Harleli Harleli
Universitas Halu Oleo

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

GAMBARAN SPASIAL KEJADIAN DIARE BERDASARKAN ENVIRONMENTAL HEALTH FACTORS DAN STATUS RAWAN BENCANA BANJIR PADA MASYARAKAT KOTA KENDARI TAHUN 2018-2020 Haisa Haisa; La Ode Muhammad Sety; Harleli Harleli
Endemis Journal Vol 3, No 3 (2022): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v3i3.33864

Abstract

Secara global diare memiliki derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara terutama di negara berkembang, dan juga sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Kejadian penyakit diare dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor lingkungan (sumber air bersih atau akses air minum, jamban sehat) dan faktor topografi (suhu udara, kelembaban, curah hujan, dan hari hujan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spasial kejadian diare berdasarkan environmental health factors dan status daerah rawan bencana di Kota Kendari periode tahun 2018-2020. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi ekologi. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita penyakit diare dari seluruh wilayah administratif berdasarkan kecamatan di Kota Kendari. Sampel pada penelitian adalah seluruh dari populasi masyarakat Kota Kendari tahun 2018 sampai tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukan selama tahun 2018 sampai tahun 2020 insidensi diare tinggi lokasinya cenderung berdekatan, insidensi diare tinggi tidak semua berada di daerah yang memiliki akses air minum yang rendah. insidensi diare yang tinggi tidak berada di daerah yang memiliki akses jamban yang rendah, daerah yang rawan terhadap banjir sebagian besar memiliki angka kejadian diare yang tinggi dan sedang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 6-10 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bobolio Kabupaten Konawe Kepulauan Tahun 2020 PUTRI AYU HALULANGA; SARTIAH YUSRAN; HARLELI HARLELI
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v2i1.29360

Abstract

Latar Belakang:Manfaat ASI adalah sebagai nutrisi terbaik karena sebagai sumber gizi yang ideal dan seimbang sesuai dengan kebutuhan bayi pada masa pertumbuhan. Berdasarkan data Riskesdas 2018, proporsi pola pemberian ASI di Indonesia menurun dari tahun 2017 61,33% menjadi 49,9% pada tahun 2018 dan ini belum mencapai target Renstra 2015-2019 yaitu cakupan ASI Eksklusif sebesar 50% pada tahun 2019.Profil Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan tahun 2017 dan 2018 menggambarkan cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bobolio pada tahun 2018 sebesar 59,5% mengalami peningkatan dari tahun 2017 yakni sebesar 60,33%. Tujuan:penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-10 bulan diwilayah Kerja Puskesmas Bobolio Kabupaten Konawe Kepulauan Tahun 2020.Metode:Jenis penelitian cross sectional dengan menggunakan uji analisis chi square. Jumlah sampel sebanyak 40 orang.Hasil:menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian asi eksklusif pada bayi usia 6-10 bulan.Kesimpulan:Terdapatadanyahubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dandukungan  petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-10 bulan.
EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM PULUT (PUNGUT SAMPAH DILAUT) TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT PADA KELURAHAN BUNGKUTOKO KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI TAHUN 2021 Almayanti Almayanti; Fikki Prasetya; Harleli Harleli
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v3i4.30068

Abstract

Latar Belakang: Pembuangan sampah ke laut disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang membuang sampah di laut. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan pemberdayaan masyarakat pesisir mencakup penyelenggaraan promosi kesehatan dan gerakan hidup bersih dan sehat, untuk menentukan program. Tujuan: untuk mengetahui Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Program Pulut (Pungut Sampah Dilaut) Terhadap Kesadaran Masyarakat Pada Kelurahan Bungkutoko Kecamatan Nambo Kota Kendari Tahun 2021. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif dengan metode Pre- eksperimental One Group Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pesisir pada RW 03/RT 08-12 di Kelurahan Bungkutoko  dengan jumlah penduduk sekitar 1042 orang,  dan sampel sebanyak 30 dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menggunakan wilcoxon sign rank test yang menunjukkan adanya perbedaan kesadaran masyarakat antara hasil kegiatan Program PULUT untuk pre test ke post test dengan nilai P=0,001 atau p value <0,05.  Dan  hasil  uji  menggunakan wilcoxon mann whitney yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dengan nilai signifikan sebesar 0,039 atau p value < 0.05 artinya ada perbedaan. Kesimpulan: Oleh karena itu, Program PULUT efektif  dalam  mencegah membuang sampah dilaut dan meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir pada Kelurahan Bungkutoko Kecamatan Nambo Kota Kendari.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN Esri Wahyuni Arif; Lisnawaty Lisnawaty; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43093

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan, dimana status gizi yang normal dapat dicapai dengan menyeimbangkan dari asupan gizi dengan kebutuhan individu. Beberapa wilayah Indonesia masih berusaha mencapai status gizi normal dimana salah satunya Sulawesi Tenggara memiliki persentase kasus gizi kurang pada Balita mencapai 5,89%. Kendari adalah salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki persentase gizi kurang yang cukup tinggi sebanyak 907 kasus, pada tahun 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua ditemukan kasus gizi kurang sebanyak 58 kasus. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang berjumlah 133 Balita, serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendapatan orang tua (p= 0,019), asupan energi (p= 0,012) dan asupan protein (p= 0,034) dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022 dimana nilai p value (p0,05). Kata kunci: Status Gizi Balita, Pengetahuan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Asupan Energi, Asupan Protein. Abstract A normal nutritional status can be attained by matching nutritional intake with personal needs. Nutritional status is a health indicator. Southeast Sulawesi is one of the regions of Indonesia that is still working to achieve normal nutritional status; there, the incidence of malnutrition among children under the age of five is at 5.89%. With 907 cases, Kendari is one of the regions/cities with a relatively high percentage of malnutrition, The UPTD Benu-Benua Health Center’s operational area has 58 malnutrition cases in 2021. This study's methodology is a quantitative one that combines observational analysis with a cross-sectional approach and sampling. 133 toddlers were included in a basic random sample, and the Chi-Square test was used for statistical analysis. The findings revealed a connection between parental income (p=0.019), calorie consumption (p=0.012), and protein intake (p=0.034) and the nutritional condition of toddlers between the ages of 12 and 59 months in the working area of the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022. Due to the value (p> 0.05), there is no correlation between a mother's knowledge and the nutritional state of children aged 12-59 months in the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022 (p = 0.725). Keywords: Toddler Nutritional Status, Mother's Knowledge, Parents' Income, Energy Intake, Protein Intake.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBIKUNO KABUPATEN MUNA BARAT Endang Endang; Harleli Harleli; Rizki Eka Sakti Octaviani K
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43111

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia dan prevalensinya meningkat pesat. Berdasarkan rekomendasi JNC VII, orang dewasa berusia ≥ 18 tahun dikatakan hipertensi apabila kondisi tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Laporan WHO tahun 2020 memperkirakan 1,28 miliar otang di seluruh dunia menderita hipertensi. Data riset Kesehatan dasar Indonesia tahun 2018 menunjukan prevalensi hipertensi di indonesia sebesar 34,1%. Dan berdasarkan profil kesehatan Puskesmas Kombikuno, jumlah kasus hipertensi pertahun 2020-2022 berturut-turut yaitu 166 kasus, 71 kasus dan 80 kasus. Penyakit hipertensi selalu menempati urutan ke 2 dari 10 penyakit yang sering terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kombikuno. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kombikuno. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan dengan desain penelitian case control, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh antara kebiasaan konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,016 < 0,05). Sementara, tidak ada pengaruh antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,635 > 0,05). Puskesmas disarankan agar mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular, serta memberikan edukasi mengenai faktor resiko kejadian hipertensi. Kata kunci : Konsumsi Lemak, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Abstract Hypertension is one of the major public health problems worldwide and its prevalence is increasing rapidly. Based on JNC VII recommendations, adults aged ≥ 18 years are said to be hypertensive if the condition of systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. A 2020 WHO report estimated that 1.28 billion people worldwide suffer from hypertension. Indonesian basic health research data in 2018 shows the prevalence of hypertension in Indonesia is 34.1%. And based on the health profile of the Kombikuno Health Center, the number of hypertension cases per year 2020-2022 is 166 cases, 71 cases and 80 cases, respectively. Hypertensive disease always ranks 2nd out of 10 diseases that often occur in the working area of the Kombikuno Health Center. The purpose of this study was to determine the factors that influence the incidence of hypertension in the work area of the Kombikuno Health Center. This type of research is quantitative research with case control research design, and sampling techniques using total sampling. The results of this study showed that there was an influence between sodium consumption habits and the incidence of hypertension (p-value = 0.016 < 0.05). Meanwhile, there was no influence between the use of health services and the incidence of hypertension (p-value = 0.751 > 0.05). Puskesmas is advised to invite the public to play an active role in the activities of Posbindu PTM (Integrated Development Post for Non-Communicable Diseases) as a step for early detection of non-communicable diseases, as well as providing education about risk factors for hypertension. Keywords : Fat Consumption, Health Service Utilization
PENERAPAN HIGIENE & SANITASI FOOD SAFETY PENGOLAHAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DEWI SARTIKA KOTA KENDARI TAHUN 2022 nuradinda lestari; Jumakil Jumakil; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43100

Abstract

Abstrak Instalasi gizi Rumah Sakit Umum Dewi Sartika memiliki peranan penting, yakni sebagai penyelenggara dalam pengolahan makanan. Permasalahan yang terdapat pada penelitian ini yaitu mengenai Penerapan Higiene dan Sanitasi Food Safety Pengolahan Makanan Di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Higiene dan Sanitasi Food Safety Pengolahan Makanan Di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari Tahun 2022. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan jenis penelitian kualitatif, informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yaitu kepala instalasi gizi, pramusaji, dan 2 orang chef/pengolah makanan. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data hasil wawancara kemudian dideskripsikan untuk menggambarkan Penerapan Higiene & Sanitasi Food Safety Pengolahan Makanan Di Instalazi Gizi Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa ketidaksesuaian antara penerapan di lapangan dengan peraturan yang berlaku, seperti bahan makanan tidak diberi tanggal penerimaan, penyimpanan di kulkas tidak memiliki pengatur suhu, pengolah makanan kadang tidak mencuci tangan dengan sabun, pengolah makanan pada saat memasak mereka tidak melakukan pengukuran temperatur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan higiene dan sanitasi food safety pada pengolahan makanan di instalasi gizi Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari masih ada yang kurang sesuai dengan peraturan Permenkes. Kata kunci: higiene, food safety, rumah sakit Abstract Dewi Sartika General Hospital Nutrition Installation has an important role, namely as an organizer in food processing. The problems contained in this study are about the application of hygiene and sanitation of food safety food processing at the nutritional installation of the Dewi Sartika General Hospital in Kendari City. The purpose of this study was to determine the application of food safety hygiene and sanitation of food processing in the nutritional installation of Dewi Sartika General Hospital in Kendari City in 2022. The research approach used was a survey method with a type of qualitative research, the informants in this study were 4 people, namely Head of Nutrition Installation, Presenters, and 2 Food Chefs/Processors. Data analysis was carried out by collecting data on the results of the interview and then described to describe the application of hygiene & sanitation food safety food processing at Instalazi Nutritional Hospital Dewi Sartika Kendari City. The results showed that there are still some discrepancies between the application in the field and applicable regulations, such as food ingredients not given a date of receipt, storage in the refrigerator does not have a temperature regulator, food processors sometimes do not wash their hands with soap, food processors when cooking they do not do temperature measurement. The conclusion of this study is the application of food safety hygiene and sanitation to food processing at the nutritional installation of the Dewi Sartika General Hospital in Kendari City is still not in accordance with Permenkes regulations. Keywords: hygine, food safety, hospital
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU, POLA MAKAN DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAMBO TAHUN 2022 Melisa Melisa; Fifi Nirmala G; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43109

Abstract

Abstrak Stunting (kerdil) adalah suatu kondisi yang terjadi dimana balita terlihat lebih pendek untuk usianya. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang dialami balita akibat gizi yang kurang dalam waktu lama karena gizi yang dibutuhkan tidak sesuai dengan makanan yang diberikan. Di masa depan, anak-anak yang mengalami stunting akan sulit dalam hal pencapaian tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pegetahuan ibu, pola makan, dan pola asuh terhadap kejadian stuntung pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo tahun 2022. Kualitatif adalah jenis yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode analitik observasional dan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan, yaitu proportional random sampling dengan total responden sebanyak 88. Hasil uji fisher exact test menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu (p value= 0,013) dan pola makan (p value=0,018) dengan kejadian stunting pada balita, serta tidak ada hubungan antara pola asuh (p value=1,000) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022 dan tidak terdapat hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022. Kata kunci : Kejadian Stunting, Tingkat Pengetahuan, Pola Makan dan Pola Asuh Abstract Stunting (dwarf) is a condition where a toddler looks shorter for his age. Stunting is a chronic nutritional problem experienced by toddlers due to not being good at fulfilling nutrition for quite a long time because the nutrition needed is not in accordance with the food given. In the future, stunted children will find it difficult to promote optimal growth and development. This study aims to determine the relationship between the level of mother's knowledge, diet, and parenting style on the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Nambo Health Center in 2022. Qualitative is a type of research using an analytic observational method and the research design applied is cross sectional. The sampling technique used was proportional random sampling and a total of 88 respondents. The results of the Fisher's exact test showed that there was a relationship between the mother's level of knowledge (p value=0.013) and eating patterns (p value=0.018) with the incidence of stunting in toddlers. , and there is no relationship between parenting style (p value=1,000) and the incidence of stunting in toddlers. The conclusion in this study is that there is a relationship between the level of mother's knowledge and eating patterns with the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022 and there is no relationship between parenting style and the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022. Keywords : Stunting Incident; Level of Knowledge, Dietary Habita and Parenting Style
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli DAN GAMBARAN HIGIENE SANITASI PEDAGANG MINUMAN ES JERUK PADA WARUNG MAKAN DI KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI Maryam Iskandar; Harleli Harleli; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43251

Abstract

Salah satu jenis minuman yang populer saat ini dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah minuman es jeruk. Minuman merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme juga menjadi salah satu mediator yang baik dalam penularan penyakit. Salah satu mikroorganisme yang sering menjadi kontaminan minuman adalah bakteri Escherichia coli. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2021 jumlah penderita diare yang dilayani di fasilitas kesehatan sebesar 2.296 kasus yang tersebar di 16 Kecamatan di Kota Kendari. Berdasarkan data puskesmas Mokoau pada tahun 2021 tercatat sebanyak 95 kasus diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli dan mengetahui gambaran higiene sanitasi pedagang minuman es jeruk pada warung makan di Kecamatan Kambu Kota Kendari tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 18 sampel minuman es jeruk sebanyak 17 sampel teridentifikasi bakteri Escherichia coli dengan persentase 94,4%. Sebanyak 18 pedagang minuman es jeruk pada warung makan di Kecamatan Kambu Kota Kendari tidak memenuhi syarat dalam penerapan higiene sanitasi dengan persentase 100%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kualitas minuman es jeruk sebagian besar tidak memenuhi syarat karena teridentifikasi bakteri Escherichia coli >0 per 100 mL sampel dan seluruh pedagang minuman es jeruk tidak memenuhi syarat dalam penerapan higiene sanitasi.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan dan Pola Makan untuk Mencegah Gastrisitas pada Remaja di SMAN 2 Kendari Tahun 2024 Andi Kumala; Wa Ode Salma; Harleli Harleli
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i1.1128

Abstract

Gastritis is an inflammation of the stomach lining that frequently affects adolescents due to unhealthy eating habits, stress, and poor lifestyle choices, with a significant global prevalence, such as 40.8% in Indonesia, according to WHO data from 2021. In Kendari City, the incidence of gastritis has increased from 4,856 cases (1.23%) in 2019 to 7,846 cases (2.24%) in 2022, with adolescent cases at Poasia Health Center reaching 14.8% in 2022. Health education has proven effective in increasing adolescents' knowledge about gastritis prevention, helping them understand the importance of healthy eating habits, and encouraging behavioral changes to reduce gastritis prevalence in the future. The purpose of this study is to determine the effect of nutrition education on knowledge levels and eating habits to prevent gastritis among adolescents at SMAN 2 Kendari in 2023. This research employs a Quasi-Experimental design with a Pre-test Post-test Non-Equivalent Control Group Design. The sample size consists of 84 students selected using purposive sampling. The study results indicate that the Wilcoxon signed-rank test for knowledge and eating habits data shows a p-value of 0.000 ≤ 0.05, which is significant. Based on these findings, it can be concluded that health education significantly influences knowledge levels and eating habits in preventing gastritis among adolescents at SMAN 2 Kendari in 2024. This study is expected to provide input for research sites, health services, parents, adolescents, and other researchers to enhance knowledge, awareness, and healthy eating habits in preventing gastritis through health promotion and further research development
Identifikasi dan Gambaran Pengetahun Pedangang Bakso tentang Formalin Harleli Harleli; Irma Irma
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i1.1199

Abstract

Unsafe food can endanger health, both for children and adults. As a food additive, formalin is widespread and is often used in snack foods. The aim of this research is to identify formaldehyde and determine knowledge about formaldehyde in food. This research is descriptive in nature with a total sampling technique of 10 meatball sellers at the Famous Bakso Stall in Kendari City. Samples were tested at the Biomolecular Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Halu Oleo University. The results of the examination showed that sample 1 was negative for formalin, sample 2 was negative for formalin. Sample 3 was negative for formalin. Sample 4 is negative for formalin, sample 5 is negative for formalin, sample 6 is negative for formalin. Sample 7 was negative for formalin, sample 8 was negative for formalin. Sample 9 was negative for formalin. Sample 10 negative for formalin content. For traders' knowledge constraints, 8 (75%) respondents had sufficient knowledge and 2 respondents (25%) had insufficient knowledge. The conclusion is that meatballs do not indicate the presence of formaldehyde in the sample, to illustrate the knowledge of traders who have sufficient knowledge. Researchers suggest that even though the results of this study are negative, supervision is still needed to ensure compliance with food safety standards