Ratih Indraswari
Bagian Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Jenis Kelamin, Usia dan Media Pornografi dengan Perilaku Seksual Berisiko Siswa SMP di Kota Semarang Nurul Fitriani Rahayu; Ratih Indraswari; Besar Tirto Husodo
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 1 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.398 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.19.1.62-67

Abstract

Latar Belakang: Sifat khas remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung bertindak tanpa memikirkan akibatnya, menyebabkan remaja sering kali terjerumus ke dalam perilaku yang berisiko, salah satunya adalah perilaku seksual berisiko. Media pornografi menjadi salah satu faktor pendorong utama remaja terjerumus ke dalam perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis kelamin, usia dan keterpaparan media pornografi dengan perilaku seksual berisiko siswa SMP di Kota Semarang.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik survei dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 104 remaja awal (usia 12-15 tahun) yang terpilih dengan menggunakan teknik multistage random sampling.  Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil: Sebagian besar jenis kelamin responden pada penelitian adalah laki-laki (51,9%) dan sisanya adalah perempuan (48,1%). Usia responden didominasi pada usia ≥14 tahun (76,9%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41,3% responden telah mengakses pornografi dengan alasan terbanyak adalah didorong rasa penasaran (26,9%) dan diajak teman (18,3%). Responden mendapatkan informasi mengenai pornografi didapatkan dari teman, baik teman sekolah (24%) dan teman di rumah (17,3%). Media sosial (22,1%) dan situs porno (19,2%) menjadi tempat dimana responden mengakses pornografi. Hasil analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value= 0,045) dan keterpaparan media pornografi (p-value= <0,001) dengan perilaku seksual berisiko siswa SMP di Kota Semarang.Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara jenis kelamin dan keterpaparan media pornografi dengan perilaku seksual siswa SMP di Kota Semarang. Pemberian pendidikan seks dan pembuatan safe browsing di area sekolah diperlukan untuk mengatasi perilaku seksual yang berisiko pada siswa SMP. Kata kunci: Media pornografi, perilaku seksual, remaja Title: The Relationship between Sex, Age and Pornography Media with Risk Sexual Behavior of Middle School Students in Semarang City Background: The special nature of adolescents who have a great curiosity, like adventure and challenges and tend to act without thinking about the consequences, causing teens often fall into risky behavior, one of which is risky sexual behavior. Pornography media is an important factor for teenagers who often fall into risky sexual behavior. This study aimed to analyze the relationship between sex, age and exposure to pornographic media with sexual behavior of junior high school students in the city of Semarang.Method: This type of research was analytic survey with cross sectional approach. The sample from this study was 104 early adolescents (aged 12-15 years) who were selected using a multistage random sampling technique. This study uses univariate and bivariate analysis using Chi Square test.Results: Most of the respondents' sex in the study were male (51.9%) and the rest were female (48.1%). The age of the respondents was dominated by age ≥14 years (76.9%). The results showed that 41.3% of respondents had accessed pornography with the most reasons being driven by curiosity (26.9%) and being invited by friends (18.3%). Respondents get information about pornography obtained from friends, both school friends (24%) and friends at home (17.3%). Social media (22.1%) and porn sites (19.2%) are places where respondents access pornography. The results of the chi-square analysis showed that there was a relationship between sex (p-value= 0,045) and exposure to pornographic media (p-value = <0.001) with risky sexual behavior of junior high school students in the city of Semarang. Conclusion and Recommendation: There was a relationship between sex and exposure to pornographic media with sexual behavior of junior high school students in Semarang City. Providing sex education and making safe browsing for school students are needed to deal with risky sexual behavior in junior high school students. Keywords: Pornographic media, sexual behavior, adolescent
Tingkat Kecemasan (State-Trait Anxiety) Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 di Kota Semarang Tri Rosa Setyananda; Ratih Indraswari; Priyadi Nugraha Prabamurti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 4 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.4.251-263

Abstract

Latar belakang: Kota Semarang merupakan wilayah zona merah dan menempati posisi pertama kasus COVID-19 tertinggi di Jawa Tengah. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental masyarakat, salah satunya yaitu kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan masyarakat terhadap pandemi COVID-19 di Kota Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.303.862 dengan sampel berjumlah 407 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probabillity sampling yaitu consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah State-Trait Anxiety Inventory dari Charles D. Spielberger. Pengumpulan data menggunakan google form yang dibagikan melalui berbagai media sosial. Variabel bebas penelitian yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, status perkawinan, persepsi, dan defence mechanism. Variabel terikat yaitu tingkat kecemasan. Uji statistik yang digunakan untuk analisis univariat adalah distribusi frekuensi serta analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan FKM Undip dengan nomor 260/EA/KEPK-FKM/2020.Hasil: Hasil penelitian ini yaitu pada state anxiety level (66,8%) responden berada pada tingkat sedang, (27,3%) responden berada pada tingkat ringan, serta (5,9%) responden berada pada tingkat berat. Hasil trait anxiety level menunjukkan (67,3%) responden berada pada tingkat sedang, (27,3%) responden pada tingkat ringan, serta (5,4%) responden berada pada tingkat berat. Faktor yang berhubungan dengan state anxiety level pandemi COVID-19 adalah umur (p-value =0,018), jenis kelamin (p-value =0,013), pekerjaan (p-value =0,003), status perkawinan (p-value =0,006), pendapatan (p-value=0,032), persepsi (p=0,021), dan defence mechanism (p-value=0,000). Faktor yang berhubungan dengan trait anxiety level pandemi COVID-19 adalah umur (p-value =0,006), pekerjaan (p-value =0,000), status perkawinan (p-value =0,003), pendapatan (p-value =0,001), dan defence mechanism (p-value =0,000).Simpulan:  State anxiety dan trait anxiety menunjukkan bahwa masyarakat di Kota Semarang mengalami tingkat kecemasan sedang terhadap COVID-19. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan state anxiety adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, status perkawinan, pendapatan, persepsi. Tidak ada hubungan antara state anxiety dengan pendidikan. Faktor yang berhubungan dengan trait anxiety adalah umur, pekerjaan, status perkawinan, pendapatan. Tidak ada hubungan antara trait anxiety dengan jenis kelamin, dan pendidikan. Terdapat hubungan antara state-trait anxiety dengan defence mechanism.Kata kunci: Tingkat Kecemasan, State-Trait Anxiety Inventory, Pandemi COVID-19, Kesehatan Mental, Mekanisme Pertahanan ABSTRACT Title: The Anxiety Level (State-Trait Anxiety) towards COVID-19 Pandemic in the Semarang CityBackground: Semarang city is a red zone area and occupies the 1st position as the most amount of COVID-19 case in Central Java. The COVID-19 pandemic has bad impacts on the mental condition to the people, one of those mental condition is anxiety. Anxiety attack all levels of society. This study has purpose to measure the level anxiety of society towards the COVID-19 pandemic in Semarang City.Method: This study using observasional research design with cross sectional approach. The research targets 1.303.862 which is takes sample from 407 respondents. Sampling was carried out using the non probability sampling technique, consecutive sampling technique that using google form and spread it to the random people in social media. The questionnaire used was the State-Trait Anxiety Inventory from Charles D. Spielberger. Independent variable is age, gender, education, occupation, income, marital status, perception, defence mechanism. Dependent variable is anxiety level.  Univariat analysis using frequency distribution. Bivariate analysis using Chi-Square. This research has been approved by Health Research Ethics Committee Faculty of Public Health Diponegoro University which is contained in ethical approval number 260/EA/KEPK-FKM/2020.Result: The results showed that the state anxiety level shows (66.8%) respondents are at the medium level, (27.3%) respondents are at the mild level, (5.9%) the respondents are at the critical level. The results trait anxiety levels indicate that (67.3%) respondents are at medium level, (27.3%) respondents are at mild level, (5.4%) respondents are at critical level. Factors which are related between state anxiety of the COVID-19 pandemic included age (p-value = 0.018), gender (p-value = 0.013) occupation (p-value = 0.003) marital status (p-value = 0.006), income (p-value = 0.032), and defense mechanisms (p-value = 0.000). Factors which are related between trait anxiety level of the COVID-19 pandemic included other age (p-value = 0.006), occupation (p-value = 0.000), marital status (p-value = 0.003), income (p-value = 0.001), and defense mechanisms (p-value = 0.000).Conclusion: The level of state trait anxiety of public in the Semarang city is mostly at the medium level. The result of the chi-square test showed that factors which are related between state anxiety included age, gender, occupation, marital status, income, and perception. There is no relation between the anxiety level and education. Factors which are related between trait anxiety included age, occupation, marital status, and income. There is no relation between the trait anxiety level with gender, education, and perception. There is a relation between state-trait anxiety level and defence mechanism.Keywords: Anxiety Level, State-Trait Anxiety Inventory, COVID-19 Pandemic, Mental Health, Defence Mechanism
Pengembangan Media Film Sebagai Upaya untuk Menyadarkan Ibu Hamil Mengenai Pentingnya Tes HIV Ratih Indraswari
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.079 KB) | DOI: 10.14710/jpki.12.1.13-24

Abstract

WHO memperkirakan bahwa setiap harinya terdapat 1.600 anak-anak yang terinfeksi HIV, atau sekitar 600.000 infeksi HIV baru tiap tahun di seluruh dunia. Penularan melalui perinatal adalah cara penularan yang paling umum terjadi pada anak-anak. Lebih dari 90% kasus AIDS pada anak ditularkan melalui ibunya yang terinfeksi HIV. Sedangkan tes HIV sebagai satu-satunya cara menegakkan diagnosis infeksi HIV belum banyak diketahui ibu-ibu hamil. Sumber informasi mengenai hal ini pun masih sulit ditemui. Pemakaian media audiovisual terbukti sangat efektif dalam menyampaikan pesan. Selain paparan yang luas karena dapat ditayangkan melalui TV, film sebagai media audiovisual juga dinilai lebih menarik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media promosi kesehatan berupa film untuk menyadarkan ibu hamil mengenai pentingnya tes HIV. Penelitian ini mencakup tahapan analisis kebutuhan media informasi dan pengembangan media. Pada tahap analisis kebutuhan media menggunakan metode review literatur (2 penelitian, 2 buku ilmiah, 3 jurnal ilmiah) dan hasil pretest diperoleh dari wawancara perseorangan. Sasaran adalah ibu-ibu hamil yang merupakan ibu rumah tangga beresiko tinggi tertular HIV, tinggal di daerah rural, berpendidikan 9-12 tahun, dan tingkat sosial ekonomi menengah. Film yang diproduksi berjudul “Status” bercerita mengenai seorang suami yang gigih mencari tempat tes HIV untuk istrinya yang sedang hamil. Sebelumnya, rancangan skrip film telah dilakukan ujicoba dan perbaikan sesuai dengan hasil pretest yang didiskusikan dengan para ahli. Film dapat ditayangkan di RS, Puskesmas, Posyandu dan saat melakukan penyuluhan.The World Health Organization estimates that, every day, about 1600 children is infected with HIV, or there are about 600,000 new infections annually in children throughout the world. Perinatal HIV transmission is the most common route of HIV infection in children. It is now the source of more than 90% of all AIDS cases in children. HIV test, as the only way for make sure the diagnosis, is less known by pregnant women. Information sources are also difficult to get. Using audiovisual in sending message is effective. It’s huge in reaching people and very interesting as well.This research was aimed to develop movie for pregnant women to aware with HIV test. Literature review (2 researches, 2 scientific books, 3 journal) method was used to analyze information media need. Pretest was conducted by personal interview. The population of this research was pregnant women with high HIV infection risk who are housewives, lived in rural area, 9-12 study years, and middle socio economic level. The movie titled “Status” which is story a husband who not to yield in finding HIV testing place for his pregnant wife. Before, script was pretested, discussed and revised for betterment product. Film can be played in hospital, health center, and HIV socialization as well.
Gambaran Penerapan Protokol Kesehatan Era Pandemi COVID-19 pada Siswa SD di Kota Semarang Clarissa Viola Mamesah; Priyadi Nugraha Prabamurti; Ratih Indraswari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.333-339

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia menetapkan adanya pembelajaran tatap muka seratus persen, seiring dengan kondisi pandemi yang mulai membaik, akan tetapi masih dimungkinkan adanya risiko peningkatan jumlah kasus COVID-19 sehingga protokol kesehatan masih menjadi perilaku penting yang perlu dilakukan oleh setiap komponen sekolah, khususnya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan perilaku penerapan protokol kesehatan.Metode: Penelitian ini dengan metode deskriptif-analitik, pendekatan kuantitatif, dan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 5 SD Pedurungan Tengah 02 Kota Semarang, yang kemudian sampel diambil secara total dari populasi, yaitu sebesar 84 siswa. Data dalam penelitian diambil melalui kuesioner untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap, dan praktik penerapan protokol kesehatan siswa selama melakukan pembelajaran tatap muka, dengan melihat distribusi frekuensi dari setiap variabel dan melakukan analisis hubungan dengan menggunakan uji Chi Square Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 56% siswa memiliki pengetahuan yang baik sebesar 59,5% siswa dengan sikap positif, dan sebesar 57,1% siswa memiliki praktik yang baik terkait protokol kesehatan. Hasil uji Chi Square Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,001 dengan praktik penerapan protokol kesehatan.Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan praktik penerapan protokol kesehatan.Kata kunci: pengetahuan; sikap; praktik; protokol kesehatan; pandemi; anak usia SDABSTRACTTitle: Overview of Health Protocols Implementation During the Era of the COVID-19 Pandemic on Elementary School Students in Semarang CityBackground: The Indonesian government has established the policy of one hundred percent face-to-face learning in line with the pandemic conditions that are starting to improve. However, the risk of an increase in the number of COVID-19 cases is still possible, so health protocol is still an important behavior that needs to be carried out by every school component, especially students.Objective : The study aims to analyze the relationship between students' knowledge and attitudes with the behavior of implementing health protocols.Method: The method used is the descriptive-analytic method with a quantitative approach and a cross-sectional study design. The research was conducted on 5th grade students of Pedurungan Tengah 02 Elementary School Semarang, which then the sample was taken from total  population, which was 84 students. The research data was taken through questionnaire to examines the knowledge, attitudes, and practice of health protocol implementation on the students during face-to-face learning by looking at the frequency distribution of each variable which is then analyzed using the Chi-Square Test.Result: The results showed that 56% of students had good knowledge, 59.5% of students had a positive attitude, and 57.1% of students had good practices related to health protocols. Based on the results of the relationship test with the Chi-Square Test, it is found that there is a significant relationship between knowledge (p=0.001) and attitudes (p=0.001) with the practice of health protocol implementation.Conclusion: Both knowledge and attitude have a relationship with the practice of health protocol implementation.Keywords: knowledge; attitude; practice; health protocol; pandemic; elementary school-age children
Gambaran Perilaku Merokok Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kaliwiro Kabupaten Wonosobo Tahun 2021 Alya Binda Ulinuha; Bagoes Widjanarko; Ratih Indraswari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.363-373

Abstract

Latar belakang: Rokok mengandung racun dan zat karsinogenik yang dapat menimbulkan berbagai penyakit hingga kematian. Tenaga kesehatan sebagai promotor kesehatan memiliki peran penting dalam pemberi edukasi pencegahan perilaku merokok serta panutan di masyarakat dengan tidak mengonsumsi rokok. Namun, banyak ditemukan tenaga kesehatan yang menjadi perokok. Hal tersebut dapat memengaruhi keyakinan masyarakat sehingga masyarakat enggan untuk berhenti merokok karena peran yang dijalankan tenaga kesehatan sebagai role model tidak sesuai. Dari latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui gambaran perilaku merokok, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, sikap terhadap perilaku, norma subjektif serta dorongan untuk bertindak pada tenaga kesehatan yang merokok.Metode: Penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif dengan subyek penelitian adalah tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kaliwiro, Wonosobo. Pemilihan subjek penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data melalui observasi dan metode wawancara mendalam dengan 8 subjek penelitian.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa merokok merupakan aktifitas rutin yang sulit untuk dihentikan, sudah menjadi kebiasaan, dan subjek tetap merokok meski sebagai tenaga kesehatan. Merokok dianggap pengisi waktu luang dan pereda stres terutama melepas penat selepas kerja. Subjek penelitian merasa memang seharusnya tenaga kesehatan menjadi panutan kesehatan bagi masyarakat, tetapi subjek penelitian menganggap tenaga kesehatan juga manusia. Merokok atau tidak memang kesadaran dari masing-masing individu.Simpulan: Perilaku merokok berkaitan dengan persepsi kerentanan, persepsi hambatan, sikap terhadap perilaku, norma subjektif serta dorongan untuk bertindak. Kata kunci: perilaku merokok; tenaga kesehatan; puskesmas ABSTRACT Title: Description of Smoking Behaviour among Healthcare Workers in Puskesmas Kaliwiro, Wonosobo City in 2021Background: Cigarettes contain toxins and carcinogenic that can cause various diseases even death. Health workers as health promoters have an important role in providing education on the prevention of smoking behavior and as role models in the community by not consuming cigarettes. Nevertheless, many health workers are found to be smokers. This can affect people's beliefs so that people are reluctant to stop smoking because the role played by health workers as role models is not appropriate. From this background, the researcher wanted to know the description of smoking behavior, perception of vulnerability, perception of barriers, attitudes towards behavior, subjective norms, and cues to action on health workers who smoke. Method: Descriptive research using qualitative methods with research subjects are health workers who work at the Kaliwiro Health Center, Wonosobo. The selection of research subjects using purposive sampling method. Collecting data through observation and in-depth interview methods with 8 research subjects. Result: The results of this study indicate that smoking is a routine activity that is difficult to stop, has become a habit, and continues to smoke even as a health worker. Smoking is considered a leisure time filler and a stress reliever, especially to relieve fatigue after work. The research subjects felt that health workers should be role models for health for the community, but the research subjects considered that health workers were also humans. Smoking or not is the awareness of each individual.Conclusion: Smoking behavior is related to the perception of vulnerability, perceived barriers, attitudes towards behavior, subjective norms, and cues to action.Keywords: smoking behaviour; healthcare worker; primary health care
Perilaku Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil yang Mengalami Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Bener Kabupaten Purworejo Maria Cynthia Bella Wijayanti; Bagoes Widjanarko; Ratih Indraswari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.321-328

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia disebabkan adanya hemodilusi. Kabupaten Purworejo menjadi Kabupaten dengan cakupan pemberian TTD paling rendah di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019. Kecamatan Bener menjadi kecamatan dengan anemia ibu hamil tertinggi di Kabupaten Purworejo pada tahun 2020. Penanggulangan dan pengobatan ibu hamil yang mengalami anemia dilakukan dengan mengonsumsi TTD. Kepatuhan ibu hamil yang mengalami anemia dalam mengonsumsi TTD menjadi kunci keberhasilan pengobatan. Puskesmas Bener sebagai distributor TTD tidak dapat menjamin kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil dengan anemia. Puskesmas Bener telah melakukan KIE berupa edukasi oleh konselor, kelas ibu hamil serta pemasangan poster di ruang tunggu pasien.  Penelitian ini menggunakan teori Health Belief Model sebagai dasar analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil yang mengalami anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Bener.Metode: Penelitian menggunakan desain peneltiian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total populasi dengan jumlah sampel 54 ibu hamil yang mengalami anemia. Penelitian dilakukan dari bulan April – Juni 2022 dan dianalisis dengan uji hubungan spearman’s rho.Hasil: Mayoritas responden patuh mengonsumsi TTD (92,6%). Hasil uji menunjukkan variabel yang memengaruhi kepatuhan konsumsi TTD ialah perceived severity (p-value 0,006), perceived barriers (p-value 0,001), self-efficacy (p-value 0,001) dan cues to action (p-value 0,004). Variabel perceived susceptibility (p-value 0,417) dan perceived benefit (p-value 0,262) tidak memengaruhi kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil yang mengalami anemia.Simpulan: Perceived severity, perceived barriers, self-efficacy dan cues to action menjadi variabel yang berpengaruh terhadap kepatuhan TTD pada ibu hamil yang mengalami anemia.Kata kunci: kepatuhan; tablet tambah darah; ibu hamil; anemia; health belief modelABSTRACTTitle: Compliance Behavior of Blood Supplementation Tablets in Pregnant Women with Anemia in the Work Area of Bener Health Center, Purworejo RegencyBackgorund: Pregnant women are one of the groups that are prone to anemia due to hemodilution. Purworejo Regency became the Regency with the lowest coverage of giving iron tablets in Central Java Province in 2019. Bener District became the sub-district with the highest anemia for pregnant women in Purworejo Regency in 2020. Management and treatment of pregnant women with anemia is done by consuming iron tablets. Compliance of pregnant women with anemia in taking iron tablets is the key to successful treatment. Bener Health Center as a distributor of iron tablets cannot guarantee compliance with iron supplements consumption for pregnant women with anemia. The Bener Health Center has carried out IEC in the form of education by counselors, classes for pregnant women and posters in the patient waiting room. This study uses the Health Belief Model theory as the basis for analyzing the factors that influence adherence to iron tablets consumption in pregnant women with anemia in the Bener Health Center Work Area.Methods: The study used a cross sectional research design. The sampling technique used was the total population of 54 pregnant women with anemia. The study was conducted from April to June 2022 and analyzed by using the Spearman's Rho test.Results: The majority of respondents complied with taking blood-added tablets (92.6%). The test results show that the variables that affect compliance with blood-added tablets are perceived severity (p-value 0.006), perceived barriers (p-value 0.001), self-efficacy (p-value 0.001) and cues to action (p-value 0.004). The variables perceived susceptibility (p-value 0.417) and perceived benefit (p-value 0.262) did not affect the compliance of blood-added tablet consumption in pregnant women with anemia.Conclusion: perceived severity, perceived barriers, self-efficacy and cues to action are variables that affect adherence to blood-added tablets in pregnant women with anemia.Keywords: compliance; iron tablets; pregnant woman; anemia; health belief model
Critical thinking and decision-making skills regarding reproductive health among pupils in Central Java Bagoes Widjanarko; Ratih Indraswari; Novia Handayani; Aditya Kusumawati
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 2: June 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i2.22138

Abstract

Many teenagers are entangled in promiscuity which results in unwanted pregnancies, early marriages, or abortions. How a teenager decides something in their life is influenced by their previous experience and environment. This study aims to determine the critical thinking and decision-making skills of pre-adolescence children in terms of reproductive health. This research is a cross- sectional study conducted on 12,689 pupils in Semarang, Central Java Province, Indonesia. The proportion of respondents based on sex and grade is quite balanced. As many as 49% of the pupils lack knowledge and a permissive attitude (52.5%) about reproductive health. Of 50% of pupils have low critical thinking skills and only 61.4% have good decision-making skills. Girls have better critical thinking skills than boys (p=0.004). Knowledge affects critical thinking and decision-making skills in pupils (OR=1.2). Pupils who can think critically tend to have good decision-making skills (p<0.001, OR=5.1). Decision-making skills in children are influenced by critical thinking skills. Both are influenced by knowledge. The health and education offices need to collaborate to increase pupils’ health and reproductive knowledge.
Ibu Balita Melakukan Promotif Kesehatan Mencegah Diare Di Puskesmas Pegandan Kota Semarang Angelica Kinanthi Widya Aryanti; Besar Tirto Husodo; Ratih Indraswari
Jumantik Vol 10, No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Muhammadiyah Pontianak University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.5503

Abstract

ABSTRAK  Setelah pneumonia, diare merupakan salah satu penyebab utama kematian pada Balita. Mencuci tangan merupakan tindakan paling dasar untuk mencegah  diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu  balita terhadap kejadian diare di  Puskesmas Pegandan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan accidental sampling dan metode analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dengan balita di wilayah Puskesmas Pegandan sejumlah 92 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (ρ=0,002), pekerjaan (ρ=0,002), pengetahuan (ρ=0,007), kerentanan (ρ=0,000), kepedulian (ρ=0,002), dan manfaat (ρ=0,022) berhubungan dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun. Sedangkan variabel umur (ρ=0,173), keseriusan (ρ=0,104), hambatan (ρ=0,104), dan isyarat (ρ=0,054) tidak berhubungan dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun. Puseksmas perlu melakukan edukasi cegah diare kepada ibu dengan balita memakai  media yang menarik dan sesuai sasaran.  
Upaya Pencegahan Penularan COVID-19 Di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor Yolanda Yolanda; Syamsulhuda Budi Musthofa; Ratih Indraswari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 1 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.1.60-68

Abstract

Latar belakang: Ditengah  keadaan  pandemi COVID-19, masyarakat kecamatan Bogor Utara masih kurang mempedulikan  pentingnya protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. Hal tersebut menyebabkan lonjakan jumlah kasus positif tertinggi dengan angka 293 kasus terjadi di Kecamatan Bogor Utara. Tujuan  penelitian  ini untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan penularan COVID-19 di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.Metode: Penelitian dilakukan menggunakan jenis penilitian deskriptif dengan pendekatan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Bogor Utara berjumlah 196.051 jiwa. Teknik sampling menggunakan non-probability sampling yaitu accidental sampling, didapatkan sample yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 220 responden. Instrument penelitian berupa angket disebarkan dengan menggunakan googleform. Data penelitian di analisis univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sudah baik melaksanakan protokol kesehatan  hasil sebesar 61%. Mayoritas responden jenis kelamin laki-laki (61,8%), berpendidikan menengah (60,5%), dan memiliki pekerjaan (61,4%). Variabel yang terdapat hubungan yaitu pengetahuan (p-value=0,027), sikap (p-value=0,001), sarana dan prasarana (p-value 0,003), regulasi pemerintah (p-value=0,003), dukungan petugas kesehatan (p-value=0,002), dukungan keluarga (p-value=0,001), dukungan tokoh masyarakat (p-value=0,001), dan pendidikan (p-value=0,002).Simpulan: Mayoritas responden sudah berperilaku yang memenuhi protokol kesehatan. Akan tetapi, keluarga diharapkan dapat lebih andil dalam melaksanankan praktik pencegahan penularan COVID-19, terlebih disaat darurat seperti situasi pandemi. Tokoh masyarakat seperti ketua RT/RW juga perlu memberikan perhatian lebih ketat untuk masyarakat sehinggadapat memaksimalkan protokol kesehatan dengan baik.Kata kunci: perilaku kesehatan, protokol kesehatan, COVID-19, pencegahan ABSTRACTTitle: Effort to Prevent the Transmission of COVID-19 in North Bogor District, Bogor CityBackground: In the midst of the COVID-19 pandemic, residents of the North Bogor subdistrict are still largely unconcerned with the significance of COVID-19-prevention measures. This resulted in the loss of 293 cases in the North Bogor District, the highest number. This study aimed to determine how much the community in the North Bogor District of Bogor City contributed to halting the spread of COVID-19.Method: The research was conducted using descriptive research methods and a cross-sectional design. The research population consisted of 196,051 residents of the North Bogor District. The sampling technique used, non-probability sampling, or incidental sampling, yielded a sample of 220 respondents who met the inclusion criteria. Using Google Forms, a questionnaire was distributed as the research instrument. Analyze data using univariate and bivariate methods.Result: The total 61% of responders followed health procedures, according to the research. Male (61.8%), educated (60.5%), and employed (61.4%) are the majority. Knowledge (p-value = 0.027), attitude (p-value = 0.001), facilities and infrastructure (p-value = 0.003), government regulations (p-value = 0.003), health worker support (p-value = 0.002), family support (p-value = 0.001), community leader support (p-value = 0.001), and education (p-value = 0.002).Conclusion: Most respondents followed health regimens. However, the family can do more to limit COVID-19 transmission, especially during a pandemic. RT/RW chiefs must also pay greater attention to the community to optimize health protocols.Keywords: health behavior, health protocol, COVID-19, prevention