Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Pena Jangkar

ANALISIS BAHASA LISAN DALAM PELAYANAN SURAT MENYURAT KAPAL DI KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN K.S.O.P (KELAS 1) BANJARMASIN Hidayati Desy; Irnita Rosaria Santi
Pena Jangkar Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini sebagai Kaidah bahasa sebenarnya tidak semata berurusan dengan usaha menggambarkan lisan ke bentuk tulisan. Dalam konteks pembicaraan ini, baik kita katakan bahwa ejaan adalah sebuah ikhtiar merekam bahasa lisan sepersis mungkin ke bentuk tulisan dan kemudian menatanya sedemikian rupa demi mendapatkan kualitas komunikasi yang efektif, sehingga sangat berpengaruh pada pelayanan. Pelayanan pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai aktifitas seseorang, sekelompok atau organisasi baik langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan pada penelitian ini Mengetahui penggunaan bahasa lisan dalam pelayanan surat menyurat kapal menyurat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan K.S.O.P (Kelas 1) Banjarmasin, dan Mendeskripsikan penggunaan bahasa lisan dalam pelayanan surat menyurat kapal menyurat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan K.S.O.P (Kelas 1) Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati Moleong, (3:2000) Teknik pengumpulan data menurut Arikunto adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, di mana cara tersebut menunjukan pada suatu yang abstrak, tidak dapat di wujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi dapat dipertontonkan penggunaannya. Hasil pembahasan Pelayanan surat menyurat untuk calon penumpang sebagai salah satu kegiatan yang terfokuskan pada penggunaan bahas lisan saat mengurus berkas administrasi tersebut. Pada bahasa lisan sesuai faktor waktu maka bahasa lisan sangat baik dalam penggunaan Bahasa resmi dalam pelayanan surat menyurat, adapun bahasa resmi menyesuaikan waktu pada pelayanan sehingga di jam istirahat bisa saja menggunakan bahasa resmi lisan dan tidak lisan. Bahasa ,lisan yang digunakan pun sesuai pada dialog dari calon penumpang yang memerlukan syarat sebagai surat-menyurat tersebut.Pada ragam bahasa resmi pafa faktor waktu sebagai salah satu bahasa resmi saat bekerja, bukan hanya untuk pelayanan namun juga untuk menyakinkan bahwa bahasa resmi Indonesia sebagai salah satu Bahasa persatuan dengan banyaknya kegiatan saat dialog lisan dituturkan, salah satunya pada saat diskusi bidang rapat, penyuluhan, seta pelayanan bidang surat-menyurat di K.S.O.P Tersebut.
PERANAN AGEN DALAM PENGURUSAN CLEARANCE IN DAN CLEARANCE OUT DI KSOP KELAS 3 SAMPIT Rosaria santi, Irnita; Hidayati Desy; Elisa Rosiana
Pena Jangkar Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i1.141

Abstract

Abstrak Clearance sebagai pengurusan berbagai macam dokumen yang diperlukan bagi kapal, Sangatlah penting bagi keselamatan kapal, barang yang diangkut, punumpang dan awaknya, dalam keagenan ada dua istilah clearance Seperti Clearance In adalah suatu proses untuk mendapatkan izin dari pihak instansi pelabuhan untuk melakukan aktivitas di wilayah pelabuhan-pelabuhan tersebut, dan Clearance Out adalah suatu proses untuk mendapatkan izin keluar pelabuhan untuk melanjutkan kegiatan pelayaran ke pelabuhan berikutnya kepada pihak instansi pelabuhan setelah menyelesaikan aktivitasnya di pelabuhan tersebut. Metodologi yang digunakan adalah metode Kualitatif yaitu Deskriptif suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Analisis data dilakukan dengan metode deskriftif dan analitik. Berdasarkan data yang sudah didapatkan dari peranan agen dalam pengurusan clearance in dan clearance out di PT. Anugerah Mahadaya Nusantara yang kemudian secara bertahap dalam membuat hasil laporan. Seperti Observasi dengan melakukan pengumpulan data secara langsung di lapangan dengan mengamati aktivitas yang dilakukan dalam pengurusan clearance in dan clearance out. Wawancara secara langsung dengan pimpinan PT. Anugerah Mahadaya Nusantara, karyawan PT. Hasil pembahasan dalam menangani clearance yang perlu agar dapat dimengerti dan diikuti dengan baik, maka yang perlu diamati misalnya proses pengurusan clearance dilaksanakan oleh agen dengan instansi – instansi yang berwenang, seperti kantor Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina lancarnya proses penanganan clearance berarti lancarnya masuk dan keluarnya kapal dari pelabuhan sesuai dengan rencana pelayaran. Abstract Clearance is the processing of various types of documents required for a ship. It is very important for the safety of the ship, the goods being transported, passengers and crew. In the agency there are two clearance terms. For example, Clearance In is a process to obtain permission from the port agency to carry out activities in the port area. -the port, and Clearance Out is a process to obtain permission to leave the port to continue shipping activities to the next port from the port agency after completing its activities at that port. The methodology used is a qualitative method, namely descriptive, a problem formulation that guides research to explore or photograph the social situation that will be researched thoroughly, broadly and in depth. Data analysis was carried out using descriptive and analytical methods. Based on data that has been obtained from the role of agents in managing clearance in and clearance out at PT. Anugerah Mahadaya Nusantara which then gradually produces the results of the report. Such as observation by collecting data directly in the field by observing activities carried out in processing clearance in and clearance out. Direct interview with the head of PT. Anugerah Mahadaya Nusantara, employee of PT. The results of the discussion in handling clearances need to be understood and followed properly, so what needs to be observed is that the clearance processing process is carried out by agents with authorized agencies, such as the Port Authority, Customs and Excise, Immigration and Quarantine offices, meaning that the smoothness of the clearance handling process means smooth entry and exit of ships from the port in accordance with the shipping plan.
PERAN BAHASA INGGRIS DALAM MENYIAPKAN TARUNA D-III MANAJEMEN PELABUHAN AMNUS BANJARMASIN SEBAGAI PROFESIONAL MARITIM Rosiana, Elisa; Hidayati Desy; Edison, Edison; Sihombing, David Bastian
Pena Jangkar Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v5i1.197

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisis bagaimana penguasaan Bahasa Inggris berkontribusi dalam mempersiapkan taruna untuk berkarir di industri maritim. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai tantangan dan kebutuhan dalam pengajaran Bahasa Inggris. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi kelas, sementara data kuatitafi dikumpulkan melalui survei yang melibatkan 100 taruna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar taruna memiliki tingkat penguasaan Bahasa Inggris yang memadai, masih terdapat tantangan signifikan dalam praktik berbicara dan mendengarkan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum Bahasa Inggris yang lebih relevan dan interaktif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi taruna di dunia kerja maritim, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi tuntutan industri yang semakin global. Abstract This research aims to analyze how English proficiency contributes to preparing cadets for careers in the maritime industry. Using a mixed methods approach, this study combines qualitative and quantitative methods to gain a comprehensive understanding of the challeges and needs in English language teaching. Qualitative data were obtained through in-depth interviews and classroom observations, while quantitative data were collected throug a survey involving 100 cadets. The results indicate that alhtough most cadets possess adequate English profciency, significant challenges remian in speaking and listening practices. This study recommends the development of a more relevant and interactive English curriculum to enhance cadets’ communication skills in the maritime workforce, enabling them to better meet the demands of an increasingly global industry
SIKAP TANGGUNG JAWAB DAN PSIKOMOTORIK MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS BUDAYA LITERASI DIGITAL LAHAN BASAH (CLDW) MATERI PEMANASAN GLOBAL Wahdaniyah, Inayatul; Nurul Hidyati Utami; Kamsariaty; Hidayati Desy; Irnita Rosaria Santi
Pena Jangkar Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v3i2.69

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang tepat sangat mempengaruhi dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat menjadikan pembelajaran di kelas efektif, efisien dan membantu meningkatkan pemahaman peserta didik agar tercapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap hasil belajar psikomotorik peserta didik dan (2) mendeskripsikan implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap sikap tanggung jawab peserta didik. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian the non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini sebanyak 66 orang peserta didik yang dibagi ke dalam 2 kelas yaitu X E sebagai kelas kontrol dan X F sebagai kelas eksperimen. Teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap hasil belajar psikomotorik peserta didik dalam kategori tinggi dan (2) implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap sikap tanggung jawab peserta didik kategori tinggi.