Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DESA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT Akbar, Muhammad Fikri; Asmaria; Zesty Miranda; Bambang Sucipto
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.607 KB) | DOI: 10.70522/jad.v1i1.8

Abstract

Perpustakaan Desa Karangrejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran memiliki peran yang dalam peningkatan minat baca bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu Pengabdian ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah desa untuk meningkatkan minat baca. Metode pengabdian terdiri dari tahapan sosialisasi, pelaksanaa, Monitoring dan Evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa perpustakaan di Desa Karangrejo belum dimanfaatkan secara optimal dikarena belum memiliki sejumlah fasilitas dan minimnya tenaga pustakawan sehingga perlu didampingi dan diberdayakan secara terus menerus.Kondisi inilah yang membuat masyarakat masih rendah minat baca terhadap koleksi buku yang terdapat di perpustakaan desa Karangrejo.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DESA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT Akbar, Muhammad Fikri; Asmaria; Zesty Miranda; Bambang Sucipto
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v1i1.8

Abstract

Perpustakaan Desa Karangrejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran memiliki peran yang dalam peningkatan minat baca bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu Pengabdian ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah desa untuk meningkatkan minat baca. Metode pengabdian terdiri dari tahapan sosialisasi, pelaksanaa, Monitoring dan Evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa perpustakaan di Desa Karangrejo belum dimanfaatkan secara optimal dikarena belum memiliki sejumlah fasilitas dan minimnya tenaga pustakawan sehingga perlu didampingi dan diberdayakan secara terus menerus.Kondisi inilah yang membuat masyarakat masih rendah minat baca terhadap koleksi buku yang terdapat di perpustakaan desa Karangrejo.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Islam melalui Pendekatan Ilmu Pengembangan Masyarakat Islam Asmaria; Zesty Miranda
ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to empower communities based on Islamic values through the approach of Islamic Community Development. Community empowerment is an important strategy to address social, economic, and spiritual problems faced by Muslim communities, especially in rural areas. This program was implemented using a participatory approach with the Participatory Action Research (PAR) method, which involves the community actively in all stages of the activity, including problem identification, program planning, implementation, and evaluation. The activities carried out included strengthening religious awareness through thematic Islamic studies, enhancing social participation, mentoring productive economic activities based on local potential, and strengthening mosque-based social institutions. The results of the community service showed positive changes, including increased religious awareness, stronger social solidarity, higher community participation, and improved understanding of Islamic-based economic empowerment. Supporting factors for the success of this program included active community involvement, support from religious and community leaders, and the utilization of religious institutions as empowerment centers. Meanwhile, the main obstacles encountered were limited mentoring time and resource constraints. Overall, the Islamic Community Development approach proved effective in creating holistic and sustainable community empowerment.