Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Penampungan Air Bersih di Dusun Sumber Agung Desa Bumimulyo Kec. Wonomulyo Kab. Polowali Mandar warda, wardawati; Ahmad Rifai
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.463

Abstract

Latar belakang: Air merupakan kebutuhan bagi setiap kehidupan, semua makhluk hidup memerlukan air dalam kehidupannnya sehingga tanpa air dapat dipastikan tidak akan ada kehidupan. Sebagian besar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk digunakan sebagai air minum tersebut adalah masyarakat yang tinggal di perdesaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang cara pengelolaan air minum di Dusun Sumber Agung Kecamatan Wonomulyo. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Wonomulyo yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang cara pengelolaan air bersih. Metode pelaksanaan kegiatan intervensi berupa penyuluhan. Hasil pre dan post test dilakukan analisis statistik menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil penyuluhan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pre test dan post test pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
Pengaruh Pengetahuan terhadap Pernikahan Dini dan Stunting di Kabupaten Majene Dina, Darmin; wardawati
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2024): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v2i2.277

Abstract

Pendahuluan Pernikahan dini merupakan pernikahan pada remaja usia di bawah 20 tahun, dimana seharusnya belum siap untuk menikah. masa ini rentang terhadap resiko kehamilan karena pernikahan usia dini bisa menyebabkan keguguran,berat bayi lahir rendah (BBLR) persalinan prematur, kejadian infeksi, anemia, kelainan bawaan, keracunan kehamilan dan kematian. Tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan terhadap sikap remaja dalam kejadian pernikahan dini di Kelas VIII SMPN 6 Majene. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII A dan kelas VII B yang berjumlah 134 dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 Clauster Random Sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa distribusi responden berdasarkan umur yang domain di dapat paling banyak adalah umur 14 tahun dan distribusi berdasarkan kelas yang domain pada kelas VIII A. Hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan terhadap sikap remaja di peroleh nilai p= 0.301 > 0.05. Simpulan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan tehadap sikap remaja dalam kejadian pernikahan dini. Siswa berpengetahuan cukup dan sikap yang baik karena siswa mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya nikah dini pada kesehatan reproduksi. Meski remaja memiliki pengetahuan cukup dan sikap yang baik disarankan kepada pihak sekolah mengadakan organisasi pusat informasi konseling remaja (PIK-R) di sekolah agar siswa yang memiliki pengetahuan yang kurang serta sikap yang tidak baik dapatkan mengetahui bahaya pernikahan di usia dini. Kata kunci : Pernikahan Dini, Pengetahuan, Sikap, Remaja
Analisi Genital Hygiene Kejadian Flour Albus Patologis Wardawati, Wardawati; Sumiati, Sumiati
Jurnal Kesehatan Nusantara (JKN) Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan Nusantara (JKN)
Publisher : Media Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genital hygiene refers to female efforts to maintain intimate area cleanliness through habits like using clean water, washing from front to back, selecting proper materials, using safe feminine products, and changing pads regularly during menstruation. Pathological flour albus is abnormal vaginal discharge with changes in color, odor, texture, volume, and discomfort. This qualitative study with a phenomenological approach explores genital hygiene practices among female Public Health students at STIKes Bina Bangsa Majene experiencing pathological flour albus. Four students and one lecturer were selected purposively as informants. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. Results showed varied hygiene practices: some used clean running water and correct washing methods, while others used stagnant water, washed incorrectly, or chose inappropriate products. All informants reported symptoms such as thick yellowish discharge, unpleasant odor, and discomfort. Inadequate hygiene may contribute to pathological flour albus. Promoting proper hygiene education is essential