Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ragam Bahasa Jawa Pada Masyarakat Kawin Campur Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Salamah, Umi; Malabar, Sayama; Idul, Rahmatan
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i2.20900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ragam bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat kawin campur di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, dan faktor-faktor penyebab terjadinya ragam bahasa Jawa pada masyarakat kawin campur di kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Data penelitian di kumpulkan dengan teknik simak bebas libat cakap dengan penggunaaan metode sadap dan metode simak, teknik catat, dan teknik cakap berupa wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mentranskripsi data, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menganalisis data, mendeskripsikan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Bentuk ragam bahasa Jawa pada masyarakat kawin campur di Kecamatan Wonosari dalam segi keformalan ditemukan adanya ragam santai dan ragam akrab, sedangkan berdasarkan tingkat tutur bahasa Jawa terdapat ragam tutur ngoko dan ragam tutur krama. (2) Faktor-faktor penyebab terjadinya ragam bahasa Jawa berasal dari faktor pendidikan, faktor jenis kelamin, faktor pekerjaan, faktor lingkungan masyarakat, dan faktor sosial- ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk ragam bahasa Jawa pada masyarakat kawin campur di Kecamatan Wonosari umumnya lebih dominan menggunakan bahasa Jawa ragam santai dan ragam ngoko. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat sekitar yang mayoritas suku Jawa transmigrasi. Kata Kunci: ragam bahasa, bahasa Jawa, masyarakat kawin campur
Variasi Bahasa pada Masyarakat Multikultural di Desa Tolabit Kecamatan Kao Barat, Ternate Tanhar, Fitra Sari; AR. Umar, Fatmah; Idul, Rahmatan
Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 1 (2022): (Juni 2022)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/rjppbi.v2i1.1174

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi bahasa dari segi penutur yaitu idiolek, dialek, kronolek, sosiolek dan variasi bahasa dari segi keformalan yaitu gaya atau ragam santai dan gaya atau ragam akrab. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kata-kata dan kalimat yang memuat variasi bahasa dari segi penutur dan variasi bahasa dari segi keformalan. Sumber data dari penelitian ini di hasilkan dari masyarakat pendatang di Desa tolabit, seperti Gorontalo, Sangihe, Bugis, Manado, Batak, Jawa, Filipina dan Cina. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap dan teknik catat. Hasil pnelitian yang pertama menunjukan adanya variasi bahasa dari segi penutur yakni idiolek, dialek, kronolek dan sosiolek. Sosiolek yang berupa variasi bahasa vulgar, slang dan kolokial. Selanjutnya tergambar adanya variasi bahasa dari segi keformalan yaitu gaya atau raagam akrab dan gaya atau ragam santai. Hasil penelitian adalah variasi bahasa dari segi penutur yaitu idiolek variasi bahasa perseorangan ditemukan pada orang-orang terdekat, dialek variasi dari suku yang berbeda-beda ditemukan di pasar, kronolek dilihat dari bahasa sehari-hari dan sosiolek variasi bahasa sosial. Variasi bahasa dari segi keformalan yaitu gaya atau ragam akrab dan gaya atau ragam santai ditemukan pada percakapan antar keluarga dan teman.Kata Kunci : Variasi Bahasa; Multikultural; Tolabit, Kao Barat, Ternate.AbstrakThis study focused on analyzing the language variations of the aspects of speakers (idiolect, dialect, chronolect, sociolect) and formality (casual and familiar language varieties). This descriptive qualitative research obtained the data from words and sentences containing language variations of both aspects. Moreover, the data sources of this research were generated from immigrant communities in Tolabit Village, such as Gorontalo, Sangihe, Bugis, Manado, Batak, Javanese, Filipino and Chinese. These data were collected using involved conversation observational and taking-note techniques. The results of the initial study show are variations in language from the speaker's perspective, namely idiolect, dialect, chronolect and sociolect (in the form of vulgar language variations, slang and colloquial). Furthermore, it is illustrated that there are variations in language in terms of formality, namely the familiar style or variety and the casual style or variety. The other results show that language variations in terms of speakers are idiolects of individual language variations found in the closest people, dialect variations from different ethnic groups found in the market, chronolects seen from everyday language and sociolects of social language variations. Language variations in terms of formality, namely familiar style or variety and relaxed style or variety, are found in conversations between family and friends. Keywords: Language Variations; Multicultural; Tolabit, Kao Barat, Ternate
Retorika Pembawa Acara Indonesia Lawyers Club di TV One M. Rizal, Ainun Yakin; Djou, Dakia N.; Idul, Rahmatan
Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2021): (Desember 2021)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.988 KB) | DOI: 10.37905/rjppbi.v1i2.903

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan retorika, diksi, dan gaya bahasa pembawa acara Indonesia lawyers club di TV One. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kata-kata dan kalimat yang memuat retorika, diksi, dan gaya bahasa yang digunakan oleh pembawa acara. Sumber data dalam penelitian ini ialah bahasa lisan Karni Ilyas yang diperoleh melalui rekaman video acara ILC. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik rekam, simak dan catat. Hasil penelitian pertama, menunjukkan bahwa retorika yang paling dominan digunakan oleh pembawa acara ILC adalah retorika persuasif. Kedua, diksi yang digunakan oleh pembawa acara ILC terdiri dari diksi denotasi, diksi konotasi, diksi umum, diksi khusus, diksi populer dan diksi ilmiah. Ketiga, gaya bahasa yang digunakan oleh pembawa acara ILC terdiri dari gaya bahasa metafora, gaya bahasa klimaks, gaya bahasa anti-klimaks, gaya bahasa paralelisme, gaya bahasa antitesis, gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa ironi, dan gaya bahasa repetisi. Penggunaan retorika persuasif oleh Karni Ilyas bertujuan menarik minat atau memengaruhi psikologis seseorang dengan memberikan bukti-bukti berdasarkan fakta dalam setiap konteks kalimatnya. 
Representasi Aksi Sosial dalam Konstruksi Ideologi Media Berita Digital Terkait Kebijakan Pemerintah Selama Pandemi Jafar Lantowa; Rahmatan Idul
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5269

Abstract

In response to the Covid-19 pandemic, the government issued several policies disseminated through digital news media. However, these policies often become polemic in the community due to the different reporting based on the ideology of the media. The study aims to reveal the ideological construction of digital news media through linguistic representations of social actions in reporting on government policies during the pandemic through the employment of vocabulary and conjunctions. The data consists of digital news headlines on government policies during the pandemic generated through documentation from the three most popular digital media in Indonesia according to the Reuters Institute Digital News Report, namely Detik.com, Kompas.com, and CNN.com. The Critical Discourse concept applied is Theo van Leeuwen's social action framework to find the linguistic representation of each social action through the choice of words and conjunctions. Data analysis was carried out in two stages: analysis of the dimensions of social action to find linguistic representations of each social action in news discourse through word selection and conjunctions and ideological mapping which forms the basis of ideological classification of digital news media for every government policy related to handling Covid-19. As a result, it appears that detiknews.com does not agree with the implementation of PPKM, supports the vaccination program, and is neutral in social assistance data disputes between the central and regional governments. Kompas.com also stands in the same position on the issue of PPKM and vaccination. However, regarding the social assistance data dispute between the central and local governments, kompas.com tended to be on the government side. Meanwhile, cnnindonesia.com did not even question the PPKM-PSBB polemic, but emphasized its disapproval of paid vaccinations and sided with the central government in the social assistance data dispute between the central and regional governments. AbstrakSebagai respons terhadap pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan yang disebarkan melalui media berita digital. Sayangnya, kebijakan-kebijakan tersebut tak jarang menjadi polemik karena pemberitaan yang berbeda berdasarkan ideologi yang dianut media tersebut. Penelitian ini bertujuan mengungkap ideologi media berita digital serta konstruksinya melalui representasi linguistik aksi-aksi sosial dalam pemberitaan kebijakan pemerintah selama pandemi melalui pemanfaatan kosakata dan konjungsi. Data berupa judul berita pada platform digital yang memuat kebijakan pemerintah terkait Covid-19 yang dihasilkan melalui dokumentasi terhadap tiga media digital paling populer di Indonesia menurut Reuters Institute Digital News Report, yakni detik.com, kompas.com, dan cnn.com. Konsep wacana kritis yang diterapkan adalah kerangka aksi sosial Theo van Leeuwen untuk menemukan representasi linguistik setiap aksi sosial melalui pemilihan kata dan konjungsi. Analisis data dilakukan pada dua tahapan: analisis dimensi aksi sosial untuk menemukan representasi linguistik setiap aksi sosial dalam wacana berita melalui pemilihan kata dan konjungsi dan pemetaan ideologi yang menjadi dasar klasifikasi ideologi media berita digital terhadap setiap kebijakan pemerintah terkait penanganan covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa detiknews.com tidak setuju dengan penerapan PPKM, mendukung vaksinasi, dan netral dalam kisruh data bansos pusat-daerah. Kompas.com juga berdiri di posisi yang sama terkait PPKM dan vaksinasi. Namun, terkait kisruh data bansos pusat-daerah, kompas.com cenderung di sisi pemerintah. Sementara itu, cnnindonesia.com bahkan tidak mempermasalahkan polemik PPKM-PSBB, menitikberatkan ketidaksetujuannya pada vaksinasi berbayar, dan berpihak pada pemerintah pusat dalam kisruh data bansos pusat-daerah.