Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : DINTEK

KLASIFIKASI SUMBERDAYA ENDAPAN NIKEL LATERIT DAERAH PULAU OBI, HALMAHERA SELATAN DENGAN PENDEKATAN RELATIVE KRIGING STANDARD DEVIATION (RKSD) Wawan A.K Conoras
DINTEK Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.337 KB)

Abstract

Klasifikasi sumberdaya mineral ialah suatu hal yang sangat penting dalam bidang eksplorasi terutama dalam penaksiran cadangan. Penelitian ini dilakukan pada endapan Nikel laterit Pulau Obi dengan pemodelan geometri endapan bijih nikel laterit dan kemudian dilakukan klasifikasi sumberdaya yang mengacu pada standar klasifikasi sumberdaya mineral dari SNI 4726:2011 dengan pendekatan RKSD berdasarkan data estimasi Ordinary Kriging. Hasil Klasfikasi Sumberdaya, jumlah Total sumberdaya tonase dan kadar rata-rata yaitu sumberdaya measured (Terukur) 414.016 ton Ni 1.69% Fe 23.34%, indicated (Terunjuk) 1.318.375 ton Ni 1.23 Fe 36.16 dan jumlah sumberdaya Inferred (Tereka) 98.672 ton Ni 1.01% Fe 44.73%.
PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT SITE PULAU PAKAL PT. ANTAM (PERSERO) TBK UBP NICKEL MALUKU UTARA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN ORDINARY KRIGING Wawan AK Conoras *; Mardiman Tabaika **
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.938 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemodelan dan estimasi Sumberdaya nikel laterit bertujuan untuk mengetahui penyebaran sumberdaya yang ditampilkan dalam bentuk blok model serta mengetahui hasil estimasi nikel laterit yang akurat dan komersial dari suatu endapan. Hasil pemodelan dan estimasi sumberdaya memprsentasikan bentuk dan penyebaran dari endapan mineral sehingga memudahkan dalam melakukan penambangan serta dapat memperkirakan batas-batas penambangan berdasarkan hasil pemodelan dan estimasi sumberdaya. Data yang digunakan dalam pemodelan dan estimasi sumberdaya nikel laterit terdiri dari data bor hasil eksplorasi, koordinat bor, dan klasifikasi kadar eksplorasi. Metoda Pengolahan dan analisa data menggunakan pemodelan dan Metode estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan pendekatan metode Inverse Distance Weight (IDW) dan Ordinary kriging dengan ukuran grid terbesar 25 M³ dan model ukuran blok 25 M x 25 M tebal blok 3 M dan ukuran blok terkecil 12,5 M x 12, 5 M tebal block terkecil 1.5. Hasil estimasi Sumberdaya Ni metode Inverse Distance Weight (IDW) dengan total tonase sebesar 1,221,090 ton kadar Ni 1.96, kadar Fe 15.91, dan Total hasil estimasi metode Ordinary kriging1,604,063 dengan kadar Ni 1.52 dan kadar Fe 20.01 ton. Berdasarkan hasil estimasi, dilakukan perbandingan kedua metode terhadap data bor eksplorasi (data Komposit kadar Ni). Dari grafik hasil perbandingan terlihat pola grafik kadar kadar Ni yang lebih cenderung mengikuti pola grafik kadar data bor eksplorasi/ data komposit Ni adalah pola grafik data dari metode Ordinary kriging dibandingkan pada metode Inverse Distance Weight
Studi Identifikasi Potensi Pertambangan Bahan Galian Pasir dan Batu di Wilayah Kecamatan Sahu Timur dan Ibu Selatan Kabupaten Halmahera Barat Razak Karim; Wawan A.K Conoras
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1776.133 KB)

Abstract

Identification of potential minerals, is a preliminary activity in the inventory of potential mineral resources in an area. In this study, the process of identifying sand and rock excavation was carried out in the area of ​​East Sahu Subdistrict and South Ibu District, West Halmahera, North Maluku Province. This study uses the preliminary exploration method step approach which is carried out by mapping the excavation material and observations and sampling in the field. The results of the study showed that the research area consisted of Volcanic Geomorphic units and Geomorphic Fluvial Units. Where volcanic geomorphic units are formed due to volcanic activities that are dated / quarterly. This unit is filled with quarterly volcanic rock units, consisting of volcanic breccia rocks occupying 25% of the research area. This lava rock also has an area of ​​7-9% of the area of ​​investigation. Whereas for Alluvial deposits containing coastal sand deposits and volcanic breccia it has an area of ​​only 2-3% of the total area of ​​investigation. The remaining 62% is filled by tuffa rock units which are pyroclastic material in the form of falling pyroclastic and glide / flow pyroclastic. In addition, this volcanic material can be used as building materials such as home foundations, stone temples / decorative stones, road foundation, for road pavement even as asphalt road mixtures. Abstrak Identifikasi potensi bahan galian, merupakan suatu kegiatan pendahuluan dalam menginventarisir potensi sumberdaya bahan galian disuatu wilayah. Dalam penelitian ini, proses identifikasi bahan galian pasir dan batuan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sahu Timur dan Ibu Selatan kabupaten halmahera barat provinsi maluku utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan tahapan metoda eksplorasi pendahuluan yang dilakukan dengan cara pemetaan bahan galian dan pengamatan serta pengambilan sampel dilapangan. Hasil penelitian memperlihatkan pada daerah penelitian terdiri dari satuan Geomorfik Vulkanik dan Satuan Geomorfik Fluvial. Dimana satuan Geomorfik vulkanik terbentuk akibat adanya aktivitas – aktivitas gunung api yang berumur recen/kuarter. Satuan ini diisi oleh satuan batuan vulkanik kuarter, terdiri dari batuan breksi vulkanik menempati 25% dari luas wilayah penelitian. Batuan lava ini juga memiliki luasan 7-9% dari luas wilayah penyelidikan. Sedangkan untuk endapan Alluvial yang berisikan endapan pasir pantai dan breksi vulkanik memiliki luasan hanya 2-3% dari luas wilayah penyelidikan. Sisanya sekitar 62% diisi oleh satuan batuan tuffa yang merupakan material piroklastik berupa piroklastik jatuhan maupun piroklastik luncuran/aliran. Selain itu juga material vulkanik ini dapat dimanfaatkan sebagai material bangunan seperti pondasi rumah, batu temple / batu hias, dasar pondasi jalan, untuk perkerasan jalan bahkan sebagai material campuran jalan aspal.
INTERPRETASI TAHANAN JENIS BAWAH PERMUKAAN DAERAH MOROTAI MENGGUNAKAN GEOLISTRIK SCHLUMBERGER CONFIGURATION VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING 1D Wawan A.K Conoras *; Julhija Rasai **; Husaen Salahu ***
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.323 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu sumber kebutuhan manusia sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan keterdapatan air tanah pada lapisan batuan atau tanah dibawah permukaan, pada beberapa desa di daerah Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara. Pada penelitian ini menggunakan metoda Geofisika aktif tahanan Jenis / Geolistrik dengan Konfigurasi Schlumberger VES 1D, kemudian dari hasil pengukuran di lakukan perhitungan analisa data tahanan jenis, kemudian mengiterpretasi nilai hasil tahanan jenis sebenanya pada tiap lapisan serta interpretasi atau pendugaan posisi airtanah. Hasil analisa dan interpretasi data tahanan jenis pada penelitian ini menampilkan pada Desa Waya bula, lapisan pembawa air tanah kualitas bagus (akuifer) terdapat pada kedalaman AB/2= 8 m Pasir, pasir kasar, kerikil tidak berlempung dengan nilai tahanan jenis >70 Ωm. Pada Desa Buo-buo, lapisan pembawa air tanah kualitas rendah sampai menengah terdapat pada kedalaman AB/2= 3 - 4 m Pasir, kerikil sedikit lempung dengan nilai tahanan jenis 16.17 - 45.80 Ωm. Pada Desa Cendana, lapisan pembawa air tanah terdapat pada kedalaman AB/2= 12 m, hasil interpretasi pada lapisan ini, diduga terdapatnya batugamping dan pasir kasar dengan nilai tahanan jenis 440.03 Ωm. Pada Desa Sangowo, lapisan pembawa air tanah (akuifer) kualitas menengah sampai sangat bagus terdapat pada kedalaman AB/2= 4 - 10m dengan jenis lapisan Pasir kasar, kerikil sedikit lempung dengan nilai tahanan jenis 36.02 - 306.87Ωm. Pada Desa Saleh, lapisan pembawa air tanah kualitas menengah sampai sangat rendah terdapat pada kedalaman AB/2= 8 - 10m. Pada lapisan ini terdapat Pasir kasar, kerikil sedikit lempung dengan nilai tahanan jenis 20.15 - 51.65Ωm.
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN BENCANA ALAM GERAKAN TANAH DI WILAYAH MALUKU UTARA Razak Karim; Wawan A.K Conoras; Julhija Rasai
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.429 KB)

Abstract

Bencana alam gerakan tanah merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi di suatu wilayah, apabila daya dukung tanah tidak terlalu baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana alam gerakan tanah di beberapa wilayah maluku utara. Pendekatan Metode dalam penelitian ini yaitu evaluasi dan analisis secara deduktif, dengan pengumpulan data secara komprehensif kemudian menjadi sebuah dasar kajian pengambilan keputusan untuk menilai suatu wilayah berpotensi rawan bencana alam geologi. Pendekatan evaluasi dan analisis yang dilakukan meliputi berbagai bidang dalam disiplin ilmu geologi antara lain ; pendekatan fisiologi/geomorfologi, pendekatan struktur geologi dan gerak tektonik, pendekatan vulkanologi, pendekatan geologi teknik dan tata lingkungan. Hasil penelitian menampilkan kondisi tanah dan batuan yang rawan terhadap gerakan tanah, menunjukkan bahwa endapan batuan vulkanik muda cukup rawan longsor dan banjir bandang, di wilayah deretan gunungapi, termasuk P. Bacan. Pengaruh kemiringan lereng terhadap kejadian gerakan tanah cukup dominan di daerah penelitian, ini terlihat dari distribusi kejadian gerakan tanah pada tiap-tiap kemiringan lereng berdasarkan pengamatan lapangan. beberapa faktor yang mempengaruhi gerakan tanah daerah penelitian, diantaranya adalah sifat fisik batuan serta tanah pelapukan pembentuk lereng, terutama pada daerah-daerah yang dibentuk oleh batuan vulkanik yang berupa tufa dengan tanah lapukan bersifat gembur, plastis, membubur jika jenuh air dan tebal berada pada lereng yang terjal. Selain itu salah satu faktor utama gerakan tanah pada daerah penelitian ialah curah hujan yang tinggi akan menyebabkan naiknya tekanan air pori.
Pemodelan Litologi dan Estimasi Sumberdaya Au Epithermal Daerah Loloda, Halmahera Barat Dengan Pendekatan Metoda Estimasi Inverse Distance Weight Wawan AK Conoras; Julhija Rasai; Albert Djin
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.074 KB)

Abstract

Pemodelan sumberdaya dan perhitungan cadangan merupakan suatu rangkaian eksplorasi dalam bidang pertambangan. Pada penelitian ini, pemodelan sumberdaya dan perhitungan cadangan emas (Au), bertujuan untuk mengidentifikasi, menentukan suatu gambaran geologi dan mendeliniasi secara rinci mengenai ukuran, bentuk, sebaran, kualitas dan kuantitas badan bijih dalam bentuk 3D yang didapatkan dari data-data percontohan dalam kegiatan eksplorasi. Data-data yang diperlukan dari data eksplorasi untuk melanjutkan dalam pengimputan dan pengolahan adalah data koordinat titik bor (collar),data litologi, kadar (essay/geology), data arah lubang bor, dip dan azimuth (survey). Dalam pengolahan dan analiasa sumberdaya dan cadangan Au menggunakan metode estimasi IDW (Inverse Dintance Weight) dengan ukuran block model yaitu 2x2x1 meter kemudian dilakukan perhitungan berdasarkan nilai Cut of Grade (CoG). Hasil Pengolahan data dan pemodelan litologi menunjukan sebaran batuan limestone (LIM), calcareous siltstone (CST), calcareous sandstone (CSD), yang kecenderungan batuannya mengarah ke permukaan berupa suatu singkapan, selain itu terdapat berbagai jenis batuan yang tersingkap yaitu: fold breccia (FBX), dan hydrothermal breccia (HBX) yang terkandung pada batuan limestone dan silstone. Hasil Pengolahan data, estimasi sumberdaya dan perhitungan Cadangan Au menampilkan nilai CoG yang paling rendah ≥ 0,1 g/t, memiliki tonase 123.546 ton dengan kadar rata-rata 1,6 g/t, sedangkan CoG tertinggi ≥2,00 g/t memiliki tonase 24.381 ton dengan kadar rata-rata Au 4,88 g/t. Hasil perhitungn Total tonase 269.969 Ton dengan kadar Rata-rata Au 2.8 g/t.
Analisis Spasial Tahanan Jenis 2D Pada Zona Perlapisan Nikel Laterit Daerah Pulau Obi Dengan Pendekatan Metoda Estimasi Geostatistik Wawan A.K Conoras
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis spasial data tahanan jenis merupakan teknik analisis yang bertujuan untuk menentukan tingkat akurasi dari model interpolasi nilai data tahanan jenis. Penelitian ini dilakukan pada endapan nikel laterit Pulau Obi dengan cara pengukuran geolistrik tahanan jenis. Pengukuran tahan jenis geolistrik pada penelitian ini dengan pendekatan metoda konfigurasi schlumberger, dari hasil pengukuran tersebut dilakukan pemodelan penampang 2D dengan menggunakan RES2D, kemudian data hasil pemodelan tersebut dilanjutkan analisis spasial dengan metoda geostatistik ordinary Point Kriging. Hasil analisis spasial Pengolahan data dan pemodelan data pada ketiga penampang menunjukan nilai koefisian korelasi positif (R = >0,90) yang artinya hasil analisis spasial geostatistik Ordinary point kriging dari data tahanan jenis 2D, mendekati kondisi real di lapangan. Hasil estimasi dan interpretasi data pada Penampang A didominasi Boulder dan bedrock peridotit di bagian bawah penampang. Pada penampang B di dominasi laterit Soil dan pada penampang C, masih di dominasi laterit soil serta sedikit peridotit boulder yang menempati bagian timur penampang.
Teknis Pembuatan Nickel Pig Iron (NPI) Bijih Nikel Laterit Menggunakan Blast Furnance Pada PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara Husaen Salahu; Wawan A.K Conoras
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses peleburan bijih nikel pada smelter adalah produksi nikel pig iron dari bahan baku ore nikel. Penelitian ini bertujuan mengetahui kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan sinter bijih nikel, dan jumlah produk nickel pig iron yang dihasilkan dengan menggunakan blast furnance dan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini studi lieratur dan dukumentasi lapangan dan pengolahan data yang diperoleh dari blast furnance, analisis mass balances dan heat balances untuk mengetahui bahan baku yang digunakan dan produk yang dihasilkan dalam pembuatan nickel pig iron menggunakan blast furnance serta kapasitas panas (Cp) yang dihasilkan untuk pembuatan NPI.Dari hasil analisis mass balances bahan baku yang digunakan dalam pembuatan Nickel pig ironi pada blast furnace terdiri dari sinter bijih sebesar 14.861,50 ton, 5.278,50 ton kokas, 1.737,60 ton O2 sinter, dan 5.122,00 ton O2 blower maka total raw material input sebesar 27.089,00. Sedangkan output produk yang dihasilkan meliputi, 977,80 ton uap air, 501,70 tonVm, 4.778,50 ton gas CO2, 6.080,75 ton gas CO, 205,60 ton debu, 2.808,15 ton NPI, 11.737,10 ton slag. Sedangkan analisis heat balance pada entalpi pembentukan standar 298o terdiri dari reaksi antara Nikel Oksida, dan Carbon monoxsida bereaksi menjadi nikel dan karbondioksida (-774,6 kJ). Reaksi antara iron (III) oxide dengan carbon monoxide beraksi menjadi iron (II,III) oxide dengan carbon dioxide (-5213,4 kJ), reaksi antara iron (II,III) oxide dengan carbon dioxide bereaksi menjadi iron oxide dan carbon dioxide (-2438,4 kJ), dan reaksi antara iron oxide dengan carbon dioxide (-776 kJ).Total raw material yang digunakan dalam pembuatan NPI sebesar 27.089,00 ton dan total output yang dihasilkan sebesar 27.089,00 ton serta nickel pig iron yang dihasilkan sebesar 2.808,15 ton.
Pemodelan Estimasi Sumberdaya Endapan Emas (Au) Daerah Loloda Menggunakan Metode Inverse Distance Cube (ID3) Dan Ordinary Kriging (OK) Wawan A.K Conoras; Albert Djin
DINTEK Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan dan estimasi endapan emas ini merupakan suatu penaksiran yang berlandaskan pada suatu data yang dapat dikatakan valid/benar jika didalam verifikasi data tersebut tidak terdapat adanya kesalahan, sehingga hasil dari pemodelan dan estimasi yang dilakukan mendekati nilai yang sesungguhnya, mendapatkan korelasi antara ukuran (size), keterdapatan (sebaran), serta nilai (value) kadar endapan pada emas epithermal ada beberapa indikator yang ditentukan secara mutlak dalam pengolahan data. Pada penelitian ini ada beberapa metode pengolahan data yang digunakan yaitu Ordinary Kriging (OK) dan Inverse Distance Cube (ID3). Secara teknis dalam pengolahan data adalah proses dalam suatu analisis untuk mendapatkan hasil sumberdaya atau cadangan Au. Pendekatan metode OK dan ID3 berdasarkan sumber data dari 8 titik bor, yang diperoleh adalah data-data dari eksplorasi emas epithermal, seperti data pemboran (Drill hole Database); Collar, Survey, dan data Assay. Data tersebut diverikasi ke dalam software menjadi data composite. Hasil penaksiran cadangan Au Secara Cut of Gride (CoG) dengan block yang menggunakan metode OK dari kadar batas 0.1 sampai 10.0 (1.0->10.0) menghasilkan kadar rata-rata 3.12, dengan total volume 141,295 m³, dan total tonase 182,309 Ton dan hasil dengan menggunakan metode ID3 dari kadar batas 0.1 sampai 10.0 (1.0->10.0) menghasilkan kadar rata-rata 2.25 dengan total volume 138,410 m³, dan total tonase yang didaptkan adalah 137,696 Ton. Dari hasil penaksiran kualitas kadar Au dengan melihat tingkat akurasi antara nilai korelasi data menggunakan validasi diagram pencar menghasilkan distribusi nilai data OK, ID3 dan data Composite cukup baik hubungan antara ketiga data tersebut dengan melihat nilai correlation cofficient (R); pada data OK dengan Composite menghasilkan nilai korelasi (R=0.88), nilai korelasi antara data ID3 dengan Composite yaitu (R=0.74), dan distrubusi nilai korelasi antara data OK dengan data ID3 adalah (R=1.00).
Pemetaan Kemajuan Penambangan Nikel Laterit Di Pit Toba III PT. X Desa Kawasi Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Wawan A.K Conoras; Yanny *; Siti Haliya Lesang
DINTEK Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan kemauan tambang penting dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan penambangan. Penelitian ini dilakukan di Pit Toba III pada PT. X yang berada di desa Kawasi Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar volume tertambang perminggu berdasarkan pengukuran survey. Kemajuan tambang diukur menggunakan alat total station untuk mendapatkan posisi planimetris berupa easthing, northing dan elevasi. Pengukuran dengan metode poligon sehingga membentuk segi banyak. Dari hasil pengolahan data pengukuran diperoleh kemajuan minggu ke-I dengan volume 37.917 m3 , minggu ke-II dengan volume 41.624 m3 , minggu ke-III dengan volume 22.788 m3 dan mimggu ke-IV dengan volume 13.219 m3 . Dari hasil penelitian selama satu bulan total volume sebesar 115.548 m3 dengan rata-rata kemajuan yaitu 22.806 m3. ABSTRACTMining progress mapping is important to evaluate mining activites. This research was conducted in Pit Toba at PT.X which is located in Kawasi Village, South Halmahera, Noorth Maluku Province. This study aims to determin how large the volume mined pe week is based on survey measuenments. Mine progress is measured using a total station tool to obtion a planimetric position in the form of easting, northing and elevation. Measurement with the polygon method so as to form a polygon. From the results of processing the measurement data, the progress of the first week with a volume of 37,917 m3, the second week with a volume of 41,642 m3 , the third week with a volume of 22,788 m3 , and the fourth week with a volume of 13,219 m3 .From the results of the research for one month the total volume of 115,548 m3 with an average progress of 22,806 m3. .