Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : TEKNO

Penerapan Critical Path Method Dalam Pengelolaan Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Moningka, Agnes K.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60580

Abstract

Pada suatu proyek konstruksi ketepatan waktu penyelesaian proyek menjadi aspek penting yang memengaruhi tercapainya target pembangunan. Suatu proyek dikatakan baik jika penyelesaian proyek tersebut efisien ditinjau dari segi waktu. Manajemen waktu suatu proyek harus diperhatikan agar tidak menyimpang dari waktu yang sudah direncanakan dari Network Planning. Penelitian ini menerapkan Critical Path Method (CPM) dalam mengevaluasi manajemen waktu proyek.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CPM dalam pengelolaan waktu proyek rekonstruksi Jalan Lahendong (1) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang memiliki durasi pelaksanaan selama 180 hari kalender. Untuk mengidentiikasi pekerjaan dan jalur kritis proyek berdasarkan waktu perencanaan pada kurva s dan aktual yang terjadi di lapangan dari laporan mingguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan durasi perencanaan proyek, lintasan kritis mencakup pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Pembersihan dan Pengupasan Lahan, Penyiapan Badan Jalan, Timbunan Pilihan dari sumber galian, Lapis Pondasi Agregat A, Lapis Pondasi Agregat B, Lapis Aus (AC-WC), dan Lapis Perekat Aspal Cair/Emulsi. Berdasarkan laporan mingguan proyek, lintasan kritis juga meliputi pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Lapis Pondasi Agregat Kelas B, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Laston Lapis Aus (AC-WC), Beton fc’15 Mpa, dan Marka Jalan Termoplastik. Total durasi proyek tetap konsisten yaitu 180 hari kalender, Perbedaan ini menunjukkan adanya penyesuaian dalam pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana awal, yang menjadi perhatian penting dalam evaluasi pengelolaan waktu proyek. Penerapan CPM dalam proyek ini memberikan gambaran yang lebih terukur terkait jalur kritis dan efektivitas manajemen waktu, serta dapat menjadi pedoman dalam pengelolaan proyek serupa di masa mendatang. Kata kunci: manajemen waktu, network planning, Critical Path Method, lintasan kritis
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Pembengkakan Biaya Pada Proyek Konstruksi Perumahan Dengan Metode Relative Importance Index Pontoh, Michell J.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60845

Abstract

Pembengkakan biaya pada proyek konstruksi merupakan permasalahan kompleks yang seringkali dihadapi oleh para pelaku industri konstruksi. Bukan hanya pemilik proyek yang dirugikan oleh hal ini, tetapi juga mengganggu proses kelancaran proyek dan bahkan dapat mengancam keberlangsungan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama apa saja yang berkontribusi terhadap pembengkakan biaya pada proyek konstruksi perumahan, juga faktor apa yang menjadi faktor dominan terhadap pembengkakan biaya. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut merupakan data primer yang akan diolah dengan bantuan software IBM SPSS 26. Penulis mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya cost overrun menggunakan metode relative importance index (RII). Penelitian ini akan mengukur tingkat kepentingan relative dari berbagai faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab utama dalam pembengkakan biaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perencanaan seperti kurang memperhatikan faktor resiko di lokasi proyek merupakan faktor dominan yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya dengan nilai RII 0,8. Kata kunci: pembengkakan Biaya; Proyek Konstruksi Perumahan; Relative Importance Index
Penjadwalan Waktu Proyek Pembangunan Puskesmas Kakaskasen, Tomohon Dengan Menggunakan Metode PERT (Program Evaluation and Review Technique) Langkun, Christy N. V.; Mangare, Jantje B.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60957

Abstract

Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek konstruksi bergantung pada perencanaan dan manajemen yang efektif untuk mencegah keterlambatan akibat koordinasi yang kurang, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian. Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) membantu mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan potensi keterlambatan, meskipun penerapannya menghadapi kendala seperti ketidakpastian estimasi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada proyek Pembangunan Puskesmas Kakaskasen, Tomohon, metode PERT berhasil mengidentifikasi jalur kritis yang terdiri dari berbagai aktivitas, seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan bored pile, pekerjaan pile cap, pekerjaan sloof, pekerjaan kolom, pekerjaan balok, pekerjaan plat lantai, pekerjaan kolom lantai 2, pekerjaan ring balok, pekerjaan arsitektur lantai 1, pekerjaan arsitektur lantai 2, pekerjaan elektrikal dan plumbing, pekerjaan saluran, paving, dan kanstin, serta pekerjaan lainnya. Jalur kritis yang panjang menunjukkan tingkat sensitivitas proyek terhadap keterlambatan. Analisis PERT juga menunjukkan bahwa proyek memiliki deviasi standar sebesar 2,35, dan berdasarkan tabel distribusi normal, peluang penyelesaian proyek dalam 210 hari adalah 73,57%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT dapat digunakan secara efektif dalam perencanaan waktu proyek, namun diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan akurasi estimasi dan mitigasi risiko keterlambatan. Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan, program evaluation and review technique, jalur kritis, proyek konstruksi
Analisis Biaya Dan Material Pembangunan Rumah Tipe 70/105 Pada Perumahan Puri Kelapa Gading, Minahasa Utara Pelealu, Galuh D. W.; Tjakra, Jermias; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60974

Abstract

Proyek konstruksi merupakan serangkaian kegiatan yang memiliki waktu, sasaran, dan sumber daya tertentu, mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta pemeliharaan pasca pembangunan. Dalam proses ini, sumber daya proyek diolah menjadi suatu bentuk bangunan atau konstruksi. Rencana Anggaran Biaya (RAB) memberikan gambaran serta panduan mengenai perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam penyelesaian proyek. Salah satu komponen utama dalam penyusunan RAB adalah Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), yang digunakan untuk menghitung biaya per satuan pekerjaan. AHSP memiliki peran penting dalam menentukan total biaya proyek, terutama dalam hal penggunaan material, yang merupakan salah satu faktor terbesar dalam penyerapan anggaran proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total biaya proyek pembangunan rumah hunian tipe 70/105 serta mengidentifikasi jumlah dan jenis material yang digunakan dalam proses konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis harga satuan pekerjaan yang mencakup biaya upah, alat, dan bahan, serta analisis material menggunakan program Microsoft Excel guna memperoleh hasil yang lebih sistematis dan akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pembangunan rumah tipe 70/105 pada Perumahan Puri Kelapa Gading mencapai Rp. 462.594.000,00 dengan waktu pelaksanaan selama enam bulan. Selain itu, terdapat 67 jenis material yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Serta total kebutuhan material pokok secara keseluruhan: 1. Pasir Pasang = 19.46 m3; 2. Pasir Urug = 7.31 m3; 3. Kerikil Kali = 7.19 kg; 4. Batu Kali/Batu Belah = 5.33 m3; 5. Semen Conch (50 Kg) = 11,827.46 kg; 6. Semen Warna/Nat Keramik = 112.61 kg; 7. Bata Merah Lokal = 14,946.13 bh; 8. Beton Ready Mix K225 = 10.72 m3; 9. Beton Ready Mix K300 = 0.34 m3; 10. Besi Beton Polos = 3.20 kg; 11. Besi Wiremesh = 96.59 kg. Kata kunci: analisis biaya, material konstruksi, harga satuan pekerjaan, Perumahan Puri Kelapa Gading
Penerapan Metode PERT Pada Proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama Primalie, Yonathan T.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66299

Abstract

Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek konstruksi bergantung pada perencanaan dan manajemen yang efektif untuk mencegah keterlambatan akibat koordinasi yang kurang, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian. Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) membantu mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan potensi keterlambatan, meskipun penerapannya menghadapi kendala seperti ketidakpastian estimasi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama, Manado, metode PERT berhasil mengidentifikasi jalur kritis yang terdiri dari berbagai aktivitas, seperti Pekerjaan Cor Pondasi Bor Pile (A1), Pekerjaan Cor Pondasi Poer Beton (B1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 1 (C1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 1 (D1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 1 (F1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 2 (G1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 2 (H1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 2 (I1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 2 (J1), Pekerjaan Cor Listplank 2 (L), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 3 (M1), Pekerjaan Cor Kolom Lantai 3 (N1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 3 (O1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 3 (P1), Pekerjaan Cor Lantai Tangga 3 (Q1), Pekerjaan Cor ListPlank 3 (R). Jalur kritis yang panjang menunjukkan tingkat sensitivitas proyek terhadap keterlambatan. Analisis PERT juga menunjukkan bahwa proyek memiliki deviasi standar sebesar 0.76, dan berdasarkan tabel distribusi normal, peluang penyelesaian proyek dalam 280 hari adalah 77.64%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT dapat digunakan secara efektif dalam perencanaan waktu proyek, namun diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan akurasi estimasi dan mitigasi risiko keterlambatan. Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan, Program Evaluation and Review Technique, jalur kritis, proyek konstruksi
Perencanaan Pengadaan Material Struktur Atas Bangunan Pada Proyek Pembangunan Gedung Cable Landing Station Bifrost Di Manado Dayoh, Agnesia I.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66359

Abstract

Struktur atas bangunan merupakan bagian penting yang berfungsi menahan dan menyalurkan beban bangunan, sehingga memerlukan perencanaan pengadaan material yang tepat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan efektif dan efisien. Fokus penelitian ini dibatasi pada perhitungan kebutuhan material semen sebagai bahan utama penyusun beton bertulang pada elemen struktur atas, meliputi kolom, balok, dan pelat lantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pengumpulan data primer berupa observasi lapangan serta data sekunder berupa gambar kerja struktur, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), dan kurva S proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan material semen untuk pekerjaan struktur atas sebesar 200.856 kg atau setara dengan 4.017 sak semen yang diperoleh dari perhitungan volume beton seluruh elemen struktur atas dengan mutu beton K-350, di mana kebutuhan terbesar berasal dari pekerjaan pelat lantai dan balok struktur, sedangkan kebutuhan terkecil berasal dari elemen balok sekunder. Berdasarkan kurva S proyek, pekerjaan struktur atas dilaksanakan pada minggu ke-11 hingga minggu ke-21 sehingga pengadaan material semen direncanakan secara bertahap sesuai bobot pekerjaan mingguan, dengan kebutuhan tertinggi terjadi pada saat pelaksanaan pekerjaan struktur lantai atas dan atap. Perencanaan pengadaan material semen yang terintegrasi dengan kurva S proyek ini terbukti mampu mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan struktur atas, mengurangi risiko keterlambatan pekerjaan, serta meminimalkan pemborosan material di lapangan. Kata kunci: pengadaan material, struktur atas, kebutuhan semen, kurva S, proyek konstruksi
Metode Pelaksanaan Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap, Tie Beam Dan Kolom Pada Proyek Pembangunan Gedung Kanker Terpadu RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado Majid, Nurul F.; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66640

Abstract

Pembangunan Gedung Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado membutuhkan pelaksanaan konstruksi struktur bawah dan struktur atas yang mengikuti standar mutu dan prosedur teknis. Elemen utama seperti pile cap, tie beam, dan kolom merupakan bagian penting dari struktur bangunan yang berfungsi menyalurkan beban dari superstruktur ke fondasi secara aman dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pelaksanaan pekerjaan pile cap, tie beam, dan kolom di lapangan, menganalisis metode pelaksanaan kesesuaiannya dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta mengidentifikasi kendala yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Metode penlitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi proyek, wawancara teknis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan pile cap, tie beam, dan kolom telah mengikuti tahapan yang sesuai stanndar, meliputi pekerjaan persiapan, galian, lantai kerja, pembesian, bekisting, pengecoran, serta pengendalian mutu beton. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti kondisi tanah yang jenuh air, keterbatasan ruang kerja di area basement, dan faktor cuaca yang mempengaruhi proses pegecoran. Kendala tersebut dapat diatasi melalui peningkatan dewatering, pennyesuaian jadwal kerja, dan koordinasi yang lebih optimal antar tim pelaksana. Penelitian ini memberikan Gambaran nyata proses pelaksanaan struktur pada proyek bangunan Gedung, serta dapat menjadi referensi bagi pelaksana proyek maupun Penelitian selanjutnya. Kata kunci: pile cap, tie beam, kolom, metode pelaksanaan, fondasi, konstruksi gedung
Co-Authors A. K. T. Dundu, A. K. T. Adrian Philip Marthinus, Adrian Philip Afanda, Delia Monica Agryanto P. Parinding Amanda T. Sanaky, Amanda T. Angeline Shanty Kembuan, Angeline Shanty Ariestides K. T. Dundu Asnuddin, Setyadi Asrini Novita Rompas Bawimbang, Rebertha M. Bermula, Kerby Bonny F. Sompie Bryan Alfons Willyam Sepang Candy Happy Najoan, Candy Happy Charliston Pasaribu, Charliston Christie Pricilia Pelealu, Christie Pricilia Christine F. Areros D. R. O. Walangitan David Koleangan David M. Walean Dayoh, Agnesia I. Deane R. O. Walangitan, Deane R. O. Ezekiel R. M. Iwawo, Ezekiel R. M. Freyke Sangari Gawei, Apria Brita Pandohop Grace Priscillia Kamagi Grace Y Malingkas Gursal, Andi Arya P. Halik, Syahnaz Rabiatul M. Hamka Prasetia Mamonto, Hamka Prasetia Hary Wahono, Hary Huibert Tarore Inggried Limbong Ingkiriwang, Revo L. Inkiriwang, Revo L. Jantje B. Mangare Jantje Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Joel Daniel Paulus Tuelah Johan P. Rantung Juanita Indriaty Assa Juno E. Ch. Langi Kambu, Figolus S. Kumendong, William Melkisedek Lagonda, Agnese Therese Langgeroni, Reni Langkun, Christy N. V. Lelo Sintani Lendra Lendra Limpele, Millythia C. Majid, Nurul F. Malingkas, Grace Yoyce Maramis, Irfano L. Marisca Imaculata Firani Mentang Marlon Hendri Thomas Wior, Marlon Hendri Thomas Martrisia E. Runtukahu Massie, Frensy Yuliani Mawira, Marcelino Kenvin Michael Kareth Mochtar Sibi Mongan, Aditya Imanuel Moningka, Agnes K. Onibala, Milka Patris Christa Paath, Patris Christa Pelealu, Galuh D. W. Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pingkan Pratasis Polii, Rovel Brando Pontoh, Michell J. Primalie, Yonathan T. Raldo Septian Victor Kaligis Rambi, Alter F. R. Ratag, Kezia Aprilia Rivi K. Lantang Rivo H. L. Politon Robert J. M. Mandagi Rotinsulu, Finny N. C. Rumengan, Bella A. Rumere, Elroy Y. A. Sandi Pawiro, Sandi Situmorang, Benhart E. Stefi Priescha Tauro Steven Fredrik Josef Manopo Sukarta, Kristin G. N The, Londy Herianto Thresia Deisy Rawis, Thresia Deisy Tisano Tj. Arsjad Try A. P. J. Mokosuli Tuange, Mario Bonifasius Tumiwa, Joshua Marcellino Tunas, Fransisko Turalaki, Sylvester S. Vinky Viktor Supit Virginia M. Sorongan Wanta, Isty M. Wiwie Yuliati Tumembow, Wiwie Yuliati Yellih Kristti Wongkar, Yellih Kristti