Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

COMPARISON OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH FORMULA MILK ON THE FREQUENCY OF ACUTE DIARRHEA IN INFANTS AGED 0-6 MONTHS IN PULO ARA GEUDONG TEUNGOH VILLAGE, KOTA DISTRICT THE STRUGGLE OF BIREUEN DISTRICT Ridha Andria; Atik Badi’ah; Siswanto Pabidang
Jurnal Penelitian Vol 7 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/63kdx678

Abstract

Background: Breast milk for babies is the perfect food. This is because of the important antibodies contained in colostrum; in addition, breast milk is also always safe and clean, so it is very unlikely for germs to enter the child's body. Breast milk can protect babies through the various immune substances it contains. Even if the mother is in a state of malnutrition, breast milk still contains sufficient essential nutrients for babies and can overcome infections through phagocyte cell components and immunoglobulins. The purpose of the study: to determine the comparison of the incidence of acute diarrhea in infants with exclusive breastfeeding and formula milk in Pulo Ara Geudong Teungoh Village, Kota Juang District, Bireuen Regency. Method: This study is a Quasi-Experimental study with a pretest-posttest Non-equivalent control group design. The study population was infants aged 0-6 months in Pulo Ara Geudong Teungoh Village, Kota Juang District, Bireuen Regency. The sampling technique was purposive. The sample size was 36 respondents, consisting of 18 people in the exclusive breastfeeding group and 18 people in the formula milk group. During the pretest, the researcher asked about the infant’s history of diarrhea before the treatment. After the treatment, the researcher reassessed the incidence of diarrhea in both groups over a period of one month. Univariate and bivariate data analysis were performed using the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. Results: The results of the Mann-Whitney test analysis show that the Asymp.Sig. (2-tailed) The value is 0.004, which is smaller than 0.05. Therefore, it can be concluded that the hypothesis is accepted, and there is a difference in the incidence of acute diarrhea in infants with exclusive breastfeeding and formula milk. Conclusion: There is a difference in the incidence of acute diarrhea in infants with exclusive breastfeeding and formula milk.
Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Melalui Video Interaktif Di Sdn 60 Palembang Eti Sumarni; Siswanto Pabidang; Fatya Nurul Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak-anak merupakan persoalan serius yang kian marak terjadi dan menjadi perhatian nasional maupun global. Anak usia remaja awal berada dalam tahap perkembangan emosi dan psikososial yang cukup rentan, sehingga mereka menjadi salah satu kelompok yang sangat mudah menjadi korban kekerasan seksual jika tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan perlindungan diri. Sayangnya, pendidikan seksual secara komprehensif masih minim diberikan di lingkungan sekolah dasar. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya edukatif yang tepat, menarik, dan sesuai dengan perkembangan usia anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja awal mengenai pencegahan kekerasan seksual dengan menggunakan media video interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SDN 60 Palembang dengan sasaran siswa kelas 5 dan 6. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan memutar video interaktif edukatif dari Kemendikbud RI, disertai penjelasan langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan intervensi edukatif. Rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan dengan pre-test, yang menunjukkan bahwa video interaktif dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kekerasan seksual dan pentingnya perlindungan diri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan tenaga pendidik dalam menyampaikan pendidikan seksual secara tepat dan ramah anak.
Pemberdayaan Ibu Tanggap Tentang Edukasi Deteksi Dini Dan Manajemen Awal Diare Serta ISPA Pada Balita Di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag Siswanto Pabidang; Chentia Misse Issabella; Sri Daryati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1535

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pemberdayaan Ibu Tanggap tentang Edukasi Deteksi Dini dan Manajemen Awal Diare serta ISPA pada Balita di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mengenali tanda bahaya serta melakukan penanganan awal diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita. Diare dan ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, sedangkan keterlambatan deteksi dini masih sering terjadi akibat rendahnya pengetahuan ibu, adanya miskonsepsi budaya, dan keterbatasan dalam mengenali gejala objektif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan melibatkan ibu yang memiliki balita usia 1–4 tahun, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan simulasi kasus sederhana, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Materi edukasi mencakup deteksi dini tanda bahaya diare dan ISPA, cara menghitung frekuensi napas, penanganan awal di rumah, serta pentingnya segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan gejala berat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai tanda bahaya diare dan ISPA, berkurangnya kepercayaan terhadap mitos terkait penyakit pada anak, serta meningkatnya kemampuan ibu dalam melakukan penanganan awal sebelum membawa anak ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif yang efektif dalam menurunkan risiko komplikasi serta mendukung peningkatan derajat kesehatan balita di masyarakat.
Comparative Effectiveness of Hot Dark Chocolate and Jesoma (Ginger, Soya, and Honey) on Dysmenorrhoea Pain Intensity among Female Students Eny Ruth Sinaga; Anas Rahmad Hidayat; Siswanto Pabidang
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.1528

Abstract

Dysmenorrhoea is a common menstrual problem among adolescent girls and may interfere with daily activities and academic performance. Non-pharmacological interventions such as hot dark chocolate and herbal beverages are considered safer alternatives to manage menstrual pain. This study aimed to analyse the effectiveness of hot dark chocolate and Jesoma (ginger, soya, and honey) in reducing dysmenorrhoea pain intensity among female students at SMAN 3 Pontianak. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using two groups with pretest–posttest measurements. The sample consisted of female students who experienced dysmenorrhoea and were divided into a hot dark chocolate group and a Jesoma group. The sampling technique used was purposive sampling, with a total sample of 90 respondents, divided into 45 respondents in each group, based on calculations using G*Power with an additional 10% to anticipate dropout. Pain intensity was measured before and after the intervention using a Numeric Rating Scale (NRS) ranging from 0 to 10, where 0 indicates no pain and 10 indicates the worst possible pain. Data were analysed using the Wilcoxon test and Mann–Whitney test. The results showed a significant reduction in dysmenorrhoea pain intensity in both intervention groups (p < 0.05). The hot dark chocolate group demonstrated a moderate effect size (0.60), while the Jesoma group showed a large effect size (0.72). Comparative analysis indicated that Jesoma was more effective than hot dark chocolate in reducing dysmenorrhoea pain (p = 0.038). Both hot dark chocolate and Jesoma are effective non-pharmacological interventions for reducing dysmenorrhoea pain among adolescent girls; however, Jesoma demonstrates greater effectiveness.