Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF EGGPLANT FRUIT (Solanum melongena L) ETHANOL EXTRACT AGAINST Propionibacterium acnes BACTERIAL GROWTH Irfan Zamzani; Islan Nor; Muhammad Raihan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.840

Abstract

Acne is one of the skin problems that, without our realizing it, can reduce self-confidence, despair, and even depression among teenagers and young adults. The incidence of bacterial infections is increasing with the increasing cases of resistance of bacteria, such as Propionibacterium acnes, to the side effects of anti-acne drugs. Indonesia has many plants that are beneficial to humans and have properties for treating and improving health, one of which is the eggplant. The purpose of this study is to test whether eggplant has antibacterial activity against P. acnes. The eggplant was extracted using a maceration extraction method. For antibacterial activity, well diffusion agar was used with extract concentrations of 60%, 70%, 80%, and 90%. The inhibition zones of the ethanol extract of S. melongena at 60%, 70%, and 80% concentrations were 13,76 mm, 18,63 mm, and 20,79 mm, respectively, with the highest inhibition zone at 90% concentration at 20,64 mm. The ethanolic extract of S. melongena has a strong inhibitory effect on P. acnes.  Keywords: antibacterial activity, Solanum melongena L, maceration, Propionibacterium acnes.
DETERMINATION OF THE MINIMUM INHIBITORY CONCENTRATION OF THE ETHANOLIC EXTRACT OF KIPAHIT LEAVES ON THE GROWTH OF Propionibacterium acnes Joko Priyanto Wibowo; Noor Aida; Islan Nor; Irfan Zamzani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.844

Abstract

Acne is a skin disorder characterized by inflammation in the form of comedones, papules, pustules, and nodules. The disease is caused by the gram-positive bacterium,  Propionibacterium acnes. Treatment of the disease using antibiotic agents such as erythromycin and clindamycin has been reported to cause some side effects. Therefore, alternative antibacterial agents derived from natural products are required to reduce the occurrence of side effects. Kipahit (Tithonia diversifolia A. Gray) is one of the plants with pharmacological activities, such as antibacterial and antiprotozoal activities. The aim of this study was to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of a 96% ethanolic extract of kipahit leaves on the growth of P. acnes. Kipahit leaves were extracted through the ultrasound-assisted extraction (UAE) method. Minimum inhibitory concentration (MIC) was determined using the liquid dilution method. A serial dilution was performed to prepare a series of extract concentrations: 25%, 12.5%, 6.25%, 3.13%, 1.56%, 0.78%, and 0.39%. Whereas, clindamycin and DMSO 1% were used as positive and negative controls, respectively. Phytochemical  screening showed  that  the 96% ethanolic extract of kipahit leaves contains flavonoids, alkaloids, saponins, steroids/triterpenoids, tannins, and phenolic compounds. In addition, the extract showed   inhibitory activity against P. acnes at concentrations ranging from 25% to 1,56%. In contrast, the extract showed  no inhibitory activity at concentrations of 0.78% and 0.39%. Further experiments confirmed that kipahit leaf extract acted as a bacteriostatic agent (inhibiting bacterial growth) at a minimum concentration of 1.56%.  Keywords: Acne, Propionibacterium acnes, Kipahit, MIC
PEMBERIAN EDUKASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI PENGOBATAN DALAM MENGATASI GEJALA DISMENORE : PROVISION OF EDUCATION ON THE USE OF NATURAL MATERIALS AS TREATMENT IN OVERCOMING SYMPTOMS OF DYSMENORRHEA Islan Nor; Hadianor; Raudatul Madina; Firdha Juliyanti; Muhammad Reza Naufan; Grasella Resiana; Ristiana Ulfah
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.478

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tumbuhan-tumbuhan berkhasiat obat. Namun masih belum banyak tersebar terkait informasi jenis, terkait kearifan lokal, penggunaan dalam ramuan, bagian yang digunakan dan cara penggunaannya. Masyarakat umumnya mengenal obat tradisional Indonesia berupa jamu sedangkan untuk obat herbal terstandar dan fitofarmaka masih terdengar asing di masyarakat. Remaja merupakan fase dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa sehingga remaja menjadi masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa. Di masa tersebut pada wanita terjadi pengembangan organ-organ reproduksi ditandai dengan menstruasi. Pada saat menstruasi, masalah yang dialami sebagian besar wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang hebat. Cara untuk meredakan gejala nyeri menstruasi yaitu dengan cara farmakologi seperti penggunaan analgesik dan anti inflamasi, contohnya asam mefenamat, ibuprofen san lainnya. Namun pengobatan dengan cara farmakologi menimbulkan efek samping seperti gangguan pada lambung dan penurunan pada darah (anemia). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi terkait obat tradisional Indonesia dan pemanfaatan bahan alam sebagai pengobatan terutama untuk mengatasi gejala dismenore. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi atau penyuluhan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Mu’awanah Banjarmasin pada Sabtu, 18 Juni 2022. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pemberian materi, ice breaking, pretest dan posttest. Dari kegiatan ini, didapatkan hasil bahwa sebagian besar peserta masih banyak yang belum mengetahui terkait materi yang disampaikan diantaranya sebanyak 30% tidak mengetahui dan 14% sangat tidak mengetahui. Setelah penyampaian materi 43% peserta mengetahui dan 57% sangat mengetahui informasi tentang pemanfaatan bahan alam dalam mengatasi gejala dismenore. Kesimpulannya, kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan terkait obat tradisional Indonesia dalam pengobatan terutama mengatasi gejala nyeri haid (dismenore). Kata kunci : obat tradisional indonesia, dismenore.
PEMBERIAN EDUKASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI PENGOBATAN DALAM MENGATASI GEJALA DISMENORE : PROVISION OF EDUCATION ON THE USE OF NATURAL MATERIALS AS TREATMENT IN OVERCOMING SYMPTOMS OF DYSMENORRHEA Islan Nor; Hadianor; Raudatul Madina; Firdha Juliyanti; Muhammad Reza Naufan; Grasella Resiana; Ristiana Ulfah
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.478

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tumbuhan-tumbuhan berkhasiat obat. Namun masih belum banyak tersebar terkait informasi jenis, terkait kearifan lokal, penggunaan dalam ramuan, bagian yang digunakan dan cara penggunaannya. Masyarakat umumnya mengenal obat tradisional Indonesia berupa jamu sedangkan untuk obat herbal terstandar dan fitofarmaka masih terdengar asing di masyarakat. Remaja merupakan fase dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa sehingga remaja menjadi masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa. Di masa tersebut pada wanita terjadi pengembangan organ-organ reproduksi ditandai dengan menstruasi. Pada saat menstruasi, masalah yang dialami sebagian besar wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang hebat. Cara untuk meredakan gejala nyeri menstruasi yaitu dengan cara farmakologi seperti penggunaan analgesik dan anti inflamasi, contohnya asam mefenamat, ibuprofen san lainnya. Namun pengobatan dengan cara farmakologi menimbulkan efek samping seperti gangguan pada lambung dan penurunan pada darah (anemia). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi terkait obat tradisional Indonesia dan pemanfaatan bahan alam sebagai pengobatan terutama untuk mengatasi gejala dismenore. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi atau penyuluhan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Mu’awanah Banjarmasin pada Sabtu, 18 Juni 2022. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pemberian materi, ice breaking, pretest dan posttest. Dari kegiatan ini, didapatkan hasil bahwa sebagian besar peserta masih banyak yang belum mengetahui terkait materi yang disampaikan diantaranya sebanyak 30% tidak mengetahui dan 14% sangat tidak mengetahui. Setelah penyampaian materi 43% peserta mengetahui dan 57% sangat mengetahui informasi tentang pemanfaatan bahan alam dalam mengatasi gejala dismenore. Kesimpulannya, kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan terkait obat tradisional Indonesia dalam pengobatan terutama mengatasi gejala nyeri haid (dismenore). Kata kunci : obat tradisional indonesia, dismenore.