Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

VALUASI EKONOMI DAMPAK KEMACETAN LALU-LINTAS DI DKI JAKARTA Syaukat, Yusman; Sarma, Ma’mun; Falatehan, Ahmad Faroby; Bahtiar, Rizal
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.037 KB) | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v6i1.24652

Abstract

Congestion that occurs in the Sudirman area of economic impact on society. Congestion can lead to a reduction in income and decrease the economic benefits for workers who work in the Sudirman. The decline in the perceived economic benefits of the workers can be called with a loss. Losses felt by workers is the value of wasted fuel loss due to increased purchases of fuel oil (BBM), a decrease in productivity in the form of wasted time akbitat jammed seen from income and working time. In addition, there is a loss of value where there is a decline in the health of the costs incurred for treatment due to declining health and psychological pressure value losses due to traffic. Total economic losses due to the impact of congestion on Jl. Sudirman Rp 19,716,239,573,128 / year. The loss is derived from the value of inefficiency fuel oil (BBM) Rp 15,008,423,787,414 / year, the value of reductions in labor productivity Rp 2,871,644,285,714 / year, the value of psychological distress as a result of congestion Rp 525.800.000.000/tahun, and health value of USD 1,310,371,500,000 / year.Key word : Congestion, Economic Losses, Inefficiency, Jakarta ABSTRAK Kemacetan yang terjadi di Jakarta, khususnya di daerah Jalan Sudirman berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Kemacetan ini telah berdampak pada pengurangan penghasilan dan penurunan manfaat ekonomi bagi pekerja yang bekerja di daerah Sudirman. Kerugian yang sangat dirasakan para pekerja adalah nilai kerugian dari pemborosan bahan bakar akibat peningkatan pembelian bahan bakar minyak (BBM), penurunan produktivitas berupa waktu yang terbuang akibat kemacetan. Selain itu, kemacetan lalu-lintas juga menimbulkan kerugian nilai ekonomi akibat penurunan kondisi kesehatan, sehingga menimbulkan biaya dalam bentuk biaya pengobatan, serta kerugian nilai tekanan psikologis karena kemacetan. Kerugian total ekonomi akibat dampak kemacetan di Jl. Jenderal Sudirman tersebut mencapai Rp 19.72 trilyun per tahun atau sekitar 1,6 persen dari nilai PDRB DKI Jakarta. Kerugian tersebut sebagian besar berasal dari kerugian akibat: inefisiensi Bahan Bakar Motor (BBM) (76 persen), penurunan produktivitas pekerja (15 persen), peningkatan biaya kesehatan (7 persen), serta kerugian akibat tekanan psikologis (3 persen).Kata Kunci: Kerugian ekonomi, metoda valuasi, inefisiensi
ANALISIS PENERAPAN PROGRAM STOP WORK AUTHORITY (SWA) PADA PEKERJAAN ARSITEKTUR DAN MEP (MECHANICAL, ELECTRICAL, DAN PLUMBING) (STUDI PROYEK APARTEMEN X PT. Y KOTA DEPOK) Rizal Bahtiar; Baju Widjasena; Ida Wahyuni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 4 (2019): OKTOBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.407 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v7i4.24990

Abstract

PT. Y is a construction service company that has a Stop Work Authority (SWA) policy as a form of prevention against work accidents. Based on preliminary survey findings data, there were four incidents of unsafe actions and unsafe conditions that were not given stop work intervention. This shows that there are problems in implementing the Stop Work Authority (SWA) policy. Therefore it is necessary to find the root of the problem so that further alternative solutions to problems can be found related to the implementation of the Stop Work Authority (SWA) policy. The purpose of this study is to describe and find in- depth information about the application of the Stop Work Authority (SWA) program in Architecture and MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing) work in the X Apartment Project PT. Y Depok City with qualitative methods. In this study the sample was selected using purposive sampling to obtain two main informants and seven triangulation informants. The instruments used in this study were in- depth interview guidelines and observation sheets. From the interviews it was found that the project personnel did not fully know the points of the Stop Work Authority (SWA) policy, there were still project personnel who had low expertise in stopping work interventions, project personnel had good motivation due to the encouragement factor from PT. Y and the same background, supervision is considered not optimal because it only focuses on violations of unsafe actions and unsafe conditions, and the use of SWA forms is only done by HSE staff. PT. Y still needs to optimize communication and oversight of the Stop Work Authority (SWA) policy and ensure that all personnel have the knowledge and expertise regarding the provision of stop work interventions.
ESTIMASI NILAI PAJAK EMISI KENDARAAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA BOGOR Indah Risyani; Rizal Bahtiar
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2022): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v9i3.34830

Abstract

Kota Bogor merupakan kota penyangga Ibukota DKI Jakarta sehingga menyebabkan mobilitas masyarakat untuk bepergian sangat tinggi. Mobilitas masyarakat yang tinggi mengakibatkan kebutuhan akan transportasi semakin meningkat, sehingga tidak jarang menimbulkan kemacetan yang berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar dan meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengestimasi jumlah emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh angkutan kota di Kota Bogor; 2) mengestimasi luas lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibutuhkan untuk menyerap sisa emisi CO2 kendaraan yang dihasilkan oleh angkutan kota di Kota Bogor; 3) mengestimasi nilai pajak emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh angkutan kota di Kota Bogor; 4) merumuskan implikasi kebijakan penerapan pajak emisi kendaraan untuk angkutan kota di Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode TIER-1, analisis deskriptif kuantitatif, biaya penanganan emisi, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan total emisi yang dihasilkan oleh angkot di Kota Bogor adalah sebesar 231.845 ton/tahun. Sisa emisi gas CO2 angkot yang tidak dapat terserap oleh RTH adalah sebesar 47.790 ton/tahun, sehingga dibutuhkan pembangunan RTH baru seluas 1.253 ha untuk menyerap sisa emisi yang dihasilkan oleh angkot. Berdasarkan hasil estimasi nilai pajak emisi bagi angkot adalah sebesar Rp29.412.916/unit/tahun dengan asumsi 1 atau Rp12.457.407/unit/tahun dengan asumsi 2. Implikasi kebijakan dari pajak emisi yaitu pengemudi angkot dapat melakukan internalisasi biaya eksternal dengan melakukan program konversi bahan bakar dari bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas.
ANALISIS PERAN SUBSIDI DALAM PENGELOLAAN AIR IRIGASI PADA DAERAH DATARAN RENDAH DI DESA PLUMBON KABUPATEN INDRAMAYU Dirwanto; Rizal Bahtiar
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i1.35375

Abstract

Kabupaten Indramayu memiliki sentral produksi padi sawah tertinggi di Jawa Barat, yaitu sebesar 1.291.983 ton pada tahun 2011-2015. Kondisi lahan sawah di Indramayu yang merupakan lahan dataran rendah mengharuskan sawah diairi oleh sistem irigasi buatan dengan sistem pembayaran iuran. Sistem tersebut menggunakan sistem bagi hasil panen sebesar 10% dari penerimaan usaha tani. Namun iuran tersebut dianggap terlalu mahal oleh petani sehingga banyak di antaranya yang memilih untuk tidak membayar iuran irigasi. Akibatnya, terjadi kekurangan pendanaan biaya operasional dan pemeliharaan irigasi. Tujuan umum penelitian ini adalah menentukan langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menutupi kekurangan pendanaan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi. Tujuan khusus penelitian ini, yaitu mengidentifikasi sistem iuran air irigasi, mengetahui faktor yang mempengaruhi iuran irigasi, dan menentukan strategi kebijakan dalam pengelolaan irigasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif struktur biaya Mitra Cai, analisis logistik biner, dan metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Hasil dari AHP kebijakan keputusan yang kompleks adalah mengoptimalkan penarikan iuran irigasi, melakukan transparansi penggunaan pendanaan Mitra Cai, dan membuat koperasi Mitra Cai. Implikasi kebijakan dari faktor utama kesejahteraan petani yaitu mengoptimalkan iuran irigasi dengan aturan tegas dan tertulis yang diresmikan dalam peraturan desa dan AD ART Mitra Cai.
BUDIDAYA POLIKULTUR UDANG VANAME DAN BANDENG DI LAHAN BEKAS TPI DI DESA LONTAR, KECAMATAN KEMIRI, KABUPATEN TANGERANG Rizal Bahtiar
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi polikultur dalam budidaya ikan akan menghasilkan peningkatan keuntungan dan efisiensi usaha budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan memanfaatkan lahan bekas TPI Lontar untuk menjadi area budidaya ikan dengan sistem polikultur ikan bandeng dan udang Vaname. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) analisa kualitas air dan tanah di laboratorium, digunakan untuk menganalisa kelayakan teknis pengembangan teknologi budidaya polikultur bandeng dan udang Vaname, (2) analisa usaha budidaya perikanan untuk mengetahui nilai keuntungan, Revenue/Cost (R/C), dan sistem pemasaran. Berdasarkan hasil laboratorium pengujian air tambak menunjukkan terdapat beberapa parameter yang tidak sesuai untuk usaha budidaya ikan. Parameter tersebut adalah Total Dissolves Solids (TDS), Dissolved Oxygen (DO), Hidrogen Sulfida (H2S), Biological Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD), sehingga dibutuhkan pengelolaan air. Pegukuran pH air sebesar 6,12 dan pH KCl sebesar 5,55 menandakan bahwa air dan tanah dalam kondisi asam, sehingga dibutuhkan pemupukan dengan menggunakan kapur sebanyak 2.000 kg/Ha. Hasil analisa usaha menunjukkan keuntungan usaha budidaya dengan teknologi polikultur sebesar Rp. 14.344.083/tahun. Nilai R/C (Revenue/Cost) dari usaha adalah sebesar 1,81. Pemasaran hasil budidaya ikan dengan cara pembeli (istilahnya “bakul”) membeli langsung ke lokasi para petambak. Sistem pembayaran dengan sistem tempo yaitu 1 minggu. Kesimpulan adalah usaha budidaya ikan membutuhkan kualitas air dan tanah yang baik. Sistem polikultur membuat usaha budidaya ikan jauh lebih efisien dari pengeluaran biaya dan meningkatkan pendapatan pembudidaya.
ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT COVID-19 TERHADAP SEKTOR PERDAGANGAN DI KOTA PEKANBARU Rizal Bahtiar
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memasuki pandemi COVID-19 pada tahun 2020, mengakibatkan sektor perdagangan terdampak. Pemerintah mengeluarkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) kemudian dilanjutkan dengan adaptasi kebiasaan baru (new normal). Akibat kebijakan tersebut unit usaha mengalami kerugian. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini: (1) menganalisis persepsi pelaku usaha terhadap COVID-19 serta kebijakan yang telah diberlakukan di Kota Pekanbaru, (2) mengestimasi besar kerugian pelaku usaha sandang, pangan, apotek, (3) menganalisis tingkat risiko usaha terhadap mal, swalayan, pasar, (4) menganalisis langkah strategi dalam pemulihan sektor perdagangan. Penelitian ini menggunakan skala likert, kehilangan pendapatan, penilaian risiko, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pelaku usaha kebijakan PSBB berdampak terhadap perekonomian namun kasus COVID-19 tidak terlalu tinggi berbanding terbalik dengan new normal dan pelaku usaha setuju bahwa vaksin menjadi salah satu syarat beraktivitas agar kegiatan kembali normal. Total kerugian pada toko pakaian Rp.65.000.000.000, pedagang pasar mengalami kerugian Rp.10.000.000.000, apotek mengalami kenaikan Rp.12.000.000.000. Penilaian risiko dibagi menjadi 3 yaitu penilaian risiko terhadap mal, swalayan, pasar. Mitigasi yang dilakukan peningkatan protokol kesehatan, vaksin sebagai salah satu syarat kegiatan, serta mulai mengggunakan pedulilindungi agar pengunjung dapat terkontrol. Langkah dan strategi untuk meminimalisir kerugian adalah pengembangan marketplace web untuk mal, penyediaan sarana untuk UMKM melakukan promosi, dan serbuan vaksinasi.
Financial Feasibility Analysis of Perum Damri Serang Branch Business Study on the National Strategic Tourism Area Transportation Routes Tanjung Lesung and Sawarna Gugun Gunawan; Arif Nugroho; Rizal Bahtiar; Nina Kurnia; Aditya Bayu Azi
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 04 (2024): Education and Sosial science, September-December 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v13i04.2684

Abstract

This study aims to conduct a financial feasibility study of Perum DAMRI's business in the Serang branch with a focus on the transportation routes of Tanjung Lesung and Sawarna national tourism strategic areas. The study combines cost analysis, economic benefits, and financial aspects to evaluate DAMRI's operational performance on these routes. Through cost analysis, it was found that several factors such as vehicle operating costs, fuel, terminal levies, and tire replacement costs have an impact on DAMRI's profit margin. Furthermore, the economic benefit analysis shows that DAMRI can make a positive contribution to the national tourism area by providing better transportation access, but the results still need to be improved.However, when looking at the financial aspects, the two-year Net Present Value (NPV) analysis shows that DAMRI incurred losses in this project. A negative NPV, especially with a discount rate of 12.5%, indicates that the project did not achieve financial viability within the first two years of operation. However, the Internal Rate of Return (IRR) analysis reveals that the project has the potential to generate profitable returns, with an internal rate of return of approximately 13.68%. This suggests that if DAMRI can maintain or improve its operational efficiency, the project has the opportunity to be financially successful in the future. In conclusion, from various analysis perspectives, including BCR, NPV, and IRR, this DAMRI route business is currently not achieving the expected financial viability. Therefore, effective strategies and efforts are needed to ensure the viability and sustainability of DAMRI's operations on this route. Strategic measures could include improving operational efficiency, monitoring and controlling costs, and improving service management. More specific suggestions could involve improvements in cost management, fleet renewal, increased tourism promotion, cooperation with related parties, and the development of services that better suit passenger needs. With concerted efforts, DAMRI can maximize its business potential in Tanjung Lesung and Sawarna tourism areas and achieve better financial viability.
Pelatihan Aquascape: Pemeliharaan Dan Perawatan Aquascape Untuk Penguatan Usaha Perajin Aquascape A Faroby Falatehan; YUSMAN; Sriwulan Ferindian Falatehan; Rizal Bahtiar
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 6 No 1 (2024): SULUH: Jurnal Abdimas Agustus
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v6i1.6018

Abstract

This aquascape training is a training held by Lecturers Serving Innovation at the Bogor Agricultural Institute. This training is the second training from the Lecturer Serving Innovation at the Bogor Agricultural Institute which contains information about aquascape maintenance and maintenance. The aim of this training is to strengthen the position of aquascape craftsmen in their business. The training was attended by 15 people and was held at the Food Security and Fisheries Service Office. Participants were asked to participate in practicing caring for and maintaining aquascape. One of the benefits of this training is the gathering of aquascape craftsmen, so that after this training it is hoped that they will be able to create an institution to strengthen the position of aquascape craftsmen, especially in the local government in Cirebon Regency.
Alumni Perceptions On Aquascape Enterprise Training In Cirebon Falatehan, A Faroby; Syaukat, Yusman; Bahtiar, Rizal
JRB-Jurnal Riset Bisnis Vol 6 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jrb.v6i2.4367

Abstract

The implementation of the Aquascape training is one of the activities of the IPB University's Dosen Pulang Kampung Program. This activity aims to enable ornamental fish cultivators to increase income through business diversification, namely making aquascapes. In order to know the impact of this activity, it is necessary to analyze the perceptions of the training alumni after the training activities took place. Based on the results of the Likert analysis, the training alumni highly agreed with this activity. The alumni stated that with this activity they would be able to increase their skills in making Aquascape, networks and income. The alumni of the training expected that the training will be held again with a longer time and more participants.
Analisis Pemasaran Usaha Garam Rakyat Teknologi Tradisional, Geomembran, dan Tunnel (Studi Kasus: Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon): Marketing Analysis of Traditional, Geomembrane, and Tunnel Technology in Small-Scale Salt Production (Case Study: Pangenan District, Cirebon Regency) Dewi Raswatie, Maulida Afiyah Heriyadi; Bahtiar, Rizal; Dewi Raswatie, Fitria; Maulida Afiyah Heriyadi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.58846

Abstract

Kebutuhan garam nasional Indonesia mengalami peningkatan seiring pertumbuhan jumlah penduduk, sementara produksi garam dalam negeri belum mampu memenuhinya sehingga dilakukan impor garam. Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra produksi garam rakyat yang menerapkan tiga teknologi produksi garam, yaitu teknologi tradisional, geomembrane, dan tunnel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas garam yang dihasilkan berdasarkan teknologi yang digunakan serta menganalisis efisiensi saluran pemasarannya. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan kuantitatif melalui perhitungan margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang dihasilkan dari teknologi tradisional tergolong dalam kualitas III berdasarkan warnanya, geomembrane kualitas II, dan tunnel kualitas I. Saluran pemasaran 1 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien untuk garam hasil produksi teknologi tradisional dan geomembrane yang ditunjukkan oleh marjin pemasaran yang rendah serta nilai farmer’s share dan rasio keuntungan terhadap biaya yang tinggi. Adapun garam hasil teknologi tunnel hanya dipasarkan melalui saluran pemasaran 2 karena keterbatasan jumlah petambak yang menggunakan teknologi tersebut. Indonesia’s national demand for salt continues to rise in line with population growth. In contrast, domestic salt production has not been able to meet this demand, resulting in the need for imports. Pangenan Subdistrict, Cirebon Regency, is one of the centers of community-based salt production that applies three types of production technologies: traditional, geomembrane, and tunnel. This study aims to compare the quality of salt produced based on the technology used and to analyze the efficiency of the marketing channels. The analytical methods employed include descriptive and quantitative analyses, as well as the calculation of marketing margins, farmers’ share, and benefit-cost ratio. The results show that salt produced using traditional technology is classified as grade III based on its color, geomembrane as grade II, and tunnel as grade I. Marketing channel one is identified as the most efficient for salt produced using traditional and geomembrane technologies, as indicated by its low marketing margin and high farmers’ share and benefit-cost ratio. Meanwhile, salt produced using tunnel technology is only marketed through channel two due to the limited number of salt farmers using this technology.