Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Jenis Kelamin, Bblr, Status Imunisasi, Dan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita Usia 1-4 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Tahun 2022 Widiarni Widiniarni; Febriana Muchtar; Siti Nurfadillah H
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42410

Abstract

Penyakit infeksi adalah penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat, salah satunya merupakan penyakit saluran pernafasan akut (ISPA). Berdasarkan data kementerian kesehatan tahun 2021 penyakit ISPA di indonesia sebanyak 4.376.426 jiwa sedangkan kasus balita sebanyak 278.261 jiwa. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan yang menginfeksi saluran Pernapasan bagian dan bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, berat badan lahir rendah (BBLR), status imunisasi, dan paparan asap rokok dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita usia 1-4 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi square. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita usia 1-4 tahun yang tercatat profil Puskesmas Mata pada bulan Januari-Oktober tahun 2022 sebanyak 1.218 Jiwa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 292 balita. Hasil penelitian menunjukkan 198 balita (67,8%) menderita ISPA, ditemukan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin (p value = 0,000 < 0,05) dan paparan asap rokok (p value = 0,000 < 0,05), sebaliknya tidak ada hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) (p value = 0,062 > 0,05) dan status imunisasi (p value = 0,464 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dari 292 responden dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin dan paparan asap rokok berhubungan dengan kejadian ISPA sedangkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan status imunisasi tidak berhubungan. Kata Kunci : ISPA, Jenis kelamin, BBLR, Status imunisasi, Rokok
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tension Type Headache Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Tahun 2023 Andi Nurfadhillah Septiana Rasyid; Febriana Muchtar; Jusniar Rusli Afa
Endemis Journal Vol 4, No 2 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i2.42419

Abstract

Orang-orang di seluruh dunia umumnya memiliki gangguan sakit kepala primer dan sakit kepala tipe tegang adalah salah satu sakit kepala primer yang paling umum. Penelitian dari tahun sebelumnya orang dewasa berumur 18-65 tahun di dunia menderita nyeri kepala dan di antaranya lebih dari 70% populasi melaporkan menderita TTH. Hampir 80% pada semua orang semasa hidupnya pernah mengalami TTH episodik dan 3% mengalami TTH kronik. Pada tahun 2021 angka mobilitas TTH di Kota Kendari jumlah kasus lama 498 kasus (0,12%) dan kasus baru TTH sebanyak 997 kasus (0,25%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres, kecemasan, dan kualitas tidur dengan kejadian nyeri kepala primer tension type headache pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 93 mahasiswa dengan menggunakan teknik non probability sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa yang mengalami tension type headache sebanyak 54 orang (58,1%). Hasil uji chi-square menunjukan adanya hubungan signifikan stres dengan diperoleh nilai p-value = 0,015 dan kecemasan yang diperoleh nilai p-value = 0,016 dengan kejadian nyeri kepala primer tension type headache. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan yang diperoleh dari kualitas tidur (p-value = 0,282) dengan kejadian nyeri kepala primer tension type headache. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan stres dan kecemasan dengan kejadian nyeri kepala primer tension type headache, sedangkan tidak tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian nyeri kepala primer tension type headache. Kata Kunci: Tension Type Headache, Stres, Kecemasan, Kualitas Tidur
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL, KONTROL DIRI, DAN PENGAWASAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI KENDARI Nafa Tryanti Muhtar; Hariati Lestari; Febriana Muchtar
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v4i2.43213

Abstract

Latar Belakang: Menurut data World Health Organization tahun 2019 diperkirakan 15 juta remaja diseluruh Dunia hamil setiap tahunnya dimana 60% merupakan kehamilan diluar nikah. Di Indonesia sekitar 59% wanita dan 74% pria telah melakukan hubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun. Di Kota Kendari sebanyak 2% wanita dan 5% pria telah melakukan hubungan seksual. Keseluruhan dari 14.681 pria dan wanita yang pernah berpacaran 4% telah melakukan hubungan seksual. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Kecerdasan Spiritual, Kontrol Diri dan Pengawasan Orang Tua dengan Perilaku Seksual Remaja di SMA Negeri 2 Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif dengan rancangan Analitik Observasional menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di SMA Negeri 2 Kendari sebanyak 1.363 siswa dan sampel yang diambil sebanyak 300 siswa dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil: Sebanyak 209 responden (69,7%) mempunyai perilaku seksual berisiko rendah dan 91 responden (30,3%) mempunyai perilaku seksual berisiko tinggi, selain itu hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan antara kecerdasan spiritual (p value=0,667), hubungan antara kontrol diri (p value=0,000) dan hubungan antara pengawasan orang tua (p value=0,896) dengan perilaku seksual remaja. Kesimpulan: Ada hubungan antara kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMAN 2 Kendari dan tidak ada hubungan antara kecerdasan spiritual dan pengawasan orang tua dengan perilaku seksual remaja di SMAN 2 Kendari.
STUDI KUALITATIF KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN PADA PASIEN DI PUSKESMAS POLEANG BARAT KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2022 WIRDA WIRDA; FEBRIANA MUCHTAR; PUTU EKA MEIYANA ERAWAN
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jwins.v3i4.30065

Abstract

Latar Belakang: Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) adalah sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan dalam bidang kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Puskesmas dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan bagi pasien sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Tujuan: Pada penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Poleang Barat Kabupaten Bombana tahun 2021 dengan menggunakan dimensi bukti langsung, kehandalan ,ketanggapan,empati dan jaminan. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu: kepala Puskesmas, petugas Puskesmas, dan juga pasien rawat jalan. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa Kualitas pelayanan publik di Puskesmas Poleang Barat Kabupaten Bombana sudah diterapkan dimensi bukti langsung, kehandalan,daya tanggap,jaminan dan empati. Namun ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai dengan keinginan pasien, antara lain ketidaknyamanan tempat pelayanan. Ketidaknyamanan tersebut berasal dari sarana yang kurang seperti kursi di ruang tunggu yang menyebabkan beberapa pasien berdiri di ruang tunggu.Kesimpulan: pada tingkat kualitas pelayanan pada Puskesmas Poleang Barat masih kurang signifikan karena tersedianya sarana dan prasarana.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PETANI TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA SAAT PENYEMPROTAN PESTISIDA DI DESA POLENGA KECAMATAN WATUBANGGA KABUPATEN KOLAKA Nurmaida Isra Husna; Febriana Muchtar; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i1.43257

Abstract

Melakukan kegiatan penyemprotan pestisida dengan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap memungkinkan untuk terpapar pestisida sehingga kesehatan petani dapat terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pikap dan tindakan petani terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat penyemprotan pestisida. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh variable pengetahuan bahwa p-value = 0,6 > (0,05), variabel sikap diperoleh p-value = 0,03 < (0,05), dan variable tindakan diperoleh p-value = 0,000 < (0,05). Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan petani terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat penyemprotan pestisida, ada hubungan antara sikap dan tindakan petani terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat penyemprotan pestisida.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI TAHUN 2021 Fera Rahayu Ningsi; Jafriati Jafriati; Febriana Muchtar
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v2i4.23648

Abstract

Perawat memiliki tanggung jawab yang tinggi, tuntutan kerja, dan beban kerja yang berat dalam asuhan keperawatan sehingga mudah mengalami kelelahan dan stres kerja yang dapat mempengaruhi kinerjanya. Kinerja perawat dapat dinilai dari tingkat kualiatas, kuantitas, dan ketepatan waktu kegiatan atau tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit Bhayangkara Kendari. Jenis penelitian menggunakan teknik analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan variabel independen yakni stres kerja, konflik peran, beban kerja, dan penggunaan alat pelindung diri serta variabel dependen yakni kinerja perawat. Jumlah sampel untuk penelitian ini ada 46 artinya semua perawat di ruang rawat inap dengan pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitas serta data yang diperoleh ditabulasi pada Microsoft excel. Uji analisis yang dilakukan yakni uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan antara stres kerja (p-value = 0,000) dan beban kerja (p-value = 0,015) dengan kinerja perawat dan tidak ada hubungan antara konflik peran (p-value = 0,181) dan penggunaan alat pelindung diri (p-value = 0,309) dengan kinerja perawat. Simpulan, terdapat hubungan antara stres kerja dan beban kerja dengan kinerja perawat, sedangkan konflik peran dan penggunaan alat pelindung diri tidak terdapat hubungan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit Bhayangkara Kendari.Kata kunci: APD, Beban Kerja, Kinerja Perawat, Stres Kerja
Penilaian Asupan Zat Besi Remaja Putri di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Febriana Muchtar; Devi Savitri Effendy
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat besi merupakan zat gizi mikro golongan mineral yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Kekurangan asupan zat besi berisiko menyebabkan terjadinya anemia. Salah satu golongan yang rentan mengalami anemia kekurangan zat gizi besi adalah remaja putri. Selain dapat disebabkan karena mengalami sikslus mestruasi yang menyebabkan hilangnya sejumlah cadangan zat besi, anemia pada remaja putri juga dapat disebabkan karena perilaku makan yang tidak seimbang sehingga tidak memenuhi asupan zat gizi harian. Tujuan kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah untuk menilai dan mengetahui gambaran tingkat asupan zat besi remaja putri. Penilaian asupan zat besi dilakukan dengan menggunakan metodefood recall 24 jam kemudian dilakukan perhitungan jumlah asupan dengan aplikasi nutrisurvey dan hasil yang diperoleh dibandingkan dengan cut of points berdasarkan Depkes RI tahun 1996. Berdasarkan hasil penilaian asupan zat besi diperoleh hasil yaitu terdapat 3 orang remaja putri dengan tingkat asupan zat besi berkategori defisit ringan, 5 mengalami defisit berat, 1 berkategori di atas kebutuhan dan 1 orang remaja putri dengan kategori asupan normal. Perlu dilakukan upaya perbaikan tingkat asupan zat besi melalui edukasi konsumsi pangan dengan prinsip gizi seimbang untuk remaja putri. Edukasi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan instansi terkait. Pemenuhan asupan zat besi penting untuk diperhatikan sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri.  
Pengaruh Pemberian Ekstrak Tanaman Sirih Cina (Peperomia pellucida L. Kunth) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus Musculus) Nastain Nurfatanah Saharun; Wa Ode Salma; Febriana Muchtar
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1184

Abstract

Diabetes mellitus is one of the most common chronic diseases in the world and is the fourth leading cause of death in various developing countries. This disease includes a group of complex metabolic disorders characterized by chronic hyperglycemia. This condition occurs due to damage to pancreatic beta cells that inhibit the production of the hormone insulin, which plays an important role in regulating blood glucose levels. This disorder can include problems with insulin secretion, insulin function, or a combination of both as anabolic hormones. The Chinese betel plant has secondary metabolite compounds, namely alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids that can reduce blood glucose levels in mice. The purpose of this study was to determine the effect of administering Chinese betel plant extract (Peperomia pellucida L. Kunth) on reducing blood glucose levels in mice (Mus musculus). This study used a laboratory experimental research type with a true experimental research design with a pretest-posttest control group design. The results of the study obtained were the effect of administering Chinese betel plant extract (Peperomia pellucida L. Kunth) on reducing blood glucose levels in mice (p <0.05). The average decrease in blood glucose levels in mice, namely the positive control group 136.286 mg/dL, treatment group (1) 176.429 mg/dL, and treatment group (2) 150.286 mg/dL. Chinese betel plant extract (Peperomia pellucida L. Kunth) can reduce blood glucose levels in mice for 14 days
Gambaran Pola Konsumsi Lauk Hewani dan Status Gizi Siswi di SMP Negeri 9 Kendari Febriana Muchtar; Hartati Bahar
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i1.1203

Abstract

Indonesia continues to face a triple burden of nutritional challenges, including stunting, wasting, and obesity. Adolescents represent a nutritionally vulnerable population due to factors such as lifestyle choices, inadequate nutritional knowledge, and unhealthy dietary habits. These factors contribute to nutritional problems such as anemia, chronic energy deficiency (CED), and obesity. Objective: This study aims to analyze the consumption patterns of animal-based side dishes and assess the nutritional status of female students at SMP Negeri 9 Kendari. Methodology: This descriptive study included a total population of 614 female students, with a sample of 35 selected using a cluster random sampling method. Data were collected from one randomly selected class. Results: Findings revealed that 62.8% of the respondents were classified as thin or severely thin, 28.6% had normal nutritional status, and 8.6% were obese. The consumption pattern of animal-based side dishes showed that most types were rarely consumed, with fish being the most commonly consumed source of animal protein, reported by 48.5% of respondents (17 students). Conclusion: The study concludes that the consumption of animal protein among the respondents is considerably low, and the majority of the students exhibit nutritional statuses classified as thin or severely thin (62.8%).
Gambaran Status Gizi dan Pola Makan Ibu Menyusui di Kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat Tahun 2024 Erin Landepasa; Devi Savitri Effendy; Febriana Muchtar
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1217

Abstract

Nutritional status is a condition caused by a balance between the intake of nutrients needed for body metabolism. This study aims to determine the nutritional status and dietery patterns of breastfeeding mothers. This type of research uses a quantitative descriptive survey with a cross sectional approach. The population in this study were all breastfeeding mothers in Benu-Benua Village, district west Kendari. The prevalence of chronic energy deficiency (CED) based on Upper Arm Circumference (LLA) in breastfeeding mothers in Benu-Benua Village it is 11.9%. Energy intake in Benu-Benua Village is predominantly normal, while protein, fat and carbohydrate intake is predominantly deficit or deficient. Food diversity for Benu-Benua Village found that they predominantly consumed food that was not diverse. The food frequency for Benu-Benua Village predominantly has a good main meal frequency, namely ≥3 times a day