Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi Bantul Fatih Ridlwan Munier; Gandung Djatmiko; Sarjiwo Sarjiwo
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7499

Abstract

AbstractCharacter education is all efforts to direct, train, and foster good values to grow a wise personality and positively contribute to the environment and broader society. Character education can also be conveyed through dance through movements, costumes, and musical accompaniment. The purpose of this study is to describe the values of character education in Sufi Dance. This study used a qualitative research method, the object of research being the Sufi Dance at the Maulana Rumi Sewon Islamic Boarding School, Bantul. Data collection techniques used were interviews, observation, and literature study. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and data verification stages. Sufi dance is an expression of love that arises from the spiritual journey of Maulana Rumi. Through value analysis, there are seven character education values in Sufi Dance, including religious character, tolerance, hard work, peace-loving, social care, responsibility, and humility. AbstrakPendidikan karakter adalah segala upaya untuk mengarahkan, melatih, dan memupuk nilai-nilai baik agar menumbuhkan kepribadian yang bijak, sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungan dan masyarakat luas. Pendidikan karakter juga dapat disampaikan melalui sebuah tarian, baik dalam bentuk gerakan, bentuk kostum, maupun iringan musik yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam Tari Sufi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan objek penelitian Tari Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi Sewon, Bantul. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Tari Sufi merupakan ekspresi rasa cinta yang muncul dari perjalanan spiritual seorang Maulana Rumi. Melalui analisis nilai, terdapat tujuh nilai pendidikan karakter yang ada pada Tari Sufi, diantaranya adalah karakter religius, toleransi, kerja keras, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, dan rendah hati. 
Metode Pembelajaran Tari Burung di Sanggar Wiraga Apuletan Yogyakarta Ardini Rulzanifa Hasibuan; Gandung Djatmiko; Sarjiwo Sarjiwo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran adalah sebuah proses sistematis dan teratur. Metode pembelajaran adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan di Sanggar Wiraga Apuletan Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pendiri sanggar, pengajar, pencipta iringan, peserta didik, dan orangtua peserta didik. Objek penelitian ini adalah tari Burung. Latar pada penelitian ini adalah Sanggar Wiraga Apuletan Yogyakarta. Teknik validasi data menggunakan triangulasi Teknik, sumber, dan waktu. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pembelajaran tari Burung di Sanggar Wiraga Apuletan menggunakan 5 metode, (1) Ceramah (2) Latihan (3) Demonstrasi (4) Imitasi (5) Penugasan. Penggunaan metode tersebut sangat membantu peserta didik dalam proses pembelajaran, karena peserta didik dapat memahami dengan cepat serta dapat menarikan tarian dengan baik.Kata kunci: Metode Pembelajaran, Tari Burung, Sanggar Wiraga Apuletan, Pembelajaran TariThe Learning Method of Burung Dance at The Wiraga Apuletan Studio YogyakartaThe learning method is a systematic and orderly process. The learning method are one of the most crucial elements in the success of a learning process. This research is intended to describe the learning method used in the Wiraga Apuletan Studio Yogyakarta. This research is descriptive research. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were the founders of the studios, teachers, accompaniment creators, students, and parents of students. Data validation techniques using triangulation techniques, sources, and time. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study concluded that the Burung Dance at the Wiraga Apuletan Studio used 5 methods, (1) Lectures (2) Exercises (3) Demonstrations (4) Imitation (5) Assignments. The use of this method really helps students in the learning process, because students can understand quickly and can dance well.Keywords: Learning Methods, Burung Dance, Wiraga Apuletan, Studio Yogyakarta, Dance Learning
Metode Demonstrasi dan Imitasi pada Tari Golèk Ayun-Ayun di Perkumpulan Tari Krida Beksa Wirama Yogyakarta Anida Murniyati; Sarjiwo Sarjiwo; Agustina Ratri Probosini
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkumpulan tari KridaBeksa Wirama Yogyakarta terbuka untuk umum. Di perkumpulan tari ini salah satu materi yang diajarkan yaitu tari Golèk  Ayun-Ayun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan metode demonstrasi dan imitasi yang diterapkan pada tari GolèkAyun-Ayun. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer meliputi hasil wawancara. Sumber data sekunder meliputi foto-foto latihan di perkumpulan tari dan video yang terkait dengan proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Setelah itu data divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan tahap pengumpulan data, pengolahan, analisis, dan dibentuk secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dan imitasi secara konsisten terbukti efisien dan efektif. Hal tersebut berdampak pada prestasi dan unjuk kerja peserta didik pada tari Golèk  Ayun-Ayun di perkumpulan tari Krida Beksa Wirama Yogyakarta.Kata kunci: Tari Golek Ayun-Ayun, Krida Beksa Wirama, Pembelajaran Tari, Metode Demonstrasi, Metode ImitasiThe Implementation of Learning Method Toward New Creation Dance ini Arum Sari Dance Studio MagelangKrida Beksa Wirama Yogyakarta dance association which is open to the public. In this dance association, one of the materials taught is the Golèk Ayun-Ayun dance. The aim of this research is to identify and describe the demonstration and imitation methods applied to the Golèk Ayun-Ayun dance. Research using descriptive qualitative research methods. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. Primary data sources include the results of interviews. Secondary data sources include photos of practice in dance clubs and videos related to the learning process. Data collection techniques were carried out by means of observation and interviews. Then the data is validated using source triangulation techniques. The data obtained were analyzed using qualitative analysis with the stages of data collection, processing, analysis, and forming systematically. The results showed that the application of demonstration and imitation methods consistently proved to be efficient and effective. This has an impact on the achievement and performance of students in the Golèk Ayun-Ayun dance at the Krida Beksa Wirama dance association, Yogyakarta.Keywords: Golek Ayun Ayun Dance, Krida Beksa Wirama, Dance Learning, Demonstration Method, Imitation Method
Penerapan Metode Sariswara dalam Pembelajaran Dolanan Anak Kelas V di SD Tamansiswa Jetis Yogyakarta Sophie Millenia Dista Yogjanisaa; Sarjiwo Sarjiwo; Antonia Indrawati
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penerapan Metode Sariswara dalam Pembelajaran Dolanan Anak Kelas V di SD Tamansiswa Jetis Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, objek yang berfokus pada penerapan metode sariswara dalam pembelajaran Dolanan Anak kelas V di SD Tamansiswa Jetis Yogyakarta dengan subjek penelitian yaitu Kepala Sekolah, guru Seni Budaya, dan tokoh sariswara. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Data divalidasi menggunakan teknik triangulasi yang menggabungkan teknik pengumpulan data dan sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sariswara dalam pembelajaran Dolanan Anak kelas V di SD Tamansiswa Jetis Yogyakarta menjadikan proses pembelajaran menyenangkan, penyampaian materi mudah diterima, dan pesan dalam Dolanan Anak dapat diketahui, diingat, dan dipahami. Materi Dolanan Anak memberi didikan untuk anak-anak dalam hal kognitif, emosi, sosial, motorik kasar, bahasa, dan karakter. Penggunaan metode tersebut sudah tepat karena proses pembelajaran dapat dilakukan dengan baik tanpa merasa peserta didik terbebani dan dapat menguasai materi Dolanan Anak.Kata kunci: Dolanan Anak, Metode Sariswara, SD Tamansiswa Jetis YogyakartaImplementation of Sariswara Method in Dolanan Anak’s Learning at Tamansiswa Elementery School, Jetis YogyakartaThis study aims to describe the application of the sariswara method in learning Dolanan Anak  for grade 5 at Tamansiswa Jetis Elementary School with respondents including: principals, cultural arts teachers, and sariswara expert. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of data collection were analyzed using data reduction technique, data presentation, and data verification. Data is valeted using a triangulation technique that combines data collection techniques and data sources. The results showed that the application of the sariswara method in learning Dolanan Anak for grade 5 at SD Tamansiswa Jetis Yogyakarta made the learning process fun, learning material easy to understand, and messages in Dolanan Anak. Besides that, use this method is appropriate because the learning process can be carried out properly without feeling and students can master the material and performed the Dolanan Anak.Keywords: Dolanan Anak, Sariswara Method, SD Tamansiswa Jetis Yogyakarta
Metode Pembelajaran Tari Kreasi pada Kelas Anak Usia Dini di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta Lutfi Sari Dewi; Sarjiwo Sarjiwo; Ujang Nendra Pratama
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan guru untuk menjalankan fungsinya dan merupakan alat untuk mencapai pembelajaran. Pengajar Tari Sahabat Anak di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta, menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan dalam memberikan materi tari kreasi pada kelas anak usia dini dengan materi Tari Sahabat Anak di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran pada Tari Sahabat Anak di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta, dengan subjek penelitian ketua sanggar, pelatih, dan orang tua peserta didik. Teknik dalam pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik validasi data menggunakan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang dicapai melalui reduksi data, penyajian data dalam bentuk naratif atau deskriptif, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran Tari Sahabat Anak di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode drill/latihan. Penggunaan metode pembelajaran membuat peserta didik mampu melakukan Tari Sahabat Anak.Kata kunci: Metode Pembelajaran, Tari Kreasi, Pembelajaran Tari, Anak Usia DiniCreative Dance Learning Methods in Early Childhood Classes at Kinanti Sekar Art Studio YogyakartaLearning method used by teachers to fulfill their functions and is a tool to achieve learning. Sahabat Anak Dance Teacher at Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta, uses learning methods in adaptation with the abilities of students. The purpose of this study is to describe the learning methods used in providing creative dance materials in early childhood classes with material on Sahabat Anak Dance at the Kinanti Sekar Art Studio Yogyakarta. The type of research used is qualitative research. The object of this study is learning at the Sahabat Anak Dance at the Kinanti Sekar Art Studio Yogyakarta, with the subject of the study, the head of the studio, the trainer, and the parents of students. The data collection techniques include observation, interviews, and documentation, the data validation techniques use triangulation methods and data analysis is implement by reducing data, presenting data in the form of narratives or descriptions, and verifying data. The results showed that the learning of Sahabat Anak Dance at Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta used lecture methods, demonstration methods, and drill / practice methods. Hereby prove that the use of learning methods is able to make students proficient in performing the Sahabat Anak Dance.Keywords: Learning Method, Creative Dance, Dance Learning, Childhood Activities
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Wayang Orang Lakon Pétruk Dadi Ratu di Paguyuban Mustika Budaya Desa Sariharjo Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman Raden Bagus Wisnu Wardana Kusuma Adi; Sarjiwo Sarjiwo; Nur Iswantara
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai pendidikan karakter sangat penting bagi figur kepemimpinan salah satunya melalui pertunjukan wayang orang lakon Pétruk Dadi Ratu pada Paguyuban Mustika Budaya di Desa Sariharjo, KapanewonNgaglik, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter pada lakon Pétruk Dadi Ratu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah ketua paguyuban, dalang, penata iringan, dan penata tari. Teknik validasi yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Analisa data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai Pendidikan karakter yang terdapat pada lakon Pétruk Dadi Ratu yang terdiri dari struktur penyajian, ragam dan sikap gerakan, rias busana, dan antawacana didapatkan nilai-nilai pendidikan karakter yaitu Religius, Jujur, Toleransi, Kerja Keras, Kreatif, Rasa ingin tahu, Bersahabat/komunikatif, Peduli Sosial, Tanggung Jawab.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Wayang Orang, Pétruk Dadi Ratu, Pembelajaran SeniEducation Character Values of Wayang Orang Lakon Pétruk Dadi Ratu in Mustika Budaya AssociationThe value of character education is very important for leadership figures. One of them is through a wayang orang performance of the lakon Pétruk Dadi Ratu at the Mustika Budaya Association in Sariharjo Village, Kapanewon Ngaglik, Sleman Regency. This study aims to describe the character education values in the lakon Pétruk Dadi Ratu. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Subjects in this study were the chairman of the association, puppeteers, accompaniment directors, and dance directors. The validation technique used is technical triangulation. Data analysis uses data collection, data reduction, and presentation of data obtained from primary and secondary sources. Results of this study conclude that the value of character education is contained in the lakon Pétruk Dadi Ratu which consists of presentation structure, variety and movement attitudes, dress make-up, and antawacana, The values of character education are Religious, Honest, Tolerance, Hard Work, Creative, Curiosity, Friendly/communicative, Social Care, Responsibility.Keywords: Character Education, Wayang Orang, Pétruk Dadi Ratu, Art Instructional
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Penthul Melikan di Desa Tempuran Paron Ngawi Ibrahim, Abhe Nova; Sarjiwo, Sarjiwo; Octavianingrum, Dilla
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjabarkan nilai-nilai pendidikan karakter pada tari Penthul Melikan di desa Tempuran Paron Ngawi, Jawa Timur. Tari Penthul Melikan dipilih untuk diteliti karena merupakan tarian yang menjadi ikon Kabupaten Ngawi. Selain dapat dipelajari dan diperoleh nilai-nilai pendidikan karakter pada tarian tersebut, secara tidak langsung juga ikut andil dalam pelestarian kesenian daerah yang saat ini kurang mendapat perhatian. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter tari Penthul Melikan, sedangkan subjek penelitian adalah ketua komunitas, penari, dan penggerak komunitas tari Penthul Melikan. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan validasi data dengan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan tahap persiapan data, general sense, coding data, deskripsi data, penyajian data, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tari Penthul Melikan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai religius, cinta tanah air, disiplin, peduli sosial, kerja keras, toleransi, dan semangat kebangsaan yang terdapat pada ragam gerak, musik iringan tari, busana, dan lirik lagunya. Kata Kunci: Penthul Melikan, Pendidikan Karakter, dan Seni Tari     This study aims to reveal and describe the values of character education in the Penthul Melikan dance in the village of Tempuran Paron Ngawi, East Java. The Penthul Melikan dance was chosen for research because it is a dance that has become an icon of Ngawi Regency. Apart from being able to learn and acquire character education values in the dance, it also indirectly contributes to the preservation of regional arts which are currently receiving less attention. The method used is qualitative with descriptive research type. The object of this research is the character education values of the Penthul Melikan dance, while the research subjects are community leaders, dancers, and community leaders of the Penthul Melikan dance. Data collection was obtained from observation, interviews, and documentation. After the data is collected, then data validation is carried out with source triangulation. Data analysis was carried out by the stages of data preparation, general sense, data coding, data description, data presentation, and data interpretation. The results of the study show that in the Penthul Melikan dance there are values of character education which include religious values, love of the motherland, discipline, social care, hard work, tolerance, and national spirit found in the variety of movements, dance accompaniment music, clothing, and lyrics the songKeywords: Penthul Melikan, Character Education, and Dance Art