Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABANGKA KECAMATAN KABANGKA KABUPATEN MUNA TAHUN 2018 Jalil, Riska; Yasnani, Yasnani; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.793 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.5475

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang salah satu bagian atau lebih darisaluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan andeksanya,seperti sinus, rongga telinga tengah, dan pleura.ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan yang berlangsungselama 14 hari.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor Yang berhubungan denganKejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabangka Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Tahun2018.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectionalstudy.Jumlah sampel sebanyak 68 responden dari 237 total populasi.Variabel penelitian yaitu pemberian ASIEkslusif, lingkungan fisik rumah, kebiasaan merokok dan pengetahuan ibu.Analisis data mencakup analisis univariatdan analisis bivariat.Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil peneliti an menunjukkan bahwa terdapathubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian ISPA Pvalue = 0,002, lingkungan fisik rumah dengan Pvalue= 0,354, kebiasaan merokok dengan Pvalue = 0,014, dan pengetahuan ibu dengan Pvalue = 0,029. Terdapathubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian ISPA, tidak terdapat hubungan antara lingkungan fisikrumah dengan kejadian ISPA, terdapat hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA, dan terdapathubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita.Kata kunci: ISPA, Pemberian ASI Ekslusif, lingkungan fisik rumah, paparan asap rokok dan pengetahuan ibu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABANGKA KECAMATAN KABANGKA KABUPATEN MUNA TAHUN 2018 Jalil, Riska; Yasnani, Yasnani; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.793 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.5478

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang salah satu bagian atau lebih darisaluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan andeksanya,seperti sinus, rongga telinga tengah, dan pleura.ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan yang berlangsungselama 14 hari.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor Yang berhubungan denganKejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabangka Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Tahun2018.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectionalstudy.Jumlah sampel sebanyak 68 responden dari 237 total populasi.Variabel penelitian yaitu pemberian ASIEkslusif, lingkungan fisik rumah, kebiasaan merokok dan pengetahuan ibu.Analisis data mencakup analisis univariatdan analisis bivariat.Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil peneliti an menunjukkan bahwa terdapathubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian ISPA Pvalue = 0,002, lingkungan fisik rumah dengan Pvalue= 0,354, kebiasaan merokok dengan Pvalue = 0,014, dan pengetahuan ibu dengan Pvalue = 0,029. Terdapathubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian ISPA, tidak terdapat hubungan antara lingkungan fisikrumah dengan kejadian ISPA, terdapat hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA, dan terdapathubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita.Kata kunci: ISPA, Pemberian ASI Ekslusif, lingkungan fisik rumah, paparan asap rokok dan pengetahuan ibu.
DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR PUSKESMAS LALOWARU KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2017 Yadin, Jufri; Junaid, Junaid; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.687 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3434

Abstract

Penyakit Diare sampai saat ini masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian terbesar di dunia. Menurutdata United Nation Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) tahun 2013 diare merupakanpenyebab kematian nomor 2 pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyediaan airbersih, ketersediaan jamban keluarga, pengolahan sampah, sarana pembuangan air limbah, dan perilaku mencucitangan dengan kejadian diare di wilayah pesisir Puskesmas Lalowaru Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017. Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional Study.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 386 balita dengan besar sampel sebanyak 61 balita. Analisis datamenggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa tidak ada hubungan penyedian air bersih dengan kejadian diare pada balita (ρValue= 1,00), ada hubunganketersediaan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita (ρValue= 0,028), ada hubungan pengolahan sampahdengan kejadian diare pada balita (ρValue= 0,005), ada hubungan sarana pembuangan air limbah dengan kejadiandiare pada balita (ρValue= 0,015), tidak ada hubungan perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare pada balita(ρValue= 0,860). Kesimpulan dari penelitian tidak ada huhungan penyediaan air bersih dan perilaku mencuci tangandengan kejadian diare pada balita, serta ada hubungan ketersediaan jamban keluarga, pengolahan sampah, s aranapembungan air limbah dengan kejadian diare pada.Kata Kunci : air bersih, jamban keluarga, SPAL, mencuci tangan, diare balita
FAKTOR RISIKO ANTARA AKTIVITAS FISIK, OBESITAS DAN STRES DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA UMUR 45-55 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOROPIA KABUPATEN KONAWE TAHUN 2018 Afiah, Warditah; Yusran, Sartiah; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.565 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3998

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler yang bila tidak ditangani dengan baikdapat meningkatkan angka kejadian morbiditas dan mortalitas. Tekanan darah tinggi merupakan salah satupenyakit degeneratif. Umumnya tekanan darah bertambah secara perlahan dengan ber tambahnya umur.Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan hipertensi yakni usia, jenis kelamin, genetik (keturunan), obesitas,merokok, aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, konsumsi garam berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis seberapa besar faktor risiko antara aktivitas fisik, obesitas dan stres terhadap kejadian penyakithipertensi pada umur 45-55 tahun di wilayah kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe tahun 2018. Jenispenelitian yang digunakan adalah analitik observasional menggunakan rancangan case control study. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Soropia dari bulan Januarisampai dengan September tahun 2017, sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 sampel yakni 34 kasus dan 34kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan95% menunjukkan faktor risiko tinggi kejadian hipertensi yakni status aktivitas fisik diperoleh nilai OR = 9,028dengan Lower limit yakni 3,007 dan Upper limit yakni 27,101, dan status stres nilai OR= 4,400 dengan Lower limityakni 1,588 dan Upper limit yakni 12,193. Sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensiyakni status obesitas diperoleh nilai OR = 0,370 dengan Lower limit yakni 0,126 dan Upper limit yakni 1,086. Bagimasyarakat diharapkan agar selalu menjaga kesehatan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, sertalebih mengontrol tekanan darah dengan melakukan pemeriksaan di Puskesmas.Kata Kunci : Hipertensi, Obesitas, Stres
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASAM URAT PADA USIA 20-44 TAHUN DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Jaliana, Jaliana; Suhadi, Suhadi; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.589 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3925

Abstract

Penyakit asam urat atau penyakit gout merupakan penyakit yang muncul akibat zat purin yang berlebih dalamtubuh. zat purin ini sebenarnya dapat di olah tubuh menjadi asam urat. Menurut WHO (2015) Di dunia prevalensipenyakit asam urat mengalami kenaikan jumlah penderita hingga dua kali lipat antara tahun 1990- 2010. Pada orangdewasa di Amerika Serikat penyakit gout mengalami peningkatan dan mempengaruhi 8. 3 juta (4%) orang Amerika.Penyakit asam urat diperkirakan terjadi pada 840 orang dari setiap 100.000orang. Prevalensi penyakit asam urat diIndonesia terjadi pada usia di bawah 34tahun sebesar 32 % dan di atas 34 tahun sebesar 68 % (WHO, 2015). Tujuandalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asam urat padausia 20- 44 tahun diRSUD BahteramasProvinsi Sulawesi Tenggara Pada Tahun 2017.Jenis penelitian ini adalahdengan menggunakan rancangan penelitian Analitik Observasional menggunakan desain case control study. Jumlahsubjek penelitian ini yaitu 122 responden yakni 61 kasus dan 61 control. Dari hasilanalisis menggunakan uji chisquare bahwa pola konsumsi sumber purin, stres, riwayat keluarga berhubungan secara signifikat dengan kejadianasam urat pada usia 20- 44 tahun diRSUD BahteramasProvinsi Sulawesi Tenggara Pada Tahun 2017, dan hasil analisismenggunakan uji chi square diperoleh bahwa aktivitas fisik tidak berhubungan secara signifikat dengan kejadianasam urat pada usia 20-44 tahun diRSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Pada Tahun 2017.Menghindarikonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, hindari stres dan membatasi aktivitas fisik denganintensitas lama yang dapat memperburuk asam uratnya.Kata kunci: purin, aktivitas fisik, stres, riwayat keluarga, asam urat.
ANALISIS FAKTOR RISIKO REMATIK USIA 45-54 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2017 Meliny, Meliny; Suhadi, Suhadi; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.188 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3995

Abstract

Penyakit rematik merupakan penyakit yang sering diderita kelompok usia 45-54 tahun seiring denganbertambahnya umur, yang disebabkan oleh adanya pengapuran sendi, sehingga orang dengan jenis penyakit ini,akan mengalami nyeri sendi dan keterbatasan gerak. Selain itu, Penyakit ini menyebabkan inflamasi, kekakuan,pembengkakan, dan rasa sakit pada sendi, otot, tendon, ligamen, dan tulang. rematik dapat menyebabkankecacatan (mordibilitas), ketidakmampuan (disabilitas), penurunan kualitas hidup, dan dapat meningkatkan bebanekonomi penderita maupun keluarga. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah gaya hidup, IMT,pengetahuan, dan pola makan merupakan faktor risiko rematik usia 45-54 tahun di wilayah kerja PuskesmasPuuwatu Kota Kendari Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectionalstudy. Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan di Puskesmas Puuwatu selama 3 (tiga) bulan terakhir yaituSeptember, Oktober dan November Tahun 2017, yang dipilih menggunakan metode total sampel yang berjumlah91 orang. Analisis data secara bertahap, yaitu analisis univariat dan bivariat. Uji statistik bivariat menggunakan chisquarepada tingkat kemaknaan 95% (α < 0,05). Hasil penelitian analisis bivariat menunjukkan gaya hidupmerupakan faktor risiko rematik, IMT merupakan faktor risiko rematik, Pengetahuan merupakan faktor risikorematik, Pola makan merupakan faktor risiko rematik. Kepada pengelola program di Puskesmas Puuwatu agarrutin melakukan penyuluhan tentang gaya hidup, IMT, pengetahuan dan pola makan yang merupakan faktor risik orematik pada setiap kegiatan pelayanan kesehatan pada pasien kelompok usia 45-54 tahun.KataKunci: Rematik, gaya hidup, IMT, pengetahuan, pola makan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT COVID-19 DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI Nelini, Nelini; Suhadi, Suhadi; Sety, La Ode Muhammad; Rosminah, Rosminah
Preventif Journal Vol 5, No 2 (2021): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v5i2.18257

Abstract

Abstrak Jenis penyakit baru yang yang dikenal dengan Covid-19 sangat berbahaya yang memiliki gejala ringan dan berat dan ditularkan melalui hewan ke manusia. Perubahan perilaku masyarakat perihal tindakan pencegahan sangat penting untuk menghambat penyebaran Covid-19. Terjadinya perubahan perilaku masyarakat bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang mematuhi aturan pemerintah untuk menerapkan protocol kesehatan. Ditinjau dari banyaknya kasus Covid-19 pada tanggal 16 November 2020, bahwa Kecamatan Baruga merupakan daerah yang paling tinggi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yaitu sebanyak 203 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan persepsi masyarakat dengan tindakan pencegahan penyakit Covid-19. Jenis penelitian ini adalah survey dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Kecamatan Baruga sebanyak 17.346 orang. Sampel penelitian sebanyak 391 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan persepsi dengan tindakan pencegahan penyakit Covid-19. Saran; diharapkan kepada pemerintah untuk mengintensifkan sosialisasi pencegahan Covid-19 pada masyarakat. Hendaknya masyarakat memiliki kepatuhan yang tinggi pada pelaksanaan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian baik di dalam rumah maupun diluar rumah. Kata kunci: Pengetahuan, persepsi, Masyarakat, Pencegahan, Covid-19
PENGARUH SIKAP, KEPERCAYAAN DAN DUKUNGAN TOKOH MASYARAKAT DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT COVID-19 Suhadi, Suhadi; Nelini, Nelini; Sety, La Ode Muhammad; Rosminah, Rosminah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i3.20443

Abstract

AbstrakBeta-Coronavirus novel yang dianggap sebagai virus corona dengan tipe yang baru, muncul diakhir tahun 2019 dan dikenal dengan Covid-19 yang menjadi masalah kesehatan dunia termasuk indonesia. Virus ini menyebar melalui (droplets) tetesan cairan yang dikeluarkan oleh orang yang terkena Covid-19 dan masuk melalui mulut, hidung serta mata. Upaya pencegahan dan penanggulangan dampak dari virus ini bukan hanya merupakan tanggung jawab dari pemerintah semata, tetapi juga memerlukan dukungan dan peran dari pemerintah setempat. Masyarakat merupakan pihak yang berperang penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Dilihat dari banyak kasus Covid-19 di bulan November tahun 2020, menunjukan bahwa Kecamatan Baruga merupakan daerah yang tinggi kasus konfirmasi positif Covid-19 yaitu sebanyak 203 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara sikap, kepercayaan dan dukungan tokoh masyarakat dengan tindakan pencegahan penyakit Covid-19. Jenis penelitian ini adalah survey dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Kecamatan Baruga sebanyak 17.346 orang. Sampel penelitian sebanyak 391 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan antara sikap, kepercayaan dan dukungan tokoh masyarakat dengan tindakan pencegahan penyakit Covid-19. Artinya secara bersama-sama berpengaruh dengan tindakan pencegahan penyakit Covid-19. Kata kunci: Sikap, Kepercayaan, Dukungan Tokoh Masyarakat, Pencegahan, Covid-19
Premarital Sexual Behaviour Among Urban-rural School Teenagers in Southeast Sulawesi, Indonesia: Comparative Study Yusran, Sartiah; Astina, Astina; Sabilu, Yusuf; Sety, La Ode Muhammad; Akifah, Akifah; Rezal, Farit
Unnes Journal of Public Health Vol 11 No 1 (2022): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v11i1.50666

Abstract

Premarital sex among teenagers keeps soaring by the day across the globe. Indonesia is faced with high levels of sexual promiscuity among adolescents. This research aimed to examine the differences in premarital sexual curiosity between teenagers in rural and urban settings. The population for the research involved 266 senior high school students drawn from Kendari city and the rural area of Ladongi, Southeast Sulawesi, using the Proportional Stratified Random Sampling technique. The research method used a cross-sectional study with a comparative design using the Mann-Whitney Test. The results revealed differences in premarital sexual behavior (p = 0.026), media information (p = 0,000), school’s roles (p = 0,000), and first age of dating (p = 0.038) between teenagers in rural and urban setting. However, there was no difference in knowledge regarding premarital sexual behavior (p = 0.159) and peer pressure (p = 0.219) between rural and urban teenagers.
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMAN 14 BOMBANA TENTANG COVID 19 Enindelastri Enindelastri; La Ode Muhammad Sety; Adius Kusnan
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 12 No 4 (2021): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v12i4.496

Abstract

Knowledge about Covid 19 is defined as the result of knowing about the disease, understanding the disease, how to prevent it, treat it and complications. The purpose of this study was to determine the effect of knowledge, attitudes and behavior through leaflets and audiovisual media on students of SMAN 14 Bombana in the islands of Masaloka Raya, Bombana Regency. This type of research is quasi-experimental with a non-equivalent control group design with pretest and posttest. The study was conducted by dividing the respondents into 2 groups, namely 1) the experimental group was given leaflet media education and 2) the control group was given audiovisual media education. The population of the study was 146 people, a sample of 106 people, 53 experimental samples and 53 control samples. The results of the normality test obtained that the data was not normally distributed so that the Wilcoxon test analysis was used. The results showed that leaflets and audiovisual media were able to increase the level of knowledge (Asymp.sig (2-tailed) = 0.007 and 0.000), attitudes (Asymp.sig (2-tailed) = 0.003 and 0.005), both before and after education. There are differences in the knowledge, attitudes and behavior of the leaflet and audiovisual media groups, the knowledge of Asymp sig (2-tailed) = 0.015, the attitude of Asymp sig (2-tailed) = 0.000. the influence of the level of knowledge of attitudes and behavior of SMAN 14 Bombana students about Covid 19.