Wulan Trigartanti
Prodi Ilmu Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Kartu By.U Wahyu Sugiarto; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.106 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3750

Abstract

Abstract. The digital era is currently developing, one of which is in the field of communication. The demand for the internet continues to increase, even every year there is always a rapid increase. Currently, many providers are present in Indonesia by offering various advantages such as the digital provider by.U. by. U is the first digital provider in Indonesia where the target is the millennial generation or Gen Z. This is what makes researchers interested in researching more deeply about by. U. This study uses marketing communication theory by Soemanegara, to find out the description of marketing communication in increasing sales. The researcher uses a qualitative method with a case study approach. To obtain relevant data, the subjects in this study were employees of the company by. U. with data collection techniques in the form of interviews and observations which then the data will be analyzed through three stages, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that By.U manages its marketing communications by doing social media marketing, influencer marketing, and digital placement so that customers want to buy the products offered by the company. by. U uses a digital marketing strategy because By.u itself is the first digital provider in Indonesia and also because it follows the development of an increasingly modern era. The Marketing Communication Strategy in this study consists of social media marketing, influencer marketing, and digital placement. Abstrak. Era digital saat ini sedang berkembang salah satunya dibidang komunikasi. Permintaan akan internet terus meningkat bahkan tiap tahun selalu mengalami peningkatan yang pesat saat ini banyak provider hadir di Indonesia dengan menawarkan berbagai keunggulannya seperti provider digital by.U. by. U merupakan provider digital pertama di Indonesia dimana targetnya merupakan generasi milenial atau Gen Z. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai by. U. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasran oleh Soemanegara, untuk mengetahui gambaran komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk mendapatkan data yang relavan maka subjek dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan by. U. dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi yang kemudia data tersebut akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa By.U mengelola komunikasi pemasarannya dengan melakukan sosial media marketing, influencer marketing, dan digital placement agar pelanggan mau membeli produk yang ditawarkan perusahaan. By. U menggunakan strategi pemasaran digital karena By.u sendiri merupakan provider digital pertama di Indonesia dan juga krena mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Strategi Komunikasi Pemasaran dalam penelitian ini terdiri dari sosial media marketing, influencer marketing, dan digital placement.
Komunikasi Guru dengan Siswa dalam Adaptasi Kegiatan Belajar Mengajar Online di Masa Pandemi Covid-19 Enggar Danurdoro; Wulan Tri Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.149 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4107

Abstract

Abstract.These Days, communication is increasingly made easier by the existence of technology or digital media to communicate, call it mobile phones, radios, to laptops or computers. We don't need to worry about differences in distance or time to communicate, because with the media mentioned above, we can communicate anytime and anywhere we want to start communicating with the people we want to go to. This research is entitled "Teacher Communication with Students in Adapting Online Teaching and Learning Activities in the Covid-19 Pandemic Period" which aims to find out Empathy, Mutual Support, Openness, Positive Attitude, and Equality by Teachers and Students during the Covid-19 Pandemic. The method used is descriptive quantitative method. Collecting data obtained through interviews, observations, and literature studies to support this research. In this study, there were also several resource persons who became the research subjects, namely, the Principal, One of the Class Guardians and Counseling Guidance Teachers, and 2 representatives from students. The results of this study indicate that teacher-student communication in adapting online teaching and learning activities during the covid-19 pandemic is based on Joseph A. Devito's theory of interpersonal communication (1989) which includes empathy, supportiveness, equality, openness, and positiveness and also the guidebooks according to the applicable curriculum. Some aspects of online learning do require adjustment and time, but it is not a difficult matter to find solutions. 23 Senior High School Bandung as a driving school also has an important role to support the smooth running of teachers and students in carrying out distance learning and communication. Abstrak. Dewasa ini, komunikasi semakin dipermudah dengan adanya teknologi atau media digital untuk berkomunikasi, sebut saja telefon genggam, radio, hingga laptop atau komputer. Kita tidak perlu khawatir dengan adanya perbedaan jarak atau waktu untuk berkomunikasi, karena dengan media yang disebutkan tadi, kita dapat berkomunikasi kapan saja dan dimana saja kita mau memulai komunikasi dengan orang yang ingin kita tuju. Namun dengan kondisi pandemi sekarang, justru media atau teknologi tersebut mampu membuat hambatan pada komunikasi, baik dalam segi pemanfaatan media yang kurang, hingga masyarakat yang belum siap hidup bergantung kepada teknologi seutuhnya. Penelitian ini berjudul “Komunikasi Guru dengan Siswa Dalam Adaptasi Kegiatan Belajar Mengajar Online di Masa Pandemi Covid-19” yang bertujuan untuk mengetahui Empati, Sikap saling mendukung, Keterbukaan, Sikap positif, dan Kesetaraan yang dilakukan Guru baik Murid selama Pandemi Covid-19 berlangsung. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data didapat melalui Wawancara, Observasi, dan Studi Pustaka untuk mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa narasumber yang menjadi subjek penelitian yaitu, Kepala Sekolah, Salah satu Wali Kelas dan Guru Bimbingan Konseling, dan 2 perwakilan dari Siswa/I. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi Guru dengan Siswa dalam adaptasi kegiatan belajar mengajar online di masa pandemi covid-19 berdasarlam teori komunikasi interpersonal Joseph A. Devito (1989) yang meliputi empati, sikap mendukung, kesetaraan, keterbukaan, dan sikap positif dilakukan dengan maksimal dan guidebook sesuai kurikulum yang berlaku. Beberapa aspek dalam pembelajaran online ini memang perlu penyesuaian dan waktu, tetapi bukan perkara sulit untuk menemukan solusi serta jalan keluarnya. SMAN 23 Bandung sebagai sekolah penggerak juga memiliki peranan penting untuk menunjang kelancaran Guru dengan Siswa dalam menjalankan pembelajaran dan komunikasi jarak jauh.
Proses Re-branding Blishful Indonesia Aninda Nisya Fitrina; Wulan Tri Gartanti Gartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.626 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4158

Abstract

Abstract. Micro, small and medium enterprises or MSMEs created by the community, especially millennials, are an important pillar in the Indonesian economy. One of them is Blishful Indonesia, a local business in the beauty sector since 2015 which still maintains its home-made products using natural ingredients. Blishful is re-branding in 2021 and requires a strategy from public relations to achieve the goals that have been set. The purpose of this study was to determine the re-branding process carried out by PR Blishful Indonesia through Instagram social media. Using the theory and concept of Public Relations, Public Relations strategy and re-branding process. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. Data collection uses in-depth interviews, observations, and literature studies. The results of this study indicate that the PR strategy used is the strategy of publicity and strategy of persuasion. By using four elements of re-branding, namely repositioning, renaming, redesign and relaunching. Abstrak. Usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang diciptakan oleh masyarakat khususnya kaum milenial menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah Blishful Indonesia merupakan bisnis lokal di bidang kecantikan sejak tahun 2015 yang masih mempertahankan pembuatannya secara home made menggunakan bahan-bahan natural. Blishful melakukan re-brandingpada tahun 2021 dan membutuhkan strategi dari public relations untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses re-branding yang dilakukan oleh PR Blishful Indonesia melalui media sosial Instagram. Menggunakan teori dan konsep Public Relations, strategi Public Relations dan proses re-branding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan kajian Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi PR yang dipakai adalah strategy of publicity dan strategy of persuation. Dengan menggunakan empat elemen re-branding yaitu repositioning, renaming, redesign dan relaunching.
Strategi Komunikasi Persuasif Komunitas 1000 Guru Bandung dalam Mengajar dan Memotivasi Anak-Anak Negeri Muchamad Fadhil Abdusy Syukur; Wulan Trigartanti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.516 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4584

Abstract

Abstract. Inequality in education in Indonesia is a figure that is often discussed by many parties. Starting from inadequate educational facilities, to the lack of educators which can affect the lack of quality education in Indonesia. These educational problems are often found in small towns and villages, especially in remote villages far from the city, which makes many students in the area stop pursuing their education. This phenomenon has made many education activists from the individual, group, organizational, community and even government levels to take action to support the assistance of various kinds of facilities for those who live in remote areas so that they can get their rights as citizens who deserve to receive education. One of them is the Bandung 1000 Guru Community which supports providing assistance to students in remote areas by becoming a teacher figure with the hope of making students in remote schools motivated to be enthusiastic about learning in pursuing knowledge until they can achieve everything they aspire to. The researcher wants to know the Persuasive Communication Strategy carried out by the Bandung 1000 Teacher Community in teaching and motivating students who attend school in the Bandung area who are affected by educational inequality. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection methods used in this study were interviews, observation, literature study and documentation. The data obtained were then analyzed by reducing, displaying and drawing conclusions. The result of this research is the persuasive communication strategy carried out by the Bandung 1000 Guru Community has 5 stages, namely Knowing the Audience, Composing Messages, Establishing Methods, Selection of Media Uses and Barriers. Which in the communication strategy element contains the concept of message design consisting of Fear Appeal, Emotional Appeal, Reward Appeal, Motivational Appeal, Humorious Appeal and also contains persuasive communication Abstrak. Ketimpangan pendidikan di Indonesia menjadi sosok yang sering diperbincangkan oleh banyak pihak. Dari mulai fasilitas pendidikan yang kurang memadai, sampai kurangnya tenaga pendidik yang dapat mempengaruhi kurangnya mutu pendidikan di Indonesia. Masalah-masalah pendidikan tersebut sering dijumpai di kota-kota kecil dan di desa-desa terutama desa yang terpelosok jauh dari kota yang membuat banyak siswa pendidikan di daerah tersebut berhenti mengejar pendidikannya. Fenomerna tersebut membuat banyak aktivis pendidikan dari mulai tingkat individu, kelompok, organisasi, komunitas bahkan sampai pemerintahan yang melakukan aksi untuk mendukung bantuan berbagai macam fasilitas bagi mereka-mereka yang tinggal di daerah terpelosok agar dapat mendapatkan haknya sebagai warga negara yang layak untuk mendapat pendidikan. Salah satunya adalah Komunitas 1000 Guru Bandung yang mendukung memberikan bantuan kepada siswa di daerah terpelosok dengan menjadi sosok pengajar dengan membawa harapan dapat menjadikan siswa-siswa di sekolah terpelosok termotivasi untuk semangat belajar dalam mengejar ilmu sampai dapat mencapai segala apa yang dicita-citakannya. Peneliti ingin mengetahui Strategi Komunikasi Persuasif yang dilakukan oleh Komunitas 1000 Guru Bandung dalam mengajar dan memotivasi siswa yang bersekolah di daerah Bandung yang terdampak oleh ketimpangan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mereduksi, mendisplay dan mengambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Komunitas 1000 Guru Bandung memiliki 5 unsur tahapan yaitu Mengenal Khalayak, Menyusun Pesan, Menetapkan Metode, Seleksi Penggunaan Media dan Hambatan. Yang mana dalam unsur strategi komunikasi tersebut mengandung konsep perancangan pesan yang terdiri dari Fear Appeal, Emotional Appeal, Reward Appeal, Motivational Appeal, Humorious Appeal dan juga mengandung teknik komunikasi persuasif dengan teknik asosiasi, integrase, ganjaran, tataan dan red-hearing.