Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

A Novel Exact Solution of Longshore Current and Its Application on Permeable Groin Umar, Hasdinar; Assidiq, Fuad M.; Triatmadja, Radianta; Baeda, Achmad Y.
Civil Engineering Journal Vol 11, No 2 (2025): February
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-02-07

Abstract

One major environmental problem exacerbated by longshore currents is beach erosion. Groins are a common defense tactic built perpendicular to the shore. However, conventional impermeable groins promote downstream erosion and disrupt sediment movement. Permeable groins provide a more environmentally friendly option, allowing some sediment to flow through. This study examines the effects of permeable groins on longshore currents. Permeable groins are not included in currently used longshore current equations. This study fills this gap by creating a new longshore current velocity equation considering permeable groins. The longshore current equation with the groin was developed based on the momentum equation in the longshore direction without the influence of lateral mixing and the assumption that base friction will rise due to the groin. Therefore, it was determined that the base shear stress after the groin was equal to the base shear stress plus the drag caused by the groin. The result shows that the longshore current equation through the groin is a function of the breaking wave parameter and the resistance parameter owing to the groin. Longshore current velocities with and without permeable groins of different densities were measured in wave basins. We collected information on groin characteristics, current velocities, and breaking wave heights. This investigation validates the shortcomings of the current equations. Doi: 10.28991/CEJ-2025-011-02-07 Full Text: PDF
Preparedness of Tsunami Disaster in Pandeglang Region Due to The Activity of Mount Krakatau Ningtyas, Nadya Nur; Satyarno, Iman; Triatmadja, Radianta
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v18i2.54054

Abstract

Pandeglang Regency is one of the areas with the most building damage in The 2018 Anak Krakatau Tsunami. The tsunami in 2018 was caused by the activity of Anak Krakatau Volcano in the form of an avalanche of material on the volcano's cliffs. The subdistricts in Pandeglang Regency affected by the tsunami were Carita Subdistrict, Labuan Subdistrict, and Panimbang Subdistrict. This research evaluates potential damage to buildings to determine the condition of the existing land, determines an evacuation route to a temporary evacuation site (TES), and simulates a tsunami evacuation using this evacuation route. Parameters of run-up height and building type are used as parameters for assessing building damage. The determination of TES is influenced by run-up height, elevation, and distance from the shoreline. Evacuation route planning and evacuation simulation are based on the assumed number of evacuees and the scenario of a tsunami evacuation. The results showed moderate damage to buildings in Carita Subdistrict, Labuan Subdistrict, and Panimbang Subdistrict. The examination of existing land as TES, namely Carita Vacant Land, Carita 1 Middle School, LDII Labuan Mosque, Labuan Shelter Building, Panimbang Vacant Land. According to the tsunami evacuation scenario during the day, evacuation time results for 25-30 minutes with an average speed of > 1 m/s. The tsunami evacuation time at night is free of obstacles or with obstacles for 50-85 minutes with an average speed of 1 m/s. The tsunami evacuation time at night is full of free and obstacle-free tours for 60-100 minutes with an average speed of 0.5 m/s. Evacuation time based on simulation results is compared with evacuation time calculated by ETA and other studies as data validation to determine the probability of community preparedness in the Pandeglang Regency. The preparedness community in Pandeglang Regency is in the ready category by 25% in the Carita subdistrict, Labuan subdistrict, and Panimbang Subdistrict.
KAJIAN OPTIMALISASI DISTRIBUSI JARINGAN AIR BERSIH (STUDI KASUS PDAM DELTA TIRTA SIDOARJO UNIT IPA KRIAN): Study on Water Distribution Network Optimization (A Case Study in the Sidoarjo Drinking Water Company of the Subdistric of Krian) Ratnanik, Ratnanik; Triatmadja, Radianta; Kamulyan, Budi
Spektrum Sipil Vol 5 No 1 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i1.130

Abstract

Hasil simulasi WaterNet jaringan eksisting dengan aliran berubah diketahui bahwa kinerja sistem jaringan tidak optimal yaitu masih terdapat aliran laminer pada pipa sebanyak 26 pipa dan sisa tekanan pada simpul pelayanan rendah yaitu 9,88 mH2O, seperti pada lokasi desa Sirapan, Kemangsen dan Jagalan. Optimalisasi jaringan eksisting dilakukan dengan metode memperbesar pipa yang berdiameter kecil dari node sub Jagalan ke node pelanggan, dan membangun tangki baru serta menaikkan elevasi tangki pada daerah pelayanan Perumtas III dimana pompa 2(dua) beroperasi. Pompa 2 yang beroperasi pada daerah pelayanan Perumtas III diatur debit dan headnya sesuai dengan daya tampung tangki baru. Setelah diadakan optimalisasi hasilnya lebih baik apabila dibandingkan dengan kondisi eksisting karena adanya penghematan operasional pompa rata-rata selama 14 jam dibanding dengan kondisi eksisting waktu operasional pompa 24 jam. Tekanan sisa pada node setelah optimalisasi menjadi lebih baik karena terjadi peningkatan tekanan di semua node meskipun sedikit yaitu 11.53 mH2O.
Kajian Pemanfaatan Underwater Sill (UWS) Dalam Mengatasi Pendangkalan Kolam Labuh (Studi Kasus: Pelabuhan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Di Tuban) Remo Marichi; Nur Yuwono; Radianta Triatmadja
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Gresik (Persero) tbk tmembuat pelabuhan khusus untuk bongkar muat produk semen dari PT. Semen Gresik (Persero) di Tuban. Dengan adanya pelabuhan ini diharapkan dapat melayani kapal dengan bobot 30.000 sampai dengan 40.000 DWT. Untuk keperluan itu, maka dilakukan pembangunan alur pelayaran dengan kedalaman sekitar -12 m (LWS) dan kolam labuh sekitar -13,00 m (LWS), serta perpanjangan dermaga yang ada dari 175 m menjadi 400 m. Kemudian timbul masalah yaitu terjadinya pendangkalan alur pelayaran dan kolam labuh, hal ini terjadi disebabkan oleh posisi kolam labuh berada pada kawasan surf zone. Maka dilakukan pengerukan sedimen pada lokasi kolam labuh dan alur pelayaran, solusi ini dinilai kurang efektif karena harus dilakukan secara periodik dan membutuhkan biaya yang relatif banyak. Untuk mengatasi dan mengurangi pendangkalan yang terjadi di Pelabuhan Khusus PT. Semen Gresik tersebut, telah dibangun Underwater Sill (UWS) di sekeliling kolam labuh dengan jarak 500 m dari garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya struktur UWS dalam mereduksi jumlah sedimen yang masuk ke kolam labuh. Pendangkalan kolam labuh dihitung dengan anggapan bahwa distribusi sedimen tidak terdistribusi sempurna atau merata sehingga debit sedimen yang masuk ke kawasan UWS dihitung dengan menggunakan koefisien distribusi sedimen (Kc). Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya bangunan UWS pada jarak 500 m dari garis pantai dapat mengurangi / mereduksi sedimen yang akan masuk ke kolam labuh yang semula sebelum adanya bangunan UWS adalah 426993,809 m3/tahun menjadi 302615,157 m3/tahun setelah adanya bangunan UWS. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya bangunan UWS dapat mengurangi / mereduksi sedimen yang akan masuk ke kolam labuh sebesar 124378,6518 m3/tahun atau sebesar 29,13%.