Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pra-desain Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Menggunakan Generator Asinkron Ingriany Mahaganti; Hans Tumaliang; A. F. Nelwan; Marthinus Pakiding
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 3 No. 3 (2014): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v3i3.4822

Abstract

Abstrack— Electricity is a basic need of society and it’s been a supporting in all aspects and national development. The availability of electric energy to till the needs is not sufficient yet. It can be seen from the blackout which still happen alternately in some areas. This is understandable because the availability of electricity overtime is increasing. The purpose of this study is to make a simple pre-design of sea current generator using asynchronous generators, and to know the voltage that can be generated from this pre-design on a pre-specified current rate. Electric power obtained in the first experiment with the current speed 0.75 [m/s] in the amount of 7.7 [watt]. In the second experiment with the speed of sea current 0.43 [m/s] in the amount of 1.44 [watt], and in the third experiments with the speed of sea current 0.6 [m/s] in the amount of 5.9 [watt]. Keywords: Asynchronous Generator, Electric Machines, Electric Power, Sea Current. Abstrak-- Listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan menjadi penunjang di segala aspek dan pembangunan nasional, termasuk peningkatan taraf hidup. Ketersediaan energi listrik untuk pemenuhan kebutuhan belum dapat mencukupi seperti dengan masih adanya pemadaman listrik secara bergilir di beberapa daerah. Hal ini dapat dipahami karena ketersediaan listrik dari waktu ke waktu lebih kecil dari kebutuhan listrik yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu pra-desain sederhana pembangkit listrik tenaga arus laut menggunakan generator asinkron, dan mengetahui besar tegangan yang dapat dihasilkan dari pra-desain ini pada kecepatan arus tertentu. Daya listrik yang diperoleh pada percobaan pertama dengan kecepatan arus laut 0.75 [m/det] sebesar 7.7 [watt]. Pada percobaan kedua dengan kecepatan arus laut 0.43 [m/det] sebesar 1.44 [watt], dan pada percobaan ketiga dengan kecepatan arus laut 0.6 [m/det] sebesar 5.9 [watt] Kata kunci: Arus Laut, Daya Listrik, Generator Asinkron, Mesin-Mesin Listrik.
Penjadwalan Generator Yang Optimal Dengan Memperhatikan Keamanan Kerja Generator Prety C. Tobuhu; Hans Tumaliang; Maickel Tuegeh
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i2.7689

Abstract

Abstrak Untuk mengatasi kekurangan pasokan energi, maka pemerintah membangun  pusat pembangkit listrik yang berdaya besar.  Dalam menjalankan sistem pembangkit listrik yang berdaya besar, kita harus melakukan pengaturan yang matang baik itu dalam pengaturan beban dan Daya. Dan tujuan akhir dari sistem pengaturan itu akan memperoleh jumlah pasokan daya dari pembangkit sama dengan besar kebutuhan daya (Pdemand). Agar tujuan ini tercapai, sangat penting juga memperhatikan tingkat keamanan kerja di sisi generator, agar bukan hanya pasokan daya yang tercukupi namun tingkat keandalannya juga tinggi. Dalam menentukan batas kemampuan kerja generator kita harus mennggunakan kurva kapabilitas. Kurva kapabilitas digunakan dalam monitoring pada sisi pembangkitan untuk memantau perubahan daya akibat perubahan daya beban.Jadi bukan hanya melakukan penjadwalan agar aliran daya optimalnya tercapai namun, kita juga harus mengoptimalkan keamanan kerja generator agar tercapai pasokan daya yang andal dan bisa sesuai dengan kebutuhan beban. besar daya atau kebutuhan daya (Pdemand) pada sistem Minahasa pada tanggal 24 November 2011 pada pukul 17.00 WITA adalah sebesar  = 147.6 MW. Untuk penjadwalan PT. PLN (Persero) ditinjau dari segi harga, pembangkit yang dioperasikan secara utama sebaiknya adalah PLTD Lopana dibandingkan PLTD Bitung. Dari pengujian terhadap kurva kapabilitas hasil simulasi, letak titik kerja yang dihasilkan sudah sesuai dengan letak titik kerja dari kurva kapabilitas generator PLTD Bitung. Kata kunci : Generator, Kebutuhan Daya, Kurva kapabilitas , Penjadwalan generator Abstract To overcome the shortage of energy supply, then government build Power plant with a huge capacity. To operate a power plant system with huge capacity, we need to do some good arrangement for load and power regulation. And the ultimate goal of the regulatory system that will obtain amount of supply power from power plant equals with amount of power requirements (Pdemand). In order to make this happen, very important also consider the security level in the generator, so not only have enough supply power but also have high levels of reliability. In determining the capability limits of a generator we have to use generator capability curve. Capability curve used to monitoring on power generation side to observe the changes in power due to changes of power load. So, not only scheduling in order to achieved optimal power flow however, we also need to optimize the security of the generator in order to achieve a reliable power supply and can fit the load requirements. Amount of power or power requirements (Pdemand) at Minahasa system on November 24, 2011 at 17:00 pm is = 147.6 MW. For PT. PLN (Persero) scheduling in terms of price, the main plant operated preferably a diesel Lopana than diesel Bitung. From the capabilities curve simulation test, working point from simulation output fit with Bitung diesel generator power plant capability curve working point. Keywords: Capability  curve, Generator, Power requirements,  Scheduling generator 
Desain Instalasi Penerangan Pada Bangunan Multi Fungsi Semuel J. Kalukar; Hans Tumaliang; Maickel Tuegeh
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 3 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i3.7976

Abstract

Abstrak Instalasi listrik dapat diartikan sebagai suatu cara penempatan dan penyaluran tenaga listrik untuk semua peralatan yang memerlukan tenaga listrik  untuk pengoperasiannya dan bagian ini langsung berada dalam daerah kegiatan konsumen.bangunan multifungsi adalah bangunan berukuran besar sebagai tempat melakukan bermacam-macam fungsi (kegiatan)  di dalamnya. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalahTujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan : Desain instalasi yang baik, Estetika pencahayaan yang baik, Penggunaan standarisasi, dan Penghitungan biaya pembuatan instalasi pada ruko, kamar hotel, dan gedung convention Metodologi yang digunakan yaitu penulis melakukan desain instalasi, kemudian menghitung tinkat pencahayaan dengan munyesuiakan dengan standarisasi yang ada. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan maka didapat desain instalasi kamar hotel, ruko, dan gedung convention yang sesuai dengan standarisasi yang ada. Kata kunci: Desain, Estetika pencahayaan, Multifungsi Standarisasi. Abstrack Electrical installation can be interpreted as a way of placement and distribution of electric power to all equipment that requires electrical power for its operation and this part directly located in the area of ​​consumer activity. multifunctional building is a large-sized building as a place to perform a variety of functions (activities) in it. The purpose of this thesis is to obtain: Installation of good design,  Good lighting aesthetics, The use of standardization, and Counting the cost of making the installation in office, hotel room, and building convention. The methodology used is the author did design the installation, then calculate tinkat lighting with munyesuiakan with existing standardization. Based on calculations performed the importance of the design of the installation room, shop, and building convention in accordance with existing standardization. Keywords: Aesthetic Lighting, Design, Multifungtion, Standardization.
Konservasi Energi Listrik di Hotel Santika Palu Ardy W. Tanod; Hans Tumaliang; Lily S. Patras
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 4 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i4.9048

Abstract

Abstrak Konsumsi energi listrik di Hotel Santika Palu mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan perhitungan ulang konsumsi energi listrik guna mengetahui apakah konsumsi energi listriknya masih hemat dan efisien atau tidak. Setelah dilakukan perhitungan konsumsi energi listrik, kemudian mencari alternatif peluang untuk penghematannya. Untuk maksud inilah perlu dilaksanakan kegiatan konservasi energi listrik di Hotel Santika Palu. Konservasi energi meliputi audit energi dan manajemen energi pada saat perencanaan, pengoperasian dan pengawasan dalam pemanfaatan energi. Audit energi listrik diawali dengan pengumpulan data historis gedung Hotel Santika Palu. Kemudian menghitung Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik selama 14 bulan terakhir dari data rekening listrik yang ada di Hotel Santika Palu. Dilanjutkan pengukuran tingkat pencahayaan di setiap ruangan. Dari hasil perhitungan IKE tersebut akan diketahui tingkat efisiensi konsumsi energi listrik pada gedung Hotel Santika Palu. Peningkatan efisiensi konsumsi energi listrik di Hotel Santika Palu disektor penerangan atau pencahayaan buatan dapat dilakukan dengan mengganti daya lampu yang ada di setiap ruangan, dimana daya lampu tersebut penggunaannya melewati batas standar tingkat pencahayaan sesuai fungsi ruangan.   Kata Kunci : Audit energi listrik, Hotel Santika Palu, Intensitas Konsumsi Energi(IKE), Konservasi energi listrik, Pencahayaan buatan Abstract Electrical energy consumption at Hotel Santika Palu has increased every year, so it is necessary to re-calculation of electrical energy consumption in order to determine whether the electrical energy consumption is still frugal and efficient or not. After calculating the energy consumption of electricity, then look for alternative opportunities for savings. For the purpose of this is to be implemented electrical energy conservation activities at the Hotel Santika Palu. Energy conservation include energy audits and energy management during the planning, operation and supervision of the use of energy.Electric energy audit begins with the collection of historical data Hotel Santika Palu building. Then calculate the Energy Consumption Intensity (ECI) of electricity during the last 14 months from the data of electricity bills in Hotel Santika Palu. Continued measurement of the level of lighting in every room. From the calculation of the ECI will know the level of efficiency of electrical energy consumption in buildings Hotel Santika Palu.Improved efficiency of electrical energy consumption in the Hotel Santika Palu on sector lighting or artificial lighting can be done by replacing the existing power lights in any room, where the lamp power usage over the limit standard lighting levels according to the function room. Keywords: Artificial lighting, Conservation of electric energy, Electric energy audit, Energy Consumption Intensity (ECI), Hotel Santika Palu 
Pemanfaatan Sekam Padi Sebagai Energi Alternatif Untuk Membangkitkan Energi Listrik Marshall V. Supit; Hans Tumaliang; Meita Rumbayan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 5 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i5.9871

Abstract

Abstract--Electrical energy is one of theinfrastructure related to the livelihood of many people. Until now, the supply of electric energy sources are still reliant on the use of petroleum and coal are expected to be exhausted the next 10-15 years. In this final task, the calculated amount and the potential energy that can be produced from 200 hectares of rice farms in the village Wineru. In the test, the authors made a prototype of a simple steam power plant using rice husk fuel. From burning rice husks 119,75 kg, can be generated by 477.400 kcal of heat energy equivalent to 23,28 kWh of electricity which the combustion efficiency of 93%. Heat energy provided to the working fluid of rice husk power plant prototype average of 32.540,31 kcal. Mechanical energy produced in the turbine of 89,57 kJ/kg equivalent of 24,8 Wh electric energy. The output voltage generator 9 Volt.Electric power that can be generated from 200 hectares of land that is 178,078 kW. Keywords: Alternative Energy, Electrical Energy, Heat Energy, Rice Husk Abstrak-- Energi listrik merupakan salah satu infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sampai saat ini, penyediaan sumber energi listrik masih bergantung pada penggunaan minyak bumi dan batu bara yang diperkirakan 10-15 tahun mendatang akan habis. Dalam tugas akhir ini, dihitung jumlah serta potensi energi yang dapat dihasilkan dari 200 hektar lahan pertanian padi di Desa Wineru.Di dalam pengujian, penulis membuat prototype Pembangkit Listrik Tenaga Uap sederhana dengan menggunakan bahan bakar sekam padi. Dari pembakaran sekam padi 119,75 kg, dapat dihasilkan energi kalor sebesar 477.400 kcal setara dengan 23,28 kWh listrik dimana effisiensi pembakaran sebesar 93%. Energi kalor yang diberikan kepada fluida kerja prototype PLTU sekam padi rata-rata 32.540,31 kcal. Energi mekanik yang dihasilkan pada turbin sebesar 89,57 kJ/kg setara 24,8 Wh energi listrik. Tegangan output generator 9 Volt. Energi listrik yang bisa dihasilkan dari 200 hektar lahan yaitu 178,078 kW. Kata Kunci:Energi Alternatif, Energi Kalor, Energi Listrik, Sekam Padi
Analisa Perhitungan Specific Water Consumption Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Sistem Minahasa Peils Y. Tangkilisan; Hans Tumaliang; Sartje Silimang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 5 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i5.9971

Abstract

Abstrack-- Minahasa electrical power system has an installed capacity of 340,65 MW. However, the power capacity is only 288,62 MW. Power generating system consists of two sub-systems, namely thermal sub-systems and hydro sub-systems. Thermal sub-system has a capacity of 235.32 MW that is much larger than the hydro sub-system that is 53.3 MW. Therefore, the cost of plant operations to be very expensive because of fuel consumption of thermal power plant to be very much. Input-output characteristics of hydroelectric power generation illustrates the relationship between the inputs to the prime movers (turbines) in the form of the amount of water that flowed between the blades of the turbine equation of time with the power output of the generator. The output of the hydro power plant is a power that is sent out is reduced by the net generator output power for its own use such as for pumps, battery charging and other supporting equipment. By knowing the value of specific water consumption (SWC) and the electric energy generated, the water flow can be determined. This method is very efficient because it has a record of hydropower energy generated each day. Accordingly, if desired length of water discharge data, this can be done for hydropower also has a note of the power / energy generated during it. At one hydropower, SWC value will depend on the value of the head, and the efficiency of equipment used (in particular the efficiency of the turbine and generator efficiency). In the calculation of Specific Water Consumption (SWC) is influenced by two things, first by the amount of water flow per day, per month and per year, both by the average number of loads perday,permonthandperyear.At Tonsea Lama hydropowerplant we can know the SWC in 2014 through an average yield of water consumption by 25,049,419,742 M3 and the average Energy of 557,552,813 kWh and SWC amounted 4.49 M3/kWh. At Hydro powerplant Tanggari 1 then we can know the SWC in 2014 through an average yield of water consumption amounted to 17,941,035 M3 and the average Energy of 9,133,881kWh and SWC amounted to1.96M3/kWh. At Hydropowerplant  Tanggari 2 we can know the SWC in 2014 through an average yield of 19,705,698M3 water consumption and the average Energy of 7,780,368 kWh and SWC at 2.53 M3/ kWh. Keyword : Energy,input-output characteristics, Specific water consumption, water consumption,. Abstrak-- Sistem tenaga listrik Minahasa mempunyai kapasitas terpasang 340,65 MW, namun daya mampu hanya 288,62 MW. Sistem pembangkit terbagi dua yaitu sub sistem hidro dan sub sistem termal. Sub sistem termal mempunyai kapasitas daya mampu 235,32 MW yang jauh lebih besar dari sub sistem hidro yaitu 53,3 MW. Oleh karena itu, biaya operasi pembangkit menjadi sangat mahal karena pemakaian bahan bakar dari pembangkit termal sangat banyak. Karateristik input-output dari pembangkit tenaga listrik hidro menggambarkan hubungan antara input ke penggerak mula (turbin) berupa jumlah air yang dialirkan diantara sudu-sudu turbin persamaan waktu dengan output daya dari generator. Output dari pembangkit listrik hidro adalah daya yang dikirim keluar yaitu net output generator dikurangi dengan daya untuk pemakaian sendiri seperti untuk pompa, pengisian baterai dan peralatan penunjang lainnya Dengan mengetahui nilai specific water consumption (SWC)  dan energi listrik yang dihasilkan, maka debit air dapat ditentukan. Metoda ini sangat efisien karena PLTA mempunyai catatan data energi yang dibangkitkan tiap harinya. Dengan demikian, jika diinginkan data debit air yang panjang, hal ini bisa dilakukan selama PLTA juga mempunyai catatan mengenai daya/energi yang dihasilkan selama itu. Pada suatu PLTA, nilai swc akan sangat bergantung pada nilai head, dan efisiensi peralatan yang dipergunakan (khususnya efisiensi turbin dan efisiensi generator). Dalam perhitungan Specific Water Consumption(SWC) dipengaruhi oleh dua hal, pertama oleh jumlah debit air perhari, perbulan dan pertahun, kedua oleh jumlah beban rata-rata perhari, perbulan dan pertahun Pada PLTA Tonsea Lama  kita dapat mengetahui SWC tahun 2014 melalui hasil rata-rata pemakaian air sebesar 25049419742 M3 dan Energi rata-rata sebesar 557.552.813 kWh dan SWC sebesar 4.49 M3/kWh. Pada PLTA Tanggari 1 maka kita dapat mengetahui SWC tahun 2014 melalui hasil rata-rata pemakaian air sebesar 17,941,035 M3 dan Energi rata-rata sebesar 9,133,881kWh dan SWC sebesar 1.96 M3/kWh. Pada PLTA Tanggari 2 kita dapat mengetahui SWC tahun 2014 melalui hasil rata-rata pemakaian air sebesar 19,705,698M3 dan Energi  rata-rata sebesar 7,780,368 kWh dan SWC sebesar 2.53 M3/kWh. Kata Kunci : Energy,input-output characteristics,Pemakaianair, Specific water consumption.
Studi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Makalehi Di PLN Area Tahuna Rayon Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro Rioh J. Lumempouw; Meita Rumbayan; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 7 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i7.10769

Abstract

Abstract - Electricity is one of the world which can not be seen with the naked eye, but can be enjoyed by the user. PLTS Makalehi 260 kWp, not optimal so most people have not been using electricity as a means of lighting in their homes. The method used by several phases: preparation, data collection and resistant identification of problems. Data collection is done by oservasi, interviews, photos and major equipment requested data PLTS exploitation. The results showed that the equipment / components PLTS Makalehi no longer be updated, resulting in an output power PLTS Makalehi decreased from year to year and are not able to supply the maximum power as the power capable of 150 kWp solar power Makalehi.   Keywords: 260 kWp, Makalehi,Sitaro, Solar Power Plant (PLTS).   Abstrak - Listrik merupakan salah satu mata dunia yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tetapi dapat dinikmati oleh pemakainya. PLTS Makalehi 260 kWp, belum optimal sehingga sebagian masyarakat belum memakai listrik sebagai sarana penerangan dalam rumah mereka. Metode penelitian yang digunakan melalui beberapa tahap yaitu tahap persiapan, pengumpulan data dan tahan identifikasi masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara oservasi, wawancara, foto peralatan utama dan meminta data-data pengusahaan PLTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peralatan/komponen PLTS Makalehi tidak lagi di perbaharui sehingga mengakibatkan daya output PLTS Makalehi menurun dari tahun ke tahun dan tidak mampu menyuplai daya maksimum seperti daya mampu PLTS Makalehi yaitu 150 kWp.   Kata Kunci: 260 kWp, Makalehi, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Sitaro.
Penyusutan Daya Listrik Pada Penyulang Jaringan Transmisi Isimu Marisa Novendry Tenda; lily S. Patras; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i1.11612

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan dunia, daya listrik juga menjadi sesuatu yang tidak bisa lepas dari dampak perkembangan dunia. Dan sudah menjadi kebutuhan pokok untuk setiap manusia. Daerah pedesaan saja membutuhkan listrik, apalagi kota-kota besar yang sudah menjadi kawasan industri, pertokoan, perbelanjaan, kebutuhan pokok dan lain-lain. Secara umum, baik buruknya sistem transmisi daya listrik terutama ditinjau dari kualitas daya yang diterima. Kualitas daya yang baik, antara lain meliputi kapasitas daya yang memenuhi dan tegangan yang selalu konstan. Namun pada kenyataannya pada setiap penyaluran daya listrik, jumlah daya listrik yang dikirim tidak sama dengan daya yang sampai di ujung saluran. Menghindari penyusutan yang melebihi standard yang ditentukan maka dilakukan penelitian serta melakukan analisa melalui perhitungan dalam bentuk persen (%) dan dalam watt (W), dalam hal ini untuk mengetahui berapa besar jumlah penyusutan daya yang dialami oleh transmisi dari G.I Isumu menuju G.I Marisa. Ketika sudah diketahui jumlah penyusutan daya yang terjadi dan jika penyusutan melebihi standard yang ditentukan, maka salah satu solusi untuk mengatasinya dengan menambahkan kapasitor disaluran transmisi Isimu Marisa. Kata Kunci :     Jaringan Transmisi, Kapasitor, Penyusutan daya, Transmisi. Abstract Along with the gglobal development, electricity also becomes something that can not escape of global development impact. And has becomes a stape for human being. In rural areas need electricity, especially in big cities that have become industrial areas, shopping complex, basic need, ect. In generaly, bad and good electrical transmission system especially in terms of the received power quality. Good quality power, such as include the power capacity that meets and tension is always constant. But in fact on every electrical transmission, the amount of delivered electrical power is not same with the power up in the end of line. Avoiding depreciation in excess of the prescribe standards then do reaserch and analyze through the calculations in terms of percent (%) and watt (w), in this case to find out how much experienced of depreciation power by the transmission of G.I Isimu fowards G.I Marisa. When is was known that amaunt of power deplection occurs and if the deprecciation exceeds specified standards, then of the solution to resolve it by adding a capasitor in Isimu Marisa transmission line. Keyword        :     Capasitor, depreciation power, Transmission,  transmission network
Perancangan Panel Surya Pelacak Arah Matahari Berbasis Arduino Uno Brigita Sitorus; Hans Tumaliang; Lily S. Patras
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 3 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i3.11983

Abstract

Abstrack-- In this thesis, testing and measuring instruments in the field to prove the output of solar panels using solar trackers direction is superior in terms of power output compared to not using tracker toward the sun. In the test, the authors made a prototype solar panels and solar trackers simple way by using arduino uno as the brain's control system. From field testing the bright sun with a radiation intensity of ± 1000 watts / m², using a load of 50 watts can be generated power at a certain point up to 49.94 watts compared without the tracker toward the sun only reaches the maximum 49.21 watts (at the position almost perpendicular to the direction of the sun) , That is, by using a tracker toward the sun to charge the battery 12 Volt batteries of 100 ampere just in need of time compared to ± 24 hours without using a tracker toward the sun is ± 31.5 hours. Keywords -- Alternative Energy, Electrical Energy, Maximum Power Point, Tracking sunlight Abstrak-- Dalam tugas akhir ini, dilakukan pengujian dan pengukuran alat di lapangan untuk membuktikan keluaran panel surya dengan menggunakan Pelacak arah matahari lebih unggul dalam segi keluaran daya dibandingkan dengan tidak menggunakan Pelacak arah matahari. Di dalam pengujian, penulis membuat prototype panel surya dan Pelacak arah matahari sederhana dengan menggunakan arduino uno sebagai otak pengontrol system ini. Dari pengujian lapangan matahari cerah dengan radiasi intensitas ±1000 watt/m², dengan menggunakan beban  50 Watt dapat dihasilkan daya pada titik tertentu hingga mencapai 49.94 Watt dibandingkan tanpa Pelacak arah matahari hanya mencapai paling maksimal 49.21 Watt (pada posisi hampir tegak lurus dengan arah matahari). Artinya, dengan menggunakan Pelacak arah matahari untuk men-charge batterai aki 12 Volt 100 Ampere hanya di perlukan waktu ± 24 jam dibandingkan tanpa menggunakan Pelacak arah matahari yaitu ± 31.5 jam Kata Kunci -- Energi Alternatif, Energi Listrik, Pelacak arah matahari, Titik Daya Maksimum
Analisis Kinerja Lightning Arester Pada Jaringan Transmisi 150 kV Sistem Minahasa Khususnya Pada Penyulang Kawangkoan - Lopana Maruli Ch.M. Barasa; Lily S. Patras; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v6i1.15567

Abstract

Abstract— In the distribution of electrical energy in transmission and distribution networks can not be separated from any interference that can Disrupt the process of distribution of electrical energy, whether it was interference from inside or outside interference. It required protection tools to protect it. It required protection tools to protect it. One of the outside distractions that lead to failure of equipment in the transmission line is a lightning strike. Based on the analysis in 2014, the number of lightning strikes in the transmission network is more or less as much as 95 times.Top protection against lightning strikes on Transmission Network is a lightning rod. Where, for a review analyzing the boarding costs AT 150 kV Transmission Line.Keywords: Boarding cost Analysus, Lightning Arrester, Network Transmission, ProtectionsAbstrak— Didalam penyaluran energi listrik pada jaringan transmisi dan distribusi tidak lepas dari adanya gangguan yang dapat mengganggu proses penyaluran energi listrik, baik itu gangguan dari dalam atau gangguan dari luar. Untuk itu diperlukan alat-alat proteksi untuk memproteksinya. Salah satu gangguan dari luar yang menyebabkan kegagalan pada peralatan di jaringan transimisi yaitu sambaran petir. Berdasarkan hasil analisa pada tahun 2014, jumlah sambaran petir pada jaringan transmisi ini kurang lebih sebanyak 95 kali sambaran. Proteksi utama terhadap sambaran petir pada jaringan transmisi adalah lightning arrester. Dimana, untuk menganalisa kinerja pada jaringan transmisi 150 kV.Kata kunci: Analisis kinerja, Jaringan transmisi, Lightning Arrester, Protektsi.