Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIK GEL TEPUNG SAGU (Metroxilon sp.) YANG DIFORMULASI DENGAN TEPUNG UBI JALAR PUTIH (Ipomea batatas L) DAN TEPUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn) Andi Dahlan; Sri Wahyuni; Febriana Muchtar
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 4 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/zxby3s80

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik tepung sagu yang diformulasi dengan tepung ubi jalar putih dan tepung  sagu yang diformulasi dengan tepung pisang kepok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan  perlakuan formulasi tepung. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, warna dan performa gel,  lama waktu terbentuk gel, suhu  terbentuk gel optimum, pH, dan skor kelunakan tekstur gel. Analisis data dilakukan dengan One Way Analysis of Variance (ANOVA)  dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% (p ≤ 0,05). Hasil menunjukkan kadar air tepung sagu yang  diformulasi dengan ubi jalar putih dan tepung pisang kepok berkisar antara 14-16%. Formulasi tepung ubi jalar putih dan tepung  ubi jalar, dan tepung sagu dengan tepung pisang kepok memengaruhi warna dan performa gel. Penambahan tepung ubi jalar putih  memengaruhi karakteristik fisik gel sagu, begitu pula dengan gel yang terbentuk dari formulasi tepung sagu dan tepung pisang  kepok. Pada campuran tepung sagu dan tepung ubi jalar putih, suhu gel optimum berkisar 57,33°C hingga 62,00°C, dengan skor  kelunakan gel 2,27 hingga 3,33. Pada campuran tepung sagu dengan tepung pisang kepok, suhu gel optimum berkisar 60,00°C  hingga 64,00°C, dengan skor kelunakan gel 2,13 hingga 3,47. Tepung pisang kepok lebih efektif dalam meningkatkan suhu gel dan mengurangi kelunakan gel dibandingkan tepung ubi jalar putih. Hasil penelitian ini memberikan informasi aplikasi lebih luas untuk  diversifikasi produk pangan berbasis sagu. 
POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH PESISIR  KABUPATEN KOLAKA Febriana Muchtar; Sri Wahyuni; Andi Dahlan
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 4 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/twv3tx79

Abstract

Pola konsumsi pangan yang dianjurkan berdasarkan prinsip gizi seimbang oleh Kementerian Kesehatan RI terdiri atas sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi berdasarkan jenis dan frekuensi konsumsi pangan pada rumah tangga di wilayah pesisir Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Sampel penelitian adalah rumah tangga di wilayah pesisir kabupaten Kolaka yang dipilih dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan  metode wawancara menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Variabel penelitian adalah jenis dan frekuensi konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan jenis makanan pokok berupa beras, jenis lauk hewani berupa ikan, jenis lauk nabati alah tahu dan tempe,  jenis sayuran yang banyak dikonsumsi adalah jenis sayur berdaun dan jenis buah yang banyak dikonsumsi adalah buah pisang  dan pepaya. Secara umum frekuensi konsumsi pangan 2 kali sehari, konsumsi lauk hewani 1-3 kali seminggu, konsumsi lauk  nabati 1-3 kali seminggu, konsumsi sayur 4-7 kali seminggu dan konsumsi buah 4-7 kali seminggu. Kesimpulan bahwa beras  sebagai makanan pokok yang banyak dikonsumsi, ikan sebagai lauk hewani, tahu dan tempe sebagai lauk nabati, sayuran  berdaun merupakan jenis sayur yang banyak dikonsumsi serta jenis buah yang banyak dikonsumsi adalah buah pisang dan pepaya.