Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

COMPARISON OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH FORMULA MILK ON THE FREQUENCY OF ACUTE DIARRHEA IN INFANTS AGED 0-6 MONTHS IN PULO ARA GEUDONG TEUNGOH VILLAGE, KOTA DISTRICT THE STRUGGLE OF BIREUEN DISTRICT Ridha Andria; Atik Badi’ah; Siswanto Pabidang
Jurnal Penelitian Vol 7 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/63kdx678

Abstract

Background: Breast milk for babies is the perfect food. This is because of the important antibodies contained in colostrum; in addition, breast milk is also always safe and clean, so it is very unlikely for germs to enter the child's body. Breast milk can protect babies through the various immune substances it contains. Even if the mother is in a state of malnutrition, breast milk still contains sufficient essential nutrients for babies and can overcome infections through phagocyte cell components and immunoglobulins. The purpose of the study: to determine the comparison of the incidence of acute diarrhea in infants with exclusive breastfeeding and formula milk in Pulo Ara Geudong Teungoh Village, Kota Juang District, Bireuen Regency. Method: This study is a Quasi-Experimental study with a pretest-posttest Non-equivalent control group design. The study population was infants aged 0-6 months in Pulo Ara Geudong Teungoh Village, Kota Juang District, Bireuen Regency. The sampling technique was purposive. The sample size was 36 respondents, consisting of 18 people in the exclusive breastfeeding group and 18 people in the formula milk group. During the pretest, the researcher asked about the infant’s history of diarrhea before the treatment. After the treatment, the researcher reassessed the incidence of diarrhea in both groups over a period of one month. Univariate and bivariate data analysis were performed using the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. Results: The results of the Mann-Whitney test analysis show that the Asymp.Sig. (2-tailed) The value is 0.004, which is smaller than 0.05. Therefore, it can be concluded that the hypothesis is accepted, and there is a difference in the incidence of acute diarrhea in infants with exclusive breastfeeding and formula milk. Conclusion: There is a difference in the incidence of acute diarrhea in infants with exclusive breastfeeding and formula milk.
Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Melalui Video Interaktif Di Sdn 60 Palembang Eti Sumarni; Siswanto Pabidang; Fatya Nurul Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak-anak merupakan persoalan serius yang kian marak terjadi dan menjadi perhatian nasional maupun global. Anak usia remaja awal berada dalam tahap perkembangan emosi dan psikososial yang cukup rentan, sehingga mereka menjadi salah satu kelompok yang sangat mudah menjadi korban kekerasan seksual jika tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan perlindungan diri. Sayangnya, pendidikan seksual secara komprehensif masih minim diberikan di lingkungan sekolah dasar. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya edukatif yang tepat, menarik, dan sesuai dengan perkembangan usia anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja awal mengenai pencegahan kekerasan seksual dengan menggunakan media video interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SDN 60 Palembang dengan sasaran siswa kelas 5 dan 6. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan memutar video interaktif edukatif dari Kemendikbud RI, disertai penjelasan langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan intervensi edukatif. Rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan dengan pre-test, yang menunjukkan bahwa video interaktif dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kekerasan seksual dan pentingnya perlindungan diri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan tenaga pendidik dalam menyampaikan pendidikan seksual secara tepat dan ramah anak.