Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PERANAN TEKNOLOGI UPSUS PAJALE DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI, PENDAPATAN SERTA KESEMPATAN KERJA PETANI: KASUS USAHATANI PADI KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Abdullah Usman; Efendy .; I Gusti Lanang Parta Tanaya; Taslim Syah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.705 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul ANALISIS PERANAN TEKNOLOGI UPSUS PAJALE DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI, PENDAPATAN SERTA KESEMPATAN KERJA PETANI KECAMATAN LABU API LOMBOK BARAT, dilatarbelakangi oleh fenomena anomali ekonomi dimana produksi beras dilaporkan meningkat, status stock beras adalah surplus, namun di sisi lain, harga tetap bertahan pada posisi tinggi. Disinyalir, peningkatan produksi ada kaitannya dengan pelaksanaan UPSUS PAJALE. Penelitian ini bertujuan untuk: Menginventarisir dan menganalisis tingkat penerapan input rekomendasi UPSUS PAJALE di Kecamatan Labuapi di Lombok Barat; Mengkaji peranan teknologi UPSUS PAJALE dalam meningkatkan produktivitas, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja petani padi peserta UPSUS PAJALE di Kecamatan Labuapi di Lombok Barat. Data dikumpulkan secara survey, dan diolah menggunakan instrumen yang dibangun. abstract The research entitle THE ROLE OF UPSUS PAJALE PROGRAM IN INCREASING THE PRODUCTION, INCOME AND LABOUR OF FARMERS: THE CASE OF PADDY FARM IN LABUAPI LOMBOK was inpired by the conomic phenomenon where paddy production was reported increase, with surplus in stock. Some claimed, the increase due to Upsus Pajale program. Ironically, the paddy prices stay in high position, which conradict with economic theory. This research aims to identify and to analyse the levels of technology application in related to it ‘s role in increasing the production, indome and labor’s use. Survey technique were applied to collect data, using quessionaire.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA AGROINDUSTRI DAN PEMASARAN PRODUK GULA AREN DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Irma (1; Efendy (2; Abdullah Usman (2
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.067 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Menganalisis pendapatan usaha agroindustri gula aren di Kecamatan Gunungsari, (2). Mengetahui nilai nilai tambah usaha agroindustri gula aren di Kecamatan Gunungsari, dan (3). Menganalisis pemasaran produk gula aren di Kecamatan Gunungsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Pendapatan rata-rata usaha agroindustri gula aren di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat adalah Rp 33.542,61/proses produksi atau sebesar Rp 440.427,58/bulan, (2). Nilai tambah pada kegiatan usaha agroindustri gula aren adalah Rp 1.156,10/liter bahan baku dan rasio nilai tambah adalah 35,97 persen, (3). Pada Pemasaran poduk gula aren produsen menggunakan dua saluran pemasaran yaitu : 1. Produsen – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – Konsumen dan 2. Produsen – Pedagang Pengecer – Konsumen dengan total margin pemasaran tiap saluran sebesar Rp 6.333,33/Kg dan Rp 5.000,00/Kg. ABSTRACT This study aim to: (1). Analyse revenues of palm sugar agro-industry in Gunungsari, (2). Know the value added of agro-industrial enterprises; (3). Analyse the marketing chain of its industry. The results show that (1). Net income received by palm sugar producer is Rp 440.427,58/ month or Rp 33.542,61/ time of production. (2). The added value of the businees is Rp 1.156,10 with the added value ratio is 35,97%. (3). There are two marketing channels, used by producer is : 1. Producer – Traders – Retailers – Consumer, 2. Producer – Retailers – Consumer, with a total margin of Rp 6.333,33/Kg dan Rp 5.000,00/Kg respectively.
ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA Yunita Yunita; Efendy Efendy; Nuning Juniarsih
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.327 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i3.626

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, (2) untuk menganalisis efesiensi pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, dan (3) untuk meganalisis biaya yang dikeluarkan oleh masing – masing saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa. Penentuan responden secara random sampling sebanyak 30 orang dan responden lembaga pemasaran ditentukan dengan menggunakan snowball sampling pada 4 orang pedagang pengumpul, 3 orang pedagang pengecer dan 1 orang pedagang Antar Pulau. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi efesiensi pemasaran, dan analisis perilaku pasar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Ada 2 saluran pemasaran bawang merah yang ada di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa yaitu: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Antar Pulau – Konsumen dan Petani – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir. (2) Pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa cukup efesien karena total biaya terhadap total nilai produk berkisar antara 3,32% - 4,86%. Terhadap saluran pemasaran II lebih efisien dari saluran pemasaran I dan bahwa perubahan harga ditingkat pedagang ditransimisikan dengan sempurna ke tingkat petani sehingga pemasaran bawang merah tersebut efesien. (3) Besarnya total biaya pemasaran, total marjin pemasaran dan total keuntungan pada saluran pemasaran I yaitu dengan total biaya pemasaran yg dikeluarkan sebesar Rp. 1.406 (7,79%), total margin pemasaran sebesar Rp. 10.594 (57,14%), dan total keuntungan sebesar Rp. 12.000 (66,11%). Sedangkan pada saluran pemasaran II yaitu total biaya pemasaran sebesar Rp. 724 (4,53%), total margin pemasaran sebesar Rp. 4.276 (26,72%) dan total keuntungan sebesar Rp. 5.000 (31,25%) yang dikeluarkan dan diterima pada pemasaran bawang merah di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.
Prosfek Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Di Lombok Tajidan Tajidan; Efendy Efendy; Halil Halil; FX Edy Fernandez
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.915 KB)

Abstract

Tujuan dilaksanakannya pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) mempertahankan komitmen alumni sebagai wirausahawan muda pertanian; (2) meningkatan kapasitas dan kemampuan alumni dalam pengelolaan bisnis bidang pertanian; (3) meningkatkan skala usaha melalui penambahan kemampuan pembiayan usaha bidang agribisnis; (4) mengembangan jaringan bisnis (net-working) dan kerjasama pembiayaaan dan pemasaran. Output yang diharapkan sebagai keluaran kegiatan pengabdiandian ini adalah artikel yang diterbitkan di jurnal nasional atau internasional. Untuk mencapai tujuan pengabdian ini maka dilaksanakan dengan pendekatan pembinaan dan pendampingan. Pembinaan dilasanakan dengan metode focus group discussion (FGD), pelatihan dengan metode sekolah lapang agribisnis, dan pendampingan dilasanaan dengan metode problem solving. Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) komitmen alumni sebagai wirausahawan muda pertanian masih mampu dipertahanan yang ditunjukkan oleh masih kuatnya jiwa dan semangat kewirausahaannya; (2) para alumni yang tergabung dalam Kelompok PWMP memiliki kemampuan dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha bidang pertanian diantaranya 3 (tiga) dari 7 (tujuh) Kelompok PWMP telah membuka cabang usaha dan mengangkat karyawan dalam membantu kegiatan produksi dan pelayanan kepada pelanggan; (3) secara umum telah terjadi peningkatan kemampuan pembiayaan yang bersumber dari penyisihan hasil usaha rata-rata sebesar 18,3% sejak bulan November 2017 sampai dengan bulan Juli 2018 atau 2,29%/bulan; (4) pengembangan jaringan bisnis dan pemasaran masih menjadi kendala bagi sebagian besar wirausahawan muda pertanian, kecuali Kelompok PWMP Bintang Tani yang telah memiliki jaringan bisnis dan pelanggan tetap pada aspek pemasaran.
Analisis Kelayakan Usahatani Jagung Di Desa Bantulanteh Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa sri juliarti juliarti; Suparmin Suparmin; efendy efendy
JURNAL AGRIMANSION Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Agrimansion Agustus 2022
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v23i2.994

Abstract

The aims of this study were: (1) to analyze the costs and income of corn farming in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency (2) to analyze what factors affect corn farming production in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency (3) to analyze the feasibility corn farming in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency. This study uses a descriptive method with the unit of analysis is Corn Farming in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency. The location of the research was determined purposively, namely in all hamlets in Bantulanteh Village. Determination of the number of respondents using the Slovin method as many as 42 respondents, while sampling by simple random sampling. The types of data are quantitative and qualitative data, while the data sources are primary and secondary. The data collection technique is survey technique. The results showed that (1) the average production cost of corn farming in Bantulanteh Village was Rp. 15,576,844/LLG or Rp. 16,753,583/Ha, while the average income was Rp. 22,579,585/LLG or Rp. 24,285,341/Ha. (2) Simultaneously the production factors that significantly affect the production of corn farming are seeds, urea fertilizer, Phonska NPK fertilizer, labor and pesticides. Partially, the production factors that significantly influence the production of corn farming are seeds, while other production factors (urea fertilizer, Phonska NPK fertilizer, labor and pesticides) have no significant effect on corn farming production. (3) Corn farming in Bantulanteh Village is feasible to cultivate, this can be seen from the R/C Ratio value of 2.45 which is greater than 1, meaning that if Rp. 1 costs for maize farming, the farmer receives Rp. 2.45 income. Keywords: Corn Farming, Production Factors, Feasibility
Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMK Agroindustri Pengolahan Kedelai di Kabupaten Lombok Tengah Sharfina Nabilah; Tajidan Tajidan; Efendy Efendy; F.X. Edy Fernandez
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 11, No 1 (2022): June
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v11i1.50600

Abstract

Entrepreneurs are believed to be the driving wheel, and entrepreneurs are also considered as innovators in economic development. One form of entrepreneurship, namely UMK (Micro Small Business) can help the government as a driver of the economy by creating jobs. The purpose of this study was to analyze the effect of entrepreneurial characteristics on the performance of MSEs in soybean processing agroindustry in Central Lombok Regency. This research was conducted from April 2021 to October 2021 in Central Lombok Regency. The number of samples taken as many as 120 respondents. The data is processed both qualitatively and quantitatively. Qualitative data was processed descriptively while quantitative data was processed using Structural Equation Models (SEM) analysis. The results showed that (1) the entrepreneurial characteristics of soybean processing SMEs in Central Lombok Regency were divided into individual characteristics and psychological characteristics. The indicator of individual characteristics that has the greatest positive influence is business experience. Indicators of psychological characteristics that have the greatest positive influence are hard workers, (2) individual characteristics and psychological characteristics have a positive and significant effect on entrepreneurial competence. The biggest influence is shown by psychological characteristics, (3) individual characteristics have a positive and significant effect on business performance; while psychological characteristics have a negative and significant effect on business performance, (4) entrepreneurial competence has a negative and significant effect on business performance. That is, there is a decrease in benefits to the performance of the soybean processing agro-industry MSEs due to entrepreneurial competence.
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN MADAPANGGA KABUPATEN BIMA efendy efendy; addinul yakin; wanda widianti
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i1.876

Abstract

The aims of this study were to: (1) examine the effect of the use of production factors on maize production in Madapangga sub-district, Bima district; (2) Analyzing the efficiency of the use of production factors in corn farming in Madapangga Subdistrict, Bima Regency; (3) Knowing the advantages of corn farming in Madapangga Subdistrict, Bima Regency. The method used in this research is descriptive method. This research is located in Madapangga Subdistrict, Woro Village and Tonda Village and determined by purposive sampling on the basis that these two villages have the most corn farmers and the area of ​​corn farming land. The number of respondents was determined as many as 30 respondents and selected by proportional random sampling. Sources of data used are primary data and secondary data. The results of the research are: (1) Production factors (production inputs) that affect the production of corn farming are production factors: seeds (X2), urea (X3) and the use of labor (X7), while other production factors are phoska fertilizer (X4 ), Pelangi fertilizer (X5) and pesticides (X6) had no significant effect on corn farming production. (2) Based on the results of the analysis of the efficiency of input use in corn farming in the District of Madapangga, Bima Regency, it is known that the use of seed input (X2), urea fertilizer (X3), phoska fertilizer (X4) and the use of labor (X7) is not efficient because the value of the efficiency ratio NMP/BKM > 1 then it is necessary to add input, while for inputs Production of rainbow fertilizers (X5) and pesticides (X6) is not efficient because the value of the efficiency ratio of NMP/BKM is < 1 and it is necessary to reduce the amount of use of production inputs. (3) The profit earned on corn farming in Madapangga Subdistrict, Bima Regency in 2022 is Rp. 40,003,234 per arable area or 25,808,538 per hectare.
KAJIAN FILSAFAT KEBUDAYAAN PERTANIAN DI PULAU LOMBOK Johan Bachry; Efendy Efendy
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i1.1412

Abstract

Kajian filsafat kebudayaan pertanian di Pulau Lombok ini bertujuan untuk 1) menyelidiki dan menganalisis secara ontologis keadaan (eksistensi) dan hakekat dari budaya pertanian 2) menyelidiki dan menganalisis secara epistimologis adanya pengetahuan, sumber pengetshuan, asal usul pengetahuan tentang budaya pertanian dan 3) mengetahui secara aksiologis implementasi dan manfaat dari penerapan kebudayaan pertanian. metode penelitian menggunakan metode filsafat ilmu dan analisis fakta dilakukan secara deskriptif dengan neuro critical analisis. tehnik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, penelusuran: fenomena, artefak, pustaka dan naskah manuscript. hasil kajian menyimpulkan bahwa 1) secara ontologis ditemukan adanya (eksis) nya budaya pertanian dan budaya pertanian pada hakekatnya budaya pertanian merupakan cara hidup masyarakat di pulau lombok untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya, serta merupakan strategi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya 2) secara epistimologis ditemukan adanya pengetahuan masyarakat tentang budaya pertanian yang berasal mulai dari: pengalaman masa lalu yang diwariskan leluhur, pengalaman pribadi yang berkembang, catatan catatan dari manuskrip kuno serta dari para penyuluh baik swasta maupun pemerintah dan 3) secara aksiologis budaya agraris telah terimplementasi secara masif di pulau lombok dalam kurun waktu lama serta sudah memiliki manfaat dlm pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pangan (swasembada beras tahun 1982) serta terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat.