Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pola Pengobatan Mandiri (Swamedikasi) Dan Edukasi Penggunaan Obat Berbasis "Dagusibu"Pada Diaspora Indonesia Di Kairo Mesir Sri Mulyaningsih; Ginanjar Zukhruf Saputri; Hendy Ristiono; Susan Fitria Candradewi; Dwi Utami; Suparman; Nadia Istiqomah
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Badan Pusat Statistik 2023 merilis persentase masyarakat Indonesia yang melakukan swamedikasi sangat tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan yang cukup agar swamedikasi dilakukan dengan tepat, aman dan rasional supaya tidak menimbulkan permasalah an saat swamedikasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mendapatkan gambaran penggunaan swamedikasi serta melakukan edukasi swamedikasi di kalangan diaspora Indonesia di Mesir. Pengabdian dilakukan secara hybrid, pengisian kuisioner dilakukan secara tatap muka. Edukasi (penyuluhan) swamedikasi dan DAGUSIBU dilakukan secara daring dengan media leaflet. Swamedikasi diaspora Indonesia di Mesir dilakukan umumnya oleh mahasiswa dengan rentang usia dari 17 sampai 30 tahun. Swamedikasi ditujukan untuk diri sendiri berdasarkan pengalaman sendiri dengan tujuan sebagai langkah pertama terhadap penyakit yang diderita. Adapun riwayat obat yang banyak digunakan swamedikasi adalah obat penurun demam.
Optimasi Superdisintegran Sodium Starch Glycolate, Filler-Binder Avicel Ph 102, dan Pemanis Manitol dalam Fast Disintegrating Tablet Antasida Afina Afina; Agus Siswanto; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.22712

Abstract

Antasida merupakan salah satu sediaan farmasetika oral yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan pada lambung karena adanya iritasi yang disebabkan oleh asam lambung dan pepsin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi optimum fast disintegrating tablet (FDT) antasida kombinasi superdisintegrant sodium starch glycolate (SSG), filler-binder Avicel PH 102 dan pemanis mannitol sehingga diperoleh sediaan dengan mutu yang baik. Optimasi formula menggunakan metode simplex lattice design (Design Expert versi 12.0) dengan tiga faktor SSG, Avicel PH 102, dan mannitol sehingga diperoleh 14 run formula. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Komposisi formula optimum FDT antasida ditentukan dengan parameter sifat alir granul, kerapuhan, waktu hancur, dan kapasitas netralisasi asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi superdisintegrant SSG, filler-binder Avicel PH 102 dan pemanis manitol tidak berpengaruh terhadap kerapuhan sediaan namun mampu menurunkan waktu hancur serta menaikkan kapasitas netralisasi asam FDT antasida. Kombinasi Avicel PH 102 dan manitol mampu meningkatkan sifat alir granul FDT antasida. Berdasarkan metode numerik diperoleh formula optimum FDT antasida dengan komposisi Al(OH)3 200 mg, Mg(OH)2 200 mg, SSG 195,629 mg, manitol 80,00 mg, avicel 124,371 mg, talk 8 mg dan magnesium stearat 80 mg.
Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktifitas dan Doking Molekular Senyawa Meso-Tetraphenylporphyrin dan Meso-Tetraphenylchlorin sebagai Fotosensitizer untuk Terapi Fotodinamik Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Nurul Fadhilah Deni Saputri; Suparman Suparman; Alwani Hamad
Journal of Pharmascience Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5831

Abstract

ABSTRAK Terapi fotodinamik (Photodynamic Therapy/PDT) merupakan metode alternatif pengobatan kanker yang selektif. Terapi ini memerlukan fotosensitizer yang diberi penyinaran dalam lingkungan oksigen sehingga dihasilkan oksigen singlet yang mampu menghancurkan sel kanker dan merusak jaringan. Meso-tetraphenylchlorin (MTPP) dan meso-tetraphenylporphyrin (MTPC) adalah fotosensitizer yang memiliki struktur molekul yang mirip, hanya berbeda kejenuhan pada satu cincin pirolnya. MTPP adalah tetrapirol makrosiklik dengan cincin pirol tidak tereduksi sedangkan struktur MTPC tereduksi pada salah satu cincin pirolnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi hubungan antara struktur tetrapirol makrosiklik terhadap aktivitasnya secara in silico. Analisis hubungan kuantitatif-struktur aktifitas (HKSA) menggunakan serangkaian senyawa turunan porfirin dilakukan untuk memperoleh persamaan yang secara statistik memiliki kemampuan korelatif dan prediktif. Perangkat lunak Molecular Operating Environment (MOE) digunakan untuk melakukan analisis HKSA. Doking molekul dilakukan terhadap human serum albumine (HSA) dan  peripheral benzodiazepine receptor (PBR) untuk memperoleh energi doking yang berhubungan dengan energi afinitas antara ligan dan reseptor. Simulasi doking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDock. Hasil menunjukkan bahwa MTPC memiliki energi doking terhadap HSA dan PBR yang paling baik. Analisis HKSA yang diperoleh  menunjukkan bahwa MTPC lebih potensial sebagai fotosensitizer yang ditunjukkan dengan nilai IC50 yang lebih kecil.  Kata kunci: doking molekular, fotosensitizer, HKSA, MTPC, MTPP, PDT ABSTRACTPhotodynamic Therapy (PDT) is an alternative cancer treatment method that can exert a selective cytotoxic activity toward malignant cells. PDT requires a sensitizing agents and light energy, which, in the presence of oxygen, leads to the generation of singlet molecular oxygen in cell. Singlet oxygen molecules are able to kill or inhibit growth of cancer cells. Meso-tetraphenylchlorin (MTPC), a photosensitizer, is similar to meso-tetraphenylporphyrin (MTPP) but the structure has one reduced pyrrole ring. The present study aimed to develop an in silico prediction model that considers PDT activity. The Quantitative-Structure Activity Relationship (QSAR) analysis using a series of porphyrin derivatives was carried out to build a statistically significant model possessing a good correlative and predictive capability for photosensitizer in PDT. Molecular Operating Environment (MOE) software was used to performed the QSAR analysis. Docking molecule of MTPP and MTPC on human serum albumine (HSA) and peripheral benzodiazepine receptor (PBR) had been done to test the docking energy associated with binding affinity between ligand and receptor. Docking simulation was performed by AutoDock software. The results showed that MTPC had the best docking energy to HSA and PBR. Furthermore, the QSAR analysis showed that MTPC had lower IC50 value compare with  MTPP.  Based on QSAR and molecular docking analysis, MTPC exhibit better photosensitizer as compare with MTPP.Keywords: molecular docking, photosensitizers, QSAR, MTPC, MTPP, PDT.