Claim Missing Document
Check
Articles

Penjadwalan Waktu Proyek Pembangunan Puskesmas Kakaskasen, Tomohon Dengan Menggunakan Metode PERT (Program Evaluation and Review Technique) Langkun, Christy N. V.; Mangare, Jantje B.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60957

Abstract

Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek konstruksi bergantung pada perencanaan dan manajemen yang efektif untuk mencegah keterlambatan akibat koordinasi yang kurang, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian. Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) membantu mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan potensi keterlambatan, meskipun penerapannya menghadapi kendala seperti ketidakpastian estimasi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada proyek Pembangunan Puskesmas Kakaskasen, Tomohon, metode PERT berhasil mengidentifikasi jalur kritis yang terdiri dari berbagai aktivitas, seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan bored pile, pekerjaan pile cap, pekerjaan sloof, pekerjaan kolom, pekerjaan balok, pekerjaan plat lantai, pekerjaan kolom lantai 2, pekerjaan ring balok, pekerjaan arsitektur lantai 1, pekerjaan arsitektur lantai 2, pekerjaan elektrikal dan plumbing, pekerjaan saluran, paving, dan kanstin, serta pekerjaan lainnya. Jalur kritis yang panjang menunjukkan tingkat sensitivitas proyek terhadap keterlambatan. Analisis PERT juga menunjukkan bahwa proyek memiliki deviasi standar sebesar 2,35, dan berdasarkan tabel distribusi normal, peluang penyelesaian proyek dalam 210 hari adalah 73,57%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT dapat digunakan secara efektif dalam perencanaan waktu proyek, namun diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan akurasi estimasi dan mitigasi risiko keterlambatan. Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan, program evaluation and review technique, jalur kritis, proyek konstruksi
Analisis Biaya Dan Material Pembangunan Rumah Tipe 70/105 Pada Perumahan Puri Kelapa Gading, Minahasa Utara Pelealu, Galuh D. W.; Tjakra, Jermias; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60974

Abstract

Proyek konstruksi merupakan serangkaian kegiatan yang memiliki waktu, sasaran, dan sumber daya tertentu, mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta pemeliharaan pasca pembangunan. Dalam proses ini, sumber daya proyek diolah menjadi suatu bentuk bangunan atau konstruksi. Rencana Anggaran Biaya (RAB) memberikan gambaran serta panduan mengenai perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam penyelesaian proyek. Salah satu komponen utama dalam penyusunan RAB adalah Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), yang digunakan untuk menghitung biaya per satuan pekerjaan. AHSP memiliki peran penting dalam menentukan total biaya proyek, terutama dalam hal penggunaan material, yang merupakan salah satu faktor terbesar dalam penyerapan anggaran proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total biaya proyek pembangunan rumah hunian tipe 70/105 serta mengidentifikasi jumlah dan jenis material yang digunakan dalam proses konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis harga satuan pekerjaan yang mencakup biaya upah, alat, dan bahan, serta analisis material menggunakan program Microsoft Excel guna memperoleh hasil yang lebih sistematis dan akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pembangunan rumah tipe 70/105 pada Perumahan Puri Kelapa Gading mencapai Rp. 462.594.000,00 dengan waktu pelaksanaan selama enam bulan. Selain itu, terdapat 67 jenis material yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Serta total kebutuhan material pokok secara keseluruhan: 1. Pasir Pasang = 19.46 m3; 2. Pasir Urug = 7.31 m3; 3. Kerikil Kali = 7.19 kg; 4. Batu Kali/Batu Belah = 5.33 m3; 5. Semen Conch (50 Kg) = 11,827.46 kg; 6. Semen Warna/Nat Keramik = 112.61 kg; 7. Bata Merah Lokal = 14,946.13 bh; 8. Beton Ready Mix K225 = 10.72 m3; 9. Beton Ready Mix K300 = 0.34 m3; 10. Besi Beton Polos = 3.20 kg; 11. Besi Wiremesh = 96.59 kg. Kata kunci: analisis biaya, material konstruksi, harga satuan pekerjaan, Perumahan Puri Kelapa Gading
The Assessment of Occupational Safety and Health Risk Management on Construction Projects During the Covid-19 Pandemic Lendra, Lendra; Gawei, Apria Brita Pandohop; Sintani, Lelo; Afanda, Delia Monica; Tjakra, Jermias
International Journal of Disaster Management Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : TDMRC, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/ijdm.v6i1.30811

Abstract

The Covid-19 pandemic has weakened various business sectors, including the construction services business. This research aims to identify OHS risks in building construction projects during the Covid-19 pandemic, provide an assessment and provide control solutions for these risks. The research method begins with identifying risk factors and distributing risk assessment questionnaires to thirty building construction companies. Then determine the risk rating with the Relative Importance Index (RII) and the risk category using the AS/NZS 4360:2004 standard. The risk control questionnaire was finally distributed to three selected respondents, including a director, a project manager, and an OHS manager, all of whom have at least an undergraduate degree. Based on the analysis, it is found that there is a similarity in the ranking of risk factors from the calculation of the RII value and the AS/NZS 4360:2004 standard, indicating that there is a positive and significant relationship between these two methods. The top three risk factors based on RII are: Covid-19 spread, falling from a height, and being electrocuted. Based on the AS/NZS 4360:2004 standard, these three factors are considered high and moderate risk, while the risk control solutions are: comply with and implement health protocols, use PPE, strong/sturdy scaffolding, install safety nets, arranging safe electrical lines, conduct socialization, and educate workers about Covid-19.
Penerapan Metode PERT Pada Proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama Primalie, Yonathan T.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66299

Abstract

Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek konstruksi bergantung pada perencanaan dan manajemen yang efektif untuk mencegah keterlambatan akibat koordinasi yang kurang, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian. Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) membantu mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan potensi keterlambatan, meskipun penerapannya menghadapi kendala seperti ketidakpastian estimasi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama, Manado, metode PERT berhasil mengidentifikasi jalur kritis yang terdiri dari berbagai aktivitas, seperti Pekerjaan Cor Pondasi Bor Pile (A1), Pekerjaan Cor Pondasi Poer Beton (B1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 1 (C1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 1 (D1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 1 (F1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 2 (G1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 2 (H1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 2 (I1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 2 (J1), Pekerjaan Cor Listplank 2 (L), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 3 (M1), Pekerjaan Cor Kolom Lantai 3 (N1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 3 (O1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 3 (P1), Pekerjaan Cor Lantai Tangga 3 (Q1), Pekerjaan Cor ListPlank 3 (R). Jalur kritis yang panjang menunjukkan tingkat sensitivitas proyek terhadap keterlambatan. Analisis PERT juga menunjukkan bahwa proyek memiliki deviasi standar sebesar 0.76, dan berdasarkan tabel distribusi normal, peluang penyelesaian proyek dalam 280 hari adalah 77.64%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT dapat digunakan secara efektif dalam perencanaan waktu proyek, namun diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan akurasi estimasi dan mitigasi risiko keterlambatan. Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan, Program Evaluation and Review Technique, jalur kritis, proyek konstruksi
Perencanaan Pengadaan Material Struktur Atas Bangunan Pada Proyek Pembangunan Gedung Cable Landing Station Bifrost Di Manado Dayoh, Agnesia I.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66359

Abstract

Struktur atas bangunan merupakan bagian penting yang berfungsi menahan dan menyalurkan beban bangunan, sehingga memerlukan perencanaan pengadaan material yang tepat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan efektif dan efisien. Fokus penelitian ini dibatasi pada perhitungan kebutuhan material semen sebagai bahan utama penyusun beton bertulang pada elemen struktur atas, meliputi kolom, balok, dan pelat lantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pengumpulan data primer berupa observasi lapangan serta data sekunder berupa gambar kerja struktur, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), dan kurva S proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan material semen untuk pekerjaan struktur atas sebesar 200.856 kg atau setara dengan 4.017 sak semen yang diperoleh dari perhitungan volume beton seluruh elemen struktur atas dengan mutu beton K-350, di mana kebutuhan terbesar berasal dari pekerjaan pelat lantai dan balok struktur, sedangkan kebutuhan terkecil berasal dari elemen balok sekunder. Berdasarkan kurva S proyek, pekerjaan struktur atas dilaksanakan pada minggu ke-11 hingga minggu ke-21 sehingga pengadaan material semen direncanakan secara bertahap sesuai bobot pekerjaan mingguan, dengan kebutuhan tertinggi terjadi pada saat pelaksanaan pekerjaan struktur lantai atas dan atap. Perencanaan pengadaan material semen yang terintegrasi dengan kurva S proyek ini terbukti mampu mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan struktur atas, mengurangi risiko keterlambatan pekerjaan, serta meminimalkan pemborosan material di lapangan. Kata kunci: pengadaan material, struktur atas, kebutuhan semen, kurva S, proyek konstruksi
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap, Tie Beam Dan Kolom Pada Proyek Pembangunan Gedung Kanker Terpadu RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado Majid, Nurul F.; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66640

Abstract

Pembangunan Gedung Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado membutuhkan pelaksanaan konstruksi struktur bawah dan struktur atas yang mengikuti standar mutu dan prosedur teknis. Elemen utama seperti pile cap, tie beam, dan kolom merupakan bagian penting dari struktur bangunan yang berfungsi menyalurkan beban dari superstruktur ke fondasi secara aman dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pelaksanaan pekerjaan pile cap, tie beam, dan kolom di lapangan, menganalisis metode pelaksanaan kesesuaiannya dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta mengidentifikasi kendala yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Metode penlitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi proyek, wawancara teknis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan pile cap, tie beam, dan kolom telah mengikuti tahapan yang sesuai stanndar, meliputi pekerjaan persiapan, galian, lantai kerja, pembesian, bekisting, pengecoran, serta pengendalian mutu beton. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti kondisi tanah yang jenuh air, keterbatasan ruang kerja di area basement, dan faktor cuaca yang mempengaruhi proses pegecoran. Kendala tersebut dapat diatasi melalui peningkatan dewatering, pennyesuaian jadwal kerja, dan koordinasi yang lebih optimal antar tim pelaksana. Penelitian ini memberikan Gambaran nyata proses pelaksanaan struktur pada proyek bangunan Gedung, serta dapat menjadi referensi bagi pelaksana proyek maupun Penelitian selanjutnya. Kata kunci: pile cap, tie beam, kolom, metode pelaksanaan, fondasi, konstruksi gedung
Analisis Penjadwalan Proyek Konstruksi Menggunakan Metode PERT Pada Proyek Pembangunan Gedung SD Katolik 10 St. Theresia Manado Mangindaan, Sheren H.; Tjakra, Jermias; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66959

Abstract

Pesatnya perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia menuntut penerapan sistem penjadwalan proyek yang efektif dan realistis agar taget waktu pelaksanaan dapat tercapai secara optimal. Namun, pelaksanaan proyek konstruksi sering menghadapi ketidakpastian akibat variasi kondisi lapangan, keterbatasan sumber daya, serta faktor lingkungan yang memengaruhi durasi pekerjaan sehingga penjadwalan deterministik sering kali kurang mampu menggambarkan durasi pelaksanaan secara realistis. Oleh karena itu, metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan sebagai pendekatan penjadwalan probabilistik dengan tiga estimasi waktu, yaitu optimis, pesimis, dan paling mungkin untuk menentukan waktu harapan setiap aktivitas. Analisis dilakukan melalui penyusunan network planning, identifikasi lintasan kritis, serta perhitungan varians dan deviasi standar untuk mengevaluasi risiko keterlambatan proyek. Hasil penelitian pada proyek pembangunan Gedung SD Katolik 10 St. Theresia Manado menunjukkan durasi penyelesaian proyek sebesar 34,19 minggu dengan peluang penyelesaian sesuai target waktu sebesar 63,68%, yang termasuk kategori probabilitas sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa metode PERT mampu memberikan estimasi durasi proyek yang lebih realistis serta menjadi dasar yang kuat dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi. Kata kunci: metode PERT, network planning, penjadwalan proyek, jalur kritis, probabilitas
Analisis Sisa Material Konstruksi Menggunakan Metode Pareto Dan Fishbone Diagram Pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Hermana Lembean Kurniawan, Dedi; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67122

Abstract

Material merupakan komponen utama dalam pekerjaan konstruksi karena berperan sebagai penyusun struktur bangunan sekaligus memengaruhi besarnya anggaran biaya proyek. Ketersediaan dan pengelolaan material yang kurang tepat dapat menimbulkan sisa material konstruksi, yaitu material yang tidak terpakai dan tidak menjadi bagian dari bangunan. Permasalahan ini menjadi isu penting dalam industri konstruksi karena berdampak pada pemborosan biaya, efisiensi pekerjaan, dan keberhasilan proyek secara keseluruhan. Dalam setiap pelaksanaan proyek konstruksi, kemunculan sisa material sulit dihindari. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap sisa material untuk mengetahui jenis material yang paling dominan menyumbang sisa serta faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan rumah sakit umum hermana lembean dengan fokus pada consumable material. Metode Pareto digunakan untuk mengidentifikasi material dengan volume sisa paling dominan, sedangkan Fishbone Diagram digunakan untuk menganalisis penyebab terjadinya sisa material. Hasil identifikasi dengan menggunakan metode Pareto, terdapat 4 jenis material yang memiliki volume sisa dominan, yaitu besi tulangan sebesar 53,21%, keramik dinding 60 x 60 sebesar 11,38%, bata ringan sebesar 8,49%, serta keramik lantai 60 x 60 sebesar 7,49%, dengan percent cumulative sebesar 80,57% dari total waste. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Fishbone Diagram, faktor-faktor penyebab terjadinya sisa material konstruksi pada jenis material yang memiliki volume sisa dominan yakni besi tulangan, keramik, dan bata ringan disebabkan oleh potongan material yang terlalu pendek sehingga tidak dapat digunakan kembali akibat penyesuaian dimensi serta kesalahan pemotongan di lapangan. Selain itu, penyesuaian motif keramik, kerusakan material selama proses pengiriman dan penanganan di proyek, serta ketidaktepatan dalam estimasi kebutuhan material menyebabkan terjadinya sisa material konstruksi. Kata kunci: sisa material, Metode Pareto, Fishbone Diagram
Co-Authors A. K. T. Dundu, A. K. T. Adrian Philip Marthinus, Adrian Philip Afanda, Delia Monica Agryanto P. Parinding Amanda T. Sanaky, Amanda T. Angeline Shanty Kembuan, Angeline Shanty Ariestides K. T. Dundu Asnuddin, Setyadi Asrini Novita Rompas Bawimbang, Rebertha M. Bermula, Kerby Bonny F. Sompie Bryan Alfons Willyam Sepang Candy Happy Najoan, Candy Happy Charliston Pasaribu, Charliston Christie Pricilia Pelealu, Christie Pricilia Christine F. Areros D. R. O. Walangitan David Koleangan David M. Walean Dayoh, Agnesia I. Deane R. O. Walangitan, Deane R. O. Dedi Kurniawan Ezekiel R. M. Iwawo, Ezekiel R. M. Freyke Sangari Gawei, Apria Brita Pandohop Grace Priscillia Kamagi Grace Y Malingkas Gursal, Andi Arya P. Halik, Syahnaz Rabiatul M. Hamka Prasetia Mamonto, Hamka Prasetia Hary Wahono, Hary Huibert Tarore Inggried Limbong Ingkiriwang, Revo L. Inkiriwang, Revo L. Jantje B. Mangare Jantje Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Joel Daniel Paulus Tuelah Johan P. Rantung Juanita Indriaty Assa Juno E. Ch. Langi Kambu, Figolus S. Kumendong, William Melkisedek Lagonda, Agnese Therese Langgeroni, Reni Langkun, Christy N. V. Lelo Sintani Lendra Lendra Limpele, Millythia C. Majid, Nurul F. Malingkas, Grace Yoyce Mangindaan, Sheren H. Maramis, Irfano L. Marisca Imaculata Firani Mentang Marlon Hendri Thomas Wior, Marlon Hendri Thomas Martrisia E. Runtukahu Massie, Frensy Yuliani Mawira, Marcelino Kenvin Michael Kareth Mochtar Sibi Mongan, Aditya Imanuel Moningka, Agnes K. Onibala, Milka Patris Christa Paath, Patris Christa Pelealu, Galuh D. W. Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pingkan Pratasis Polii, Rovel Brando Pontoh, Michell J. Primalie, Yonathan T. Raldo Septian Victor Kaligis Rambi, Alter F. R. Ratag, Kezia Aprilia Rivi K. Lantang Rivo H. L. Politon Robert J. M. Mandagi Rotinsulu, Finny N. C. Rumengan, Bella A. Rumere, Elroy Y. A. Sandi Pawiro, Sandi Situmorang, Benhart E. Stefi Priescha Tauro Steven Fredrik Josef Manopo Sukarta, Kristin G. N Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Thresia Deisy Rawis, Thresia Deisy Tisano Tj. Arsjad Try A. P. J. Mokosuli Tuange, Mario Bonifasius Tumiwa, Joshua Marcellino Tunas, Fransisko Turalaki, Sylvester S. Vinky Viktor Supit Virginia M. Sorongan Wanta, Isty M. Wiwie Yuliati Tumembow, Wiwie Yuliati Yellih Kristti Wongkar, Yellih Kristti