Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Statika

ANALISA KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL PADA JALAN SISINGAMANGARAJA JALAN PORTIBI GUNUNGTUA KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Rahmad Rifai Martua Harahap; Sahrul Harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Statika Vol 7 No 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v7i2.1567

Abstract

: Simpang Sisingamangaraja Jalan Portibi Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara merupakan pertemuan antara jalan kota dengan jalan nasional. Aktifitas yang terjadi pada persimpangan ini sangat mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas yang melintasi simpang ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagamana kinerja simpang, nilai kapasitas simpang, serta tingkat pelayaan persimpangan tersebut. menganalisis kemacetan simpang yang terjadi terhadap arus lalu lintas. Pengambilan data arus kendaraan dilaksanakan selama 7 hari dengan tiga waktu berbeda. Yakni pada pagi hari pukul 06.30 wib sampai 08.30 wib, pada siang hari pukul 11.00 wib sampai 13.00 wib dan pada sore hari pukul 16.00 wib sampai dengan 18.00 wib. Penelitian dilakukan pada senin tanggal 13 Mei 2024 sampai dengan Minggu 19 mei 2024. Data yang diambil adalah jumlah arus kendaraan, lebar jalan, dan jumlah penduduk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan MKJI (2017). Hasil analisis menunjukan bahwa kondisi simpang tiga jalan sudirman sadabuan saat ini memiliki kapasitas, (C) sebesar 2253,19 skr/jam, derajat kejenuhan (Dj) sebesar 0,475, dan tundaan (T) sebesar 9,64 det/skr memiliki hambatan samping rendah (L), serta rentang nilai peluang antrian (QP) sebesar 10% - 34%. Dengan tingkat pelayanan pada simpang tersebut memiliki nilai C dengan karakteristik simpang memiliki arus stabil dan kecepatan dikontrol oleh lalu lintas. Dengan demikian Simpang Sisingamangaraja Jalan Portibi Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara perlu adanya perbaikan dan peninjauan ulang kembali sehingga diharapkan dapat menguranngi antrian pada persimpangan tersebut.
ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL EMPAT LENGAN (Studi Kasus: Jalan Surapati - Jalan Prof. H.M. Yamin - Jalan Kihajar Dewantara - Jl. Sibuhuan Gunungtua Pasar Sibuhuan) Ismail Halomoan Harahap; Sahrul Harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Statika Vol 7 No 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v7i2.1569

Abstract

Konflik lalu lintas yang semakin rumit. Konflik lalu lintas yang salah satu faktor penyebab terjadinya hal tersebut adalah adanya perubahan kondisi lalu lintas simpang yang tidak diikuti oleh perubahan manajemen simpang tersebut. Salah satu simpang di Sibuhuan yang memerlukan evaluasi dan peningkatan kinerja adalah simpang empat tak bersinyal Jalan Suripati-Jalan Prof. H.M Yamin-Jalan Kihajar Dewantara-Jl. Sibuhuan Gununtua Pasar Sibuhuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagamana kinerja simpang, nilai kapasitas simpang, serta tingkat pelayaan persimpangan tersebut. menganalisis kemacetan simpang yang terjadi terhadap arus lalu lintas. Pengambilan data arus kendaraan dilaksanakan selama 3 hari dengan tiga waktu berbeda. Yakni pada pagi hari pukul 07.00 wib sampai 09.00 wib, pada siang hari pukul 12.00 wib sampai 14.00 wib dan pada sore hari pukul 16.00 wib sampai dengan 18.00 wib. Penelitian dilakukan pada 10 Juni 2024, 12 Juni 2024 dan 15 Juni 2024. Data yang diambil adalah jumlah arus kendaraan, lebar jalan, dan jumlah penduduk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan MKJI (2017). Hasil analisis menunjukan bahwa kondisi simpang tiga jalan sudirman sadabuan saat ini nilai kapasitas (C) sebesar 2598,7 (skr/jam) dengan arus lalu lintas 1816,7 skr/jam memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,69, memiliki hambatan samping rendah (L) dan tundaan sebesar 12,43 det/skr serta rentang nilai peluang antrian QP (%) sebesar 20% - 40%. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa tingkat pelayanan pada simpang tersebut memiliki nilai (C) dengan karakteristik simpang memiliki Arus stabil dan kecepatan dikontrol oleh lalu lintas.
ANALISA KINERJA BUNDARAN MENGGUNAKAN MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA (MKJI) (Studi Kasus: Bundaran Tugu Siborang Kota Padangsimpuan) Fitrah Siregar; Sahrul Harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Statika Vol 7 No 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v7i2.1571

Abstract

Transportasi melalui jalan darat merupakan transportasi yang paling dominan dibandingkan dengan sistem transportasi lainnya. Oleh karena itu masalah yang dihadapi oleh hampir sebagian kota besar di Indonesia ini berkaitan dengan kemacetan yang diakibatkan oleh penumpukan kendaraan setiap harinya. Perencanaan simpang berbentuk bundaran merupakan bagian dari perencanaan jalan raya yang amat penting. Untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan bundaran pada persimpangan Jl. SM Raja, Jalan Merdeka dan Imam Bonjol Pengambilan data volume lalu lintas direncanakan selama 7 hari dan dibagi kedalam 3 waktu yakni mulai pukul mulai pukul 06.30 s/d 08.300 WIB di pagi hari, pukul 12.00 s/d 14.00 WIB siang hari, dan pukul 17.30 s/d 18.30 WIB di sore hari. Penelitian dilakukan pada 10 Juni 2024, sampai 16 Juni 2024. Data yang diambil adalah jumlah arus kendaraan, lebar jalan, dan jumlah penduduk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan MKJI (2017). Hasil analisis menunjukan bahwa kondisi simpang tiga jalan sudirman sadabuan saat ini nilai kapasitas (C) sebesar 2951,66 (skr/jam) dengan arus lalu lintas 1589,7 skr/jam memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,53, memiliki hambatan samping rendah (L) dan tundaan sebesar 8,93 det/skr serta rentang nilai peluang antrian QP (%) sebesar 10% - 30%. Dengan demikian dapat ditentukan bahwa tingkat pelayanan pada simpang tersebut memiliki nilai (C) dengan karakteristik simpang memiliki Arus stabil dan kecepatan dikontrol oleh lalu lintas.
Analisa Kuat Tekan Beton Campuran Limbah Bata Merah Sebagai Agregat Halus Dibandingkan Dengan Beton Normal Gempar Pasaribu; Sahrul harahap; Wirna Arifitriana
STATIKA Vol. 8 No. 2 (2025): Statika Vol 8 No 2 September 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v8i2.1652

Abstract

Betonadalahcampuranantara semen Portland atau semen hidrauliklainnya, agregathalus, agregatkasar, dan air, denganatautanpabahantambahan yang membentuk masa padat. Agregatsangatmemilikiperanpentingdalampembuatansebuahbeton. Dimanasemakinbaikagregat ang digunakanmakasemakinbaik pula kualitasbeton yang di hasilkan. Pada penelitianini, penulismencobauntukmemanfaatkanlimbahbatamerahsebagaipenggantiagregathalusdalamcampuranbeton. Tujuandaripenelitianinisendiriadalahmengetahuinilaikuattekanbeton pada umur 7, 14, dan 28 hari yang dihasiklkandaripenggunaanlimbahbatamerahsebagaipenggantisebagianagregathalus pada campuranbeton. Penelitiandilakukan di laboratoriumbeton dan strukturtekniksipilfakultasteknikUniversitasGraha Nusantara Padangsidimpuan. Berdasarkanpenelitian yang telahdilakukandidapatihasilpengujiankuattekanbetonberdasarkanvariasicampuranuntukumur 7, 14, dan 28 secaraberturut-turutuntukbeton normal 11,18 MPa, 13,94 MPa dan 17,13 MPa. Dan untukbetonvariasibatamrah 5% adalah 9,98 Mpa 9,70 Mpa dan 16,99 MPa. Sedangkanuntukvariasi 10% adalah 9,48 MPa, 11,89 MPa, dan 14,58 MPa.Darihasilpenelitian yang dilakukandidapatihasilpenurunanmutubetonmakauntukpenggunaanlimbahbatamerahsebagaipenggantisebagianagregathalus pada campuranbeton agar lebihmemperhatikan dan mempertimbangkanresikopenurunannilaikuattekanbeton yang direncanakan.