Afrida Afrida
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Psikologi dan Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR) di Wilayah Perbatasan Riswani Riswani; Amirah Diniaty; Rohani Rohani; Mahdar Ernita; Afrida Afrida; Hermansyah Hermansyah
Sosial Budaya Vol 18, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v18i2.15655

Abstract

Kesuksesan sebuah program pemberdayaan tidak saja ditentukan oleh faktor dari luar diri individu pesertanya, tapi ia jug ditentukan oleh faktor dari dalam individu yaitu pemberdayaan psikologi. Artikel ini membahas pengaruh pemberdayaan psikologi terhadap keterlibatan perempuan dengan kelompok sosial kemasyarakatan Bina Keluarga Remaja (BKR). Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, menggunkan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan psikologi mempengaruhi keterlibatan perempuan dengan BKR. Aspek lain yang ditemukan adalah dukungan suami terhadap keterlibtaan isteri dengan BKR merupakan hal yang mendukung tingginya psikologi perempuan di wilayah perbatasan. Direkomendasikan agar pihak yang terkait dalam pemberdayan perempuan mempertimbangkan keterwakilan gender dalam setiap program pemberdayaan. Penelitian selanjutnya terkait pemberdayaan psikologi diarahkan pada jumlah informan yang lebih besar dan pada bidang sosial lainnya seperti ekonomi atau kesehatan.
Problematika Pelaksanaan Program Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha Al-Furqan Kandis Nurhayati Zein; Murny Murny; Afrida Afrida; Mirawati Mirawati; Marwan Marwan
Instructional Development Journal Vol 6, No 1 (2023): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v6i1.23301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan problem yang terjadi dalam proses pelaksanaannya. Data diambil di MDTW Al-Furqan yang diintegrasikan dengan SMP Negeri 5 Kandis Kabupaten Siak. Pelaksanaan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan data dihimpun melalui obervasi dan wawancara dengan guru yang mengajar di MDTW lokasi penelitian. Program MDTW yang diarahkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Siak telah dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru. Namun ditemukan problem yang dihadapi oleh guru dalam menjalankan program MDTW yaitu lokasi merupakan daerah terpencil, tidak adanya panduan administrasi yang baku, pasilitas sekolah yang tidak mendukung, bervariasinya latar belakang siswa dan guru, serta tidak ada pendampingan dan pelatihan kepada guru dari pihak pemerintah dan institusi terkait. Menindaklanjuti problem yang dihadapi, guru hanya melaksanakan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sehingga program tidak terlaksana dengan maksimal.
PENGUATAN PENDIDIKAN MORAL BAGI ANAK MELALUI DIDIKAN SUBUH DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN Zuhairansyah Arifin; Afrida Afrida; Nurkamelia Mukhtar AH; Nurhayati Sudirman
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i2.2249

Abstract

Dewasa ini nilai-nilai moral dalam masyarakat semakin terbuka menyebabkan perubahan dalam perilaku anak. Tanpa sadar, anak terpapar informasi yang belum tentu baik dan bermanfaat. Kekerasan, ucapan kasar, dan bullying yang ditonton di TV, dilihat, dan dialami, dapat memberi pesan negatif pada anak, pada endingnya berdampak buruk dalam penerapan moralitas sosial dalam masyarakat. Kaum liberal mengatakan, standar moral dapat direvisi atau sepenuhnya dapat berubah segaris dengan kehendak manusia. Sesuatu yang dianggap baik oleh suatu sistem feodalistik, mungkin tidak dapat diterima oleh suatu bentuk kehidupan yang berbeda, oleh karenanya standarisasi moral akan berubah sesuai dengan kondisi zaman. Jika kaum konservatif mempertahankan bahwa standar-standar moral yang mendasar tak dapat berubah, maka aliran kontemporer mengatakan bahwa standar moral bisa berubah secara progresif. Kehidupan sosial-budaya yang bagus, belum tentu baik dalam pandangan orang lain. Ini dikarenakan seperangkat mata dan pengalaman yang berbeda disegenap lapisan masyarakat. Dari sini pula muncul alasan, pentingnya penguatan karakter bagi anak dengan menerapkan pola pengasuhan yang melatih anak untuk mulai mengenal benar dan salah, serta memberi teladan dan membiasakan perilaku baik. Kata Kunci: Pendidikan Moral, Didikan Subuh, al-Qur’an
Problematics of Implementing Child-Friendly School Programs in Preschool Institutions Nurhasanah Bakhtiar; Afrida Afrida; Mastura Mastura; Rani Fitrah
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v7i2.33926

Abstract

This study aims to analyze the problems of implementing child-friendly school programs in pendidikan anak usia dini institutions. This study uses a qualitative approach, conducted in five Raudhatul Athfal in Pekanbaru City. The main informants of this study consisted of five heads of Raudhatul Athfal and supporting informants from officials of the Ministry of Religion and the Pekanbaru City Women's Empowerment and Child Protection Service. Data were collected through in-depth interviews and observations. Data analysis techniques were carried out with 4-stage qualitative analysis: collection, reduction, data analysis and conclusions. The results of this study indicate that the implementation of the child-friendly school program in pendidikan anak usia dini institutions still has many problems, namely: 1) Government support that is not yet optimal and uneven policies. 2) Lack of socialization and guidance. 3) Lack of understanding of teachers and education personnel about the concept of Child friendly School. 4) Lack of funds, 5) Lack of commitment from the leadership of the institution. 6) Unsupportive infrastructure. 7) Frequently transferred human resources, 8). Lack of cooperation and participation of parents and the community. The obstacles encountered can be overcome with several best practices, namely: 1) Commitment and making written policies. 2) Thinking positively to always innovate for the progress of the institution. 3) Proactive attitude and take the initiative to the relevant agencies. 4) Trying to fulfill facilities gradually according to ability continuouslyKeyword :  Implementation, Child-Friendly Schools, Early Childhood Education Institutions.ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika implementasi progam sekolah ramah anak di lembaga pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,  dilaksanakan di lima Raudhatul Athfal  di Kota Pekanbaru. Informan utama penelitian ini terdiri dari lima kepala Raudhatul Athfal ditambah dengan informan pendukung dari pejabat Kementerian Agama dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan melalaui wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif 4 tahapan: pengumpulan data, reduksi, analisis data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program sekolah ramah anak di lembaga pendidikan anak usia dini masih banyak ditemukan problematika, yaitu: 1) Dukungan pemerintah yang belum maksimal dan kebijakan yang tidak merata. 2) Kurangnya sosialisasi dan bimbingan. 3)  Kurangnya pemahaman guru dan tenaga kependidikan tentang konsep sekolah ramah anak. 4) Kekurangan Dana, 5) Kurangnya komitmen dari pimpinan lembaga. 6) Infrastruktur yang tidak mendukung. 7) sumber daya manusia yang sering mutasi, 8). Kurang kerjasama dan partisipasi orang tua dan masyarakat. Adanya kendala-kendala yang ditemui, dapat diatasi dengan beberapa best practice, yaitu: 1) Komitmen dan membuat kebijakan tertulis. 2) Berpikiran positif untuk selalu melakukan inovasi untuk kemajuan lembaga. 3) Sikap proaktif dan  jemput bola ke dinas terkait. 4) Berupaya memenuhi fasilitas secara bertahap sesuai dengan kemampuan secara berkesinambungan.Kata Kunci :  Implementasi, Sekolah Ramah Anak, Lembaga pendidikan anak usia dini.