Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Analisa Rugi Daya Pada Saluran Distribusi Primer 20 kV Di Kota Tahuna Rizky B. Binilang; Hans Tumaliang; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v6i2.16938

Abstract

Abstrak— Perkembangan kota Tahuna sebagai pusat pengembangan wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara kini semakin pesat seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat dan maraknya pusat pembangunan dan pusat kegiatan publik di kota Tahuna sampai saat ini sehingga mengakibatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan energi listrik. Perhitungan jatuh tegangan untuk penyulang Kota diperoleh hasil sebesar 11,51% dan untuk penyulang Kolongan sebesar 10,185% maka dengan demikian jatuh tegangan untuk penyulang Kota dan Kolongan tidak memenuhi standart yang ditentukan oleh PLN yaitu jatuh tegangan tidak boleh lebih dari 10%. Untuk itu diperlukan penanganan secepatnya untuk mengantisipasi pertumbuhan beban yang semakin tinggi.Kata kunci: Distribusi, Jatuh Tegangan, Susut Daya, Tegangan Menengah.  Abstract— The development of the town of Tahuna as a regional development center of Sangihe Islands Regency of North Sulawesi Province is now growing rapidly along with the needs and needs of the community in the middle. Tahuna to this day is very much needed by the community for electrical energy. The calculation of the voltage drop for the repeater of the City obtained the results of 11.51% and for repeaters Kolongan of 10.185% then thus the voltage drop for repeater Kota and Kolongan does not meet the standard specified by the PLN that voltage drop should not exceed 10%. For that required immediate handling to anticipate the growth of the higher load. Keywords : Distribution, Medium Voltage, Power Losses, Voltage drop.
Perbaikan Kualitas Tegangan Pada Jaringan Distribusi Primer 20 KV Di Kota Tahuna Richard B. Laginda; Hans Tumaliang; Sartje Silimang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i2.19553

Abstract

Abstract— The development of Tahuna city as the center of the development of the regency of sangihe regency in the province of north sulawesi, every year is increasing in line with the lifestyle of the community and the rampant development center and the center of activities in the city until now, so that the people's need for electrical energy with it that can exceed the limits of 10%, but the voltage drop can be supplied in many ways wrong with the addition of load on the feeder. Calculation of voltage drop before installation. For caterpillar results obtained by 13.15% and for feeders. TONA of 15.37% while the calculation falls for the refresh rate of 30.77%. After mounting the power buffer on the Caterpillar, a 6.94% drop is obtained and for TONA 8.76% repeater, whereas in the CLOTHER of 10% the voltage drop for the repeater CITY, TONA and KOLONGAN meets the standard specified by PLN ie voltage drop should not be more than 10%.  Keywords: Distribution, Medium Voltage, Voltage Drop, Power Capacitor..  Abstrak— Perkembangan kota Tahuna sebagai pusat pengembangan wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi kini setiap tahun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat dan maraknya pusat pembangunan dan pusat kegiatan publik di kota Tahuna sampai saat ini sehingga mengakibatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan energi listrik.sehingga beban listrik meningkat dan mengakibatkan jatuh tegangan yang melebihi batas yaitu 10%, namun jatuh tegangan dapat diperbaiki dengan banyak cara salah satunya dengan penambahan kapasitor daya pada penyulang. Perhitungan jatuh tegangan sebelum dipasang kapasotor daya untuk penyulang Kota diperoleh hasil sebesar 13,15% dan untuk penyulang Tona sebesar 15,37% sedangkan perhitungan jatuh tegangan untuk penyulang kolongan 30,77%. Setelah pemasangan kapasitor daya pada penyulang Kota maka diperoleh jatuh tegangan sebesar 6,94%, dan untuk penyulang Tona 8,76%, sedangkan pada penyulang Kolongan sebesar 10% dengan demikian jatuh tegangan untuk penyulang Kota, Tona, dan Kolongan sudah memenuhi standar yang ditentukan oleh PLN yaitu jatuh tegangan tidak boleh lebih dari 10%.Kata kunci— Distribusi , Jatuh Tegangan, Kapasitor daya, Tegangan menengah
Analisa Setting Relai Arus Lebih Jaringan Transmisi 150kV Pada Sistem Minahasa Yehezkiel Rondonuwu; Lily S. Patras; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i2.19554

Abstract

Abstract— The faults in electric power system is caused by internal and external faults. It needs a protection system that can guarantee the continuity of electrical energy so that the system reliability is maintained. Relays are an important tool in the protection circuit. There are many kinds of relays that are known in electric power systems. One of them is the over current relay, this relay secures the equipment or the power grid from overcurrent and short circuit current. The short circuit are three phase current fault, two phase current fault and phase to ground current fault.More current relay setting for Lopana - Tanjung Merah feeders in Minahasa system is obtained if there are faults at GI Tanjung Merah then PMT at SJ 3.1 will work first with setting time 0,689 seconds and which become backup 1 is PMT SN 3.1 with setting time 1,089 seconds. PMT SL 3.8 is backup 2 with setting time 1.489 seconds and the backup 3 is PMT S.P 3.6 with setting time 1.889 seconds. Keywords : Current setting, faults, overcurrent relays, time settingAbstrak— Gangguan pada sistem tenaga listrik disebabkan oleh gangguan dari dalam maupun gangguan dari luar. Untuk itu diperlukan suatu sistem proteksi yang dapat menjamin kontinuitas energi listrik sehingga keandalan sistem tetap terjaga.Relai adalah suatu peralatan penting dalam rangkaian proteksi. Ada banyak macam relai yang diketahui dalam sistem tenaga listrik. Salah satunya adalah relai arus lebih (over current relay), relai ini mengamankan peralatan atau jaringan listrik dari gangguan arus lebih dan arus hubung singkat. Arus hubung singkat terdapat hubung singkat tiga fasa, dua fasa dan fasa ke tanah.Setting relai arus lebih untuk jaringan Lopana – Tanjung Merah di sistem Minahasa diperoleh  apabila terjadi gangguan pada GI Tanjung Merah maka PMT pada SJ 3.1 akan bekerja dulu dengan setting waktu 0,689 detik dan yang menjadi backup 1 adalah PMT SN 3.1 dengan setting waktu 1,089 detik. PMT SL 3.8 adalah backup 2 dengan setting waktu 1,489 detik dan yang menjadi backup 3 adalah PMT S.P 3.6 dengan setting waktu 1,889 detik.Kata kunci : Gangguan, relai arus lebih, setting arus, setting waktu
Analisa Sistem Pentanahan Gardu Induk Teling Dengan Konstruksi Grid (Kisi-kisi) Agus Pranoto; Hans Tumaliang; Glanny M.Ch. Mangindaan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.20765

Abstract

Abstract--- The grounding system of the Teling substation is one of the most important parts in the delivery of electrical quality and continuously. Due to the Teling substation must work well together by using a large disturbance that result in the computer equipment that is the main cause of damage to the substation equipment. This is due to the ineffectiveness of the grounding system, which is due to the earth resistance greater than the standard IEEE Std 2000-80 limit of 0-1 ohm. Therefore it is necessary to do an analysis of whether the grounding system of substation Teling still meet the above favorable standards.In this final project, the system analysis is done by using the grid construction method by considering the mesh voltage, voltage, maximum grid, GPR, and soil resistivity. From the research result, it is found that the grounding system of the grounding system resistance of substation equipment that meets the standard is 0.10 Ω to 0.8 Ω, compared with the calculation of the grid of groundless grid of ground resistance grid (Rg = 0.47 Ω) and earthing grid with grounding rod (Rg = 0.18Ω). The maximum grid current of the ground substation is capable of delivering power to the ground up to 9307.8 A, with a grid size of conductor 38.72 mm2Keywords: GPR, Ground, Grid, Substation, Step Voltage, Touch Voltage Abstrak---- Sistem pentanahan pada gardu induk Teling adalah salah satu dari bagian penting dalam penyaluran kualitas listrik dan secara kontinyu. Dikarenakan gardu induk Teling harus bekerja sama dengan baik dengan menggunakan gangguan yang besar yang berakibat pada peralatan komputer yang menjadi penyebab utama kerusakan pada peralatan gardu induk. Hal ini diakibatkan oleh tidak bekerjanya sistem pentanahan dengan baik, yaitu akibat resistansi pentanahan lebih besar dari batasan standar yaitu 0-1 ohm. Oleh karena itu perlu dilakukan satu analisis apakah sistem pentanahan gardu induk teling masih memenuhi standar yang menguntungkan diatas.Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisis sistem secara khusus gardu induk Teling menggunakan metode konstruksi grid dengan mempertimbangkan tegangan mesh, tegangan, grid maksimum, GPR, dan resistivitas tanah. Dari hasil penelitian yang diperoleh adalah sistem pentanahan nilai resistansi sistem pentanahan peralatan gardu induk yang memenuhi standar yaitu 0,10 Ω sampai 0,8 Ω, dibandingkan dengan hasil perhitungan yaitu grid pentanahan tanpa batang pentanahan grid resistansi (Rg = 0,47 Ω) dan pentanahan grid dengan batang pentanahan (Rg = 0,18Ω). Arus grid maksimum pentanahan gardu induk teling yang mampu mengalirkan tenaga ke tanah hingga 9307,8 A, dengan ukuran grid konduktor 38,72 mm2Kata Kunci: GPR, Pentanahan, Grid, Gardu Induk, Tegangan langkah, Tegangan sentuh
Penataan Dan Pengembangan Instalasi Listrik Fakultas Teknik UNSRAT 2017 Andersen D. Prok; Hans Tumaliang; Marthinus Pakiding
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.20767

Abstract

Abstract— Electrical installation is one part of the power system, its application to buildings and electrical equipment. Can help distribute electrical energy to be used by consumers. To install of installations suitable for general use of electrical installation (PUIL), Indonesian National Standart (SNI), and aesthetic neatness of installation. Problems in electrical installation are still widely found in the field, in the faculty of UNSRAT techniques found probles in the installation of electrical installation, such as the neatness of the electrical installation path and the setting in the faculty of engineering building. This problems can not be shared, so the power obtained can not be utilized as it should be. Recognized with the problems of electric power installation in the faculty of engineering I took the title oft thesis “Arrangement And Development Of Electricity Faculty Of Engineering UNSRAT 2017”. From my research on electrical installation in the main buildings of faculty of UNSRAT technique, found the division in the main building faculty of UNSRAT engineering not per floor erratic. Observation made to know the division path, Main Panel Distribution (MDP) and Sub Panel Distribution (SDP). Structuring needs to be done for the appropriate division, according to the standarts and potential of  solar cell development as a backup source in the engineering faculty can be considered for the foreseeable future.   Keywords : Development, Electric Power Installation, Faculty Of Engineering UNSRAT, Structuring.Abstrak— Instalasi listrik merupakan salah satu bagian dari sistem tenaga listrik, penerapannya terhadap bangunan dan peralatan tenaga listrik. Instalasi listrik membantu menyalurkan energi listrik agar dapat digunakan oleh konsumen. Pemasangan instalasi listrik yang sesuai standar harus menggunakan persyaratan umum instalasi listrik (PUIL), Standart Nasional Indonesia (SNI) serta estetika kerapihan pemasangan. Masalah dalam instalasi tenaga listrik masih banyak ditemukan dilapangan, di fakultas teknik unsrat ditemukan masalah dalam pemasangan instalasi listrik yang dilakukan, antara lain masalah kerapihan jalur instalasi listrik, dan pengaturan pembagian beban di gedung fakultas teknik, masalah ini mengakitbatkan pembagian tiap fasa tidak seimbang sehingga daya yang didapat tidak dapat di manfaatkan sebagai mana mestinya. Berdasarkan dengan masalah instalasi tenaga listrik di fakultas teknik saya mengambil judul skripsi “ Penataan dan Pengembangan Instalasi Listrik Fakultas Teknik Unsrat 2017”. Dari penelitian yang saya lakukan terhadap masalah instalasi listrik di bangunan utama fakultas teknik unsrat, di temukan pembagian beban di gedung utama fakultas teknik unsrat tidak per lantai melainkan tidak menentu, Observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui jalur pembagian beban, besaran arus pada Main Distribution Panel (MDP) serta  Sub Distribution Panel (SDP). Penataan perlu dilakukan untuk pembagian beban yang seimbang dan sesuai standar dan potensi pengembangan solar cell sebagai sumber daya cadangan di fakultas teknik dapat di pertimbangkan untuk kedepan.Kata kunci— Fakultas Teknik UNSRAT, Instalasi tenaga listrik, Penataan, Pengembangan.
Analisa Rugi-Rugi Daya Jaringan Distribusi Di PT. PLN (Persero) Area Manado 2017 Josafat Mangundap; Sartje Silimang; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.20768

Abstract

Abstract— The distribution of electrical energy originating from the plant and distributed to consumer should be effective, efficient and reliable. Review from these criteria, in the generation of electrical energy and the distribution of electrical energy must be done rationally and economically. In the distribution network the amount of electrical energy that reaches the load is not the same as the amount of electrical energy generated due to the losses of energy. Loss on the power system network is also caused by uneven loadings between the three phase systems, the heat generated on the channel conductor and the transformer, as well as the heat generated in the bad conductor joints (loss contact). The calculation is very difficult due to the different loading conditions of the system at any time in accordance with the needs of consumers of electric power systems. Thus, the amount of loss is different from time to time, so the total loss of electric power every month and every day is different, therefore it takes an accurate calculation method to calculate the power loss of medium voltage distribution network in PT. PLN Manado City.Keywords: Distribution of electrical energy, Energy losses, Phase system, Power system.Abstrak­— Distribusi energi listrik yang berawal dari pembangkit dan diakhiri dengan penggunaan oleh konsumen haruslah bersifat efektif, efisien dan dapat diandalkan. Melihat dari kriteria tersebut maka dalam pembangkitan energi listrik serta distribusi energi listrik haruslah dilakukan secara rasional dan ekonomis. Pada jaringan distribusi jumlah energi listrik yang sampai ke beban tidak sama dengan jumlah energi listrik yang dibangkitkan karena terjadi susut atau rugi-rugi (losses) energi. Rugi rugi pada jaringan sistem tenaga listrik juga disebabkan oleh pembebanan yang tidak seimbang antara ketiga sistem fasa, panas yang timbul pada konduktor saluran maupun transformator, serta panas yang timbul pada sambungan konduktor yang buruk (losscontact). Perhitungan sangat sukar karena kondisi pembebanan sistem yang berbeda setiap saat sesuai dengan kebutuhan konsumen sistem tenaga listrik. Dengan demikian besar rugi-ruginya berbeda dari waktu ke waktu, sehingga total rugi daya listrik setiap bulan dan setiap harinya berbeda-beda, karena itu dibutuhkan suatu metode perhitungan yang akurat untuk menghitung rugi daya jaringan distribusi tegangan menengah di PT. PLN khusus Area Manado.Kata Kunci : Distribusi energi listrik, Rugi-rugi energi, Sistem fasa, Sistem tenaga.
Analisa Jarak Paralel Antara Konduktor Sistem Grounding Grid PLTP Lahendong Unit 5 Dan 6 Rizaldy Diamanis; Hans Tumaliang; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.20770

Abstract

Abstract—  To be able to secure and safety the equipment and the workers who work in the power plant area PLTP Lahendong with power capasity 2 x 20 MW, of course, required the earthing system design quality, reliable and efficient whereby the grounding grid resistance, voltage step and touch voltage according to the calculations contained in IEEE Std 80 -2000. This research will discuss the evaluation of system design with respect to the value of earthing resistance grounding grid, mesh voltage and step voltage. Evaluation parameters - parameters according to calculations published in IEEE Std 80-2000. Results from this study system grounding of PLTP Lahendong unit 5 and 6 well the categorized and meet the standart.Keywords: Resistance grounding, step voltage, spacing between parallel conductors, touch voltage,.Abstrak­— Sistem pentanahan yang berkualitas, handal dan efisien adalah merupakan persyaratan utama dalam merancang suatu sistem pentahanan untuk dapat mengamankan peralatan dan para pekerja di area pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain Grid Pentanahan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dengan kapasitas daya 2x20 MW berdasarkan metode  IEEE  Std 80-2000. Analisis dilakukan terhadap beberapa parameter berupa luas penampang konduktor, nilai tahanan grid pentanahan tegangan sentuh dan tegangan langkah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem pentanahan pada PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dikategorikan baik dan memenuhi standar. Kata Kunci : Jarak paralel antara konduktor, Tahanan tanah, Tegangan langkah, Tegangan sentuh. 
Perencanaan Dan Pemenuhan Kebutuhan Energi Listrik Di Kota Bitung Andre C. Koloay; Hans Tumaliang; Marthinus Pakiding
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.22504

Abstract

 Abstrack-- The higher the economic activity will be the greater the need for electrical energy. In line with the increasing energy demand in the area needed to generate electrical energy needs in the future. Energy demand planning is not required as data required for the electrical system development process, but also required to meet the needs of the city of Bitung in accordance with the needs.The use of electric power will always increase every year. This is due to the growing needs of the public who must be oral. Many factors affect the level of electricity demand, such as economic factors, population, territoriality, and others. It is necessary to plan the right target to prepare the need for electrical energy in the future so that the development of village development is fulfilled. Then directly or indirectly, it will affect the economic growth and the welfare of society. Key Word -- Electrical energy needs, Electricity use, Electricity supply in Bitung City, Planning of electrical energy system.  Abstrak-- Semakin tinggi aktifitas ekonomi maka akan semakin besar kebutuhan akan energi listrik. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan energi listrik pada suatu wilayah maka dibutuhkan perencanaan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di waktu mendatang. Perencanaan kebutuhan energi listrik tidak saja diperlukan sebagai data masukan bagi proses perencanaan pembangunan suatu sistem kelistrikan, tetapi juga diperlukan untuk pengoperasian sistem tenaga listrik dalam penyediaan energi terutama yang ada di Kota Bitung sesuai dengan kebutuhan.Penggunaan tenaga listrik diperkirakan akan selalu meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan oleh semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan tenaga listrik, seperti faktor ekonomi, kependudukan, kewilayahan, dan lain-lain. Sehingga membutuhkan suatu perencanaan yang tepat sasaran untuk mepersiapkan kebutuhan energi listrik kedepannya agar perkembangan pembangunan daerah tercukupi. Kemudian secara langsung maupun tidak langsung, hal itu  akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci -- Kebutuhan energi listrik, Penggunaan tenaga listrik, Penyediaan energi listrik di Kota Bitung, Perencanaan sistem energi listrik.
Analisa Rugi-Rugi Energi Listrik Pada Jaringan Distribusi (JTM) Di PT. PLN (Persero) Area Gorontalo Awaludin Muhammad; Hans Tumaliang; Sartje Silimang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.23634

Abstract

Abstract - The distribution of electrical energy originating from the plant and distributed to consumer should be effective, efficient and reliable. Review from these criteria, in the generation of electrical energy and the distribution of electrical energy must be done rationally and economically. In the distribution network the amount of electrical energy that reaches the load is not the same as the amount of electrical energy generated due to the losses of energy. Loss on the power system network is also caused by uneven loadings between the three phase systems, the heat generated on the channel conductor and the transformer, as well as the heat generated in the bad conductor joints (loss contact). The calculation is very difficult due to the different loading conditions of the system at any time in accordance with the needs of consumers of electric power systems. Thus, the amount of loss is different from time to time, so the total loss of electric power every month and every day is different, therefore it takes an accurate calculation method to calculate the power loss of medium voltage distribution network. This accurate calculation method,to calculate the losses of electrical energy or power in PT. PLN (Persero) Gorontalo Area.Keywords : Distribution Of Electrical Energy; Losses OfElectrical Energy; Phase System; Power System. Abstrak - Distribusi energi listrik yang berawal dari pembangkit dan diakhiri dengan penggunaan oleh konsumen haruslah bersifat efektif, efisien dan dapat diandalkan. Melihat dari kriteria tersebut maka dalam pembangkitan energi listrik serta distribusi energi listrik haruslah dilakukan secara rasional dan ekonomis. Pada jaringan distribusi jumlah energi listrik yang sampai ke beban tidak sama dengan jumlah energi listrik yang dibangkitkan karena terjadi susut atau rugi-rugi (losses) energi. Rugi rugi pada jaringan sistem tenaga listrik juga disebabkan oleh pembebanan yang tidak seimbang antara ketiga sistem fasa, panas yang timbul pada konduktor saluran maupun transformator, serta panas yang timbul pada sambungan konduktor yang buruk (losscontact). Perhitungan sangat sukar karena kondisi pembebanan sistem yang berbeda setiap saat sesuai dengan kebutuhan konsumen sistem tenaga listrik. Dengan demikian besar rugi-ruginya berbeda dari waktu ke waktu, sehingga total rugi daya listrik setiap bulan dan setiap harinya berbeda-beda, karena itu dibutuhkan suatu metode perhitungan yang akurat. Metode perhitungan yang akurat ini, untuk meghitung rugi energi listrik atau daya di PT. PLN (Persero) Area Gorontalo. Kata Kunci : Distribusi Energi Listrik; Sistem Fasa; Sistem Tenaga Listrik; Susut/Losses Energi Listrik.
Perencanaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Di Likupang Ruben Maychel; Glanny M.Ch. Mangindaan; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i1.23650

Abstract

Abstract - The wind is moving air and energy resources are renewable, that always exist in nature. With the existence of the electricity crisis is not resolved also the urge to replace fossil resources. Renewable energies have to be a substitute for fossil resources. Wind is one of the new renewable energy is selected as the one to replace it.To determine the power generated by the wind then carried out studies. The studies were carried out in the form of an operational review and financial review. These studies are used to perform a power generation development planning. Keywords: Power generation; Planing; Renewable ennergy; Wind turbine.   Abstrak - Angin merupakan udara yang bergerak dan sumber daya energi yang tidak pernah habis yang selalu ada di alam. Karena adanya faktor krisis energi listrik yang belum teratasi juga adanya dorongan untuk menggantikan sumber daya fosil. Energi terbarukan dipilih untuk menjadi pengganti sumber daya fosil. Angin adalah salah satu energi baru terbarukan yang dipilih sebagai salah satu untuk menggantikannya.                Untuk mengetahui daya yang dibangkitkan oleh angin maka dilakukan kajian-kajian. Kajian-kajian yang dilakukan berupa kajian operasional dan kajian finansial. Kajian-kajian tersebut digunakan dalam melakukan sebuah perencanaan pembangunan pembangkit listrik.  Kata kunci : Pembangkit listrik; Perencanaan; Energi Terbarukan; Turbin angin.