Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano-Kembes-Manado Seksi 2 Virginia M. Sorongan; Ariestides K. T. Dundu; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi memiliki rangkaian kegiatan atau pekerjaan yang rumit dan saling bergantung satu sama lain. Pelaksanaan proyek konstruksi dimulai dari perencanaan, sampai pada pelaksanaan bagaimana penjadwalan, mengendalikan dan mengontrol proyek dengan baik. Penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) memberikan gambaran network yang lebih sederhana dari CPM dan dapat mengerjakan sebuah pekerjaan tanpa menunggu kegiatan pendahulunya selesai 100%. Seiring dengan berjalannya waktu pembuatan penjadwalan mulai menggunakan perangkat lunak (Software) mulai dari Microsoft excel, Microsoft project dan lain sebagainya. Pada penelitian tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak (software) Microsoft Project dalam penjadwalan PDM. Konsep cadangan waktu merupakan konsep yang mengatur kurun waktu proyek yang belum diperuntukkan (uncommitted) bagi kegiatan tertentu, sehingga dapat dipakai untuk memecahkan masalah proyek dalam aspek jadwal. Konsep cadangan waktu juga disajikan dan dianalisis dengan menggunakan jaringan kerja PDM. Pada proyek Peningkatan Ruas Jalan Tonadano – Kembes – Manado seksi 2 ini tidak mengalami keterlambatan dalam jadwal pelaksanaanya. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunakan diagram preseden pada Microsoft project akan lebih sederhana dan mudah dipahami. Analisa konsep cadangan waktu dilakukan pada situasi awal proyek, dapat berguna sebagai acuan dalam pengendalian jadwal proyek. Hasil penelitian menunjukkan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah positif (+) 11 hari, dan nilai cadangan waktu pada minggu terakhir pelaksanaan pekerjaan masih bernilai positif (+) 11 hari karena tidak terjadi keterlambatan dalam proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano – Kembes – Manado seksi 2 ini. Kata kunci  –  Precedence Diagram Method, cadangan waktu, Microsoft Project
Analisis Penggunaan Tenaga Kerja Dan Material Pada Proyek Konstruksi Gedung Sekolah (Studi Kasus Bangunan Kelas SMP Negeri 1 Tomohon) Rivo H. L. Politon; Pingkan A. K. Pratasis; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek kontruksi, suatu perencanaan dalam hal waktu danbiaya sangat diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan kontruksi. Baik ataupun buruknya suatu perencanaan proyek kontruksi sangat berpengaruh pada pelaksanaan proyek kontruksi dilapangan. Perencanaan proyek kontruksi berfungsi sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan proyek dilapangan agar memudahkan dalam pengawasan dan pengaturan tenaga kerja dilapangan, khususnya dalam hal pengawasan tenaga kerja, dan pengadaan material di proyek. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya produktivitas pekerjaan adalahjumlah tenaga kerja, namun jumlah tenaga kerja perharinya perlu dibatasi berdasarkankuantitas pekerjaan dan ongkos pekerjaan proyek tersebut. Dengan demikian estimasiongkos pekerjaan perlu diketahui dari jumlah tenaga kerja yang mengerjakan suatu pekerjaan. Perhitungan estimasi material juga diperlukan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif. Penelitian dilakukan dengan mencari studi literatur kemudian melakukan pengamatan di lapangan, dan menggunakan data sekunder berupa gambar kerja berdasarkan survey dilapangan, dimana hal yang diamati adalah ukuran dan volume. Dari data tersebut dapat dihitung produktivitas pekerjaan per hari dan biaya material setiap pekerjaan, sehingga didapatkan hasil analisis setiap pekerjaannya. Berdasarkan perhitungan dari hasil penelitian, dengan menggunakan koefisientenaga kerja pada metode SNI didapatkan jumlah total tenaga kerja sebesar 450 Orang dengan biaya Rp. 320.929.504,08., dan jumlah keseluruhan biaya kebutuhan material sebesar Rp. 484.909.560,70., dengan rencana durasi waktu pekerjaan 144 hari. Kata kunci - RAB, Metode SNI, tenaga kerja, material, penjadwalan proyek
Evaluasi Sisa Material Konstruksi Menggunakan Metode Pareto Dan Fishbone Diagram Pada Proyek Pembangunan Rumah Tipe 72/125 Di Perumahan Sawangan Permai Try A. P. J. Mokosuli; Jantje Mangare; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisa material konstruksi merupakan bagian material yang tidak menjadi komponen dari bangunan dikarena tidak terpakai dalam pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis material yang memiliki volume dan biaya sisa material yang besar/paling dominan, serta faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya sisa material pada proyek. Sampel penelitian adalah consumable material pada proyek pembangunan rumah tipe 72/125 di perumahan Sawangan Permai. Metode yang digunakan dalam menganalisis dan menentukan jenis material yang memiliki biaya sisa material yang besar/paling dominan adalah Metode Pareto. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor penyebab timbulnya sisa material adalah Metode Fishbone Diagram. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode pareto didapat lima material dominan yaitu besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, semen dan baja ringan dengan total biaya sisa dari kelima material tersebut sebesar Rp29,907,471.85. Berdasarkan analisis menggunakan Fishbone Diagram, faktor- faktor penyebab terjadinya sisa material pada besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, dan baja ringan yakni dikarenakan kurangnya pengalaman kerja pekerja sehingga terjadi kesalahan pada pemotongan , ada juga keramik yang diterima pekerja dalam keadaan pecah dikarenakan dalam proses pengiriman dalam keadaan terbungkus kardus, terdapat juga bata merah yang diterima pekerja belum dalam keadaan keras, dan untuk material semen, semen mengeras sebelum digunakan. Kata kunci: sisa material konstruksi, pareto, fishbone diagram
Perancangan Dan Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Container Yard Mile 66 Di PT. Freeport Indonesia David Koleangan; Pingkan A. K. Pratasis; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54088

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk merancang desain Container Yard di Mile 66 PT. Freeport Indonesia dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional serta mengoptimalkan pengelolaan logistik dan distribusi. Metodologi penelitian melibatkan studi literatur tentang prinsip-prinsip desain Container Yard yang efektif, analisis terhadap infrastruktur yang ada, dan survei lapangan untuk mengumpulkan data tentang kebutuhan operasional. Dalam proses perancangan, perhatian utama diberikan kepada layout, kapasitas, dan sistem manajemen yang tepat untuk mengelola aliran kontainer. Hasil penelitian ini mencakup rekomendasi desain yang mencakup tata letak yang optimal, infrastruktur pendukung seperti jalur akses, ruang parkir, dan peralatan pemindahan kontainer. Selain itu, solusi manajemen yang efisien juga diajukan, termasuk sistem pengelolaan stok, perencanaan pengiriman, dan pemeliharaan fasilitas. Diharapkan bahwa implementasi desain yang diusulkan akan membantu PT. Freeport Indonesia meningkatkan efisiensi operasional mereka dalam manajemen kontainer, mengurangi biaya, dan mempercepat aliran logistik mereka. Skripsi ini memberikan pandangan yang mendalam tentang pentingnya desain dan Rencana Anggaran Biaya yang tepat dalam operasi Container Yard di lingkungan industri yang kompetitif dan menghasilkan kesimpulan total dari Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp. 1,442,826,895.00. Kata kunci: desain, Rencana Anggaran Biaya, container yard
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Preservasi Ruas Jalan Sam Ratulangi Manado Wanta, Isty M.; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.58915

Abstract

Dalam konteks preservasi jalan, metode pelaksanaan merujuk pada teknik tahapan pelaksanaan atau pendekatan yang dipilih untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada jalan. Pekerjaan preservasi jalan dapat dilakukan dengan efisien dan efektif sesuai dengan metode pelaksanaan, sehingga memperpanjang umur pakai jalan dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini berlokasi di Manado pada ruas jalan Sam Ratulangi, rahabilitasi minor pekerjaan overlay. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, data primer yaitu pengumpulan data secara langsung lewat dokumentasi pada pelaksanaan pekerjaan dan data sekunder berupa jurnal, buku pdf, artikel-artikel dan website. Rehab minor merupakan tindakan penanganan serta pencegahan yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jalan yang tidak terlalu parah. Aspal overlay adalah proses penambahan lapisan aspal baru pada permukaan jalan yang sudah ada (aspal lama). Lapisan ini memiliki ketebalan 4 cm. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada pelaksanaan rehabilitasi minor pekerjaan overlay penghamparan AC-WC menggunakan alat asphalt finisher dan pemadatan aspal dilakukan sebanyak 2 tahap yang pertama menggunakan alat tandem roller dengan berat alat 8 - 10 ton dan yang kedua menggunakan alat tire roller dengan berat alat 8.5 ton. Dan untuk mengetahui suhu aspal dilakukan pengecekan menggunakan alat termometer dengan suhu aspal terhampar pada suhu 130 - 150 °C, suhu pemadatan pertama yaitu 125 - 145 °C dan suhu pemadatan akhir 100 - 125 °C. Kata kunci: preservasi jalan, metode pelaksanaan, rehabilitasi minor, overlay
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Pondasi Bored Pile Pada Proyek Pembangunan Gedung Radioterapi ODSK Provinsi Sulawesi utara Limpele, Millythia C.; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60001

Abstract

Pembangunan gedung radioterapi ODSK di Sulawesi Utara memerlukan stabilitas tinggi untuk menghindari getaran yang dapat mengganggu proses terapi. Penggunaan pondasi bored pile dipilih karena kemampuannya dalam menahan beban besar dan meminimalkan getaran selama konstruksi karena lokasi proyek berada dalam pemukiman padat penduduk serta akses ke lokasi proyek terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pelaksanaan pekerjaan pondasi bored pile pada proyek tersebut. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan langsung dengan mengamati dan mendokumentasikan setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan pondasi, mulai dari persiapan lokasi hingga pengecoran. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang prosedur pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan pondasi bored pile pada proyek ini menggunakan metode kering dengan alat Rotary Drilling Rig yang sesuai standar operasional prosedur PT. Nikita Waya Matuari Sakti. Metode ini dipilih karena kondisi tanah yang dominan berbatu dan tidak berlumpur, dengan tahapan meliputi survei titik, pengeboran hingga kedalaman 15 meter, pemasangan tulangan D16 untuk tulangan utama dan D10 untuk spiral, serta pengecoran menggunakan beton K-300 dengan nilai slump 18±2 cm melalui pipe tremie. Kata kunci: metode pelaksanaan, bored pile, metode kering
Edukasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Konstruksi Bangunan Rumah Ibadah di Minahasa Marthinus, Adrian Philip; Malingkas, Grace Yoyce; Tjakra, Jermias
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i1.136

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Prioritas Ketenagakerjaan SDI, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 162.327 kasus dari Januari hingga Mei 2024. Tingginya angka kecelakaan kerja sebagian besar disebabkan oleh kelemahan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan tidak dilakukan peningkatan berkelanjutan (continual improvement). Tujuan: PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai penerapan K3 dalam proyek konstruksi, khususnya pada proyek pembangunan rumah ibadah di Minahasa. Metode: PKM menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. PKM dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2024 di area direksi kitt. Hasil: Hasil PKM edukasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja meningkat sebanyak 96,5% (Post Test) dari 86% (Pre Test). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan peserta menyadari pentingnya menerapkan K3 saat melakukan pekerjaan.
KAJIAN PENERAPAN HEALTH, SAFETY, SECURITY AND ENVIRONMENT (HSSE) MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS ISO PADA PT. PELINDO IV (PERSERO) TERMINAL PETIKEMAL BITUNG: Study of the Implementation of the ISO-Based Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Management System at PT. PELINDO IV (Persero) Bitung Container Terminal Marthinus, Adrian Philip; Tjakra, Jermias; Malingkas, Grace Yoyce
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n2.p177-182

Abstract

The implementation of the ISO-based Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Management System has become a critical demand in the industrial world to ensure safety, occupational health, security, and environmental protection in the workplace. At PT. Pelindo IV (Persero) Terminal Petikemas Bitung, as one of the main ports in Eastern Indonesia, the ISO-based HSSE Management System is crucial in addressing high work risks, especially with the intensive use of heavy equipment, a large workforce, and high material volume. This research aims to assess the implementation of the ISO-based Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Management System at PT. Pelindo IV (Persero) Terminal Petikemas Bitung. The study was conducted using a survey method through questionnaires and interviews, with the results processed into frequency distribution tables. The research concluded that the assessment of the ISO-based HSSE Management System implementation at PT. Pelindo IV (Persero) Terminal Petikemas Bitung was categorized as “good” in Leadership and Worker Participation, “good” in Planning, “good” in Support and Operation, “good” in Performance Evaluation, and “good” in Continual Improvement.
Penerapan Critical Path Method Dalam Pengelolaan Waktu Pada Proyek Rekonstruksi Jalan Lahendong (1) Moningka, Agnes K.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60580

Abstract

Pada suatu proyek konstruksi ketepatan waktu penyelesaian proyek menjadi aspek penting yang memengaruhi tercapainya target pembangunan. Suatu proyek dikatakan baik jika penyelesaian proyek tersebut efisien ditinjau dari segi waktu. Manajemen waktu suatu proyek harus diperhatikan agar tidak menyimpang dari waktu yang sudah direncanakan dari Network Planning. Penelitian ini menerapkan Critical Path Method (CPM) dalam mengevaluasi manajemen waktu proyek.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CPM dalam pengelolaan waktu proyek rekonstruksi Jalan Lahendong (1) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang memiliki durasi pelaksanaan selama 180 hari kalender. Untuk mengidentiikasi pekerjaan dan jalur kritis proyek berdasarkan waktu perencanaan pada kurva s dan aktual yang terjadi di lapangan dari laporan mingguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan durasi perencanaan proyek, lintasan kritis mencakup pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Pembersihan dan Pengupasan Lahan, Penyiapan Badan Jalan, Timbunan Pilihan dari sumber galian, Lapis Pondasi Agregat A, Lapis Pondasi Agregat B, Lapis Aus (AC-WC), dan Lapis Perekat Aspal Cair/Emulsi. Berdasarkan laporan mingguan proyek, lintasan kritis juga meliputi pekerjaan Mobilisasi, Galian Biasa, Lapis Pondasi Agregat Kelas B, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Laston Lapis Aus (AC-WC), Beton fc’15 Mpa, dan Marka Jalan Termoplastik. Total durasi proyek tetap konsisten yaitu 180 hari kalender, Perbedaan ini menunjukkan adanya penyesuaian dalam pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana awal, yang menjadi perhatian penting dalam evaluasi pengelolaan waktu proyek. Penerapan CPM dalam proyek ini memberikan gambaran yang lebih terukur terkait jalur kritis dan efektivitas manajemen waktu, serta dapat menjadi pedoman dalam pengelolaan proyek serupa di masa mendatang. Kata kunci: manajemen waktu, network planning, Critical Path Method, lintasan kritis
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Pembengkakan Biaya Pada Proyek Konstruksi Perumahan Dengan Metode Relative Importance Index Pontoh, Michell J.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60845

Abstract

Pembengkakan biaya pada proyek konstruksi merupakan permasalahan kompleks yang seringkali dihadapi oleh para pelaku industri konstruksi. Bukan hanya pemilik proyek yang dirugikan oleh hal ini, tetapi juga mengganggu proses kelancaran proyek dan bahkan dapat mengancam keberlangsungan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama apa saja yang berkontribusi terhadap pembengkakan biaya pada proyek konstruksi perumahan, juga faktor apa yang menjadi faktor dominan terhadap pembengkakan biaya. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut merupakan data primer yang akan diolah dengan bantuan software IBM SPSS 26. Penulis mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab terjadinya cost overrun menggunakan metode relative importance index (RII). Penelitian ini akan mengukur tingkat kepentingan relative dari berbagai faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab utama dalam pembengkakan biaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perencanaan seperti kurang memperhatikan faktor resiko di lokasi proyek merupakan faktor dominan yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya dengan nilai RII 0,8. Kata kunci: pembengkakan Biaya; Proyek Konstruksi Perumahan; Relative Importance Index
Co-Authors A. K. T. Dundu, A. K. T. Adrian Philip Marthinus, Adrian Philip Afanda, Delia Monica Agryanto P. Parinding Amanda T. Sanaky, Amanda T. Angeline Shanty Kembuan, Angeline Shanty Ariestides K. T. Dundu Asnuddin, Setyadi Asrini Novita Rompas Bawimbang, Rebertha M. Bermula, Kerby Bonny F. Sompie Bryan Alfons Willyam Sepang Candy Happy Najoan, Candy Happy Charliston Pasaribu, Charliston Christie Pricilia Pelealu, Christie Pricilia Christine F. Areros D. R. O. Walangitan David Koleangan David M. Walean Deane R. O. Walangitan, Deane R. O. Ezekiel R. M. Iwawo, Ezekiel R. M. Freyke Sangari Gawei, Apria Brita Pandohop Grace Priscillia Kamagi Grace Y Malingkas Gursal, Andi Arya P. Halik, Syahnaz Rabiatul M. Hamka Prasetia Mamonto, Hamka Prasetia Hary Wahono, Hary Huibert Tarore Inggried Limbong Ingkiriwang, Revo L. Inkiriwang, Revo L. Jantje B. Mangare Jantje Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Joel Daniel Paulus Tuelah Johan P. Rantung Juanita Indriaty Assa Juno E. Ch. Langi Kambu, Figolus S. Kumendong, William Melkisedek Lagonda, Agnese Therese Langgeroni, Reni Langkun, Christy N. V. Lelo Sintani Lendra Lendra Limpele, Millythia C. Malingkas, Grace Yoyce Maramis, Irfano L. Marisca Imaculata Firani Mentang Marlon Hendri Thomas Wior, Marlon Hendri Thomas Martrisia E. Runtukahu Massie, Frensy Yuliani Mawira, Marcelino Kenvin Michael Kareth Mochtar Sibi Mongan, Aditya Imanuel Moningka, Agnes K. Onibala, Milka Patris Christa Paath, Patris Christa Pelealu, Galuh D. W. Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pingkan Pratasis Polii, Rovel Brando Pontoh, Michell J. Raldo Septian Victor Kaligis Rambi, Alter F. R. Ratag, Kezia Aprilia Rivi K. Lantang Rivo H. L. Politon Robert J. M. Mandagi Rotinsulu, Finny N. C. Rumengan, Bella A. Rumere, Elroy Y. A. Sandi Pawiro, Sandi Situmorang, Benhart E. Stefi Priescha Tauro Steven Fredrik Josef Manopo Sukarta, Kristin G. N The, Londy Herianto Thresia Deisy Rawis, Thresia Deisy Tisano Tj. Arsjad Try A. P. J. Mokosuli Tuange, Mario Bonifasius Tumiwa, Joshua Marcellino Tunas, Fransisko Turalaki, Sylvester S. Vinky Viktor Supit Virginia M. Sorongan Wanta, Isty M. Wiwie Yuliati Tumembow, Wiwie Yuliati Yellih Kristti Wongkar, Yellih Kristti