Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penguatan Political Awareness and Literacy Era Digital sebagai Wujud Bela Negara Pemuda Kabupaten Subang Darmawan, Cecep; Anggraeni, Leni; Setiawan, Mursyid; Nugraha, Dadi Mulyadi; Rustandi, Apriya Maharani; Setiawan, Agung
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3674

Abstract

Kesadaran dan literasi politik pemuda di era digital menghadapi tantangan serius akibat maraknya hoaks dan disinformasi melalui media sosial serta rendahnya literasi digital masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran dan literasi politik generasi muda sebagai wujud bela negara. Program pengabdian ini bertujuan mengkaji dampak pelatihan POLARIS (Political Awareness and Literacy) berbasis teknologi dalam memperkuat pemahaman politik pemuda di Kabupaten Subang. Metode yang digunakan adalah Participation Action Research (PAR) melalui tahapan pelatihan, diskusi, dan refleksi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesadaran politik di era digital serta peserta memiliki kemampuan mengidentifikasi literasi politik yang relevan bagi pemuda saat ini. Kegiatan ini disimpulkan mampu menumbuhkan kesadaran politik dan literasi digital pemuda secara signifikan. Implikasi program ini adalah perlunya program pengembangan yang berkelanjutan di sekolah, masyarakat, dan organisasi kepemudaan untuk membangun generasi yang memiliki kesadaran dan literasi politik di era digital sebagai wujud bela negara.
Inovasi Bela Negara di Era Digital Melalui Program Kopoli-Smart Bagi Pemuda Kabupaten Subang Darmawan, Cecep; Setiawan, Mursyid; Syaifullah, Syaifullah; Wahyuni Tanshzil, Sri; Anggraeni, Leni
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/h4nn7f53

Abstract

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, kompetensi kecerdasan politik menjadi kunci bagi partisipasi aktif dalam kehidupan sosial politik. Melalui program Pelatihan KOPOLI-SMART berbasis teknologi, bertujuan untuk membentuk kompetensi kecerdasan politik generasi muda di Kabupaten Subang sebagai wujud bela negara di tengah ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di era digital. Metode pelatihan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan proses pelatihan, diskusi, serta refleksi secara partisipatif. Hasil pelatihan menunjukkan adanya pemahaman kompetensi kecerdasan politik yang ditunjukkan oleh kemampuan peserta mengidentifikasi pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai politik yang harus dimiliki oleh generasi muda. Di samping itu, para peserta pun mampu memahami peran penting media sosial sebagai wahana pendidikan politik bagi generasi muda di era digital. Dampaknya ialah meningkatnya kesadaran kritis dan partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan sosial politik, terutama dalam memanfaatkan media sosial secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab sebagai sarana bela negara di era digital.
Peningkatan Kesadaran Moral Mahasiswa Melalui Implementasi Board Game Edukatif Berbasis Etika Pancasila Dadi Mulyadi Nugraha; Imas Kurniawaty; Mursyid Setiawan; Avissa Nafhan Yasmin; Anggita Putri Ramadhani; Laura Barozial Amry Rosyada; Akmal Hakim
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran moral mahasiswa melalui implementasi board game edukatif berbasis etika Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Objek penelitian adalah mahasiswa semester satu pada salah satu perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model Borg and Gall serta desain pra-eksperimental melalui rancangan One-Group Pre-test Post-test Design untuk menguji efektivitas produk. Instrumen penelitian berupa kuesioner kesadaran moral yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media board game edukatif efektif meningkatkan kesadaran moral mahasiswa, ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata skor dari pre-test ke post-test serta hasil uji statistik yang menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penggunaan media. Pembelajaran menggunakan board game mampu menciptakan pengalaman belajar interaktif dan reflektif yang mendorong mahasiswa untuk menganalisis dilema moral, berdiskusi, dan mengambil keputusan berdasarkan nilai Pancasila. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media board game edukatif berbasis etika Pancasila dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif dalam menginternalisasikan nilai moral dan memperkuat implementasi Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi.
Corruption in the education sector in Indonesia: Reality, causes, and solutions Sidik Permana; Mursyid Setiawan
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol 10 No 2 (2024): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v10i2.1326

Abstract

Corruption within Indonesia’s education sector ranks among the most frequently identified and prosecuted cases by the Corruption Eradication Commission (KPK). Education itself is a vital sector for human resource development; therefore, corruption within it poses a direct threat to the development process. This concern forms the foundation for this study, which aims to analyze the current realities, causes, and solutions to address corruption in Indonesia’s education sector. The findings of this article may serve as strategies to mitigate and prevent potential corruption within this critical sector. This study employs a literature review with a qualitative approach, drawing primarily on data from books, journals, institutional reports, accredited websites, and other relevant documents. Data analysis was conducted after compiling and reviewing various literature sources, from which insights and conclusions were derived. The results reveal a pervasive corruption problem in the education sector, supported by diverse data points. The causes of corruption are multifaceted, encompassing personal motives, societal and cultural influences, weak law enforcement and oversight, government negligence, and inadequate institutional management. Consequently, the proposed solutions are categorized into three dimensions: individual/personal, environmental/cultural, and institutional.
Penguatan Relasi Polisi–Warga melalui Program Polisi RW dalam Membangun Kepercayaan Publik Berbasis Modal Sosial Mursyid Setiawan
Jurnal Soshum Insentif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v9i1.2263

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepercayaan publik terhadap kepolisian dalam mewujudkan keamanan yang demokratis dan efektif. Program Polisi RW hadir sebagai inovasi berbasis community policing untuk memperkuat relasi polisi–warga melalui interaksi langsung di tingkat komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan perspektif modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Polisi RW mampu membangun kepercayaan melalui kehadiran langsung, keadilan prosedural, dan responsivitas; memperkuat jaringan sosial melalui interaksi intens dan kolaborasi lintas aktor; serta membentuk norma sosial melalui partisipasi kolektif, musyawarah, dan edukasi. Ketiga dimensi tersebut saling memperkuat dalam menciptakan relasi polisi–warga yang lebih partisipatif, responsif, dan berkelanjutan.