Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : e-CliniC

KARAKTERISTIK PERSALINAN PREMATUR DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Oroh, Siva; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie M. M.
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8605

Abstract

Abstract: Preterm labor is labor that occurs at 20 - <37 weeks gestational age calculated from the first day of the last menstrual period. Preterm labor is one cause of neonatal morbidity and mortality, which is 60-80% worldwide. This was a retrospective and descriptive study using the medical record of the Department of Obstetrics & Gynecology/Prof. Dr. R.D. Kandou General Hospital Manado period of January 1st to December 31st 2013. There were 151 premature labors during that period. The most frequent characteristics were age group 21-34 years, high school education, and house wife. Based on the parity status, the highest number was P0. History of abortion was found only in a small part of samples. The highest number of diseases/complications was rupture of membrane. The most frequent type of labor was spontaneous labor with back of the head position.Keywords: premature birth, premature babyAbstrak: Persalinan prematur adalah persalinan yang berlangsung pada usia kehamilan 20 - <37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal, yaitu 60-80% di seluruh dunia. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder berupa catatan medik di Bagian Obstetri Ginekologi/BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari-31 Desember 2013. Hasil penelitian mendapatkan 151 sampel kasus persalinan prematur. Karakteristik berdasarkan usia ibu terbanyak pada usia 21-34 tahun, pendidikan ibu terbanyak SMA, dan pekerjaan IRT. Berdasarkan paritas didapatkan jumlah tertinggi pada P0, riwayat abortus hanya sebagian kecil ibu, penyakit/penyulit tersering ialah ketuban pecah dini, dan jenis persalinan tersering ialah spontan letak belakang kepala.Kata kunci: persalinan prematur, bayi prematur
GAMBARAN SINDROMA PRAHAID PADA REMAJA Bungasari, Septa Ayu; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6518

Abstract

Abstract: Menstruation issue is a common gynecological issue experienced by adolescents. One of disorders linked with menstruation is premenstrual syndrome. According to ICD-10 issued by WHO, premenstrual syndrome included to gynecology disorder associated with female genital organs and menstrual cycle. Premenstrual syndrome can interfere with daily activities, interpersonal relationship, occupational achievement and educational performance due to impaired attention in class and absence from school. The study used survey descriptive method with questionnaire tool carried out among 54 female students of the first semester in Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi, within academic year of 2014-2015. The results showed that of the 54 female students, most of them were 18 years old (48.1%), predominant types of symptom was psychology symptom in 54 samples (100%), predominant psychology symptom was mood swing in 52 samples (96.3%), predominant physical symptom was acne problem in 45 samples (83.3%) and predominant behavioral symptom was argumentative in 17 samples (31.5%).Keywords: premenstrual, syndrome, adolescent, teenageAbstrak: Masalah yang timbul pada haid merupakan masalah ginekologi yang sering dikeluhkan remaja. Salah satu gangguan yang berhubungan dengan haid adalah sindroma prahaid. Menurut ICD ke-10 yang dikeluarkan WHO, sindroma prahaid tercantum sebagai kelainan ginekologi yang terkait dengan organ kelamin wanita dan siklus haid.Kumpulan gejala yang dirasakan menjelang haid mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan interpersonal, hasil kerja dan prestasi akademik karena kurang perhatian dalam kelas dan sering tidak hadir. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan alat kuesioner yang dilakukan pada 54 mahasiswi semester 1 Fakultas Kedokteran Unsrat tahun ajaran 2014-2015. Berdasarkan penelitian pada 54 mahasiswi, didapatkan distribusi umur responden terbanyak ialah 18 tahun (48,1%); jenis gejala yang paling dominan muncul ialah gejala psikologis sebanyak 54 orang (100%); gejala psikologis terbanyak ialah perubahan mood sebanyak 52 orang (96.3%); gejala fisik terbanyak ialah timbul jerawat sebanyak 45 orang (83,3%); dan gejala perilaku terbanyak ialah suka menentang sebanyak 17 orang (31,5%).Kata kunci: prahaid, sindroma, remaja
PROFIL PERSALINAN PADA USIA ≥35 TAHUN DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Pontoh, Vidi Y. Y.; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.9509

Abstract

Abstract: Childbirth at age ≥35 years has a high degree of risks. High blood pressure, excessive body weight, diabetes, as well as complicated labor can be found in pregnancy and childbirth at age ≥35 years. This study aimed to obtain the profile of childbirth at age ≥35 years at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study using the medical record and birth attendants at The Obstetrics and Gynecology Department from 1 January to 31 December 2014. There were 249 cases of childbirth at age ≥35 years of 3106 total labors. Most of the mothers at age ≥35 years had parity of 2 – 4 (66.26%), spontaneous labor (60.64%), babies with cephalic presentation (70.28%), and weight 2500 – <4000 grams.Keywords: labor, age ≥35 years, incidenceAbstrak: Persalinan pada usia ≥35 tahun mempunyai risiko tinggi. Tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, diabetes, serta persalinan yang lebih sulit dan lama merupakan masalah yang dapat ditemui di kehamilan dan persalinan pada usia ≥35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil persalinan pada usia ≥35 tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif melalui rekam medik dan buku partus di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari – 31 Desember 2014. Terdapat 249 kasus persalinan pada usia ≥ 35 tahun dari 3106 total persalinan. Sebagian besar ibu berusia ≥35 tahun berada pada paritas 2-4 (66,26%) dan lebih sering lahir dengan presentasi letak kepala (70,28%). Umumnya persalinan terjadi spontan (60,64%) denan berat badan bayi 2500 - <4000 g.Kata kunci: persalinan, usia ≥ 35 tahun, insidensi
GAMBARAN KADAR KALSIUM WANITA MENOPAUSE DI PANTI WERDHA DAMAI MANADO Syahputra, Muchlis; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie M. M.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11007

Abstract

Abstract: One health problem that needs serious attention in the elderly is osteoporosis, characterized by decreased bone density. Calcium is the main mineral of bone-forming. This study was aimed to obtain the calcium level among menopausal women at Panti Werdha Damai (senior housing) Manado. This was an observational study with a cross sectional design. Subjects were 30 menopausal women at Panti Werdha Damai Manado from November to Desember 2015. The results showed that most subjects were ≥ 65 years old (26 subjects; 86.67%) BMI ≥23.0 (15 subjects; 50%); with clinical osteoporosis symptoms (27 subjects; 90%). Among subjects aged ≥65 years, there was 1 subjects with low calcium level; 21 with normal calcium level; and 5 with high calcium level. Among subjects aged <65 years, there were 2 with normal calcium level and 1 with high calcium level; none with low calcium level. Most subjets (70%) had clinical osteoporosis symptoms. Conclusion: Most menopausal women at Panti Werdha Damai Manado had normal calcium level, however, most of them had shown clinical osteoporosis symptoms.Keywords: calcium, menopausal women Abstrak: Salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius pada lanjut usia ialah osteoporosis yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang. Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar kalsium wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado. Jenis penelitian ialah observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah 30 orang wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado selama periode November-Desember 2015. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa subjek penelitian terbanyak berusia ≥65 tahun sebanyak 26 orang (86,67%), IMT ≥23,0 sebanyak 15 orang (50%), dengan gejala klinis osteoporosis sebanyak 27 orang (90%). Pada subjek berusia ≥65 tahun terdapat 1 orang dengan kadar kalsium rendah, 21 orang dengan kadar kalsium normal, dan 5 orang dengan kadar kalsium tinggi. Pada subjek berusia <65 tahun terdapat 2 orang dengan kadar kalsium normal dan 1 orang dengan kadar kalsium tinggi; tidak terdapat yang mempunyai kadar kalsium rendah. Sebagian besar subjek (70%) mempunyai gejala klinis osteoporosis. Simpulan: Sebagian besar wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado mempunyai kadar kalsium normal. Walaupun demikian, sebagian besar telah menunjukkan gejala klinis osteoporosis. Kata kunci: kalsium, menopause
PERSALINAN DENGAN LUARAN MAKROSOMIA DI BLU RSUP. PROF. DR. R. D. KANDOU Kusumawati, Lidya; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5023

Abstract

Abstrak: Berdasarkan penelitian WHO tahun 2007, di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa per tahun dan bayi khususnya neonatus sebesar 10.000.000 jiwa per tahun. Angka kematian maternal dan neonatal di Indonesia Tahun 2009 masih tinggi yaitu 226/100.000 kelahiran hidup dan 26/1000 kelahiran hidup. Faktor langsung penyebab tingginya AKI adalah perdarahan, terutama perdarahan post partum. Selain itu adalah keracunan kehamilan, infeksi dan partus lama/macet. Makrosomia adalah berat badan lahir ≥ 4000 gram. Terdapat resiko komplikasi dari bayi berat lahir berlebih atau makrosomia, baik dialami oleh ibu atau bayi itu sendiri. Resiko komplikasi ibu saat melahirkan antara lain perdarahan, infeksi, sectio sesarea dan preklamsi. Sendangkan resiko yang mengancam bayi sewaktu dilahirkan adalah mengalami distosia dan kematian perinatal. Tujuan: Melihat insiden bayi lahir dengan makrosomia mempunyai resiko cukup tinggi yang mungkin terjadi pada ibu maupun janin, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi persalinan dengan makrosomia. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat Deskriptif retrospektif. Hasil: Kasus bayi makrosomia di BLU Prof. Dr. R. D. Kandou periode 1 Januari – 31 Desember 2012 didapatkan 204 kasus dari 4347 persalinan. Seksio sesarea dilakukan pada pasien dengan luaran bayi makrosomia pada tahun 2012 sebanyak 132 kasus (64.7%). Kejadian bayi makrosomia terbanyak pada usia ibu 30-34 Tahun dengan jumlah 56 pasien (27.5%). Pasien terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 141 pasien (69.1%).Sebanyak 124 pasien (60.8%) melakukan lebih dari 4 kali pemeriksaan antenatal. Kelahiran bayi makrosomia dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 120 bayi (64.7%). Bayi makrosomia di dominasi dengan berat badan lahir 4000-4250 gram yaitu sebanyak 131 bayi (64.22%). Kata kunci: Distribusi makrosomia, jenis persalinan, faktor resiko
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI Latuharhary, Florence T. U.; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie M. M.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.5024

Abstract

Abstract: Early breastfeeding initiation is babies’ immediate self-suckle within an hour after being born. However, according to one of the aforetime researches, only 4% women in Indonesia did early breastfeeding initiation, while the other 96% ones did not. Objective: to observe the expectant mothers’ cognition about the early breastfeeding initiation in polyclinic gynecologist/Obstetrics BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, periode November-December 2013. Method: this research use descriptive research design with cross-sectional study approach. This research was carried out in November-December, 2013.  The sample of the study was 50 expectant mothers checking their pregnancy at polyclinic gynecologist/Obstetrics BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Results: it was found that the associate knowledge upon early breastfeeding initiation according to the age group, exist in the age group <20 year (100%), according to the level of education, exist in university level (100%), and according to the number of children, exist in expectant mother with one child (100%). Conclusion: Overall, expectant mothers’ cognition upon early breastfeeding initiation in good category (96%), while in bad category (4%). Keywords: expectant mothers’ cognition, early breast feeding initiation.     Abstrak: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah segeranya bayi menyusu sendiri dalam satu jam pertama setelah lahir. Namun menurut salah satu survei yang telah dilakukan, pelaksanaan inisiasi menyusu dini hanya dilakukan oleh 4% wanita di Indonesia sedangkan 96% wanita lainnya tidak mempraktekkannya. Tujuan: Mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini di Poliklinik Kandungan/Obstetri BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode November-Desember 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2013 dengan sampelnya adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya ke Poliklinik Kandungan/Obstetri BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang berjumlah 50 orang. Hasil: Didapatkan hasil pengetahuan yang baik tentang inisiasi menyusu dini menurut kelompok umur ada pada kelompok umur <20 tahun (100%), menurut pendidikan terakhir ada pada tingkat perguruan tinggi (100%) dan menurut jumlah anak ada pada ibu hamil yang memiliki satu anak (100%). Simpulan: Secara keseluruhan, pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dalam kategori baik (96%) sedangkan untuk kategori buruk (4%). Kata kunci: Pengetahuan ibu hamil, inisiasi menyusu dini.
PROFIL LIPID WANITA MENOPAUSE DI PANTI WERDHA DAMAI MANADO Sumoked, Prisilia D. D.; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11003

Abstract

Abstract: In Indonesia, women over the age of 50 years that will become menopause in 2020 are estimated as many as 30.3 million people. A decline in estrogen level at menopause will affect the functions of the female reproductive system as well as of the other body systems, including lipid metabolism. This study was aimed to determine the lipid profile of menopausal women at Panti Werdha Damai (senior housing) Manado. This was a descriptive, prospective, and observational study with a cross sectional design. There were 30 menopausal women obtained by using purposive sampling method. Lipid profile was examined at Prodia Laboratorium Manado. Data were analyzed by using SPSS 20. The results showed that most respondents (86.7%) were ?65 years old. There were 21 women (70%) with total cholesterol level >200 mg/dl (mean value of 211.2 mg/dl); 27 women (90%) with LDL-cholesterol level >100 mg/dl (mean value of 137.8 mg/dl); 25 women (83.3%) with HDL cholesterol >40 mg/dl (mean value of 50.9 mg/dl); and 26 women (87.7%) with triglyceride level <150 mg/dl (mean value of 111.4 mg/dl). Conclusion: Most of the menopausal women at Panti Werdha Damai Manado were at the age of ?65 years. The average values of total and LDL cholesterol were above the reference value, meanwhile the average values of HDL cholesterol and triglycerides were within normal limit. Keywords: menopausal women, lipid profile. Abstrak: Di Indonesia perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun telah memasuki menopause pada tahun 2020 diperkirakan sebanyak 30,3 juta orang. Saat menopause terjadi penurunan estrogen yang tidak hanya memengaruhi fungsi sistem reproduksi wanita, tetapi juga terhadap sistem tubuh lainnya antara lain metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipid wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado. Jenis penelitian ialah observasional serta deskriptif prospektif dengan desain potong lintang. Didapatkan 30 wanita menopause dengan menggunakan metode purposive sampling dan dilakukan pemeriksaan profil lipid di Laboratorium Prodia Manado. Data dianalisis menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden (86,7%) berusia ?65 tahun. Kadar kolesterol total terbanyak ialah >200 mg/dl berjumlah 21 orang (70%) dengan nilai rerata 211,2 mg/dl. Kadar kolesterol LDL terbanyak ialah >100 mg/dl pada 27 orang (90%), nilai rerata 137,8 mg/dl. Kadar kolesterol HDL terbanyak ialah >40 mg/dl pada 25 orang (83,3%), nilai rerata 50,9 mg/dl. Kadar trigliserida terbanyak ialah <150 mg/dl pada 26 orang (86,7%), nilai rerata 111,4 mg/dl. Simpulan: Sebagian besar wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado berusia ?65 tahun dengan nilai rerata kolesterol total dan kolesterol LDL berada di atas nilai rujukan sedangkan nilai rerata kolesterol HDL dan trigliserida sesuai nilai rujukan.Kata kunci: wanita menopause, profil lipid
KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU MANADO Lantu, Aprilia Fransiska; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11020

Abstract

Abstract: Hemoglobin is a parameter used broadly to stipulate the anemia prevalence. Anemia is a medical condition where the amount of hemoglobin is abnormal. In pregnancy, if the level of hemoglobin (Hb <11 g/dL, then it is categorized as anemia. World health organization predicts that 35-75% of pregnant women in developing countries and 18% in developed countries are in anemia condition. According to WHO, the anemia prevalence globally on pregnant women is about 41,8%. This research is intended to know the level of hemoglobin (Hb) on pregnant women in Puskesmas Bahu Manado. This type of research is descriptive and prospective, observational study with cross sectional study design. Forty subjects participated in this research. After hemoglobin level checking, 13 people (32,5%) with hemoglobin level (Hb) <11 g/dL, and 27 people (67,5%) with hemoglobin level (Hb) ≥11 g/dL. This study cocludes that: there are more pregnant women with normal level of Hb ( ≥11 g/dL) in Puskesmas Bahu than the ones with lower level of Hb ( <11 g/dL). The number of pregnant women in Puskesmas Bahu with normal Hb level is 27 people (67,5%) of the total sample while there are 13 people with lower level of Hb (32,5%) of total sample.Keywords: hemoglobin level, anemia, pregnant level Abstrak: Hemoglobin merupakan parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Anemia ialah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) kurang dari normal. Pada ibu hamil dikatakan anemia jika kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 35-75 % ibu hamil di negara berkembang dan 18 % ibu hamil di negara maju mengalami anemia. Menurut data WHO, secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional bersifat deskriptif prospektif dengan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Empat puluh subjek berpartisipasi dalam penelitian ini. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) didapatkan 13 orang (32,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL, dan 27 orang (67,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) ≥11 g/dL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: ibu hamil yang memiliki gambaran kadar Hb normal ( ≥11 g/dL) di Puskesmas Bahu ditemukan lebih banyak daripada ibu hamil yang memilliki kadar Hb rendah ( <11 g/dL). Jumlah ibu hamil di Puskesmas Bahu yang memiliki kadar Hb normal adalah 27 orang (67,5%) dari total sampel. Sedangkan ibu hamil di Puskesmas bahu yang memiliki kadar Hb rendah adalah 13 orang (32,5%) dari total sampel.Kata kunci: kadar hemoglobin, anemia, ibu hamil
GAMBARAN SINDROMA PREMENSTRUASI DENGAN OBESITAS MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Rahim, Tiara Faradita; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Erna
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11031

Abstract

Abstract: Premenstrual syndrome is a set of symptoms associated with the menstrual cycle. Usually appear one to two weeks before the menstrual period and disappeared after the start of menstruation. One of the premenstrual syndrome’s risk factor is the body mass index. The prevalence of premenstrual syndrome in Virginia was 10,3%. Obese women (body mass index ≥30) had nearly a three fold increased risk for premenstrual syndrome than non-obese women. The purpose of this study was to know the description of premenstrual syndrome with obesity in female students of Medical Faculty Sam Ratulangi University. Method used a descriptive with cross sectional approach in 43 female students in Medical Faculty of Sam Ratulangi University that qualify. Based on the research in 43 female students of Medical Faculty Sam Ratulangi University, showed that the most distribution of respondents age was 20 – 22 years old (72,1%), the most of obesity category is obesity type I with BMI 30 – 34,9 kg/m2 (95,3%), and mostly respondents have a premenstrual syndrome with predominant types of symptom was affective symptom.Keyword: premenstrual syndrome, obesityAbstrak: Sindroma premenstruasi merupakan sekumpulan gejala yang muncul terkait dengan siklus menstruasi. Biasanya muncul satu sampai dua minggu sebelum periode menstruasi dan menghilang setelah mulainya menstruasi. Salah satu faktor risiko sindroma premenstruasi adalah indeks massa tubuh. Prevalensi sindroma premenstruasi di Virginia pada 10,3%. Perempuan obesitas (indeks massa tubuh ≥30) mempunyai risiko mengalami sindroma premenstruasi tiga kali lebih besar dibanding perempuan non obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sindroma premenstruasi dengan obesitas mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada 43 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang memenuhi syarat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 43 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, didapatkan distribusi usia responden terbanyak antara 20 – 22 tahun (72,1%), kategori obesitas terbanyak adalah obesitas I dengan IMT berkisar antara 30 – 34,9 kg/m2 (95,3%), dan sebagian besar responden mengalami sindroma premenstruasi (81,4%) dengan gejala yang paling dominan muncul adalah gejala afektif.Kata kunci: sindroma premenstruasi, obesitas
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Preeklampsia Sudarman, .; Tendean, Hermie M. M.; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.31960

Abstract

Abstract: Hypertension in pregnancy is still a major cause of maternal death. Preeclampsia affects about 2% to 8% of pregnancies worldwide. This study was aimed to determine the risk factors associated with the occurrence of preeclampsia. This was is a literature review study, using three databases, namely PubMed, ClinicalKey, and Google Scholar. The keywords used were risk factors OR faktor risiko AND preeclampsia OR preeklampsia. After being selected with inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out and obtained 30 literatures consisting of 14 cross-sectional studies, 13 case control studies, and 3 cohort studies. The results found 30 literatures examined the relationship factors or characteristics of age, parity or gravida status, obesity, diabetes mellitus, chronic hypertension, history of kidney disease, history of preeclampsia, multiple pregnancies, family history of preeclampsia, duration between pregnancies, socioeconomic status (education levels and employment), and autoimmune diseases. In conclusion, the factors associated with the occurrence of preeclampsia are age at risk for pregnant women, nulliparity, primigravida, obesity, diabetes mellitus, chronic hypertension, history of kidney disease, history of preeclampsia, multiple pregnancies, family history of preeclampsia, distance between pregnancies, socioeconomic level, and autoimmune disease.Keywords: risk factors, preeclampsia.  Abstrak: Hipertensi dalam kehamilan masih menjadi penyebab kematian ibu yang cukup tinggi. Preeklampsia memengaruhi sekitar 2% hingga 8% kehamilan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya preeklamp-sia. Jenis penelitian ialah literature review, menggunakan tiga database yaitu PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu risk factor OR faktor risiko AND preeclampsia OR preeklampsia. Setelah diseleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan critical appraisal, didapatkan 30 literatur yang terdiri dari 14 cross-sectional study, 13 case control study, dan 3 cohort study. Hasil penelitian mendapatkan 30 literatur yang meneliti hubungan faktor atau karakteristik usia, paritas atau status gravida, obesitas, diabetes melitus, hipertensi kronik, riwayat penyakit ginjal, riwayat preeklampsia, kehamilan ganda, riwayat preeklampsia keluarga, jarak antar kehamilan, status sosial ekonomi (tingkat pendidikan dan pekerjaan), dan penyakit autoimun. Simpulan penelitian ini ialah faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya preeklampsia yaitu usia ibu hamil berisiko, nuliparitas, primigravida, obesitas, diabetes melitus, hipertensi kronik, riwayat penyakit ginjal, riwayat preeklampsia, kehamilan ganda, riwayat preeklampsia keluarga, jarak antar kehamilan, tingkat sosioekonomi, dan penyakit autoimun.Kata kunci: faktor risiko, preeklampsia