Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN PERUMAHAN NELAYAN DI WILAYAH PESISIR DESA PASIR PUTIH KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Runi Dwiana Umirlan; Jumakil Jumakil; Paridah Paridah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43255

Abstract

Masalah utama sanitasi lingkungan perumahan nelayan di wilayah pesisir Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat adalah sarana pengelolaan sampah masyarakat banyak yang tidak terdapat fasilitas penampungan sampah sementara disetiap gang, dan masih terdapat masyarakat yang membakar dan membuang sampah ke laut, serta kurangnya penyediaan tempat sampah umum sehingga menyebabkan sampah berserakan dan kondisi pembuangan air limbah penduduk yang tidak tertutup menyebabkan bau yang tidak sedap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran sanitasi lingkungan perumahan nelayan di wilayah pesisir Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat Tahun 2022. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menjukkan bahwa penyediaan air bersih yang memenuhi syarat sebanyak 100 atau 100,0%, secara fisik air menunjukkan bahwa 100% air yang digunakan masyarakat sudah memenuhi syarat kesehatan. Saluran pembuangan air limbah menunjukkan hasil bahwa yang memenuhi syarat sebanyak 23 atau 23,0% serta yang tidak memenuhi syarat sebanyak 77 atau 77,0%. Jamban menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel yang memenuhi syarat sebanyak 93 atau 93,0% serta yang tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak 7 atau 7,0%. Penyediaan sarana tempat sampah menunjukkan hasil bahwa yang memenuhi syarat yaitu sebanyak 13 atau 13,0% serta yang tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak 87 atau 87,0%. Kesimpulan: sanitasi lingkungan di Perumahan Nelayan Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat masih tergolong kurang baik.
Penyuluhan dan Uji Kandungan Iodium Pada Garam Tingkat Rumah Tangga di Wilayah Pesisir Abeli Kota Kendari Irma Yunawati; Lisnawaty Lisnawaty; Siti Rabbani Karimuna; Jafriati Jafriati; Paridah Paridah
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 3 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i3.72

Abstract

Gangguan Akibat Kekurangan Iodium merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi Indonesia. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium mengancam kualitas sumber daya manusia karena mempunyai potensi menurunkan tingkat kecerdasan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, salah satunya adalah fortifikasi garam yaitu garam beriodium. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak dihadapi kendala seperti rendahnya mutu dan belum memadainya jumlah masyarakat yang mengonsumsi garam beriodium antara lain disebabkan karena distribusi garam beriodium yang belum merata, belum seluruh garam yang beredar di masyarakat mengandung cukup iodium, perbedaan harga garam beriodium yang cenderung lebih mahal, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi garam beriodium dan cara mengonsumsi yang benar. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat agar mengonsumsi garam beriodium yang bermanfaat bagi kesehatan melalui penyuluhan dan uji kandungan iodium pada garam tingkat rumah tangga di wilayah pesisir Abeli Kota Kendari. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, praktik, dan diskusi. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyuluhan kesehatan tentang garam beriodium, uji kandungan iodium pada garam tingkat rumah tangga serta tanya-jawab tentang garam beriodium. Tidak ada perbedaan pengetahuan masyarakat sasaran sebelum dan sesudah penyuluhan dan uji kandungan iodium pada garam tingkat rumah tangga di wilayah pesisir Abeli, Kota Kendari (p-value = 0,661), dan masyarakat wilayah pesisir Abeli umumnya mengonsumsi garam merk Dp (28-30 ppm), Gm (28-30 ppm) dan Jn (20-27 ppm)
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makanan Prelaktaeal Hartati Bahar; Sartiah Yusran; Hariati Lestari; Sabrina Wahyuni Meyitia; Paridah Paridah
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1215

Abstract

Based on the 2019 Indonesian Health Profile, 67.74% of babies in Indonesia received exclusive breast milk, exceeding the target of 50%, while in Southeast Sulawesi Province, the figure reached 66.81%. Based on the 2023 Indonesian Health Survey, it was recorded that 28.2% of babies in Southeast Sulawesi aged 0-23 months received prelacteal food, with formula milk as the most common type (85.6%) and coconut water the least (0.3% ). This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and purposive sampling technique. The total research sample was 25 respondents, namely mothers who have toddlers and live in the Lalodati Village area, Kendari City. The research method was carried out through lectures supported by poster media, with data collection using pre-test and post-test questionnaires. The research results showed an increase in the average level of maternal knowledge as measured through the pre-test and post-test. In the pre-test results, 13 respondents (52.0%) were in the sufficient category, while 12 respondents (48.0%) were in the poor category. Meanwhile, in the post-test results, 21 respondents (84.0%) were in the sufficient category, and 4 respondents (16.0%) were in the insufficient category. The t-test statistical test shows p-value (0.000) < (0.05), with an average pre-test score of 7.00 and post-test of 9.36. This shows that the education program was successful in increasing mothers' knowledge about prelacteal feeding
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari Tahun 2023 Lina Yanti; Ruwiah Ruwiah; Paridah Paridah
KOLONI Vol. 2 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i3.530

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years of age (toddlers) which is caused by chronic malnutrition and recurrent infections, especially in the first 1,000 days of life (HPK), namely from the fetus to the child aged 23 months. This research aims to determine the factors associated with the incidence of stunting among toddlers in the Abeli ​​Health Center Working Area, Kendari City in 2023. The type of research used is quantitative research with a cross-sectional research design. This research used a proportional random sampling technique with a sample size of 90 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The research results were obtained. The results of statistical tests using the chi-square test showed that there was no relationship between maternal knowledge and the incidence of stunting with a value (p = >0.05), there was no relationship between family income and the incidence of stunting with a value (p = >0.05 ), there is a relationship between the history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p = <0.05) and there is a relationship between nutritional status and the incidence of stunting with value (p = <0.05). The conclusion in this study is that the factors related to the incidence of stunting among toddlers in the Abeli ​​Health Center Working Area, Kendari City are exclusive breastfeeding and nutritional status. The suggestion given by the researcher to the community health center is that the community health center staff, especially the community health center nutritionist, provide counseling regarding stunting and go directly to the community to provide education on food ingredients and a good menu schedule for toddlers.
Overview of household waste management in Sama Subur Village, North Konawe Paridah Paridah; Hartati Bahar; Firza Azzahra
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2220

Abstract

Household waste management remains one of the environmental health problems commonly found in rural communities. Improper waste management can cause environmental pollution and increase the risk of public health problems. This study aimed to describe household waste management in Sama Subur Village, Motui District, North Konawe Regency. This research was a descriptive study with a quantitative approach. The study was conducted in January 2026 involving 46 household heads selected using a total sampling technique. Data were collected through interviews using structured questionnaires and observation sheets. The variables studied included the availability of household trash bins, separation of organic and inorganic waste, main methods of waste disposal, frequency of waste disposal, barriers to waste management, and disturbances caused by waste. Data were analyzed descriptively and presented in frequency distribution tables and percentages. The results showed that most respondents used open trash bins (78.3%), never separated organic and inorganic waste (76.1%), and disposed of waste by burning (84.8%). Most respondents disposed of waste daily (54.3%). The main barrier to waste management was the absence of waste collection services (60.9%). Most respondents reported no disturbances caused by waste (82.6%). The study concluded that household waste management in Sama Subur Village is still not optimal and requires improved facilities and community education regarding proper and healthy waste management.
FAKTOR DURASI, JARAK DAN INTENSITAS CAHAYA SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA: LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Ferniati Ferniati; Jafriati Jafriati; Nurnashriana J.; Rastika Dwiyanti Liaran
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.204

Abstract

Smartphone telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gadget (smartphone) sebelum tidur meningkatkan risiko gangguan tidur akibat paparan cahaya biru, keterlibatan emosional, dan aktivitas mental yang intens. Selain itu, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan gadget (smartphone) seringkali menggantikan waktu tidur yang seharusnya, sehingga tidur menjadi tidak berkualitas dan mengganggu fungsi kognitif, emosional, dan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara durasi, jarak, dan intensitas cahaya smartphone terhadap kualitas tidur remaja. Dengan meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan remaja, faktor-faktor tersebut berperan penting dalam mempengaruhi pola tidur. Metode yang digunakan adalah Literature Review yang merangkum berbagai penelitian dari 2021 hingga 2025. Pencarian literature menggunakan data base google scholar dan PubMed. Pencarian data jurnal dilakukan dengan menggunakan kata kunci Penggunaan Smartphone, Intensitas Cahaya Smartphone, Kualitas Tidur. Seluruh literatur yang didapat kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone sebelum tidur memiliki dampak negatif terhadap kualitas tidur, di mana remaja yang menggunakan smartphone dalam durasi lama berisiko mengalami gangguan tidur. Korelasi signifikan ditemukan antara intensitas penggunaan smartphone dan kualitas tidur, menunjukkan bahwa penggunaan berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kecanduan dan kualitas tidur yang buruk. Kesimpulan ini menggarisbawahi perlunya edukasi tentang penggunaan smartphone yang bijak untuk meningkDUSHatkan kualitas tidur remaja.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, STATUS GIZI, DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA: LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Rastika Dwiyanti Liaran; Jusniar Rusliafa
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.292

Abstract

Kelelahan akibat bekerja merupakan masalah kesehatan yang dapat mengurangi kinerja, meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan di tempat kerja, serta memengaruhi kesehatan secara umum bagi para pekerja. Status gizi dan tingkat asupan zat gizi makro diasumsikan memengaruhi terjadinya kelelahan kerja, tetapi hasil penelitian masih menunjukkan adanya perbedaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara konsumsi zat gizi makro dan kondisi gizi, serta faktor-faktor pekerjaan terhadap tingkat kelelahan kerja, berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan.Penelitian ini berupa tinjauan pustaka yang disusun sesuai dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci yang terkait dengan asupan energi, protein, karbohidrat, lemak, status gizi, serta kelelahan kerja. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 tersedia dalam bentuk teks lengkap dan memenuhi kriteria untuk termasuk dalam analisis secara naratif. Sebanyak lima belas artikel memenuhi kriteria dan diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat merupakan faktor yang paling stabil terkait dengan rasa lelah yang terjadi saat bekerja. Mengatakan hubungan antara asupan energi dan protein dengan kelelahan kerja masih menunjukkan hasil yang belum konsisten, sedangkan sebagian besar penelitian tidak menemukan hubungan antara asupan lemak dengan kelelahan kerja. Hubungan antara status gizi dan kelelahan kerja menunjukkan hasil yang beragam, hal ini dipengaruhi oleh karakteristik dari peserta penelitian, cara pengukuran yang digunakan, serta faktor-faktor terkait pekerjaan. Kelelahan kerja merupakan kondisi multifaktorial. Asupan karbohidrat memiliki hubungan yang paling konsisten dengan kelelahan kerja, sedangkan hubungan antara asupan energi, protein, lemak, serta kondisi gizi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari individu maupun lingkungan kerja.
Description of healthy house status based on the physical condition of community houses in Sama Subur Village, North Konawe Hartati Bahar; Paridah Paridah; Afifa Yunizah
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.2035

Abstract

A healthy home is an important factor in public health because the physical condition of the house greatly affects the comfort and health of the people who live in it. This study aims to explain the ownership status of healthy homes based on the physical condition of the building in Sama Subur Village, Motui District, North Konawe Regency. The research method used is a descriptive design with a quantitative approach. The population studied were all heads of families who actively live in Sama Subur Village, with a sample of 45 heads of families selected through a total sampling technique. Data were collected by conducting interviews using a prepared questionnaire and observing the physical condition of the house which includes the building area, type of floor, walls, roof, ceiling, lighting, temperature, ventilation, use of windows, and the condition of the environment around the house. The data analysis process was carried out descriptively by presenting frequency distribution and percentages. The results of this study indicate that the majority of respondents' homes fall into the category that does not meet the requirements for a healthy home, amounting to 55.6%, while only 44.4% meet the requirements. Although most of the physical indicators of the house, such as waterproof floors (80.0%), tightly closed walls (80.0%), waterproof roofs (84.4%), adequate lighting (91.1%), and available ventilation (86.7%) have been met, there are still several deficiencies in the building area, completeness of the house structure, and cleanliness of the environment around the house. The conclusion of this study indicates that the implementation of healthy homes in Sama Subur Village has not reached an optimal level and requires special attention through increased education for the community and support from various sectors to improve the physical quality of houses and the living environment.
Identification of food additive types in ultra-processed food products sold at the canteen of SD Negeri 59 Kendari Paridah Paridah; Agnes Mersatika Hartoyo
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 4 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i4.2359

Abstract

The consumption of ultra-processed foods (UPF) among school-aged children is rising and raising concerns, as these products typically contain various food additives used to enhance flavor, texture, aroma, and shelf life. Specifically in Kendari City, there is insufficient information regarding the types of UPF and food additives circulating in school environments. This study aimed to identify the types of food additives found in UPF products sold at the canteen of SD Negeri 59 Kendari. This descriptive observational study was conducted in May 2026 at the SD Negeri 59 Kendari canteen. All packaged food products sold in the school canteen were included in the sample using a total sampling method. UPF categories were identified using the NOVA classification system, while food additives were identified based on information found on packaging labels, in accordance with the regulations of the National Agency of Drug and Food Control (BPOM). Data were analyzed descriptively and presented as frequency distributions and percentages. A total of 62 packaged food products were identified, all of which fell into the UPF category. Snacks were the most common product type (29.0%), followed by biscuits (19.4%), candies (14.5%), wafers (12.9%), and instant noodles (9.7%). Sweeteners were the most frequently used class of food additives (22.9%). Monosodium glutamate (MSG/E621) was the most types of food additives. Most products contained 2–3 classes of food additives. The study concludes that a variety of classes and types of food additives are used in the UPF products sold at the SD Negeri 59 Kendari canteen. These findings can serve as a basis for food label literacy education, the establishment of healthy canteens, and the strengthening of policies to provide healthier food options in schools.
Gambaran Kesesuaian Menu Sarapan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Berdasarkan Pedoman Isi Piringku Paridah Paridah; Listy Handayani
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.424

Abstract

Makan pagi merupakan bagian penting dari gizi seimbang yang membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian. Namun, kualitas sarapan siswa tidak selalu sesuai dengan pedoman Isi Piringku, yang merekomendasikan konsumsi bahan pokok, sumber protein, sayuran, dan buah dalam satu kali makan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecocokan praktik sarapan siswa berdasarkan panduan Isi Piringku. Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 47 mahasiswa kelas B dari kelompok 2025 di Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo. Semua siswa yang hadir saat pengumpulan data termasuk dalam teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui metode pencatatan pengambilan makanan dalam 24 jam dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasilnya menunjukkan bahwa 63,83% dari siswa memakan sarapan, sedangkan 36,17% tidak memakan sarapan. Berdasarkan komponen Isi Piringku, hanya 4,26% yang memakan sarapan lengkap, 12,77% memakan tiga komponen, 29,79% memakan dua komponen, dan 17,02% hanya memakan satu komponen. Menu sarapan sebagian besar terdiri dari makanan yang kaya akan karbohidrat, sedangkan konsumsi sayur dan buah tetap terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sarapan siswa masih perlu ditingkatkan melalui pendidikan gizi dan penerapan pedoman Isi Piringku untuk mendorong praktik makan yang lebih seimbang.