Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN KESEIMBANGAN LINTASAN LINI PRODUKSI LIPCREAM DENGAN METODE RANKED POSITIONAL WEIGHT DI PT CEDEFINDO FARHAN’S TAUFIQURRAHMAN; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.873 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.892

Abstract

PT Cedefindo adalah salah satu perusahaan manufacturing kosmetik yang memproduksi berbagai macam kosmetik. Salah satu kosmetik yang diproduksi adalah lipcream. Dengan adanya data dan informasi yang diperoleh peneliti dari pihak perusahaan observasi langsung sering terjadi penumpukan pada line produksi, sehingga idle time tinggi. Maka peneliti akan melakukan penyeimbangan lintasan produksi menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Dalam melakukan penyeimbangan lintasan terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data dan pengamatan pada tiap elemen kerja yang kemudian melakukan perhitungan meliputi keseragaman data, kecukupan data, waktu baku, dan waktu normal. Setalah data sudah seragam dan cukup selanjutnya melakukan perhitungan line balancing. Tahapan metode ranked positional weight ialah menyusun precedence diagram, menentukan posisi peringkat, mengurutkan elemen kerja, menghitung balance delay lintasan. Kemudian melakukan perhitungan indikator line balancing untuk membandingkan sebelum dilakukan line balancing dan sesudah dilakukan line balancing. Hasil data-data yang menggunakan metode ranked positional weight menghasilkan lintasan kerja yang lebih efisiensi atau lebih optimum. Idle time pada metofe RPW juga lebih kecil sebesar 24,91 detik. Selanjutnya juga dapat dilihat dari smoothnes index metode RPW 9,62 detik. Efisiensi line lebih besar dan balance delay lebih kecil 71,76% dan 28,24% dengan metode RPW. Kata kunci : Line Balancing,RPW (Ranked Positional Weight), Lipcream
PERENCANAAN AGREGAT PRODUKSI GAS CIRCUIT BREAKER BUDI SUMARTONO; EKA AGUS PRAYITNA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.616 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.823

Abstract

Perencanaan Agregat adalah suatu proses penetapan hasil produksi secara menyeluruh untuk memenuhi tingkat permintaan dan didapat dari permintaan dan pesanan dengan tujuan memproduksi dengan biaya produksi yang rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengendalian tenaga kerja, metode pengendalian subKontrak, dan metode campuran tenaga kerja dan kerja lembur. Ketiga metode tersebut diatas diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada proses perencanaan produksi Gas Circuit Breaker. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa metode pengendalian subKontrak adalah metode dengan biaya terendah yaitu Rp22,798,865,736.-, kemudian diikuti dengan metode pengendalian tenaga kerja dengan biaya Rp 25,274,083,007.-, kemudian yang terakhir adalah metode campuran tenaga kerja dan kerja lembur dengan biaya Rp26,405,804,604.-.Kata kunci : Perencanaan Agregat, Metode Pengendalian tenaga kerja, Metode Pengendalian subKontrak, Metode Campuran Tenaga Kerja dan Kerja Lembur, Gas Circuit Breaker
ANALISIS PERENCANAAN BAHAN BAKU PERAKITAN LEMARI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA BENGKEL FURNITURE ASHABUL KAHFI; BUDI SUMARTONO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.213 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.486

Abstract

ABSTRAK CV Bengkel Furniture merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak padabidang furniture yaitu, produksi lemari, kitchen set, meja dan lain sebagainya. Permasalahanyang dihadapi adalah tidak adanya perencanaan persediaan bahan baku untuk mengurangilead time dalam produksi perakitan lemari serta pencatatan penyimpanan bahan baku yangberantakan sehingga membuat pemborosan dalam biaya penyimpanan.Penelitian dimulai dari studi lapangan untuk mendapatkan data dan melakukanobservasi, serta melakukan studi pustaka untuk mencari teori-teori yang dapat mendukungjalannya penelitian ini. Setelah melakukan studi kasus maka dilakukan identifikasi masalahkemudian permasalahan tersebut dirumuskan berdasarkan latar belakang masalah. Datayang dikumpulkan berupa data teknis yaitu Data Permintaan produk lemari dari bulanJanuari sampai dengan bulan Desember 2018. Pengolahan Data sekunder yakni IMF,BOMdan MPS untuk menyusun Material Requirement Planning (MRP) Serta menentukan metodeteknik Lot Sizing untuk membandingkan hasilnya sehingga diperoleh kombinasi pengadaanbahan baku yang optimum.Berdasarkan perhitungan menggunakan POM for QM diperoleh permintaanperakitan lemari untuk 6 bulan kedepannya sebanyak 61 produk. Berdasarkan hasil MRPdengan 4 macam teknik Lot Sizing, Teknik Period Order Quantity (POQ) paling optimumyakni sebesar Rp 724.278 digunakan untuk merencanakan kebutuhan bahan bakublockboard, triplek, rel laci dan engsel.Kata Kunci : Lemari Kayu , Material Requirement Planning (MRP), Lot Sizing
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DALAM UPAYA MENGURANGI KECACATAN PADA PROSES PRODUKSI KOPER DI PT SRG DONNY G. TAMBUNAN; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.396 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.487

Abstract

ABSTRAK PT SRG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur koper. Jeniskoper yang diproduksi memiliki dua variasi, terbuat dari bahan kain dan bahan fiber.Permasalahan yang terjadi yaitu besarnya jumlah produk cacat atau produk yang tidaksesuai dengan spesifikasi. Hal ini berdampak pada nilai yield yang dihasilkan, yaitu di bawahspesifikasi perusahaan (98 – 102 %). Six sigma dapat diartikan sebagai sebuahmetodologi yang terstruktur untuk memperbaiki proses yang di fokuskan pada usahamengurangi variasi pada proses sekaligus mengurangi defect pada produk denganmenggunakan pendekatan statistik dan problem solving tools secara intensif. Analisisdiagram pareto menunjukkan adanya 4 (empat) jenis defect pada proses produksi KoperKain di periode Januari sampai dengan Maret 2018 yaitu adanya benda asing pada Kopersebanyak 332 pcs, bergelembung sebanyak 376 pcs, logo sticking sebanyak 401 pcs dancetakan miring sebanyak 331 pcs, cetakan miring pada koper. Dari keempat jenis defecttersebut, terdapat satu jenis defect yang paling dominan yaitu jenis defect logo stickingdengan jumlah defect sebanyak 401 koper, dari keseluruhan total produk defect sebesar1.440 koper selama periode Januari sampai Maret 2018.Kata Kunci: Produk Koper, Six Sigma, Logo Sticking
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DAMPER SPEAKER TYPE D-25236 B MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA GUNA MEMINIMALISIR PRODUK CACAT PADA PT. X NIKEN SEKARTAJI; BUDI SUMARTONO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.07 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.811

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang meproduksi produk damper speaker dengan berbagai macam jenis di Indonesia. Salah satu dari sekain banyak jenis damper yang banyak diproduksi adalah damper speaker type D-25236B. berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diketahui bahwa masih banyaknya terjadi jumlah kecacatan pada hasil produksinya sehingga tidak tercapainya target produksi untuk setiap produksinya. Maka disini peneliti akan melakukan pengendalian kualitas menggunakan metode six sigma dengan pendekatan Taguchi untuk meminimalisir produk cacat. Melakukan pengendalian kualitas untuk mengurangi produk cacat hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melakukan tahap pendefinisian jenis cacat yang sering terjadi pada produksi damper type D-25236B, selanjutnya melakukan perhitungan untuk mengetahui level sigma dari jumlah produk cacat tersebut,. dilanjutkan dengan tahap analisis untuk mengetahui apa-apa saja hal yang menyebabkan suatu kecacatan terjadi. Jenis cacat kritis dan penyebab kecacatannya kemudian diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan pada tahap improve menggunakan metode Taguchi. Hasil dari perbaikan kemudian dilihat pada tahap control apakah jenis cacat yang terjadi setelah perbaikan berada pada batas kendali ataupun tidak. Hasil dari analisis dan pengolahan data setelah dilakukan perbaikan mengalami peningkatan kearah positif. Hal tersebut dapat dibuktikan dari persentase kecacatan yang sebelumnya sebesar 3,90% menjadi 1,62%. Level sigma yang sebelumnya sebesar 3,48 pada nilai 9.700 DPMO setelah dilakukan perbaikan menjadi 4,10 pada nilai 4600 DPMO.Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Metode Six Sigma, Taguchi Methods
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR IMPOR PRODUK ELEKTRONIK LIFE GOOD (LG) INCOTERM CIP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DMAIC PADA PT. PANTOS LOGISTIK INDONESIA CIBITUNG JAWA BARAT Cindy Fenora; Waspada Tedja Bhirawa; Budi Sumartono; Basuki Arianto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i2.950

Abstract

PT. Pantos Logistik Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang freight forwarding yang memberikan jasa ekspor, impor, penyewaan trucking, penyewaan gudang dan penyewaan kontainer. Barang utama yang dimpor adalah finish goods LG (Life Goods) yaitu Washing Machine, Refrigerator dan LCD LED monitor Namun dalam setiap proses dokumen impor tersebut tidak terlepas dari reject berupa terjadinya perbedaan tanggal, terjadinya kesalahan kode barang pada saat menginput dokumen baru, terjadinya perbedaan HS. CODE dengan jenis produk, dan delay kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesimpor dan menemukan penyebab terjadinya reject dan memberikan usulan perbaikan dalam proses impor di PT. Pantos Logistik Indonesia dengan menggunakan metode DMAIC dan analisis 5W+1H. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan beberapa langkah pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pada proses impor finish goods terdapat empat jenis penyebab reject yang menjadi CTQ kunci, yaitu terjadinya perbedaan tanggal, terjadinya kesalahan kode barang pada saat menginput dokumen baru, terjadinya perbedaan HS. CODE dengan jenis produk, dan delay kapal. Kinerja PT. Pantos Logistik Indonesia pada bulan Januari sampai April 2021 memiliki nilai sigma 2,24. Berdasarkan diagram pareto diketahui penyebab reject yang paling tertinggi adalah terjadinya perbedaan tanggal yaitu 43% untuk kesalahan input kode GSI di system sebanyak 22% perbedaan HS.CODE pada jenis barang sabanyak 21%, dan untuk delay kapal 14%. Analisis menggunakan fishbone Diagram dapat ditemukan faktor-faktor penyebab reject adalah Man, Method, Material dan untuk improve menggunakan analisis 5W+1H (What, Who, When, Why, Where, dan How, mencari prioritas alternatif perbaikan untuk mengurangi kegagalan proses. sehingga setelah rencana perbaikan diterapkan pada proses impor dokumen finish goods diharapkan dapat mencapai zero reject. Kata kunci: DMAIC, Reject, Six sigma, CTQ, Pareto Chart, Fishbone Diagram, Analisis 5W+1.
5. ANALISIS WAKTU PENYELESAIAN PROYEK DENGAN EARN VALUE MANAGEMENT DAN USULAN PERBAIKAN JADWAL PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TYPE 36/72 DI PERMAHAN GRAND TENJO Waspada Tedja Bhirawa; Erfin Indrawan Ramadhan; Syamsunasir; Budi Sumartono; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v4i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah proyek akan melewati jadwal yang telah ditetapkan, Earn Value Management (EVM) digunakan. Suatu proyek dapat menjadi indikator keberhasilan proyek tersebut. Prestasi ini tercermin dari seberapa baik proyek mematuhi jadwal yang telah ditetapkan. Proyek Perumahan Grand Tenjo mengalami keterlambatan pada bulan kedua dari proses pembangunannya, yang seharusnya selesai dalam tiga bulan (12 minggu). Untuk mengetahui apakah proyek akan melewati jadwal yang telah ditetapkan, Earn Value Management (EVM) digunakan. Berdasarkan penelitian, indeks kinerja proyek (performance index) hingga bulan kedua adalah 0,62. Perkiraan waktu penyelesaian proyek (Time Estimate to Complete, EACt) mengindikasikan keterlambatan sebesar delapan minggu. Untuk mengatasi keterlambatan ini, digunakan metode-metode pemangkasan waktu proyek seperti Fast Track dan Crashing. Dengan Fast Track, proyek diharapkan selesai pada minggu ke enam belas, yang masih belum memenuhi target. Namun, dengan menggunakan metode Crashing, proyek diproyeksikan dapat selesai pada minggu ke dua belas, mencapai target jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya.
9. UTILIZATION OF THIRD HARMONIC RATIO STATOR GROUND FAULT PROTECTION AND STATOR GROUND FAULT PROTECTION WITH REDUNDANT 20 HZ VOLTAGE INJECTION FOR RELIABLE STATOR GROUNDING PROTECTION ON GENERATOR NEUTRAL SIDE FOR GROUND CONTROL SYSTEM OPERATION APPLICATION Muchammad Furqon Muchaddats; Nur Rahma Dona; Ahmad Ilham Kamal; Kurniawan; Budi Sumartono; Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v4i1.146

Abstract

This study aims to determine the advantages and disadvantages of using the type of stator grounding fault protection using voltage injection and traditional. As we know there are many types of protection for stator grounding faults on the neutral side of the traditional ones such as neutral overvoltage and using the 3rd harmonic ratio voltage ratio between the generator terminal and the neutral side, this traditional method has some problems in sensitivity, safety and cleaning speed, in the long run can make low-level grounding faults become damaging disturbances. And now we already have the latest method for stator grounding faults, using 20Hz voltage injection which can reduce the problems in the traditional ones. The only problem with 20Hz voltage injection is the voltage injector device, if this device has some problems, then the protection cannot operate. This paper wants to explain the advantages of traditional protection (3rd harmonic ratio stator grounding protection) and stator grounding protection with 20Hz voltage injection installed redundantly, then the stator grounding protection on the neutral side of the generator will be more reliable.
4. ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT PADA TUTUP BOTOL PLASTIK HERBISIDA MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROSES CONTROL (SPC) tedja; Ridwan; Budi Sumartono; Hari Moektiwibowo; Syamsunasir; Kurniawan; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 3 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v4i3.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengurangi tingkat cacat dan meningkatkan kualitas produk yang disebabkan oleh bahan daur ulang. PT. Dharma Guna Wibawa (DGW) tengah mengalami kendala kualitas kemasan botol plastik untuk produk Supremo. Cacat pada tutup botol, seperti bengkok, bocor, dan tidak pas, telah ditemukan. Cacat ini memengaruhi kualitas produk dan kepercayaan pelanggan. Penelitian ini menerapkan metode Statistical Process Control, yang melibatkan perangkat statistik untuk memantau dan mengendalikan kualitas proses produksi. Dalam penelitian ini, lembar periksa digunakan untuk mengumpulkan data produksi, bagan kendali digunakan untuk memantau stabilitas proses, dan histogram serta diagram Pareto digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis cacat. Selain itu, metode 5W+1H diterapkan untuk menentukan akar penyebab cacat dalam proses produksi. Kuantitas produksi harian, jenis cacat, dan penyebab utama cacat dievaluasi berdasarkan data yang terkumpul. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 775.000 botol yang diproduksi selama 30 hari, ditemukan 347 cacat, termasuk 117 kasus tutup botol bengkok, 115 kasus kebocoran, dan 113 kasus tutup botol tidak pas. Studi ini merekomendasikan perbaikan seperti kalibrasi mesin, peningkatan kualitas material, dan pelatihan operator untuk mengurangi tingkat cacat dan meningkatkan kualitas produk. Cacat ini terutama disebabkan oleh ketidakstabilan tekanan mesin penyegel dan kualitas material yang buruk.