Nurul Isnaini
D4 Kebidanan Universitas Malahayati

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Relationship Of Nutritional Status To The Development Of Toddlers Maryati Maryati; Nita Evrianasari; Susilawati Susilawati; Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.7817

Abstract

Upaya pemantauan kesehatan sedini mungkin terhadap anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan sampai dia berusia 5 tahun, dengan tujuan agar anak mampu melangsungkan kehidupannya dengan baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup guna mencapai tumbuh kembang yang optimal. Proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada balita di Indonesia yaitu 30,8%, demikian juga dengan proporsi status gizi buruk dan gizi kurang yaitu 17,7%. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan balita di Posyandu Sukaraja Tiga.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yaitu penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini 255 balita dan sampel sebanyak 156 responden balita dengan tekhnik pengambilan sample quota random sampling untuk posyandu di desa Sukaraja Tiga. Instrumen pengumpulan data adalah lembar KPSP, timbangan dan Infantometer. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate (chi-square).Penelitian menunjukan p value sebesar 0,023 (p<α =0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan skor KPSP balita usia 1-5 tahun di posyandu desa Sukaraja Tiga. Hasil penellitian menunjukan bahwan dari 156 balita yang periksa KPSP, ada 56 balita (65,1%) mempunyai KPSP “sesuai”, 15 (38,5%) balita dengan nilai “Meragukan”, dan nilai KPSP “Penyimpangan” yaitu 17 (54,8%) balita dengan status gizi normal. Semakin baik gizi balita maka perkembangan balita pun semakin baik. Diharapkan orang tua lebih meningkatkan wawasan tentang gizi dan perkembangan anak sesuai usianya. Kata Kunci : Balita, Perkembangan, Status Gizi, Wasting ABSTRACT Background : Efforts to monitor the health of children as early as possible are carried out from the time the child is still in the womb until he is 5 years old, with the aim that the child is able to live a good life while at the same time improving the quality of life in order to achieve optimal growth and development. The proportion of very stunted and short nutritional status in toddlers in Indonesia is 30.8%, so is the proportion of poor nutritional status and undernutrition which is 17.7%. Objective: To determine the relationship between nutritional status and toddler development at Posyandu Sukaraja Tiga Methods : This research is a quantitative research. The research design is observational analytic research with a cross sectional approach. The population in this study were 255 toddlers and a sample of 156 respondents. sampling technique with quota random sampling. Data collection instruments are KPSP sheet, scales and Infantometer. Data analysis used univariate and bivariate (chi-square) analysis.The research results showed a p value of 0.023 (p <α = 0.05), which means that there is a significant relationship between nutritional status and KPSP scores of toddlers aged 1-5 years. The research results showed that out of 88 toddlers with normal nutritional status, 56 toddlers (65.1%) had "appropriate" KPSP, 15 (38.5%) toddlers with a "Doubtful" value, and 17 (54.8%) toddlers with "Directations". The better the nutrition of toddlers, the better the development of toddlers. It is expected that parents will increase their knowledge about nutrition and child development according to their age.. Keywords : Growth, Nutritional Status, Toddler, wasting 
Stunting Risk Factor Analysis Rosita Afriyanti; Nurul Isnaini; Fijri Rachmawati; Devi Kurnia Sari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.8003

Abstract

Latar Belakang Prevalensi stunting di dunia pada anak di bawah usia 5 tahun adalah 21,3%. Hal ini menunjukkan bahwa secara global pada tahun 2019 sekitar 144 juta anak di bawah usia 5 tahun menderita stunting dengan sekitar dua pertiganya tinggal di kawasan Afrika dan Asia Tenggara (WHO, 2020).Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko stunting di Kecamatan Dente Teladas Tulang Bawang Tahun 2022.Metode Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jumlah anak usia 0 – 59 bulan di Kecamatan Way Dente Tulang Bawang pada bulan April sebanyak 159 anak yang mengalami stunting. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel sebanyak 159 responden.Hasil Sebaran frekuensi stunting tertinggi pada kategori pendidikan tinggi 105 (66,0%), jumlah keluarga kecil 105 (67,9%), pola asuh positif 97 (61,0%), jenis kelamin perempuan 95 (40,3%), sanitasi lingkungan tidak sehat 92 (57,9%), tinggi badan ibu kurang 90 (56,6%), berat badan tidak berisiko 86 (54,4%), ibu bekerja 85 (53,5%), tidak ada riwayat penyakit menular 85 (53,5%), usia anak tidak beresiko 85 (55,3%), pendidikan dasar ibu 83 (52,2%) tingkat pengetahuan ibu kurang baik 82 (51,6%), pendidikan dasar ayah 78 (52,3%), tinggi badan ayah normal 69 (43,4%).Kesimpulan Faktor risiko stunting adalah pendidikan tinggi, jumlah keluarga sedikit, pola asuh positif, jenis kelamin perempuan, sanitasi lingkungan yang tidak sehat, tinggi badan ibu yang kurang baik.Saran dapat meningkatkan pengetahuan responden dalam merawat dan merawat anaknya agar terhindar dari masalah stunting Kata kunci : Anak, Faktor karakteristik, Stunting ABSTRACT Background The prevalence of stunting in the world in children under 5 years of age is 21.3%. This shows that globally in 2019 around 144 million children under 5 years of age suffer from stunting with around two-thirds of them living in Africa and the Southeast Asian region (WHO, 2020).The purpose of this study was to analyze the risk factors for stunting in the District of Dente Teladas Tulang Bawang in 2022.Methods This type of research is quantitative, with a number ofchildren aged 0 – 59 months inWay Dente Tulang Bawang sub-district in April as many as 159 children who experienced stunting. The sample technique used is a total sample of 159 respondents.Result Distributionthe highest frequency of stunting was included in the higher education category 105 (66.0%), the number of small families 105 (67.9%), positive parenting 97 (61.0%),female gender 95 (40.3%),unhealthy environmental sanitation 92 (57.9%), maternal height is less 90 (56.6%),body weight is not at risk 86 (54.4%),working mothers 85 (53.5%),no history of infectious disease 85 (53.5%), the age of the child is not at risk 85 (55.3%),the mother's basic education is 83 (52.2%) the mother's knowledge level is not good 82 (51.6%), the father's basic education is 78 (52.3%), the father's height is normal 69 (43.4%).Conculison  The risk factors for stunting are higher education, small number of families, positive parenting, female gender, unhealthy environmental sanitation, poor maternal heightSuggestions can increase knowledge of respondents in caring for and caring for their children to avoid stunting problems Keywords : Children,Characteristic factors,Stunting