Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Studi Eksprerimental Pengaruh Penambahan Limbah Karet terhadap Kuat Tekan Beton Kahfi Al Fajri Muis; Asri Yuda Trinanda; Rita Nasmirayanti
Civil Engineering Collaboration Vol. 6 (2021) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v6i1.19

Abstract

Building strength that is not up to standard can even be a very bad thing for building users where if the strength is not sufficient then the building will collapse and even collapse if something happens, such as an earthquake and other things. Therefore, this journal aims to mix the strength of concrete with the planning standard which is the Indonesian Nasyonal Standard (SNI), and also this report is a concrete mixing that aims to help the surrounding environment regarding crumb rubber waste, can this waste be used for concrete mixes which aims to reduce the use of coarse aggregate and can increase the compressive strength of concrete, the increasing need for the use of concrete materials, is directly proportional to the increase in the basic needs of concrete constituents which are generally sourced from nature. This research was conducted at the construction materials laboratory of the Putra Indonesia University campus "YPTK" Padang, this research is a concrete mix design used is 1%, 2.5%, 5%, 10%, and in this mix planning aims to reduce the use of coarse aggregate , and the design of this concrete has a concrete treatment time with a span of 3, 7, 21, 28 days, from the results of concrete design which is more focused on the maximum concrete strength time is 28 days, the compressive strength of concrete without mixture is 19.52 Mpa and concrete with 1% concrete mixture is 21.03 Mpa, 2.5% is 13.29 Mpa, 5% is 14.52 Mpa, and 10% is 12.86 Mpa. With a sample cylinder size of 150x300 mm, from the results of this study, we can see that mixing concrete with crumb rubber waste can increase the compressive strength of concrete, but if mixing concrete with too much crumb rubber can cause the concrete to become weak and even unfit.
Pengaruh Limbah Beton sebagai Pengganti Agregat Kasar terhadap Kuat Tekan Beton Maulana Ishaq; Rita Nasmirayanti; Asri Yuda Trinanda
Civil Engineering Collaboration Vol. 6 (2021) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v6i2.21

Abstract

Concrete is the main material factor in a construction project field that is often used, because concrete has a high compressive strength value so it is very useful for structural buildings to withstand axial forces or compressive forces on the building itself where the structure can be used. for the long term. However, along with the increase in construction development in Indonesia, it has a negative impact on the environment around the construction site because with the rampant construction of this building it will trigger environmental pollution due to the remaining concrete waste from the construction project. On this basis, it encourages the author to conduct research by utilizing waste concrete as a substitute for coarse aggregate for the compressive strength of concrete, by reusing the concrete waste will increase the life of the material from the waste itself. In this study, the materials used were tested first, such as; cement density, silt content, water content, specific gravity absorption, wear testing and sieve analysis on aggregates. Then for the concrete mixture using concrete waste with variations of 0%, 25%, 50%, 75% and 100% of the total weight of coarse aggregate. In this study, the compressive strength at the age of 21 days with a mixture of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% concrete had a compressive strength of 200.92 kg/cm2, 188.83 kg/cm2, 206, respectively. 96 kg/cm2, 177.50 kg/cm2, and 179.01 kg/cm2. Then experienced an average shrinkage of 9.53 kg/cm2 at the age of 28 days. The optimum compressive strength is at 50% mixed variation, with a value of 206.96 kg/cm2 because it has an increase of 3% higher than normal concrete compressive strength with a mixing ratio of 1:2.5:3.5 and a slump value of ±13.25 cm and the dry weight of the concrete is 7.69 kg.
TINJAUAN DAYA DUKUNG PONDASI SUMURAN PADA GEDUNG-X DI KOTA BUKITTINGGI Asri Yuda Trinanda
JURNAL RIVET Vol 1 No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.41 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v1i01.237

Abstract

Suatu konstruksi terdiri dari struktur atas dan struktur bawah. Masing-masing elemen struktur berfungsi dalam menahan seluruh beban yang bekerja pada bangunan tersebut. Struktur bawah yang terdiri dari pondasi, menjadi tumpuan seluruh beban-beban yang bekerja di atas bangunan tersebut. Jenis pondasi yang digunakan tergantung pada pemilihan tipe struktur, beban yang bekerja dan jenis tanahnya. Salah satu jenis pondasi pada konstruksi adalah pondasi sumuran. Penelitian ini akan menganalisis tentang kapasitas dari pondasi sumuran pada proyek pembangunan gedung X di Kota Bukittinggi. Dalam perhitungan kapasitas daya dukung pondasi menggunakan dua metode, yaitu metode Terzaghi dan metode Meyerhof. Perhitungan dilakukan terhadap satu tipe dimensi pondasi diameter 1,2 m dengan kedalaman tiga meter. Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap daya dukung pondasi, diperoleh daya dukung pondasi dengan metode Terzaghi sebesar 2524,3 kN. Sedangkan daya dukung yang diperoleh dengan metode Meyerhof adalah 1759,57. Adanya perbedaan nilai daya dukung ijin pada metode Terzaghi dan metode Meyerhof karena penambahan koefisien-koefisien pada metode tersebut. Pada metode Terzaghi memperhitungkan faktor bentuk pondasi. Sedangkan metode Meyerhof dipengaruhi oleh faktor kedalaman pondasi, faktor bentuk pondasi, dan faktor kemiringan beban.
PERSEPSI MAHASISWA TEKNIK SIPIL UPI “YPTK” PADANG YANG MENGGUNAKAN ANGKUTAN UMUM KOTA MENUJU KAMPUS Nadra Arsyad; Asri Yuda Trinanda; Jihan Melasari
JURNAL RIVET Vol 2 No 01 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.034 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v2i01.492

Abstract

Berkembangannya teknologi dimasa sekarang ini, ternyata mendatangkan dampak positif dan negatif ditengah masyarakat. Untuk dampak negatifnya yang dapat kita lihat adalah pada angkutan umum konvensional atau angkot. Dimana kita ketahui saat ini meningkatnya jumlah kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Diamping itu saat ini juga hadir angkutan umum online yang memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan kepada penggunnya.Tujuan penelitian : 1 Untuk mengetahui bagaimana keberadaan angkutan umum kota (Angkot) yang menuju kampus, 2. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa teknik sipil, fakultas teknik universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang terhadap keberdaan angkutan umum kota, 3. Tentang persepsi mahasiswa jurusan teknik sipil, fakultas teknik universitas putra indonesia “YPTK”Padang terhadap layanan angkutan umum kota (angkot) yang melewati kampus.Metode survey pengunpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar kuisioner online kepada mahasiswa pengguna angkutan umum kota (angkot) sebanyak 85 responden. Berdasarkan hasil survei bahwa mahasiswa pengguna angkutan umum terbanyak dengan jenis kelamin perempuan sebesar 57,4%. Dari 85 responden, hanya 51,8% responden yang menggunakan angkot > dari 2 kali. Untuk keterediaan layanan angkot dengan cepat dan tepat untuk menangani permasalahan sebesar 55,3%. Keramahan sopir angkot dalam memberikan pelayanan terhadap penumpang, sebesar 70,9 % yang menyatakan “Ya”. Responden yang menyatakan tidak nyaman saat berada atau menggunakan angkutan umum sebesar 71,8%. Responden yang menyatakan tidak aman menggunakan angkot sebesar 85,9%. Kesessuaian tarif yang diberikan angkot terhadap pengguna sebesar 72,9% resopnden menyatakan “Ya”. Waktu tunggu angkot ditempat pemberhetian respnden yang menyatakan tidak lama sebesar 61,2%.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RAB PEMBUATAN PRASARANA KOLAM PEMBESARAN IKAN LELE Nadra Arsyad; Afrilda Sari; Utami Dewi Arman; Asri Yuda Trinanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7705

Abstract

Solok Selatan memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan ikan air tawar seperti lele karena banyak lahan yang tersedia dan pengairan yang mencukupi. Masyarakat Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan belum mengenal teknik budidaya ikan lele yang efekttif dan efisien. Salah satunya seperti di kolam terpal tetapi masih mengandalkan teknikbudidaya ikan lele di kolam tanah. Masyarakat berfikiran menggunakan kolam lele yang terbuat dari terpal akan mengeluarkan biaya banyak. Maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan penyuluhan tentang penyusuanan anggaran biaya dengan tujuan memberikan wawasan pengetahuan dan keterampilan tentang penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembuatan prasarana kolam ikan lele kepada masyarakat Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan dan mensosialisasikan pembangunan ikan lele lebih hemat biaya masyarakat lebih bersemangat untuk berternak lele. Mertode pelaksanaan tahapan kegiatan yaitu tahap persiapan, tahap pelakasanaan, tahap pelaporan kegiatan. Dari hasil pendampingan penyusunan RAB pembauatan Prasarana Kolam lele untuk ukuran 4m x 6 m dengan biaya Rp. 3.240.000,-
Pengaruh Penerapan New Normal terhadap Kepuasan Penumpang Bus Trans Padang Rute Lubuk Buaya-Pasar Raya Nadra Arsyad; Afrilda Sari; Utami Dewi Arman; Asri Yuda Trinanda; Riky Syah Putra
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2023.V1001.019-25

Abstract

Kota Padang merupakan Ibukota dari Provinsi Sumatera Barat, dengan berbagai macam aktivitas yang dimiliki oleh penduduk kota Padang. Ketika diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terdapat sebagian moda transportasi darat yang tidak beroperasi dikarenakan peraturan pemerintah Sumatera Barat Nomor 20 Tahun 2020. Pada masa pandemi tersebut pemerintah Sumatera Barat mengeluarkan peraturan pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kharakteristik pengguna bus trans atau penumpang Padang dan mengetahui dampak penerapan new normal terhadap kepuasan penumpang bus Trans Padang yang ditinjau dari segi tingkat pelayanan dan fasilitas yang diberikan pengelola bus Trans Padang. Metode pengambilan data dilakukan dengan secara random sampling, dengan menyebarkan kuesioner berjumlah 100 kuesioner kepada penumpang bus Trans Padang. Dari hasil uji determinasi (R square) dapat diketahui kemampuan variabel independen penerapan peraturan new normal di bus Trans Padang sebesar 0,39. Maka dinyatakan bahwa penerapan peraturan new normal di bus Trans Padang, mempengaruhi kepuasan penumpang di era new normal sebesar 39% dan sisanya 61% dipengaruhi variabel lain. Kemudian dari hasil uji t ditemukan bahwa thitung >ttabel (8,030 >3,1) maka H0 ditolak secara statistik adalah signifikan, dan dari uji t nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05) berarti terdapat pengaruh yang erat antara penerapan peraturan new normal terhadap kepuasan penumpang bus Trans padang di era new normal.
FASILITASI PENDAMPINGAN BERSAMA TIM PEJUANG MUDA KABUPATEN SIJUNJUNG PROVINSI SUMATERA BARAT DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PETANI DAN FAKIR MISKIN MELALUI PROGRAM HILIRISASI PRODUKSI PADI Afrilda Sari; Utami Dewi Arman; Nadra Arsyad; Asri Yuda Trinanda; Kharisma Permatasari; Lili Leilany
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pendampingan kepada Tim Pejuang Muda melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) beserta mentor lokasi ini dapat dilanjutkan oleh mitra yang telah dilibatkan dalam segala tahap mulai dari tahap survey lapangan hinga pemasaran, yakni pihak Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Pihak Akademisi, Komunitas Pemuda Pecinta Alam (PPA), dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA). Apabila tujuan yang ingin dicapai oleh tim pengusung proyek sosial di Silokek sebagai nagari sasaran telah tercapai maka Silokek akan dijadikan sebagai Nagari Percontohan bagi daerah-daerah dengan kasus permasalahan serupa, sehingga selanjutnya pihak pengusung dalam hal ini tim pejuang muda mempersiapkan perencenaan pembagian jobdesk kepada mitra terkait terkhusus yang menjadi volunteer kegiatan, yakni sebagai tim controlling jarak dekat di Nagari Silokek sebagai Nagari Percontohan untuk tetap melanjutkan proses produksi dan memperluas pemasaran dengan tidak hanya berfokus pada E-Warung di Kabupaten Sijunjung, tetapi juga menjadi pemasok E-Warung di tiap Kabupaten di Sumatera Barat, dan melakukan pendampingan ke nagarinagari lain dengan mengikuti projek yang telah terlaksana di Nagari silokek dengan untuk memperluas cakupan pemberdayaan fakir miskin dan lansia dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat di daerah.
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang fachri; Deded Eka Sahputra; Asri Yuda Trinanda; Rafki Imani
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i2.61

Abstract

Penampang kolom adalah salah satu elemen penting dalam desain struktur beton bertulang. Berbagai bentuk penampang dapat digunakan, seperti persegi, persegi panjang, lingkaran, atau bentuk khusus lainnya. Setiap bentuk penampang memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal kekuatan, kekakuan, dan perilaku ketika terkena beban. dilakukan analisis komparatif terhadap beberapa variasi bentuk penampang kolom beton bertulang. Metode analisis dinamik dan Perangkat lunak analisis struktur digunakan untuk mensimulasikan perilaku struktur dengan berbagai bentuk penampang. Parameter seperti beban maksimum yang dapat ditahan, deformasi struktural, dan gaya dalam kolom dievaluasi dan dibandingkan. Hasil penelitian didapatkan nilai simpangan arah X paling kecil dengan rasio 9,08% dari  kolom persegi dan 0,84% terhadap kolom lingkaran Simpangan arah-Y nilai paling kecil terjadi pada struktur dengan kolom lingkaran dengan rasio 15,15% terhadap kolom persegi panjang dan 7,40% terhadap kolom persegi. Nilai gaya geser arah X pada kolom persegi memiliki rasio 5,07% terhadap kolom lingkaran dan 6,2% terhadap kolom persegi panjang. Nilai gaya geser arah Y pada kolom persegi panjang memiliki rasio 15,5% terhadap kolom lingkaran dan 6,8% terhadap kolom persegi. Gaya momen arah Y pada kolom persegi panjang memiliki rasio 12,76% terhadap kolom lingkaran dan 7,66% terhadap kolom persegi, pada gaya momen arah X kolom persegi memiliki rasio 6,52% terhadap kolom lingkaran dan 7,5% terhadap kolom persegi panjang
PENILAIAN RISIKO KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS ; GEDUNG DPRD KABUPATEN PASAMAN) Sari, Kharisma Permata; Chairi, Maiyozzi; Trinanda, Asri Yuda; Agrival, Muhammad
JURNAL RIVET Vol 3 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/rivet.v3i02.1232

Abstract

Keterlambatan mempengaruhi aktivitas pekerjaan namun merupakan hal yang wajar terjadi selama pekerjaan konstruksi tetapi juga mempengaruhi durasi waktu penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan. Penilitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menilai risiko keterlambatan pada proyek Gedung DPRD Kabupaten Pasaman dan mengidentifikasi perencanaan risk respon terhadap risiko – risiko kritis yang ditemukan. Metode penilaian risiko menggunakan metode (Failure Mode Effect and Analysis) FMEA. Berdasarkan pengolahan data diperoleh 20 variabel yang termasuk risiko kritis yaitu, kekurangan tenaga kerja (105,98), kekurangan kedisiplinan tenaga kerja (123,12), keterlambatan pengiriman bahan (192,27), ketersediaan bahan terbatas di pasaran (131,17), kelangkaan material yang dibutuhkan (117,09), ketidak tepatan waktu pemesanan bahan dan material (95,94), tanggapan dari lingkungan sekitar proyek (158,6), karakter fisik bangunan sekitar proyek (109,13), kekurangan tempat penyimpanan bahan/material (104,07), kekurangan tempat pembuangan material (86,24), ketersediaan peralatan yang kurang (111,38), kerusakan peralatan (136,85), harga bahan/material yang mahal (137,61), kurang jelasnya design rekayasa perencanaan (117,93), intensitas curah hujan (344,91), cuaca yang berubah-ubah (436,08), faktor sosial budaya (217,03), kerusuhan (144,96), bencana alam (147,39), banyaknya pekerjaan tambahan (168,89)
SOSIALISASI PENINGKATAN KAPASITAS KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI Arsyad, Nadra; Sari, Afrilda; Arman, Utami Dewi; Nasmirayanti, Rita; Trinanda, Asri Yuda; Permatasari, Kharisma; Leilany, Lili; Desfita, Mediana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23140

Abstract

Bencana merupakan suatu ancaman yang sifatnya tidak terduga, merugikan dan sulit dihindari. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana Alam Di Kabupaten Padang Pariaman Khusunya Nagari Galapuang Ulakan yang berada pada daerah Pesisir Pantai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana. Selama ini penanganan bencana lebih banyak diutamakan pada kegiatan tanggap darurat dan kegiatan pascabencana, sedangkan kegiatan prabencana yang merupakan langkah untuk mengantisipasi risiko bencana terjadinya bencana terkadang dikesampingkan. Kabupaten Padang Pariaman khusunya Nagari Galapuang Ulakan sebagai salah satu daerah yang rawan terhadap bencana, mulai tahun 2009 ( Pasca Gempa besar melanda) sampai saat ini telah berfokus pada kegiatan prabencana. Manajemen prabencana yang sedang ditingkatkan di Kabupaten Padang Pariaman adalah melibatkan masyarakat tidak sebatas subjek melainkan menjadi objek dengan langkah pemberdayaan masyarakat yang juga melibatkan komunitas di Kenagarian. Institusi Pendidikan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakultas Teknik melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk Pengabdian Kepada masyarakat melakukan sumbangsih ilmu terkait kesiapsiagaan bencana bekerjasama dengan mitra Pemerintah Nagari Galapuang Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman melibatkan komunitas peduli bencana melakukan kegiatan pemberdayaan untuk melatih dan mendidik masyarakat menjadi masyarakat yang berpengetahuan bencana dan bersikap antisipasi terhadap bencana.