Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PROBIOTIK YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS UDANG VANAMEI (Litopenaeus vanammei) muzaqqi, iqbal; nuhman; trisyani, ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 4 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v4i2.53

Abstract

Vannamei shrimp productivity is influenced by the carrying capacity of the pond and the environment, good fry quality and water quality. Microorganisms in probiotics are very beneficial for living things. The addition of probiotics in artificial vaname shrimp feed can increase the nutritional content of protein feed and maintain the balance of digestive tract microbes. The research design used was a completely randomized design with 4 treatments and 6 times. The best treatment results were the probiotic dose of 20 ml/kg with a growth rate of 6%, absolute weight growth of 2.30 grams and mortality of 8.59%
KULTUR PERTUMBUHAN MIKROALGA Spirulina sp. PADA MEDIA ASAM, NETRAL DAN ALKALINE SKALA LABORATURIUM Tambunan, Ayu Lestari; Yuniar, Is; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v4i1.62

Abstract

Mikroalga merupakan salah satu biota perairan yang bermanfaat sebagai pakan alami. Salah satu mikroalga yang banyak digunakan untuk pakan alami adalah Spirulina sp. ganggang hijau-biru bersel tunggal dan berfilamen yang termasuk ke dalam kelompok Sianobakter. Spirulina sp. merupakan mikroalga yang memiliki protein tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pakan alami. Selama budidaya, pengaturan pH dibutuhkan oleh Spirulina sp. dapat ditemukan di perairan dengan pH alkaline. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan spirulina sp. yang dikultur dalam media asam, netral dan alkaline dengan kisaran pH 5-6, 6-7, 7-8, 8-9, 9-10. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratoris, dengan teknik pengambilan data melalui observasi langsung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) karena selain unit perlakuan maka semua faktor dibuat homogen atau dihomogenkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bahwa pada media asam, netral dan alkaline skala laboraturium sangat berbeda nyata terhadap kepadatan Spirulina sp. kepadatan populasi yang terbaik terdapat pada perlakuan E nilai rata-rata 4.48 unit/ml dengan kisaran pH 9-10 penambahan 3g baking soda, 1L air dan 1,5 pupuk walne kepadatan populasi terendah terdapat pada perlakuan A nilai rata-rata 1.72 unit /ml dengan kisaran pH 5-6 penambahan 11/2 asam asetat, 1L air dan 1,5 pupuk walne.
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM AMINO TRIPTOFAN PADA PAKAN BUATAN BUATAN TERHADAP TINGKAT KANIBALISME, SURVIVAL RATE DAN PERTUMBUHAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Sofwanudin, Ilham Hasbi; Nuhman; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.99

Abstract

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas akuakultur bernilai tinggi dengan prospek budidaya yang menjanjikan. Salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan lobster air tawar muda adalah tingginya tingkat kanibalisme, terutama pada fase pergantian kulit (moulting), yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan asam amino esensial triptofan pada pakan buatan terhadap tingkat kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan pertumbuhan lobster air tawar muda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis triptofan (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertambahan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan tingkat kanibalisme (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan triptofan 6% menghasilkan luaran terbaik, dengan berat rata-rata 18,47 g dan tingkat kanibalisme terendah 1%. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan 6% berbeda secara signifikan dibandingkan perlakuan lainnya (p < 0,05) dalam mengurangi kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan triptofan 6% pada pakan buatan efektif dalam menekan kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan juvenil Cherax quadricarinatus, sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan budidaya.  
PREVALENSI PENYAKIT UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) YANG TERDETEKSI DI LABORATORIUM PT CJ FEED AND CARE SITUBONDO TAHUN 2023 Winarti, Wiwik; Nuhman; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i1.106

Abstract

Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) memiliki kontribusi yang besar dalam industri udang di Indonesia. Spesies udang ini lebih tahan penyakit, tersedia benur SPF, dapat dibudidayakan dengan padat tebar tinggi dan penggunaan pakan lebih efisien. Jenis penyakit yang dominan adalah WSSV, AHPND dan IMNV. Sampai saat ini belum ditemukan teknis pengobatan yang efektif. Uji penyakit WSSV, AHPND dan IMNV dengan real time PCR memberikan hasil kuantitatif yang akurat dan dapat diandalkan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif. Hasil pengumpulan data selama tahun 2023 di laboratorium PT CJ Feed and Care Situbondo menunjukkan bahwa selama tahun 2023 penyakit AHPND memiliki prevalensi tertinggi di Jawa Timur dibanding penyakit lain sebesar 31,7%, secara bulanan prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 44,4% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan November 24,3%. Prevalensi penyakit WSSV tahun 2023 sebesar 17,6% dimana prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 27,8% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan Mei 10,0%. Prevalensi penyakit IMNV, selama tahun 2023 sebesar14,1% dimana prevalensi tertinggi bulan Juli 21,1% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan April 7,7%.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST LARVA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) STADIA PL 4-10 DENGAN PEMEBERIAN Artemia sp. DAN PAKAN BUATAN Ginanjar; Nuhman; Subagio, Hari; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i1.107

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam produksi larva udang vaname adalah rendahnya kualitas post larva yang dihasilkan. Hal ini umumnya disebabkan oleh mutu dan kandungan nutrisi pakan yang belum dapat memenuhi kebutuhan optimal post larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup post larva udang vaname stadia PL 4-10 dengan pemberian pakan Artemia sp. dan pakan buatan powder, serta menentukan jenis pakan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei di CV. Sumber Hatchery Bangka menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan lima ulangan, yaitu perlakuan A (pakan alami naupli Artemia sp. 100%), perlakuan B (pakan buatan powder 100%), dan perlakuan C (kombinasi pakan alami naupli Artemia sp. 50% dan pakan buatan powder 50%). Post larva ditebar dengan padat tebar 20 ekor/liter, total 10.000 ekor/bak. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertambahan panjang mutlak, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil menunjukkan perlakuan C memberikan pertumbuhan berat mutlak tertinggi (0,009±0,001 g), berbeda nyata (p<0,05) dengan perlakuan A (0,008±0,001 g) dan B (0,007±0,001 g). Perlakuan C juga menghasilkan pertambahan panjang mutlak tertinggi (0,456±0,044 cm), berbeda nyata dengan perlakuan A (0,394±0,032 cm) dan B (0,386±0,047 cm). Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan A (96±0,038%), diikuti perlakuan B (95±0,025%) dan C (91±0,037%). Kualitas air selama penelitian dalam kisaran optimal sesuai SNI 8678-4:2021 untuk pemeliharaan post larva udang vaname. Kesimpulannya, pakan kombinasi memberikan hasil pertumbuhan terbaik, sedangkan pemberian pakan alami 100% menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi.
PREVALENSI PENYAKIT UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) YANG TERDETEKSI DI LABORATORIUM PT CJ FEED AND CARE SITUBONDO TAHUN 2023 Winarti, Wiwik; Nuhman; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i1.111

Abstract

Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) memiliki kontribusi yang besar dalam industri udang di Indonesia. Spesies udang ini lebih tahan penyakit, tersedia benur SPF, dapat dibudidayakan dengan padat tebar tinggi dan penggunaan pakan lebih efisien. Jenis penyakit yang dominan adalah WSSV, AHPND dan IMNV. Sampai saat ini belum ditemukan teknis pengobatan yang efektif. Uji penyakit WSSV, AHPND dan IMNV dengan real time PCR memberikan hasil kuantitatif yang akurat dan dapat diandalkan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif. Hasil pengumpulan data selama tahun 2023 di laboratorium PT CJ Feed and Care Situbondo menunjukkan bahwa selama tahun 2023 penyakit AHPND memiliki prevalensi tertinggi di Jawa Timur dibanding penyakit lain sebesar 31,7%, secara bulanan prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 44,4% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan November 24,3%. Prevalensi penyakit WSSV tahun 2023 sebesar 17,6% dimana prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 27,8% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan Mei 10,0%. Prevalensi penyakit IMNV, selama tahun 2023 sebesar14,1% dimana prevalensi tertinggi bulan Juli 21,1% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan April 7,7%.
Dynamics of water quality at different stocking densities and its effect on the growth of Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) under intensive culture at PT Shihe Udang Industry Indonesia Qadri, Ainul; Trisyani, Ninis; Rosana, Nurul; Faldila, Irma
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i3.1679

Abstract

Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is a leading aquaculture commodity in Indonesia, with high market demand for both domestic consumption and export. However, cultivation continues to fail, primarily due to water quality problems. Water-quality parameters play a crucial role in the ecosystem of intensive shrimp ponds. This study aimed to determine the effect of stocking density on water quality and production outcomes. The research was conducted over one shrimp culture cycle at PT Shihe Udang Industry Indonesia. The results showed that the water-quality dynamics in all three observed ponds tended to increase as the day of culture progressed, and the parameters that most strongly influenced shrimp growth and production were NH4⁺, total organic matter, and total Vibrio count. The data indicate that higher stocking densities strongly affect water quality: Pond A1 (361 shrimp/m²) had more stable water quality than ponds A5 (637 shrimp/m²) and C (1,296 shrimp/m²). Production in Pond A1 was the most optimal at 11,220.31 kg, with a survival rate of 68% and a feed conversion ratio of 1.47. The lowest production occurred in Pond C at 1,484.56 kg, with a survival rate of 25% and a feed conversion ratio of 2.43. The poor production performance in Pond C was driven by the very high stocking density, which deteriorated water quality; the high total Vibrio count also contributed to shrimp mortality.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST LARVA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) STADIA PL 4-10 DENGAN PEMEBERIAN Artemia sp. DAN PAKAN BUATAN ginanjar, Ginanjar; Nuhman; Subagio, Hari; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i1.112

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam produksi larva udang vaname adalah rendahnya kualitas post larva yang dihasilkan. Hal ini umumnya disebabkan oleh mutu dan kandungan nutrisi pakan yang belum dapat memenuhi kebutuhan optimal post larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup post larva udang vaname stadia PL 4-10 dengan pemberian pakan Artemia sp. dan pakan buatan powder, serta menentukan jenis pakan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei di CV. Sumber Hatchery Bangka menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan lima ulangan, yaitu perlakuan A (pakan alami naupli Artemia sp. 100%), perlakuan B (pakan buatan powder 100%), dan perlakuan C (kombinasi pakan alami naupli Artemia sp. 50% dan pakan buatan powder 50%). Post larva ditebar dengan padat tebar 20 ekor/liter, total 10.000 ekor/bak. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertambahan panjang mutlak, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil menunjukkan perlakuan C memberikan pertumbuhan berat mutlak tertinggi (0,009±0,001 g), berbeda nyata (p<0,05) dengan perlakuan A (0,008±0,001 g) dan B (0,007±0,001 g). Perlakuan C juga menghasilkan pertambahan panjang mutlak tertinggi (0,456±0,044 cm), berbeda nyata dengan perlakuan A (0,394±0,032 cm) dan B (0,386±0,047 cm). Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan A (96±0,038%), diikuti perlakuan B (95±0,025%) dan C (91±0,037%). Kualitas air selama penelitian dalam kisaran optimal sesuai SNI 8678-4:2021 untuk pemeliharaan post larva udang vaname. Kesimpulannya, pakan kombinasi memberikan hasil pertumbuhan terbaik, sedangkan pemberian pakan alami 100% menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi.
PENGARUH JENIS MEREK DAGANG ARTEMIA YANG BERBEDA TERHADAP HATCHING RATE DALAM PROSES DEKAPSULASI PADA SALINITAS 30 PPT Fajar Ramadhan, Rinto; Subagio, Hari; Rosana, Nurul; Trisyani, Ninis
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis merek dagang artemia terhadap daya tetas (hatchingrate) setelah proses dekapsulasi pada salinitas 30 ppt. Artemia merupakan pakan alami penting dalam tahap larvabudidaya ikan dan udang karena nilai nutrisinya yang tinggi (Istiqomah et al., 2024). Metode eksperimen yangdigunakan melibatkan empat jenis merek dagang artemia (A, B, C, dan D) dengan lima ulangan dalam RancanganAcak Lengkap. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Merek Amenunjukkan daya tetas tertinggi (72,1%), sementara C terendah (57,2%). Faktor-faktor yang berperan termasukspesies artemia, kualitas kista, efektivitas dekapsulasi, serta stabilitas kualitas media seperti suhu, salinitas,oksigen terlarut, dan pH. Temuan ini dapat menjadi acuan pemilihan artemia untuk hatchery guna meningkatkanefisiensi produksi larva.