Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efisiensi Penggunaan Material Konstruksi Tongkang Melalui Analisis Resonansi Getaran Debby Raynold Lekatompessy
ARIKA Vol 18 No 1 (2024)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2024.18.1.14

Abstract

Objek penelitian ini adalah tongkang yang beroperasi di Kalimantan, dengan material muatan adalah batubara. Kekuatan struktur dan besarnya beban merupakan dua faktor penting dalam desain dan pengoperasiannya. Semakin kuat suatu struktur maka semakin aman dari segi persyaratan teknik, namun akan mengurangi beban yang berarti akan menurunkan nilai ekonomisnya. Agar efisiensi kedua faktor diatas dapat tercapai, maka perlu dilakukan rekayasa konstruksi tongkang melalui analisis resonansi getaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara penelitian survei dan pengembangan. Metode pengembangannya dilakukan dengan rekayasa pada void tank dengan menggunakan analisis resonansi getaran untuk menentukan titik kritis dan analisis kekuatan struktur pada area tersebut berdasarkan nilai kekakuan yang dihasilkan. Rekayasa dilakukan dengan penyesuaian jarak dan dimensi tiang penyangga pada void tank, serta tulangan penguat diagonalnya. Jumlah tulangan penguat diagonal berkurang 50% atau bobot berkurang 12,69 ton. Pilar bertambah berat 6,241 ton. Hasil dari rekayasa struktur ini menghasilkan peningkatan kekuatan struktur sebesar 27%, pengurangan lendutan sebesar 45,2% dan beban dapat ditingkatkan hingga 0,42% atau 6,45 ton dari beban awal yang dapat dipikul. Luaran dari penelitian ini adalah desain tongkang yang lebih ringan (biaya produksi lebih murah) sehingga daya dukungnya meningkat yang berarti menguntungkan pemilik kapal namun tetap aman dalam pengoperasiannya.
Optimasi Ketebalan Inner Bottom untuk Meningkatkan Keamanan Operasional Kapal Fiber Reinforced Plastic Debby Raynold Lekatompessy; Helly S. Lainsamputty; Sonja T. A. Lekatompessy
ARIKA Vol 20 No 1 (2026): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2026.20.1.68

Abstract

Getaran yang terjadi pada kamar mesin KM Cantika 88 melebihi standar yang diperbolehkan yaitu 0,05 mm > 0,02 mm. Pada lokasi inner bottom mencapai 0,157 mm. Getaran pada Inner Bottom kapal sangat berpengaruh terhadap kerusakan fisik struktur konstruksi serta pengaruh tingkat kenyamanan dalam operasional selama di kapal. Sistem penopang yang ada perlu dioptimalkan, ketebalan inner bottom ditambahkan agar kekakuan struktur meningkat. Ketebalan optimal diperoleh dengan menggunakan simulasi di mana nilai amplitudo menjadi parameter penentu ketebalan inner bottom yang efektif dalam mereduksi getaran yang terjadi pada sistem penopang. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa getaran yang terjadi akibat adanya aktifitas pada ruang mesin sangatlah besar dan melebihi batas izin Barkan untuk pondasi mesin yaitu >0,02 mm. Berdasarkan hasil penelitian getaran local pada inner bottom kapal ini getaran yang terjadi lebih besar dari getaran yang terjadi pada pondasi yaitu sebesar 1,57 x 10-1 mm namun setelah dilakukan penambahan ketebalan dengan menggunakan simulasi didapatkan 1,82 x 10-2 mm.Ketebalan awal 8 mm dan pada ketebalan 12 mm getaran yang berlebih sudah dapat diatasi dengan bukti nilai amplitudo masuk dalam batas amplitudo yang diijinkan.