Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EPIGRAM (e-journal)

PENINGKATAN KEMAHIRAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI JAKARTA MELALUI MAGIC FIVE FINGERS METHOD Supriatnoko Supriatnoko; Hastuti Redyanita
Epigram Vol 14 No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.994 KB) | DOI: 10.32722/epi.v14i2.1094

Abstract

AbstrakPenelitian PENINGKATAN KEMAHIRAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI JAKARTA MELALUI MAGIC FIVE FINGERS METHOD ini bertujuan untuk meningkatkan kemahiran berbicara bahasa Inggris mahasiswa PNJ khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Program Studi Keuangan dan Perbankan serta untuk meningkatkan kualitas kinerja dosen dalam pembelajaran bahasa Inggris, mengingat sampai saat ini hasil belajar mahasiswa dalam kemahiran berbicara bahasa Inggris masih belum memuaskan. Mencermati metode yang selama ini diterapkan seperti direct method dan grammar translation method belum mampu meningkatkan kemahiran mahasiswa dalam berbicara dengan penuh percaya diri tanpa keraguan. Pentingnya penelitian ini diusulkan, yakni untuk mendukung Renstra dan visi, misi serta tujuan PNJ menjadi politeknik unggul dimana bahasa Inggris menjadi faktor pendukung utama keahlian program studi. Penelitian ini diusulkan pelaksanaannya pada tahun 2017 ini, menggunakan pola penelitian tindakan kelas (PTK) sehingga penelitian bersifat siklis. Data dikumpulkan melalui penggunaan teknik tes lisan berbicara. Tes diberikan sebagai bukti dari proses dan hasil belajar yang telah dilaksanakan pada pokok bahasan yang dipelajari mahasiswa dan dianalisis melalui teknik analisis deskriptif dan teknik analisis kritis. Output berupa hasil penelitian disampaikan dalam seminar nasional/internasional, dan publikasi dalam bentuk jurnal skala nasional. Outcome penelitian berupa bukti kemahiran berbicara yang dimiliki setiap mahasiswa yang telah mengalami treatment sebagai sampel. Dilaksanakan melalui tahapan Pra Siklus, Siklus 1, Siklus 2, Siklus 3. Pada akhir Siklus 3 diperoleh hasil skor nilai sebesar 80.4 dengan jumlah peserta didik yang berhasil mampu membuat kalimat pertanyaan dengan menggunakan verb 1, to be + verb-ing, modal auxiliary will, have/has + verb 3, dan will have + verb3 sebanyak 61 dari jumpal sampel sebanyak 89 orang. Dengan demikian, hipotesis penelitian dapat diterima.Kata Kunci: Kemahiran berbicara, Mahasiswa, Magic Five Fingers, PTK, Siklis
ANALISIS KESALAHAN PADA TEKS EKSPOSITORI BAHASA INGGRIS HASIL UJIAN MATA KULIAH ENGLISH 1 MAHASISWA JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Anwar Mustofa; Supriatnoko Supriatnoko
Epigram Vol 16 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.735 KB) | DOI: 10.32722/epi.v16i1.1424

Abstract

AbstractThe research aims at analyzing semester 1 students’ average abilities of Business Administration Department State Polytechnic of Jakarta in writing expository text in English 1 subject through error analysis approach. The data is then measured by the following standard English grammar books—Harbrace College Handbook (1977), Common Mistakes in English (1982), dan A Practical English Grammar (1982). By qualitative analysis, the research found out that: (1) students made mistakes in verb agreement with the subject and forgot verb/be to fill the predicate slot, (2) students opened a sentence with number or/and sometimes with conjunction, (3) students also forgot to use capital letter to begin a new sentence, as a name of an object, and also made mistakes in noun pluralization, (4) students also still did not know how to make derivational words and how to make noun phrase, and (5) students also did not aware of the function and meaning of the mechanic of writing such as full stop, comma, and semicolon in a sentence construction. Beside that, students came from vocational secondary schools had better writing skill than students from secondary schools; and hence female students proved to have better abilities in English writing skill than the male counterparts.Keywords: error analysis, expository text, final test, writing skillAbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan mahasiswa dan mengukur tingkat kemampuan rata-rata mahasiswa semester 1 dalam berbahasa Inggris tulis pada Mata Kuliah English 1 melalui analisis kesalahan (error analysis) terhadap hasil Ujian Akhir Semester 1 yang berupa teks ekspositori. Penelitian ini mengambil tempat di Jurusan Administrasi Niaga, menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes menulis. Data yang telah terkumpul diukur kebenarannya dengan menggunakan standar baku pada buku Harbrace College Handbook (1977), Common Mistakes in English (1982), dan A Practical English Grammar (1982). Penelitian ini memperoleh beberapa temuan sebagai berikut: yaitu (1) mahasiswa lupa memasang kata kerja atau to be yang berfungsi sebagai predikat, untuk kesesuaian subjek dan predikat, (2) mahasiswa menggunakan kata hubung dan angka untuk mengawali sebuah kalimat. (3) mahasiswa lupa menggunakan huruf kapital untuk mengawali kalimat atau untuk nama sebuah objek dan bentuk jamak sebuah kata benda (pluralization), (4) mahasiswa belum memahami tentang bentuk kata (derivation) dan kata majemuk (noun phrase), dan (5) mahasiswa belum memahami fungsi tanda baca khususnya “titik”, “koma”, dan “titik koma” pada kalimat. Mahasiswa yang berasal dari SMK ternyata memiliki kemampuan yang lebih baik dibanding mahasiswa yang berasal dari SMU untuk membuat teks ekspositori meskipun jumlah mereka lebih sedikit dibanding mahasiswa yang berasal dari SMU. Peserta didik wanita mendapatkan hasil yang lebih baik dibanding peserta didik pria dalam membuat teks ekspositori.Kata kunci: analisis kesalahan, teks ekspositori, ujian akhir semester, keterampilan menulis.
BETWEEN LAW AND LANGUAGE: MISTRANSLATION IN LOAN AGREEMENTS Taufik, Taufik; Supriatnoko, Supriatnoko; Nur Hasyim, Nur Hasyim
Epigram Vol 22 No 1 (2025): Vol. 22 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v22i1.7894

Abstract

Legal translation in financial technology (fintech) contracts demands high precision to preserve faithfulness, accuracy, consumer protection, and institutional integrity. This study investigates mistranslations in the English version of the Shopee Pinjam loan agreement, focusing on functional, lexical, and cultural distortions. Employing a qualitative descriptive approach, the research compares the Indonesian source text with its English counterpart to identify translation errors. A total of 72 mistranslation cases were found: functional (41.7%), lexical (38.9%), and cultural (19.4%). These findings demonstrate that mistranslation in fintech loan agreements not only compromises legal clarity but also risks consumer misinterpretation of obligations and rights. The study contributes theoretically by extending Newmark’s typology of mistranslation into a real-world fintech context and practically by highlighting the need for domain-specific competence among translators. It recommends the development of standardized glossaries, regulatory oversight, and collaboration between linguists and legal practitioners to safeguard translation quality in consumer-facing financial contracts.