Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran Daring (Online) Hary Soedarto Harjono; Sri Wachyunni
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggali persepsi mahasiswa pascasarjana dalam pembelajaran kooperatif yang telah mereka lakukan dalam perkuliahan pembelajaran jarak jauh di program studi pendidikan. Melalui survei yang melibatkan 40 peserta dari dua program studi pendidikan, peneliti mengumpulkan data berdasarkan kuesioner untuk mengeksplorasi persepsi umum siswa dalam pembelajaran kooperatif yang terletak di lingkungan pembelajaran online, kelebihan, kekurangan, dan refleksi mendalam mereka tentang pembelajaran kooperatif. Kuesioner diberikan setelah dosen melakukan proses pembelajaran kooperatif dalam kegiatan berbasis proyek dalam mengembangkan pembelajaran multimedia dalam kelompok kecil oleh tiga anggota dalam satu kelompok. Dalam setiap kelompok terdapat anggota kelompok yang memiliki kemampuan yang heterogen. Dalam setiap kelompok terdapat anggota yang berkompeten di bidang multimedia, bidang studi, dan pedagogi pembelajaran. Hasil penelitian diinterpretasikan dan dibahas lebih lanjut.
Reciprocal Teaching as a Strategy to Improve Students' Understanding of Reading Content (Reading Skill) Neny Novridewi; Sri Wachyunni; Urip Sulistiyo
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.3269

Abstract

This study aims to improve student's reading skills in class. It was reading skills through the application of the Reciprocal Teaching Strategy. Creating Reciprocal Teaching teaching activities in Reading helps create more profound and meaningful learning. The students were very enthusiastic about understanding the text because they cooperated in groups to summarize and discuss the contents of the text. Each group member has an equal opportunity to read, summarize, discuss, and ask questions. They become more active and show more interest in the lesson. There was an atmosphere of fun and enthusiasm in the class. The results showed that the class was dynamic and lively, so students' learning motivation increased. In addition, student achievement also increased significantly.
Challenges Faced by International Students: A Case Study of Jambi’s Institute of Higher Learning Sri Wachyunni; Mukhlash Abrar; Istifada Istifada; Hary Soedarto Harjono; Robi Hendra
Dinamika Ilmu Vol 23 No 1 (2023): Dinamika Ilmu, 23(1), June 2023
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/di.v23i1.5995

Abstract

Although there have been many studies investigating international students, many of them focused on the students who travel in pursuit of higher education in English countries and/or universities. This current qualitative study is intended to explore the experiences of international students, particularly the challenges, and strategies to deal with the challenges and the culture shock while studying in Jambi, Indonesia. In order to collect the data, a semi-structured interview was employed and guided by an interview protocol to stimulate the participants in answering the questions during the interview. The participants of this study were nine international students who studied at one public university in Jambi. Through thematic analysis, we found that international students faced some challenges living and studying in Jambi, such as language issues, academic issues, individual issues, and living style and related issues. To overcome the challenges, international students employed two main strategies, including self-management strategies and seeking help. Moreover, although the culture of international students is quite similar to the culture of the hosting country, we identified a lack of foreigner sense and physical contact as the culture shocks experienced by one international student. Looking at the challenges and culture shocks experienced by international students, this study suggests that preparation is crucial for prospective international students before pursuing their studies overseas.
Pelatihan Digital Storytelling sebagai Inovasi Pedagogidalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra bagi Guru SMP Priyanto Priyanto; Lusia Oktri Wini; Yusra D; Agus Setyonegoro; Hary Soedarto Harjono; Sri Wachyunni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1023

Abstract

Pelatihan digital storytelling bagi guru menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan tuntutan pembelajaran kreatif dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Namun, banyak guru masih mengalami keterbatasan dalam mengembangkan konten digital yang naratif, terstruktur, dan menarik bagi peserta didik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan media pembelajaran berbasis digital storytelling melalui pelatihan yang mengadaptasi model delapan langkah Morra (2013). Metode yang digunakan meliputi pelatihan tatap muka, pendampingan teknis, praktik langsung, dan evaluasi berbasis indikator keterampilan proses yang mencakup aspek ide cerita, riset, penulisan naskah, pembuatan storyboard, pemanfaatan multimedia, dan penyatuan konten. Peserta terdiri dari 29 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama satu bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator, dengan persentase peserta yang mencapai kategori baik hingga sangat baik sebesar 72,4%–82,8%. Selain itu, uji normalitas, homogenitas, dan linearitas membuktikan bahwa data hasil pelatihan memenuhi asumsi statistik parametrik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat kemampuan pedagogis mereka dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Dengan demikian, pelatihan digital storytelling ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan guru dalam menghadapi era pendidikan digital.
Model Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Renny Kuntari; Hary Soedarto Harjono; Sri Wachyunni
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i2.694

Abstract

Menulis merupakan keterampilan berbahasa produktif yang menuntut proses kognitif kompleks, mulai dari perencanaan gagasan hingga penyuntingan akhir. Artikel ini mengkaji berbagai model pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan menulis peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan. Kajian dilakukan melalui tinjauan pustaka naratif terhadap hasil penelitian empiris dan meta-analisis yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kecerdasan buatan, baik dalam bentuk sistem penilaian esai otomatis, asisten penulisan generatif, maupun model pembelajaran adaptif, memberikan pengaruh positif berukuran sedang terhadap peningkatan kualitas tulisan peserta didik. Keberhasilan penerapan tersebut sangat dipengaruhi oleh cara integrasi teknologi ke dalam desain pembelajaran, peran pendidik sebagai fasilitator, serta kesiapan literasi digital peserta didik. Kebaruan kajian ini terletak pada penyusunan kerangka model pembelajaran menulis berbasis kecerdasan buatan yang memadukan tiga pendekatan sekaligus, yaitu umpan balik otomatis, pendampingan generatif, dan pengawasan pedagogis manusia, sehingga berbeda dari kajian terdahulu yang cenderung membahas satu jenis teknologi secara terpisah. Simpulan kajian menekankan pentingnya kolaborasi antara teknologi dan peran guru agar kecerdasan buatan berfungsi sebagai mitra belajar, bukan pengganti proses berpikir peserta didik.