Sarci Magdalena Toy
Jurusan Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Jl. Jenderal Soeharto. No. 72 Naikoten I, Kupang, NTT

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Relationship Between Diet, Anemia Status, and Youth Women’s Physical Activity with The Incidence of Dysmenorrhea at SMA Negeri 1 Rote Timur in 2022 Lay, Soleman Ayub; Nur, Marselinus Laga; Toy, Sarci Magdalena
Timorese Journal of Public Health Vol 6 No 4 (2024): Timorese Journal of Public Health
Publisher : Faculty of Public Health, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/tjph.v6i4.11174

Abstract

Dysmenorrhea is a symptom not a disease. Complaints that are usually felt by women or young women when experiencing dysmenorrheal are experiencing cramps/pain in the lower abdomen, but can radiate to the waist, pelvis, back of the back, even pain in the thigh and calf muscles. Menstrual pain in influenced by between diet, anemia status and physical activity. This study aims to determine the relationship between diet, anemia status, and youth women’s physical activity with the incidence of dismenorrhea at SMA Negeri 1 Rote Timur 2022. The type of research used was an analytic observational study with a case control design. The population used for this study were all students in grades X, XI and XII of SMAN 1 Rote Timur, consisting of 369 students. A sample of 37 cases and 37 controls using simple random sampling (simple random sampling). The research instrument is a questionnaire. The analysis techniques in this study were univariate, bivariate and chi square tests. Univariate results showed that 52,7% of respondents had a bad amount of food, 63.5% of respondents had more than 5 types of eating, 63.5% of respondents had a frequency of eating more than 3 times a day, 52,7% of respondents who have a anemia status, 68.9% of respondents who have sufficient activity. The bivariate results showed that there was a relationship between the amount of food (p=0.000) and anemia status (p=0.005) with the incidence of dysmenorrhea and there was no relationship between the type of food (p=0.334), frequency of eating (p=0.334) and physical activity (p=1.000 ) with the incidence of dysmenorrhea in SMA Negeri 1 Rote Timur.
Factors Related to The Incidence of Anemia in Women of Reproductive Age in West Solor Subdistrict East Flores Regency Lewar, Vinsensia Waha; Talahatu, Anna Henny; Toy, Sarci Magdalena
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (Agustus)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i2.8707

Abstract

Women of childbearing age are the group most susceptible to anemia. The results of the initial data collection on the number of women of childbearing age who experienced anemia at the Ritaebang Health Center were 102 people. The basic cause of anemia is socio-economic factors. Consumption of diverse food depends on family income as a result, people consume more food from gardens. Garden yields are not always good due to unfavorable geographical conditions, so people's food consumption is less diverse and can cause anemia. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of anemia in women of childbearing age in the working area of ​​the Ritaebang Health Center, West Solor District, East Flores Regency. This type of research is analytic survey with a case control study design. This research was carried out in the working area of ​​the Ritaebang Health Center, West Solor District, East Flores Regency in May-June 2022. The sample in this research study was 100 people who were divided into 50 case samples and 50 control samples. The sampling technique used is simple random sampling. Data analysis using chi-square test. The results showed that factors associated with anemia is nutritional knowledge (p= 0.000), type of food (p= 0.000), frequency of eating (p= 0.001). The protective factors is the level of education (p=0,000) and factors that are not related to the incidence of anemia are family income (p= 0.124), food expenditure (p= 1,000), non-food expenditure (p= 0.127), nutritional status (p= 0.158) and duration of menstruation (p= 0.413). Health workers are expected to provide counseling at posyandu about the causes, effects and ways to prevent anemia as well as good consumption patterns so as to increase public knowledge, especially adolescents and woman of childbearing age.
Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sekolah Dasar di Daerah Semi Pedesaan Kota Kupang, NTT Ndoen, Enjelita Mariance; Nayoan, Christina Rony; Limbu, Ribka; Toy, Sarci Magdalena; Geghi, Cathrin Wea Djogo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.19151

Abstract

SD GMIT Naioni yang terletak di daerah semi-pedesaan Kota Kupang teridentifikasi memiliki literasi kesehatan reproduksi yang kurang memadai dan siswanya berpotensi mengalami berbagai permasalahan kesehatan  reproduksi di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian literasi kesehatan reproduksi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI mengenai kesehatan reproduksi sehingga dapat mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa pubertasnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran guru dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai kesehatan reproduksi di sekolah. Kegiatan pengabdian meliputi pemberian empat kali pertemuan pemberian literasi  kepada siswa kelas III-VI SD GMIT Naioni yang berjumlah 143 siswa yang terdiri dari 89 laki-laki dan 54 perempuan. Setiap pertemuan memiliki topik literasi yang berbeda yang meliputi mengenal tubuhku, masa pubertas, nutrisi bagi remaja, dan hubungan yang saling menghormati. Pemberian literasi menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab yang disertai aktivitas ice breaking dan permainan. Media pembelajaran menggunakan buku saku kesehatan reproduksi, poster dan alat peraga organ reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 24,30% pada siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI SD GMIT Naioni.  Para guru juga menyatakan kesediaan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkala kepada para siswa dengan menggunakan media promosi kesehatan yang diterima dari kegiatan pengabdian berupa media poster siklus menstruasi, buku promosi kesehatan reproduksi, dan alat peraga organ reproduksi laki-laki dan perempuan. Pihak sekolah diharapkan secara konsisten dapat melanjutkan pemberian literasi kesehatan reproduksi dan memantau penerapan perilaku kesehatan reproduksi tersebut di sekolah.
PENGUATAN PERILAKU SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Toy, Sarci Magdalena; Riwu, Yuliana Radja; Ndoen, Enjelita Mariance
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.12100

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. SADARI menjadi salah satu upaya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara. Masalah yang seringkali dijumpai di masyarakat, khususnya perempuan, adalah kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara melakukan SADARI. Masalah ini juga ditemukan pada para ibu dan remaja putri jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan kesehatan bagi perempuan mengenai pentingnya SADARI. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk deteksi dini kanker payudara serta menghasilkan media informasi berisi petunjuk SADARI. Sasaran kegiatan ini adalah remaja putri dan ibu-ibu di Jemaat GMIT Bukit Kasih RSS Baumata. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pendidikan tentang pengenalan kanker payudara, SADARI, praktik SADARI, dan pemberian media promosi kesehatan terkait teknik SADARI. Kegiatan dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan pengetahuan dari ibu-ibu dan remaja putri mengenai gejala kanker payudara dan juga peningkatan keterampilan untuk mempraktekan teknik SADARI secara benar. Gereja perlu berkolaborasi dengan pihak kampus dalam memberi edukasi tentang kesehatan secara berkala pada jemaat agar terjadi peningkatan pengetahuan yang mendukung terbentuknya perilaku masyarakat yang lebih sehat. Media informasi yang tersedia di gereja dapat dioptimalkan fungsinya dengan memuat informasi-informasi terbaru seputar kesehatan sehingga menambah wawasan pembaca, khususnya jemaat.