Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENENTUAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROWISATA BUAH DI BUKIT TANDALO, KABUPATEN BANGGAI Dian Puspapratiwi; Nofrianti Samali; Rival Rahman; Hidayat Arismunandar Katili
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 20 No 1 (2023): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v20i1.2540

Abstract

Persyaratan penggunaan lahan agrowisata merupakan salah satu jenis kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada obyek wisata utamanya dari penataan tanaman pertanian seperti buah- buahan, sehingga perencanaan pengembangan agrowisata merupakan suatu persoalan penting dalam rangka mencapai tujuan penggunaan lahan yang berorientasi pada keseimbangan. maka perlunya penilaian lahan sebagai dasar rekomendasi pengembangan agrowisata di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif serta diinterpretasi serta disajikan dalam bentuk Tabel. Penilaian lahan dilakukan dengan analisis kesesuaian lahan yang merujuk pada petunjuk teknis evaluasi lahan pertanian yang ditentukan berdasarkan nilai Indeks Lahan dengan menggunakan metode Akar Kuadrat. Adapun hasil penilaian lahan untuk pengembangan agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur tergolong sangat sesuai (S1) untuk tanaman mangga dan Alpukat, cukup sesuai (S2) untuk tanaman Klengkeng, Manggis dan Strawbery serta sesuai marginal (S3) untuk tanaman Apel. Berdasarkan hasil kesesuaian lahan potensial keenam jenis tanaman buah tersebut dapat dikembangan sebagai komoditi agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai.
CARRYING CAPACITY OF NON-RICE FEATURED CROPS FOR ALTERNATIVE FOOD AVAILABILITY IN BANGGAI REGENCY, CENTRAL SULAWESI Hidayat Arismunandar Katili; Ruslan A. Zaenuddin; Regita Cahyani; Sariani Sariani; Dian Puspapratiwi
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 7, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v7i2.17152

Abstract

Basic human needs are something that is needed by man to maintain his life, and the carrying capacity of food crops is very important for food availability in the face of food crises in each region. The purpose of this study is to find out which non-rice food crops are superior and the carrying capacity of non-rice superior food crops that can be used as alternative food in Banggai Regency. The data used in this research is data on the production of non-rice food crops in 2017 and 2021. Furthermore, the research was conducted using qualitative methods that were analyzed descriptively quantitatively with the LQ-SSA approach and the Carrying Capacity of Agricultural Area Land. So that the results of the analysis of LQ and SSA of non-rice food crops that are superior are obtained, namely corn which is spread in 14 districts, sweet potatoes in 5 districts, peanuts in 4 districts, and soybeans in 1 district. Furthermore, the land carrying capacity of non-rice superior food crops, obtained the results of corn, sweet potato, peanut, and soybean plants experiencing a surplus (SL>DL), which means that these superior food crops can contribute to a decent life for the population and determine the carrying capacity of the agricultural area of food crops. non-rice seed, the result is corn (ℓ > 1), which means that corn can be used as an alternative food to replace rice. As well as for Sweet Potato, Peanut, and Soybean plants, the results obtained (ℓ < 1), which means that these plants cannot be used as an alternative food to replace rice in Banggai Regency.
ANALISIS PENETAPAN HARGA PRODUK SAYURAN HIDROPONIK PADA ANDRI FARM DI KECAMATAN LUWUK SELATAN KABUPATEN BANGGAI Ismail Djamaluddin; Dian Puspapratiwi; Ahmad Rifaldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v3i2.517

Abstract

Product pricing is the value of a product that has been determined by the company to be paid by consumers in obtaining the desired product. The purpose of this study is to find out how to determine the selling price of products. This research has been carried out at Andri Farm Hydroponics, South Luwuk District. The study was conducted from August to September 2022 using quantitative descriptive data analysis methods, where the full costing method to calculate the cost of goods produced and the cost-plus pricing method to determine selling prices to consumers. The selling price according to Andri Farm Hydroponics for lettuce, kale, caisim, and pakcoy vegetables is IDR 6,000, while according to the calculation of the selling price of the cost plus pricing method for lettuce vegetables is IDR 2,718.83, for kale vegetables is IDR 5,723.50, for caisim vegetables is IDR 3,914.07, and for pokcoy vegetables is IDR 3,311.37. So that the results based on the full costing component of the selling price set by the company are higher than the selling price calculated based on the Cost Plus Pricing method. This means that the determination of the selling price of Andri Farm Hydroponic vegetables in South Luwuk District, Banggai Regency has been met from the minimum profit standard.
Daya Dukung Lahan Sawah Sebagai Kemandirian Pangan Di Kecamatan Tinangkung Selatan Hidayat Arismunandar Katili; Armelia Sambayo; Herwin Yatim; Sariani Sariani; Dian Puspapratiwi
Rona Teknik Pertanian Vol 16, No 2 (2023): Volume No. 16, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v16i2.30918

Abstract

Abstrak. Peningkatan kebutuhan pangan saat ini sejalan dengan pertumbuhan penduduk, yang secara otomatis menuntut pencapaian ketahanan pangan harus terpenuhi sebagai wujud dari kemandirian pangan di setiap wilayah. sehingga tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya dukung lahan padi sawah dalam melaksanakan swasembada pangan untuk kehidupan masyarakat yang layak di Kecamatan Tinangkung Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2022, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan untuk menentukan kesesuaian lahan sawah dengan metode perbandingan (matching) dan data sekunder digunakan untuk menentukan daya dukung lahan sawah di Kecamatan Tinangkung Selatan. Adapun hasil analisis kesesuaian lahan padi sawah aktual diperoleh kriteria marginal (S3), dengan faktor pembatas kandungan KB tanah dan C-organik yang tergolong rendah, serta yakni kandungan P2O5 dan N-total yang tergolong rendah hingga sangat rendah. Namun, setelah dilakukan upaya perbaikan pada lahan sawah di Kecamatan Tinangkung Selatan diperoleh kesesuaian lahan padi sawah potensial yakni kriteria sangat sesuai (S1). Selanjutnya penetuan daya dukung wilayah pertanian untuk tanaman padi sawah di Kecamatan Tinangkung Selatan diperoleh hasil (ℓ 1), wilayah tersebut tidak mampu melaksanakan swasembada pangan. Artinya, padi sawah belum memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai kemandirian pangan di Kecamatan Tinangkung Selatan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Carrying Capacity of Paddy Fields as Food Independence in South Tinangkung DistrictAbstract. The current increase in food needs is in line with population growth, which automatically demands that the achievement of food security must be met as a form of food independence in each region. so, the purpose of this study was to determine the carrying capacity of paddy fields in carrying out food self-sufficiency for the decent life of the community in South Tinangkung District. This research was conducted from July to November 2022, using primary data and secondary data. Primary data was carried out to determine the suitability of paddy fields using the matching method and secondary data was used to determine the carrying capacity of paddy fields in South Tinangkung District. The results of the analysis of the suitability of actual paddy rice fields obtained marginal criteria (S3), with limiting factors for soil KB and C-organic content which are relatively low, and namely the content of P2O5 and N-total which are classified as low to very low. However, after carrying out efforts to improve paddy fields in South Tinangkung District, the suitability of potential paddy rice fields was obtained, namely the very appropriate criteria (S1). Furthermore, the determination of the carrying capacity of the agricultural area for paddy rice crops in South Tinangkung District obtained results (ℓ 1), but the area was unable to carry out food self-sufficiency. This means that paddy rice has not met the needs of the community as food independence in South Tinangkung District in Banggai Islands Regency. 
PENENTUAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROWISATA BUAH DI BUKIT TANDALO, KABUPATEN BANGGAI Dian Puspapratiwi; Nofrianti Samali; Rival Rahman; Hidayat Arismunandar Katili
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 20 No 1 (2023): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v20i1.2540

Abstract

Persyaratan penggunaan lahan agrowisata merupakan salah satu jenis kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada obyek wisata utamanya dari penataan tanaman pertanian seperti buah- buahan, sehingga perencanaan pengembangan agrowisata merupakan suatu persoalan penting dalam rangka mencapai tujuan penggunaan lahan yang berorientasi pada keseimbangan. maka perlunya penilaian lahan sebagai dasar rekomendasi pengembangan agrowisata di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif serta diinterpretasi serta disajikan dalam bentuk Tabel. Penilaian lahan dilakukan dengan analisis kesesuaian lahan yang merujuk pada petunjuk teknis evaluasi lahan pertanian yang ditentukan berdasarkan nilai Indeks Lahan dengan menggunakan metode Akar Kuadrat. Adapun hasil penilaian lahan untuk pengembangan agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur tergolong sangat sesuai (S1) untuk tanaman mangga dan Alpukat, cukup sesuai (S2) untuk tanaman Klengkeng, Manggis dan Strawbery serta sesuai marginal (S3) untuk tanaman Apel. Berdasarkan hasil kesesuaian lahan potensial keenam jenis tanaman buah tersebut dapat dikembangan sebagai komoditi agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai.