Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR DI DESA TONGKE-TONGKE KECAMATAN SINJAI TIMUR Jusniaty, Jusniaty
Jurnal Ilmiah Administrasita Vol 8 No 01 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Administrasita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.859 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur dan untuk mengetahui faktor yang menghambat dalam pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur sudah terlaksana dengan baik. Upaya dalam mengembangkannya adalah dengan melakukan pembinaan, mengikutkan perempuan dalam organisasi, memberikan dana untuk berusaha dan memberikan pelatihan untuk membuka daya dan bakatnya. Sedangkan dalam hal melindungi perempuan pesisir agar sejajar dengan kaum laki-laki di Desa Tongke-Tongke dalam hal ekonomi, belum sempurna karena masih minimnya wawasan dan sumber daya manusia yang dimiliki perempuan. Upaya yang harus dilakukan pemerintah agar lebih memberdayakan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke, yaitu: 1) Membuka lapangan kerja baru, berupa usaha-usaha yang melibatkan perempuan pesisir serta meningkatkan pelatihan-pelatihan berupa cara pengolahan ikan, pembuatan abon, pembuatan bakso ikan dan atau pembuatan ikan kaleng. 2) Menambah besarnya modal untuk kelompok usaha perempuan pesisir. 3) Menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang usaha perempuan pesisir agar lebih maju dan sukses.
PENERAPAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KELURAHAN SAMAENRE KECAMATAN SINJAI TENGAH ., Syamsuddin; ., Jusniaty
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik Vol 11 No 1 (2021): VOLUME 11, NOMOR 1, JUNI 2021
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jaq.v11i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dimana diketahui bahwa Program bantuan sosial pangan yang sebelumnya merupakan Subsidi Rastra mulai ditransformasikan menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT) pada 2017 di 44 kota terpilih, salah satunya di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Tahap pertama pendistribusian KKS di 9 kecamatan pada tanggal 15-21 November 2018 dan tahap kedua pada tanggal 17-23 Desember 2018, dan untuk penyaluran komoditi di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah pada tanggal 2 Desember 2019. Saat ini, data penerima BPNT pada Agustus 2020 sebanyak 20.525 kepala keluarga (kk) di Kabupaten Sinjai, sedangkan di Kecamatan Sinjai Tengah itu sendiri terdiri dari Kelurahan dan beberaapa desa diantaranya Kelurahan Samaenre sebanyak 182 KK, Desa Baru sebanyak 211 KK, Desa Bonto sebnayak 214 KK, Desa Gantarang sebanyak 289 KK, Desa Kanrung sebanyak 343 KK, Desa Kompang sebanyak 361 KK, Desa Mattunreng Tellue sebanyak 191 KK, Desa Pattongko sebanyak 483 KK, Desa Saohiring sebanyak 302 KK, Desa Saotanre sebanyak 219 KK,dan Desa Saotengnga sebanyak 329 KK data tersebut berdasarkan data yang telah di input oleh Dinas Sosial di bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai penerapan bantuan pangan non tunai untuk mengentaskan kemiskinan. Informan yang digunakan yakni Koordinator Daerah Bantuan Pangan Non Tunai/ Program Sembako Dinas Sosial, Sekertaris Lurah, Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan Dinas Sosial, Pemilik E- Warung/ Agen Penyaluran Komoditi Kelurahan Samaenre, serta masyarakat Sasaran atau penerima bantuan bahan pangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang di laksanakan di Kelurahan Samaenre, telah berjalan efektif. Namun Pihak Kelurahan dan Dinas Sosial perlu mengadakan perekapan ulang data masyarakat miskin di Kelurahan Samaenre.
PENERAPAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KELURAHAN SAMAENRE KECAMATAN SINJAI TENGAH ., Syamsuddin; ., Jusniaty
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik Vol 11 No 1 (2021): VOLUME 11, NOMOR 1, JUNI 2021
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jaq.v11i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dimana diketahui bahwa Program bantuan sosial pangan yang sebelumnya merupakan Subsidi Rastra mulai ditransformasikan menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT) pada 2017 di 44 kota terpilih, salah satunya di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Tahap pertama pendistribusian KKS di 9 kecamatan pada tanggal 15-21 November 2018 dan tahap kedua pada tanggal 17-23 Desember 2018, dan untuk penyaluran komoditi di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah pada tanggal 2 Desember 2019. Saat ini, data penerima BPNT pada Agustus 2020 sebanyak 20.525 kepala keluarga (kk) di Kabupaten Sinjai, sedangkan di Kecamatan Sinjai Tengah itu sendiri terdiri dari Kelurahan dan beberaapa desa diantaranya Kelurahan Samaenre sebanyak 182 KK, Desa Baru sebanyak 211 KK, Desa Bonto sebnayak 214 KK, Desa Gantarang sebanyak 289 KK, Desa Kanrung sebanyak 343 KK, Desa Kompang sebanyak 361 KK, Desa Mattunreng Tellue sebanyak 191 KK, Desa Pattongko sebanyak 483 KK, Desa Saohiring sebanyak 302 KK, Desa Saotanre sebanyak 219 KK,dan Desa Saotengnga sebanyak 329 KK data tersebut berdasarkan data yang telah di input oleh Dinas Sosial di bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai penerapan bantuan pangan non tunai untuk mengentaskan kemiskinan. Informan yang digunakan yakni Koordinator Daerah Bantuan Pangan Non Tunai/ Program Sembako Dinas Sosial, Sekertaris Lurah, Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan Dinas Sosial, Pemilik E- Warung/ Agen Penyaluran Komoditi Kelurahan Samaenre, serta masyarakat Sasaran atau penerima bantuan bahan pangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang di laksanakan di Kelurahan Samaenre, telah berjalan efektif. Namun Pihak Kelurahan dan Dinas Sosial perlu mengadakan perekapan ulang data masyarakat miskin di Kelurahan Samaenre.
Program Pelatihan Bahasa Inggris Dan Kewirausahaan Bagi Pemuda dalam Mendukung Tercapainya Pembangunan Berkelanjutan Di Kecataman Sinjai Timur Jusniaty J; Baharuddin B; Sri Rahayu Juniati
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2022): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.59 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v2i03.129

Abstract

The community empowerment is one of the support in developing of potential sources of Regional Original Income (PAD). For that, human resources as the pads of confirmation pads need to be powered. One of the elements of human resources is the youth. So one of the potential development efforts is the English training program for Sinjai Timur’s Youth and Entrepreneurship. Types of activities and technical implementation in this program consist of: (1) Pre-Test (Test will be given by the tutor the to target partner before giving the material ), (2) Giving Material (Giving material by Tutor to Target Partners), (3) Post-Test (Test will be given at the end of the training, to know the level of change before and after the training), (4) Brainstorming (covered the idea of entrepreneurship). Based on the results of the implementation of the activity, it was found that the target group's mastery of English was still less visible from the pre-test to post-test data from the number of existing targets, did not experience significant percentage increases. There were no targets that were able to achieve 100% percentage. For business administration management, only 1 (one) business group can assist in issuing a business license.
PENGELOLAAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DI KABUPATEN SINJAI Jusniaty; Kiki Rasmala Sani
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 9 No. 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v9i2.106

Abstract

Penelitian tentang pengelolaan modal sosial masyarakat dalam perumusan kebijakan pemerintah desa di Kabupaten Sinjai telah dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun dengan menggunakan fenomenologi sebagai pendekatan/strategi penelitian, yang berarti bahwa dalam penelitian mengintegrasikan pendapat dan kondisi masyarakat desa yang berkaitan dengan keberadaan modal sosial, serta memahami dan mengidentifikasi mekanisme penyusunan kebijakan pemerintah desa di Kabupaten Sinjai. Dalam kurun waktu tersebut, empat komponen modal sosial yaitu saling percaya (mutual trust), jejaring sosial, norma sosial, dan institusi lokal dijadikan sebagai indikator utama dalam penelitian ini. Pengumpulan data dan informasi difokuskan pada teknik indepth interview, pengamatan mendalam terhadap aktivitasaktivitas terkait masalah penelitian. Dari hasil penelitian tentang pengelolaan modal sosial masyarakat dalam perumusan kebijakan pemerintah desa di kabupaten sinjai menunjukkan bahwa dalam melakukan perumusan kebijakan di desa bukan hanya di butuhkan dukungan finansial dan sumber daya manusia saja tetapi juga modal sosial yang wujudnya tidak kasat mata,hanya dapat di pahami dan di mengerti melalui interaksi sosial. Kehidupan sosial masyarakat saling menjaga dan melindungi, sama-sama memberi dan menerimatanggung jawab agar dapat mencapai tujuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR DI DESA TONGKE-TONGKE KECAMATAN SINJAI TIMUR Jusniaty
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 8 No. 1 (2017): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v8i1.124

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur dan untuk mengetahui faktor yang menghambat dalam pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur sudah terlaksana dengan baik. Upaya dalam mengembangkannya adalah dengan melakukan pembinaan, mengikutkan perempuan dalam organisasi, memberikan dana untuk berusaha dan memberikan pelatihan untuk membuka daya dan bakatnya. Sedangkan dalam hal melindungi perempuan pesisir agar sejajar dengan kaum laki-laki di Desa Tongke-Tongke dalam hal ekonomi, belum sempurna karena masih minimnya wawasan dan sumber daya manusia yang dimiliki perempuan. Upaya yang harus dilakukan pemerintah agar lebih memberdayakan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke, yaitu: 1) Membuka lapangan kerja baru, berupa usaha-usaha yang melibatkan perempuan pesisir serta meningkatkan pelatihan-pelatihan berupa cara pengolahan ikan, pembuatan abon, pembuatan bakso ikan dan atau pembuatan ikan kaleng. 2) Menambah besarnya modal untuk kelompok usaha perempuan pesisir. 3) Menyediakan saranadan prasarana yang dapat menunjang usaha perempuan pesisir agar lebih maju dan sukses.
STRATEGI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM MENINGKATKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN SINJAI Jusniaty; Mursak
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 10 No. 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v10i2.146

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) tahun dengan lokasi penelitian pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sinjai serta beberapa desa yang ada di Kabupaten Sinjai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan wacana penelitian, wawancara dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan untuk analisis data meliputi pengumpulan data, mereduksi data, penilaian data (Pengelompokan data primer dan sekunder) dan menginterpretasikan data yang dilakukan dengan cara menganalisis secara kritis data yang terkumpul dan pada akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam tata kelola pemerintah desa, telah menyiapkan rencanarencana strategis dalam mendukung tercapainya visi misi organisasi tersebut. Hal ini terlihat dari program-program kerja yang telah ditetapkan sebagai program dan kegiatan tahunan senantiasa diarahkan untuk perwujudan visi misi organisasi. Namun demikian, tantangan dalam penyelenggaraan strategi-strategi yang telah ditetapkan dalam program dan kegiatan tahunan tersebut masih tetap menemui kendala. Hal ini dikarenakan oleh faktor sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta melemahnya dukungan masyarakat yang perlu menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan program. Tantangan tersebut menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sinjai dalam tata kelola pemerintahan desa.
KAPASITAS PEMERINTAH DESA DALAM MEWUJUDKAN PROGRAM PRIORITAS DESA DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN SINJAI Muhammad Takdir; Jusniaty
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 10 No. 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v10i2.148

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya program pembangunan prioritas oleh KEMENDES merupakan kepedulian pemerintah pusat terhadap pengelolaan potensi yang ada di desa. Hal ini akan terintegrasi apabila didukung dengan kemampuan kepala desa untuk memberdayakan masyarkat dalam pengelolaan sumberdaya alam sesuai dengan potensi desa masing masing. Program pembangunan prioritas desa meliputi pengembangan produk uggulan desa sesuai dengan potensi desa, mendorong BUMDESuntuk meningkatkan kapasitas manajemen sekaligus akses pasar, Pembangunan embung desa untuk mendorong produktivitas pertanian dan keempat adalah pembangunan sarana olah araga. Tujuan penelitian ini akan menjelaskan bagaimana kemampuan kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan di wilayahnya masing-masing yang telah didukung dengan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD serta menyesuaikan program pembangunan yang diprioritaskan oleh kementrian pedesaan. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif melihat fenomona secara langsung pada lokasi penelitian serta pengumpulan data baik data primer dan data sekunder terkait dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini mengungkap permasalahan tentang rendahnya kemampuan kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan yang prioritas,dilihat dari laporan realisasi pelaksanaan pembangun untuk desa diwilayah pesisir Kabupaten Sinjai, penggunaan anggaran untuk pemberdayan dan pembinaan kemasyarakatan sangat rendah di bandingkan dengan bidang penyelenggaraan pemerintahan di setiap desa.
People's Perceptions of Tongke-Tongke Village East Sinjai District against Muhammadiyah Jusniaty Jusniaty; Baharuddin Baharuddin; Muhammad Takdir
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v12i1.32245

Abstract

This organization was originally a socio-religious movement, and finally the goal of political space, namely by becoming a special member of Masyumi Persyarikatan Muhammadiyah is a very large Islamic organization and has spread to all corners of the country. So it is interesting to study the perception of the community, especially the people of Tongke-Tongke Village towards Muhammadiyah.This study aims to determine the perception of the people of Tongke-Tongke Village towards Muhammadiyah and what factors influence it. The research method used is descriptive qualitative. This research was funded by the Research Grant Program Batch V of the PP Muhammadiyah Diktilitbang Council in collaboration with the University of Muhammadiyah Sinjai. Data collection techniques through observation, interviews, documentation, and dissemination of google forms to reach respondents who are far away and find it difficult to arrange time to meet. The data analysis was carried out through the steps of data collection, data presentation, data analysis and drawing conclusions. The results of this study indicate that there is little response to knowledge of Muhammadiyah by the people of Tongke-Tongke Village, this is because they are not cadres who have gone through organizational recruitment, however, they are the general public or sympathizers who basically become part of several activities that have been carried out by Persyarikatan Muhammadiyah. This research can be used as a reference in making decisions about how the community responds and perceives the Muhammadiyah organization at the village level because previous research has focused on the sub-district level.
English Training and Entrepreneurship dalam Mendukung Wisata Budaya di Karampuang Jusniaty; Baharuddin; Sri Rahayu Juniati; Hasdinawati; Syamsiah Hasyim; Supratman Tahir
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i1.121

Abstract

Community empowerment is one of the supports in developing potential sources of local original income (PAD). For this reason, it is necessary to strengthen the human resources that support the occurrence of PAD. Her one element of the existing talent is youth. One of the efforts to develop this potential is the 'English Training' English Training and Entrepreneurship Management Office for Young People of Kalampuan Hamlet, Tompobul Village. The types of activities of this program and the technical implementation of the activities are: (1) Pree Test (a test that the tutor conducts before giving the material to the target), (2) Giving Material (the tutor provides the material to the target), (3) Post Test (a test given to the target) Partner) target partner becomes available). (Performed at the end of the training to know the degree of change before and after the training), (4) Brainstorming (brainstorming of entrepreneurial ideas). As a result of the activity, we obtained data that English learning was beneficial for the target group from the change in data values ​​before and after the test. On the other hand, regarding the business types of the target group, it was found that the majority of the communities are engaged in palm sugar business, cattle trading business, and broiler business. However, the trade still operates separately and no joint ventures with an organizational structure have been formed, so the processing of official permits (business licenses and labels) cannot be carried out.