Farida Aryani
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Agriculture

RESPON SAWI (Brassica juncea L) TERHADAP POC AIR LIMBAH BUDIDAYA LELE PLUS (ALBL PLUS) Firman Firman; Farida Aryani
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.509 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1300

Abstract

Produksi sayuran termasuk Sawi (Brassica juncea L) organik masyarakat kita perlu ditingkatkan  diantaranya melalui pemberian pupuk organik cair.  Pupuk Organik Cair Air Limbah Budidaya Lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) merupakan pupuk organik cair kaya  hara nitrogen, sehingga sangat berpotensi untuk diberikan pada tanaman sayuran khususnya sawi.  Penelitian respon sawi (Brassica juncea) terhadap pupuk organik cair air limbah budidaya lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) perlu dilakukan untuk memperoleh rekomendasi aplikasi POC ALBL-PLUS yang terbaik pada tanaman sawi.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktor Tunggal dengan 6 ulangan.  Aplikasi POC ALBL-PLUS sebagai perlakuan adalah; A =  0,0 g/l (kontrol), B =   5 g/l  tiap 5 hari sekali,  C =   5 g/l tiap 10  hari sekali, D = 10 g/l tiap 5 hari sekali, E =   10 g/l tiap 10 hari sekali, F =   15 g/l tiap 5 hari sekali, G =  15 g/l tiap 10 hari sekali, H = 20 g/l tiap 5 hari sekali, I = 20 g/l tiap 10 hari sekali.  Aplikasi POC ALBL-PLUS tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan umur berbunga, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun serta berpengaruh sangat  nyata terhadap berat berangkasan basah tanaman caesim (Brassica juncea L). Aplikasi POC ALBL_PLUS 5 g/l dengan waktu pemberian tiap lima hari sekali (perlakuan B) meningkatkan jumlah daun dua kali lebih banyak dan berat berangkasan basah  enam kali lebih berat dibandingkan tanpa aplikasi POC ALBL-PLUS (kontrol).Kata Kunci :  POC, Nitrogen, Sawi
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI (Oriza sativa. L) GALUR UNHZ 12A DI POLYBAG DENGAN PERLAKUAN UMUR PINDAH BIBIT DAN JUMLAH BIBIT Farida Aryani; Asfaruddin; Sarina; Renses Suryadi
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.851 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3598

Abstract

Keberhasilan pengelolaan tanaman padi dipengaruhi berbagai faktor, antara lain umur pindah bibit dan jumlah bibit per rumpun tanam. Umur bibit pindah harus tepat dan sesuai untuk mengantisifasi pertumbuhan akar. Jumlah bibit per rumpun tanam akan mempengaruhi populasi yang ada, yang akan mempengaruhi pertumbuhan anakan produktif. Penelitian ini dilaksanakan di perumahan Bumi Persada Indah, Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Mulai tanggal 30 Maret sampai dengan 26 Juli 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah umur pindah bibit tanam bibit dengan 3 taraf perlakuan yaitu A1 : umur pindah bibit 21 hari, A2 : umur pindah bibit 28 hari, A3 : umur pindah bibit 35 hari. Faktor kedua adalah B1 : 2 batang per rumpun, B2 : 3 batang per rumpun, B3 : 4 batang per rumpun. Berdasarkan uji lanjut BNT pada taraf 5% menunjukkan bahwa umur padi 35 hari memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman, umur keluar malai dan umur panen. Jumlah bibit 2 batang per rumpun memberikan jumlah anakan terbanyak. Tidak ada interaksi antar perlakuan umur pindah bibit dengan jumlah bibit per rumpun. Kata Kunci : Padi, umur pindah bibit, jumlah bibit per rumpun, galur UNHZ 12A.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN PERLAKUAN MEDIA TUMBUH PELEPAH SAWIT DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Farida Aryani; Nurseha; Nurlianti Pratiwi; Anggi Ningrum Komala Devi; Neti Kesumawati
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5025

Abstract

Jamur tiram putih merupakan jenis jamur kayu yang termasuk dalam jenis tanaman pangan yang banyak digunakan oleh masyarakat, karena memiliki gizi yang tinggi dan tidak mengandung racun, serta bermanfaat untuk kesehatan antara lain dapat menurunkan kolesterol dan memperlancar pencernaan, sehingga jamur tiram putih sangat baik untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih, dan untuk mengetahui komposisi terbaik media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 (enam) taraf perlakuan, dan 4 (empat) ulangan, setiap unit perlakuan terdiri dari 4 (empat) baglog, 6 (enam) taraf perlakuan tersebut adalah : B0 : Serbuk gergaji kayu 80% + B 15% + TJ 3% + K 2% (kontrol), B1 : PS 80% + TKKS 0% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B2 : PS 70% + TKKS 10% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B3 : PS 60% + TKKS 20% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B4 : PS 50% + TKKS 30% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B5 : PS 40% + TKKS 40% + B 15% + TJ 3% + K 2%. (PS : Pelepah Sawit, TKKS : Tandan Kosong Kelapa Sawit, B : Bekatul, TJ : Tepung Jagung, K : Kapur). Berdasarkan uji lanjut BNT 5%, menunjukkan pertumbuhan miselium perlakuan BO berbeda, tidak nyata dengan perlakuan B2 dan B3 pada umur 39 HIS, 44 HIS, 49 HIS, 50 HIS, tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B4 dan B5. Sedangkan pada diameter tudung buah panen kedua perlakuan B0 berbeda tidak nyata denan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4 dan B5, namun perlakuan dengan perlakuan pelepah sawit (PS) + Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang terbaik adalah perlakuan B2 (5,39). Demikian perlakuan PS + TKKS pada panjang tangkai yang terbaik adalah perlakuan B2 (12,31) yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan B0 (12, 53), B1 (11,63), B3 (11,13), B4 (11,40), B5 (10,73). Sedangkan pada jumlah tudung buah perlakuan B0 berbeda tidak nyata dengan perlakuan B2 baik pada panen kedua maupun pada panen ketiga. Pada bobot segar jamur tiram putih pada panen pertama, kedua dan ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4, B5, tetapi perlakuan B2 memberikan hasil terbaik untuk perlakuan PS + TKKS (100, 07, 77, 72, 69, 31). Berarti disini perlakuan B2 : PS 70% + TKKS 10% + B15% + TJ 3% + K 2% dapat mensubstitusi perlakuan B0 untuk pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Kata kunci : jamur tiram putih, media tumbuh, serbuk gergaji, pelepah sawit, tandan kosong kelapa sawit.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN TALAS (Colocasia esculenta) DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS SERTA PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAN INCOME OVER FEED COST PADA ITIK TALANG BENIH Intan Kurnia; Farida Aryani; Ikhsan Hasibuan
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5811

Abstract

Pada tahun 2019, Bengkulu menghasilkan sekitar 523,4 ton dari total produksi bawang merah nasional (0,033% dari total produksi nasional). Sebaliknya, penduduk Provinsi Bengkulu membutuhkan bawang merah sebanyak 5.182 ton setiap tahun. Perlu diupayakan peningkatan produksi bawang merah di Provinsi Bengkulu karena hal tersebut. Upaya peningkatan produksi bawang merah dengan pemanfaatan varietas unggul dan aplikasi POC pupuk organik cair ikan rucah (POC). Ikan rucah merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki dagimg relatif sedikit dan banyak duri, sehingga jarang dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Limbah ikan rucah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik cair karena mengandung hara untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas mana yang cocok di budidayakan di bengkulu dan dosis terbaik POC ikan rucah pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.. Petak utama  adalah Varietas Bawang Merah (A); varietas Lokanata (A1), varietas Sanren F1 (A2), dan varietas Selupu merah (A3). Sedangkan Anak petak adalah Dosis POC ikan rucah (B) yang terdiri dari 4 taraf; 0 ml/l (B0), 100 ml/l (B1), 200 ml/l (B2), dan 300 ml/l (B3). Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan varietas memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peubah pertumbuhan bawang merah dan memberikan pengaruh nyata dan sangat nyata terhadap peubah hasil tanaman bawang merah.Perlakuan dosis POC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap peubah pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, kecuali pada peubah hasil ton/ha. Tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan yang diuji terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Kata kunci: Bawang merah, Lokananta, Sanren F1, POC ikan rucah
PENGARUH MACAM NANGAN DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theoroma cacao L.) Neti Kesumawati; Farida Aryani; Rita Hayati; Suryadi; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5936

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh macam naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao l.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang disusun secara factorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah naungan yang terdiri dari perlakuan tanpa naungan (S0), atap rumbia (S1), atap plastic (S2), dan atap gedeg (S3), sedangkan faktor kedua adalah pupuk nitrogen yang terdiri dari dosis 0 gram Urea/bibit (N0), dosis 2,5 gram Urea/bibit (N1), dosis 5 gram Urea/bibit (N2), dosis 7,5 gram Urea/bibit (N3), dosis 10 gram Urea/bibit (N4). Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,ndiameter batang, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar.             Perlakuan pemupukan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat basah akar, berat kering akar, tetapi berpengaru sangat nyata terhadap jumlah daun, berat basah tajuk dan berat kering tajuk. Perlakuan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar dan berat kering akar. Hasil penelitian pengaruh dosis pupuk nitrogrn dan macam naungan  tidak terdapt interaksi terhadap pertumbuhan bibit kakao Kata Kunci : Tanaman kakao, Pupuk nitrogen, Macam naungan