dan daerah). Kondisi ini membutuhkan kapasitas yang kuat dari pemerintah desa dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diembannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode seperti ini lebih dipilih karena penelitian ini lebih mengutamakan analisa deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan dengan maksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum penguatan kapasitas pemerintah dalam pengelolaan pemerintahan desa berjalan kurang maksimal. Implemntasi undang-undang desa ternyata tidak mampu menumbuhkan semangat kegotongroyongan dan program yang diselenggarakan di tingkat desa kurang disesuaikan dengan potensi desa. Selain itu, muncul indikasi kesenjangan antara pemerintah desa dan pemerintah diatasnya dalam pengelolaan pembangunan desa.
SINERGITAS PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN DI KABUPATEN SINJAI Kiki Rasmala Sani
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 10 No. 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v10i1.157

Abstract

Penelitian tentang sinergitas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran di Kabupaten Sinjai ini berisi tentang paparan dalam hal pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Kabupaten Sinjai yang di tinjau dari dua aspek yaitu komunikasi dan koordinasi pasca penggabungannya dalam satu dinas. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan tehnik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sinjai. Hasil daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi antara Satuan Polisi Pamong Praja dengan Pemadam Kebakaran di Kabupaten Sinjai sudah berjalan dengan baik yang ditandai dengan komunikasi dan koordinasi antara kedua bidang ini sudah terjalin dengan baik dalam menjalankan berbagai pelayanan kepada masyarakat. Adapun kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaan tugas dan fungsi yaitu alat komunikasi yang belum memadai dan perlunya peningkatan kapasitas SDM dala mununjang tupoksinya.
PENGELOLAAN PARIWISATA DI KECAMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Mursak Mursak; Kiki Rasmala Sani
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 9 No. 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v9i1.217

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang pengelolaan Pariwisata serta factor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan pariwisata di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan wisata hutan mangrove Tongke-tongke belum dilakukan dengan baik. Hal ini disebabkan karena belum jelasnya struktur pengelola sehingga masih terkotak-kotak, baik yang dilakukan oleh KPSDA-ACI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pihak-pihak tersebut memiliki program masing-masing. Selain itu, untuk pengembangannya, hutan mangrove memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan meskipun tidak dapat terlepas dari factor penghambat seperti pengelolaan yang belum terstuktur dengan jelas, manajemen yang belum efektif, perlunya perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung seperti tempat sampah, mesjid, toilet dll. Agar pengelolaan wisata dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan komunikasi antara pemda dan masyarakat dalam pemberlakuan perda. Selain itu, pihak dinas terkait diharapkan dapat bekerjasama dalam mengakomodir perencanaan yang akan dilaksanakan kedepan setelah pengelola kawasan wisata sudah jelas.