Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS KADAR LOGAM BERAT TIMBAL DI MATA AIR PEGUNUNGAN GUCI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Muchammad Ade Firmansyah; Sabikis Sabikis; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.759

Abstract

ABSTRAK Analisis cemaran logam Timbal telah dilakukan pada sampel mata air Pegunungan Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Analisis kadar Timbal menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom dengan destruksi basah. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 283 nm. Validasi metode analisis yang dilakukan meliputi uji akurasi, uji presisi, dan uji linearitas. Hasil uji Linieritas (r = 0,9971), hasil uji Presisi (RSD% = 3,89%), dan hasil uji Akurasi (Recovery P% = 93,12%). Berdasarkan hasil validasi metode yang dilakukan, analisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom memenuhi persyaratan validasi yang ditentukan. Batas Deteksi sebesar 0,104 ppm dan Batas Kuantitasi sebesar 0,347 ppm. Dari hasil analisis, kelima sampel mata air yang diambil dari tempat yang sering dilewati kendaraan bermotor di daerah Pegunungan Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang diuji terdapat kandungan logam berat Timbal yang melampaui standar maksimal kandungan Timbal pada Standar Nasional Indonesia sebagai air yang dikonsumsi sebagai air minum. Hasil analisis cemaran rata-rata dari Sampel A sebesar 0,50 ppm, Sampel B sebesar 0,43 ppm, Sampel D sebesar 0,56 ppm, dan pada hasil kadar Sampel C dan E belum bisa ditetapkan kadarnya karena masih di bawah nilai Batas Kuantitasi untuk dapat memenuhi kriteria cermat dan seksama. Kata Kunci : Timbal, mata air, destruksi basah, spektrofotometri serapan atom. ABSTRACT Analysis of lead heavy metal contamination was studied on the sample from Pure Water of Guci Mountain, Tegal Regency, Central Java. This analysis used Atomic Absorption Spectrophotometry method with wet destruction. The measuring used wave length 283 nm.The Validation of the method were accurate test, precission test, and linearity test. The result are linearity test (r = 0.9971), precission test (RSD = 3.89%), and accuration test (Recovery P% = 93.12). Based of the result so that the analysis with these method were qualified. Limit of detection are 0.104 ppm and Limit of Quantition are 0.347 ppm.Based on those validation, sample bought from the place that was many vahicles in Guci Mountain, Tegal Regency, Central Java contained the heavy metal over The Standar National Indonesia. The Contaminant were sample A 0.50 ppm, sample B 0.43 ppm, sample D 0.56 ppm. The quantity of sample C and E have not been determinated well because they were less than Limit of Quantitation. Keywords : Lead metal, pure water, wet destruction, atomic absorption spectrophotometry
KETOPROFEN, PENETAPAN KADARNYA DALAM SEDIAAN GEL DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Fajrin Noviyanto; Tjiptasurasa Tjiptasurasa; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i1.842

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang ketoprofen, penetapan kadarnya dalam sediaan gel dengan metode spektrofotometri ultraviolet-visibel. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan validasi penetapan kadar ketoprofen secara spektrofotometri ultraviolet-visibel. Validasi metode analisis meliputi linearitas, batas deteksi, batas kuantitasi, ketelitian, dan kecermatan. Hasil analisis menunjukan bahwa metode spektrofotometri ultraviolet-visibel dapat digunakan untuk menetapkan kadar ketoprofen dalam sediaan gel. Kadar ketoprofen kedua gel menunjukan tidak ada perbedaan kadar ketoprofen yang signifikan di antara kedua merk yang dianalisis. Kata kunci: ketoprofen gel, penetapan kadar, validasi metode, spektrofotometri ultraviolet-visibel. ABSTRACT The assay of ketoprofen in gel using ultraviolet – visible spectrophotometry method had been conducted. The purpose of this experiment is validation of ketoprofen determination method using ultraviolet – visible spectrophotometry. The validation of method in this study consisted of linearity, limit of detection, limit of quantitation, precision, and accuracy. The result of analysis is ultraviolet – visible spectrophotometry method can be used for determination of ketoprofen gel. The result of ketoprofen gel determination obtained not different significantly. Key words: ketoprofen gel, determination validation method, ultraviolet-visible spectrophotometry.
IDENTIFIKASI CEMARAN TIMBAL PADA WORTEL (Dautus carota L.) ORGANIK DAN ANORGANIK DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Ani Puji Lestari; Pri Iswati Utami; Wiranti Sri Rahayu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.580

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan uji cemaran logam timbal (Pb) pada wortel organik dan wortel anorganik. Analisis dilakukan dengan alat spektrofotometer serapan atom (SSA) pada panjanggelombag 283,3 nm. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas wortel organik danwortel anorganik ditinjau dari cemaran logam timbal (Pb). Sampel wortel organik dan anorganik diambil dari salah satu toko sayur di Purwokerto. Preparasi sampel dilakukan dengan cara destruksi basah. Hasil validasi metode analisis yang telah dilakukan meliputi uji akurasi, uji presisi dan uji linearitas dengan persamaan kurva baku Y = 0,550 x – 0,013, dengan hasil batas deteksi dan batas kuantitasinya sebesar 0,327 ppm dan 1,09 ppm. Dari hasil analisis, adanya Pb pada sampel wortel organik dan anorganik yang diuji tidak terdeteksi. Kata Kunci: Uji cemaran timbal, spektrofotometri serapan atom (SSA), wortel organik dan Anorganik ABSTRACT A research experiment of lead (Pb) on organic and inorganic carrots, has been done. Analysis was performed by atomic absorption spectrophotometer (AAS) at wavelength 283.3 nm. Inorganic and organic carrot samples taken from one grocery store in Purwokerto. Sample preparation was done by wet destruction. The validation method of analysis has been carried out including the testing of accuracy, precision test and linearity test with the equation of regression Y = 0.550 x - 0.013, with the limit of detection and limit quantitation of 0.327 ppm and 1.09 ppm. The result of Pb analysis in the inorganic and organic carrot samples is undetect. Keywords: Pb determination, atomic absorption spectrophotometry (AAS), inorganic and organic carrots
PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL HERBA PULUTAN (Urena lobata Linn.) Roselina Wulandari; Pri Iswati Utami; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.396

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol herba pulutan (Urena lobata Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri herba pulutan. Dalam penelitian ini, ekstraksi dilakukan dengan metode Soxhletasi dengan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia menggunakan metode Cannel, dan untuk uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Bakteri yang digunakan adalah Staphylococcus aureus (bakteri Gram positif) dan Escherichia coli (bakteri Gram negatif). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa herba pulutan mengandung senyawa golongan alkaloid dan polifenol. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba pulutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata Kunci : pulutan (Urena lobata Linn), antimikroba, penapisan fitokimia. Abstract The research on phytochemical screening and antibacterial activity of ethanolic extract of pulutan (Urena lobata Linn) has been done. The purpose of this research was to explore the secondary metabolite and antibacterial activity of pulutan herbs. In this research, the extraction of pulutan herbs was using Sohletation methods with 96% ethanol as a solute. Phytochemical screening was done by Cannel methods and antibacterial activity test was done by diffusion method and use tha paper disk for the diffusion. Staphylococcus aureus (Positive Gram) and Escherichia coli (Negative Gram) were used in antibacterial activity test. The data which obtained from the research is analyzed by one way analysis of varian test with significance level in 95%. The result of phytochemical screening shown that pulutan herbs contain alkaloid and polyphenol compound. Antibacterial activity test showed that ethanolic extract of pulutan herbs has antibacterial activity againts Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Keywords: pulutan (Urena lobata Linn), antibacterial activity, phytochemical screening.
ANALISIS SILDENAFIL SITRAT PADA JAMU TRADISIONAL KUAT LELAKI MERK A DAN B DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Angga Tiya Warma Sarigih; Anjar Mahardian Kusuma; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.554

Abstract

ABSTRAK Dalam perkembangannya banyak ditemukan obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat. Salah satunya adalah sildenafil sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk analisis sildenafil sitrat pada jamu tradisional kuat lelaki merk A dan B dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi, menggunakan metode fase terbalik dengan detektor Uv 290 nm, kolom Shimpack ODS CLC C18, fase gerak asetonitril dan dapar fosfat 0,05 M pH 4,5 dengan perbandingan (60:40). Laju alir 1,2 mL/menit dan volume yang diinjeksikan 20 µl. Pada sistem kromatografi tersebut, waktu retensi sildenafil sitrat adalah 2,5 menit. Perolehan kembali sildenafil sitrat dari sampel jamu kuat lelaki adalah 110,67%. Metode ini dapat digunakan untuk menganalisis sildenafil sitrat dengan batas deteksi 0,010 g/mL dan batas kuantitasi 0,341 g/mL. Berdasarkan hasil penelitian jamu kuat lelaki merk A mengandung sildenafil sitrat sebesar 0,313 mg/g, sedangkan jamu kuat lelaki merk B tidak terdeteksi adanya Sildenafil sitrat. Kata kunci : Sildenafil sitrat, Jamu Kuat Lelaki, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. ABSTRACT Recently, addition of chemical into traditional medicine has been a subject of study. One of them is sildenafil citrate. The aim of this study is to analize Sildenafil Citrate in Jamu kuat lelaki Brand A and B with High Performance Liquid Chromatography Method, used reversed phase method with UV detector 290 nm, column Shimpack CLC ODS C18, used stationary phase, acetonitrile and phosphate buffer 0,05 M pH 4.5 with a ratio (60:40). Flow rate 1.2 mL / min and the injeksion volume 20 μl in the chromatography system, sildenafil citrate retention time is 2.5 minutes. The recovery of sildenafil citrat on jamu kuat lelaki is 110.67%. The method can be used to analyze Sildenafil Citrate with a detection limit of 0,010 g/mL and a quantitation limit of 0,341 g/mL. Based on the results, brand A of jamu kuat lelaki research contains sildenafil citrate of 0.313 mg / g, while brand B does not contain Sildenafil citrate. Keywords: Sildenafil citrate, Jamu Kuat Lelaki, High Performance Liquid Chromatography.
PENETAPAN KADAR KLORAMFENIKOL DALAM TETES MATA PADA SEDIAAN GENERIK DAN MERK DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Febriyanti Diah Puspita Sari; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i2.421

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penetapan kadar kloramfenikol dalam tetes mata pada sediaan generik dan merk menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase terbalik dengan detektor ultraviolet pada panjang gelombang 280 nm. Fase diam yang digunakan adalah kolom Shimpack ODS CLC C18, fase gerak metanol:air (40:60) dengan kecepatan alir 1 mL/menit. Penentuan linearitas dengan kurva baku menunjukkan hubungan yang linier antara luas puncak dan konsentrasi baku kloramfenikol dengan konsentrasi 10-30 µg/mL (r=0,990). Persamaan regresi yang diperoleh adalah y=1,6429x- 5,5758. Nilai limit of detection (LOD) sebesar 5,2 µg/mL dan nilai limit of quantitation (LOQ) sebesar 17,3 µg/mL. Uji presisi memberikan hasil nilai koefisien variasi sebesar 5,988%. Hasil penetapan kadar kloramfenikol dalam tetes mata pada sediaan generik adalah 117,6% dan dalam tetes mata bermerek sebesar 111,29%. Berdasarkan pengujian, sampel tetes mata generik dan bermerek memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia edisi IV. Kata kunci: kloramfenikol, KCKT, tetes mata ABSTRACT Determination of Chloramphenicol in generic and branded eye drop had been carried out by reversed phase high performance liquid chromatography (HPLC) method with UV detector (280 nm). The Shimpack ODS CLC C18 column was used as stationary phase, methanol:water (40:60) v/v as mobile phase, with flow rate 1 mL/minute. Determination of calibration curve linearity showed linear correlation between the peak area and concentration at 10-30 µg/mL with correlation coefficient r=0.990. The equation of regression was y=1.6429x – 5.5758 with LOD and LOQ were 5.2 and 17.3 µg/mL respectively. The precision test showed coefficient variation (CV) was 5.988%. The average chloramphenicol content of generic and branded product were 117.6 and 111.29% respectively. The sample was fulfilled the requirement of Farmakope Indonesia fourth edition. Keywords: chloramphenicol, reversed phase HPLC, eye drop.
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Penurunan Kandungan Vitamin C pada Jambu Biji (Psidium guajava, Linn) Yeni Utami Dewi; Sumantri Sumantri; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.033 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama dan suhu penyimpanan terhadap penurunan kadar vitamin C dalam buah jambu biji (Pdisium guajava, Linn). Penepatan kadar vitamin C menggunakan metode 2,6 diklorofenolindofenol (2,6-DIP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C dalam jambu biji yang disimpan pada suhu kamar (30o C) dan suhu rendah (10oC) mengalami penurunan. Analisis varian dua arah dengan taraf kepercayaan 95% (p=0,05) menunjukan lamanya penyimpanan berpengaruh terhadap kadar vitamin C dalam buah jambu biji, sedangkan suhu penyimpanan (30oC dan 10o C) memberikan pengaruh yang tidak bermakna terhadap kadar vitamin C dalam buah jambu biji.
IDENTIFIKASI MELAMIN DALAM SUSU IMPOR YANG BEREDAR DI SWALAYAN BREBES DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Indah Puji Lestari; Wranti Sri Rahayu; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.598

Abstract

ABSTRAK Identifikasi melamin dalam susu impor dilakukan dengan metode KCKT. Sistem KCKT yang digunakan adalah kromatografi fase terbalik dengan fase diam kolom shimpack oktadesillina dan fase gerak asetonitril:air dengan perbandingan konsentrasi 50:50, laju alir 1,0 mL/menit, detector UV 240 nm. Dari hasil pengujian didapatkan hubungan yang linear antara luas puncak dengan konsentrasi pada rentang 2-10 µg/mL dengan koefisien korelasi (r) 0,9988 diperoleh persamaan Y = 0,3771 X + 0,0151, dengan LOD = 0,5194 µg/mL dan LOQ = 1,7316 µg/mL. Uji presisi pada konsentrasi 6 µg/mL memberikan kesalahan yang relatife (KV) = 4,263%; dan ketelitian alat sebesar 99,957%. Uji perolehan kembali dengan standar 4, 6, 8 µg/mL memiliki rata-rata 98,23%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel susu impor I, II, III dan IV yang beredar di swalayan Brebes tidak terdeteksi adanya melamin. Kata Kunci : KCKT, Melamin, susu impor. ABSTRACT Identification of melamine in import milk by HPLC (High Performance Liquid) method had been done. The system of HPLC is reversed phase which stationary phase colomn shimpack oktadesilsilina and the mobile phase is acetonitrile:water (50:50), as flow rate 1.0 mL/menit, detection wavelength was 240 nm. Indicated a linear correlation between the peak area versus concentration from 2-10 µg/mL with correlation coefficient (r) = 0.9988 and got the equation of regretion Y = 0.3771 X + 0.0151, with LOD = 0.5194 µg/mL and LOQ = 1.7356 µg/mL. Precision test concentration 6 µg/mL give variation coefficient (CV) = 4.263% and the precision of instrument 99.957%. The recovery test standart 4, 6, 8 µg/mL indicated the average 98.23 %. The result presents that sample I, II, III dan IV distributed in Brebes does not contain the melamine. Keywords : HPLC, Melamine, import milk.
ANALISIS KUANTITATIF TABLET LEVOFLOKSASIN MERK DAN GENERIK DALAM PLASMA MANUSIA SECARA IN VITRO DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Nur Ida Dwi Retnani; Pri Iswati Utami; Didik Setiawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.550

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian validasi metode spektrofotometri Ultraviolet-Visibel (UV-Vis) untuk analisis kuantitatif tablet levofloksasin generik dan merk dalam plasma manusia secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar Levofloksasin dalam plasma secara in vitro dengan metode Spektrofotometri UV-Vis dan mengetahui validasi metodenya. Validasi metode analisis meliputi linearitas, batas deteksi, batas kuantitasi, ketelitian dan kecermatan. Panjang gelombang maksimum yang digunakan adalah 295,2 nm. Hasil uji linearitas menunjukkan nilai r = 0,9936 (r hitung > r tabel = 0,878), batas deteksi (0,2256 µg/mL), batas kuantitasi (0,75 µg/mL), uji ketelitian 4,871%, kecermatan untuk penambahan levofloksasin baku 10 dan 15 µg/mL ke dalam larutan sampel merk (82,06% dan 91,47%) dan sampel generik (87,23% dan 104,88%). Hasil penetapan kadar levofloksasin dalam plasma secara in vitro diperoleh rata-rata kadar levofloksasin untuk produk generik dan bermerk berturut-turut sebesar 102,68±3,02 dan 138,53±5,82 %. Dari uji-t diperoleh hasil t hitung > t tabel yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar levofloksasin generik dan merk. Kata kunci: levofloksasin, validasi metode, Spektrofotometri UV-Vis, plasma, in vitro. Abstract Had been Validation of Quantitative Analysed Method of Levofloxacine Generic and Branded Tablet in plasma by In vitro with Spectrophotometry UV-Vis. The perpose of this research is determination of levofloxacine tablet in plasma by in vitro with Spectrophotometry UV-Vis and to know how this validation method. Validation of analys method such as linearity, LOD, LOQ, precision, and accuration. Beer’s law is obeyed at λ max 295.2 nm. The result of linearity assay is r = 0.9936 (r count > r tab = 0.878), limit of detection 0.22 µg/mL, limit of quantitation 0.75 µg/mL, precision 4.871%, accuration with addition of levofloxacine standard 10 and 15 µg/mL in to branded sample solution (82.06% and 91.47%) and generic (87.23% and 104.88%). Determination result of levofloxacine tablet in plasma was obtained for generic and branded products were 102.68±3.02 and 138.53±5.82 % respectively. t-test result was obtained that t count > t table, that mean there is a significan different between levofloxacin content in generic and branded. Keywords: Levofloxacine, UV-VIS Spectrophotometry, Plasma, In vitro
FOURIER TRANSFORM INFRA RED SPECTROSCOPY UNTUK IDENTIFIKASI MINYAK BABI DALAM MINYAK BUMBU MIE INSTAN IMPOR Pri Iswati Utami; Ika Ryandita; Elza Sundhani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.465 KB)

Abstract

Mie instan impor yang beredar terkadang tidak mencantumkan label halal. Identifikasi bahan tidak halal khususnya babi penting dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh produk halal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi minyak babi dalam minyak bumbu mie instan impor menggunakan metode spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FTIR) yang dikombinasikan dengan kemometrik Principal Component Analysis (PCA) dan Partial Least Square (PLS). Sampel kalibrasi dibuat dengan variasi minyak babi dan minyak nabati. Masing-masing sampel kalibrasi dibuat spektrum FTIR pada bilangan gelombang 4000 – 650 cm-1. Spektrum FTIR yang diperoleh menunjukkan adanya 2 pita serapan khas minyak babi, yaitu pada 1226,73 dan 1111 cm-1. Analisis PCA menghasilkan score plot yang menunjukkan terpisahnya minyak babi dan minyak kedelai di kuadran yang berbeda. Analisis PLS menghasilkan persamaan Y = 0,9921x + 0,3963 dengan nilai R2 0,992103 ; nilai RMSEP 0,0072 dan nilai RMSEC 2,1998. Hasil penentuan Limit of Detection (LOD) menunjukkan bahwa metode FTIR mampu mendeteksi minyak babi dalam sampel kalibrasi pada konsentrasi 1%. Hasil analisis terhadap sampel minyak bumbu pada lima merek sampel mie instan impor menunjukkan tidak ada sampel yang terdeteksi adanya minyak babi.