Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS INOVASI LAYANAN SELULER PETERNAKAN TERINTEGRASI (LASAPI) DI KABUPATEN SINJAI Muhammad Lutfi; Umar Congge; Hermansyah Hermansyah
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 11 NOMOR 1, 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.01 KB) | DOI: 10.47030/aq.v11i1.92

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan inovasi pemerintah daerah dalam pelayanan publik di Kabupaten Sinjai melalui program Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi (LA SAPI) di Kabupaten Sinjai. Menjadi menarik diteliti, mengingat inovasi ini dilakukan dengan menjadikan peternak sebagai obyek layanan dengan menggunakan media seluler. Layanan LA SAPI dilakukan dalam rangka memudahkan peternak dan masyarakat umum untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai tanpa mengganggu aktivitas keseharian mereka. Untuk memahami bagaimana inovasi berdampak pada kebutuhan masyarakat, dalam penelitian ini menggunakan 6 (enam) kriteria untuk mengukur keberhasilan suatu produk inovasi, yakni: dampak, kemitraan, keberlanjutan, kepemimpinan dan pemberdayaan masyarakat, kesetaraan gender dan pengecualian sosial, serta inovasi dalam konteks lokal dan dapat ditransfer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk pengumpulan data penelitian, diperoleh melalui wawancara mendalam, pemanfaatan data-data sekunder (dokumen), dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah produk inovasi tidak mesti membutuhkan anggaran/dana yang besar, tetapi yang utama adalah melibatkan warga dalam program tersebut serta nilai kemanfaatan bagi masyarakat dari produk inovasi tersebut. Selain itu, keberlangsungan inovasi tersebut penting untuk dijaga dan dapat ditransfer di tempat lain, agar dapat dirasakan oleh semua pihak secara terus menerus.
AKUNTABILITAS PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI TERDAMPAK COVID-19 MELALUI DANA DESA Kisman Karinda; Ade Putra Ode Amane; Muhammad Lutfi
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 13 No. 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v13i2.430

Abstract

This paper aims to determine the Accountability of Direct Cash Aid Disbursement Affected by Covid-19 through Village Funds in Taronggo Village, Bungku Utara District, North Morowali Regency. The research method uses primary data and secondary data. Methods of data collection using the technique of Observation, Questionnaire, Literature Study and Documentation. The technique used is statistical analysis using a statistical formula (percentage) which is used to describe the results of the study. Calculation of the data is given a score based on the type of data collected, namely qualitative data which is then converted into quantitative. After selecting the data, then giving a weighted score for each alternative answer in scoring using the Likert Scale. Then determine the measured variables based on the indicators studied. Based on the results of the distribution of questionnaires to respondents that the Accountability of Direct Cash Assistance Disbursed for the Impact of Covid-19 through Village Funds based on a rating scale is classified as good with a benefit score of 77.55%, accurate 74.29% and eligibility 72.65%.
EVALUASI LAYANAN DIGITAL PENGURUSAN SURAT IZIN MENGEMUDI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nurhafidah Nurhafidah; Muhammad Lutfi; Muhammad Takdir
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 11 No. 2 (2024): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Pelayanan Publ
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v11i2.1106

Abstract

This research aims to find out whether this application makes things easier for people or makes things more difficult for people. The National Police must be able to keep up with technological advances so that it makes it easier to serve the public. One of the police regulations is the Police Traffic Corps Digital Application which was available on April 13 2021. This is the official application of the Indonesian Police Corps. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data sources come from trusted and credible online portals such as CNN Indonesia, Tribun.news, Kompas.com, Tempo.com and relevant journal articles. The results of this research are that the National Police traffic police digital application cannot yet be used optimally because it is still in the development process, and many of its features are still not active.
Bawaslu's Strategies for Preventing and Addressing Electoral Violations in the 2024 Election in Sinjai Regency Sumardi Sumardi; Jusniaty Jusniaty; Muhammad Lutfi; Achmad Nurmandi
Journal of Government and Civil Society Vol 10 No 1 (2026): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/49qfca15

Abstract

This study examines the strategies employed by the Election Supervisory Board (Bawaslu) in preventing and addressing electoral violations during the 2024 Election in Sinjai Regency, Indonesia. The research focuses on assessing the effectiveness of these strategies in relation to local institutional constraints and socio-political dynamics. A qualitative approach was applied through in-depth interviews with key stakeholders, field observations, and analysis of official documents. The findings indicate that electoral violations are predominantly committed by bureaucratic actors, particularly civil servants (ASN), accounting for approximately 70% of cases, mainly involving breaches of neutrality. Preventive strategies including voter education, participatory monitoring, and electoral socialization have contributed to increasing public awareness and expanding oversight networks. However, their effectiveness remains limited, as reflected in three key indicators: low public reporting participation, weak follow-up consistency on reported cases, and limited deterrent effects of sanctions. Furthermore, enforcement practices tend to be administrative rather than punitive, with only a small proportion of cases meeting criminal thresholds. This enforcement asymmetry reduces the overall deterrence capacity of the supervisory system.This study contributes to the literature on electoral governance by demonstrating that, in decentralized contexts, the effectiveness of electoral oversight is shaped not only by institutional design but also by bureaucratic behavior, local political structures, and enforcement capacity. Strengthening crosssector collaboration, improving technical capacity, and adopting data-driven oversight mechanisms are therefore essential to enhance electoral integrity at the local level.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam mencegah dan menangani pelanggaran pemilu pada Pemilu Tahun 2024 di Kabupaten Sinjai, Indonesia. Fokus penelitian ini adalah menilai efektivitas strategi tersebut dalam konteks keterbatasan kelembagaan dan dinamika sosial-politik lokal. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta analisis dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran pemilu didominasi oleh aktor birokrasi, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mencakup sekitar 70% dari total kasus dan sebagian besar berkaitan dengan pelanggaran netralitas. Strategi pencegahan berupa pendidikan pemilih, pengawasan partisipatif, dan sosialisasi kepemiluan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran publik serta memperluas jejaring pengawasan. Namun demikian, efektivitasnya masih terbatas, yang tercermin dari rendahnya partisipasi pelaporan masyarakat, belum konsistennya tindak lanjut terhadap laporan pelanggaran, serta lemahnya efek jera dari sanksi yang diberikan. Selain itu, praktik penegakan hukum cenderung bersifat administratif dibandingkan represif, dengan hanya Sebagian kecil kasus yang memenuhi unsur tindak pidana. Ketimpangan dalam penegakan ini mengurangi daya cegah sistem pengawasan pemilu secara keseluruhan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian tata Kelola pemilu dengan menunjukkan bahwa dalam konteks desentralisasi, efektivitas pengawasan pemilu tidak hanya ditentukan oleh desain kelembagaan, tetapi juga oleh perilaku birokrasi, struktur politik lokal, serta kapasitas penegakan hukum. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi lintas aktor, peningkatan kapasitas teknis, dan penerapan mekanisme pengawasan berbasis data menjadi langkah strategis untuk meningkatkan integritas pemilu di tingkat lokal.