Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Importance of Integrating Local Culture- Based Human Values into Elementary School Curriculum Dewa Nyoman Wija Astawa; I Made Iwan Indrawan Jendra
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 6 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v6i1.396

Abstract

This study discusses why it is important and how to integrate some human values with the local Balinese Hindu teachings into an elementary school curriculum. The study suggests that when taught properly the values could enable collective awareness in the educational level that may impact the development of the generation quality. This qualitative research was carried out at Sathya Sai Elementary School in Denpasar-Bali, a private school that in addition to adopting some universally essential values also features Balinese Hindu teaching. The data were analyzed after long observation on the teaching learning activities as well as through conducting a FGD (focus group discussion) involving the teachers, headmaster, the foundation, and the representative parents of the students. The study shows that integrating such values could be an effective character education needed by the recent generation.
Pelatihan Presentasi bagi Mahasiswa IKIP Saraswati tentang Penyelamatan Lingkungan Berbasis Tri Hita Karana : Pengabdian Dewa Nyoman Wija Astawa; I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5954

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan presentasi mahasiswa IKIP Saraswati Tabanan dalam menyampaikan gagasan penyelamatan lingkungan berbasis nilai Tri Hita Karana melalui pendekatan experiential learning dan kearifan lokal Bali. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap: sosialisasi, pelatihan, praktik dan simulasi, serta refleksi, dengan melibatkan 30 mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan presentasi sebesar 35%, ditandai dengan kemampuan menyusun argumen ilmiah, penggunaan media digital secara kreatif, serta sikap percaya diri dan empatik terhadap isu lingkungan. Selain itu, pemahaman mahasiswa terhadap nilai Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan) juga semakin kuat. Kegiatan ini berdampak positif dan menunjukkan bahwa integrasi keterampilan akademik dan kearifan lokal efektif dalam membentuk generasi yang berpengetahuan, beretika, dan peduli lingkungan.