Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG PENANGGULANGAN TB PARU DAN SANITASI RUMAH SEHAT BAGI PENDERITA TB PARU DI RUMAH SEHAT ALAMI Mahyar Suara; Isnaeni; Desridiun Kholid
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.576 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v4i1.555

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis adalah penyakit menular yang ditularkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab kematian terutama di negara berkembang di seluruh dunia. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah wawancara, pengukuran dan observasi. Hasil: Keadaan sanitasi rumah sehat yaitu: penerangan 18,2%, ventilasi kelembaban 21,2% (84,8%), lantai (87,9%), kepadatan hunian (84,8%), dapur (100%), jamban (100%), fasilitas air bersih (100%), fasilitas air limbah (100%) dan pengelolaan sampah (100%) yang memenuhi standar Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan pasien tentang pencegahan TB Paru sebelum dan sesudah diberikan bimbingan dan konseling sebesar 90,9%. Terjadi peningkatan pengetahuan penderita TB paru tentang sanitasi di rumah sehat sebelum dan sesudah diberikan bimbingan dan penyuluhan yaitu sebesar 87,9%.
PENYULUHAN PROTOZOA USUS PENYEBAB DIARE DAN PENYERAHAN WASTAFEL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI RAWALUMBU Mahyar Suara; Isnaeni; Omega
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.129 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.564

Abstract

Pendahuluan: Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia Salah satu sebab diare adalah infeksi protozoa usus. Penyakit diare yang disebabkan oleh protozoa usus pada siswa SD bisa terjadi karena banyak faktor, antara lain yaitu pengetahuan dan sikap tentang protozoa usus yang bisa menyebabkan diare, serta perilaku dalam pencegahan diare karena protozoa usus. Perilaku dalam hal ini yang bisa mencegah terjadinya diare karena protozoa usus yaitu menjaga personal higiene siswa, misalnya mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar. Metode: Metode yang dipakai adalah pretes-postes dan pemaparan materi. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh tim penyuluh dan pengantar oleh guru kelas. Pretes terdiri dari 4 pertanyaan multiple choice. Hasil: Dari kegiatan simulasi peragaan cuci tangan cara WHO, siswa dapat mengetahui cara mencuci tangan dengan benar untuk mencegah diare. Adanya siswa yang maju ke depan kelas juga memberi semangat teman-temannya untuk memperhatikan dan mempraktekkan. Kesimpulan: Hasil nilai pretes dan postes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa. Penyerahan washtafel dan sabun cuci tangan ke pihak sekolah bermanfaat untuk pencegahan diare bagi siswa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG SEBAGAI PEDOMAN HIDUP SEHAT PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN JATIBENING Isnaeni; Abdul Khamid; Yulia Agustina
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.776 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v3i1.569

Abstract

Pendahuluan: Sehat jasmani merupakan impian semua orang. Untuk mendapatkan jasmani yang sehat diperlukan asupan makanan yang sehat dan gizi seimbang. Gizi seimbang adalah dimana susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaraganan atau variasi makanan. Di Indonesia, pengetahuan dan perilaku untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang dengan berprinsip pada empat pilar yaitu keanekaragaman makanan, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal masih rendah. Metode: Memberikan penyuluhan mengenai gizi seimbang dan pelatihan mengenai pengolahan makanan sehat dengan gizi seimbang. Hasil: Sebelum penyuluhan dan pelatihan mengenai gizi seimbang, dilakukan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang. Kemudian dilakukan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang. Kesimpulan:. Masyarakat Jatibening mengetahui dan memahami mengenai gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN TENTANG OSTEOARTHRITIS DI PUSKESMAS MEDAN SATRIA Isnaeni; Omega; Mahyar Suara
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.094 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i2.578

Abstract

Pendahuluan: Osteoartritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab kecacatan yang menduduki urutan pertama dan akan meningkat dengan meningkatnya usia, penyakit ini jarang ditemui pada usia di bawah 40 tahun. Faktor umur dan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan frekuensi. Osteoarthritis lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Prevelensi dipuskesmas Kemiling sekitar 70 % penderita Osteoarthritis datang dengan keluhan nyeri, rata-rata usia diatas 40 tahun, wanita 20% dan pria 8,3%. 60,8% terjadi Osteoarthritis pada sendi penumpu berat badan. Metode: Metode yang digunakan yaitu penkes dan wawancara kelompok pada 39 orang peserta grup senam Prolanis. Hasil: Adanya perubahan peningkatan pemahaman peserta mengenai Osteoarthritis yang diukur dengan hasil wawancara kelompok sebelum dan sesudah dilakukan penkes dimana terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang Pengertian, penyebab, komplikasi, pencegahan, dan pengobatan Osteoarthritis. Kesimpulan: peserta aktif dalam kegiatan penkes Osteoarthritis yang menjadikan keberhasilan penkes.
OPTIMALISASI PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MENELAN OBAT PADA PASIEN TB PARU DI KELURAHAN JATIBENING Eli Indawati; Isnaeni; Yulia Agustina
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i1.764

Abstract

Pendahuluan: Pengendalian TB paru di jatibening belum terintegrasi dengan pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat sehingga angka kejadian TB paru masih tinggi di jatibening. Hambatan yang ditemukan dalam upaya pengendalian TB Paru adalah pengobatan tidak adekuat (dosis, jenis, jumlah obat dan jangka waktu), belum tersedianya informasi yang adekuat tentang TB Paru pada klien dan keluarga. Pelibatan keluarga dalam perawatan pasien TB Paru menentukan keberhasilan pengobatan. Salah satu peran keluarga adalah sebagai pengawas menelan obat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk meningkatkan peran keluarga sebagai pengawas menelan obatMetode: Kegiatan dilakukan di jatibening pada bulan Maret 2022. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi melalui kegiatan penyuluhan dan roleplay, serta memberikan booklet.Hasil: Hasil dari kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga tentang TB Paru dan peran keluarga sebagai pengawas menelan obat.Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan merupakan bentuk upaya perawat dalam pengelolaan TB Paru dengan melibatkan pasien dan keluarga.
Edukasi Perawatan Luka Post Circumsisi Isnaeni Isnaeni; Achmad Fauzi; Tatag Mulyanto; Abdul Khamid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8074

Abstract

ABSTRAK Beberapa orang tua kurang mengetahui tentang cara perawatan luka khitan. Hal ini dikarenakan orang tua menganggap luka khitan akan sembuh dengan sendirinya dan tidak akan terjadi penyakit atau kelainan apapun.  Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua (ibu) tentang perawatan luka post cirkumsisi.  Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan kesehatan dan tatalaksana pengguanaan obat-obatan secara benar serta perawatan luka yang benar. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 296 responden (85%) setalah diberikan edukasi perawatan luka post circumsisi menjadi (88%) pengetahuan baik. Adanya  peningkatan  pengetahuan  dan  keterampilan  orang  tua  terhadap  perawatan  pasca  cirkumsisi  dan penggunaan obat-obatan secara benar. Kata Kunci: Cirkumsisi, Pengetahuan, Orang Tua  ABSTRACT Some parents do not know about how to treat circumcision wounds. This is because parents think the circumcision wound will heal by itself and there will be no disease or abnormality.The purpose of this study was to increase the knowledge of parents (mothers) about post-circumcision wound care. The method used in this community service is health education and the correct management of the use of drugs and proper wound care. The results of this community service mostly have less knowledge, as many as 296 respondents (85%) after being given post-circumcision wound care education (88%) have good knowledge. There is an increase in the knowledge and skills of parents regarding post-circumcision care and the correct use of drugs. Keywords: Circumcision, Knowledge, Parents
Be a Life Savier; Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Eli Indawati; Achmad Fauzi; Tatag Mulyanto; Isnaeni Isnaeni; Omega Dr Tahun; Abdul Khamid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.7979

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan dan keterampilan BHD penting diajarkan tentang teknik dasar penyelamatan korban henti jantung dan henti nafas. Kesiapsiagaan yang tepat berupa pelatihan kepada petugas keamanan kampus dalam pemberian bantuan hidup dasar sebagai upaya penanggulangan yang cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir kematian akibat henti jantung yang terjadi di Kelurahan Jatiasih. Sebagai wahana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penanganan pertama kegawatdaruratan dengan kasus henti jantung dan henti nafas. Penerapan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam 3 tahap, yaitu, pertama, mahasiswa profesional keperawatan menjelaskan tentang dukungan hidup dasar dan kedua, setelah diberikan konseling, responden diberikan pertanyaan dan jawaban tentang dukungan hidup dasar, ketiga warga dilatih untuk melalukan keterampilan BHD. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga dalam memberikan pertolongan pada korban henti nafas dan henti jantung jika ada kejadian henti jantung dan henti nafas yang terjadi di lingkungan Kelurahan jatiasih. Warga mengetahui dan memahami cara memberikan pertolongan pertama pada korban henti nafas dan henti jantung melalui Tindakan BHD. Kata Kunci: Pengetahuan, Bantuan Hidup Dasar, Henti Nafas, Henti Jantung.  ABSTRACT BHD knowledge and skills are important to teach about basic techniques for saving victims of cardiac arrest and respiratory arrest. Appropriate preparedness is in the form of training for campus security officers in providing basic life support as a quick and appropriate response effort so as to minimize deaths due to cardiac arrest that occurred in Jatiasih Village. As a vehicle to increase public knowledge and awareness about the first management of emergencies with cases of cardiac arrest and respiratory arrest. The application of the methods used in community service was carried out in 3 stages, namely, first, professional nursing students explained about basic life support and second, after being given counseling, respondents were given questions and answers about basic life support, the three residents were trained to do basic life support. BHD skills. Increased knowledge and understanding of residents in providing assistance to victims of respiratory arrest and cardiac arrest if there is an incident of cardiac arrest and respiratory arrest that occurs in the Jatiasih Village environment.Residents know and understand how to provide first aid to victims of respiratory arrest and cardiac arrest through BHD Actions. Keywords: Knowledge, Basic Life Support, Stop Breathing, Cardiac Arrest
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TERKAIT PENCEGAHAN KASUS SCABIES DI JATIBENING Abdul Khamid; Eli Indawati; Isnaeni
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i2.797

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit berjangkit yang ditandai dengan kelainan kulit berupa papula, vesikel, urtikaria, dan krista yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dengan keluhan gatal terutama pada saat malam hari. Penyakit ini ada di masyarakat yang tinggal di tropis negara, seperti Indonesia, terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah penduduk yang padat dan lembab seperti di panti asuhan Hasil survei didapatkan prevalensi skabies 25% padaorang dewasa, sedangkan prevalenssi tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu 30-65%. Pendidikan kesehatan adalah untuk mencegah penyakit ini. Tujuan penyuluhan Setelah dilakukan penyuluhan setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar / lebih dari 60% peserta sudah mengetahui dan terampil dalam melakukan pencegahan penyakit scabies pada anak di lingkungan jatibening. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan flip chart dan leaflet. Pengetahuan dan keterampilan pencegahan skabies di lingkungan jatibening meningkat 80%.
Hubungan Faktor Ergonomi Dengan Risiko Kejadian Low Back Pain di Lingkungan Kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Tahun 2023 Yuni Nuraini; Isnaeni Isnaeni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2416

Abstract

Pendahuluan : Low Back Pain atau nyeri punggung bawah adalah kondisi yang tidak mengenakkan atau nyeri kronis minimal keluhan 3 bulan disertai adanya keterbatasan aktivitas yang diakibatkan nyeri apabila melakukan pergerakan atau mobilisasi. Faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya Low Back Pain salah satunya adalah posisi kerja (ergonomi). Faktor-faktor risiko ergonomi adalah unsur-unsur tempat kerja yang berhubungan dengan ketidaknyamanan dialami pekerja saat bekerja, dan jika diabaikan terlalu lama dapat menambah kerusakan pada tubuh pekerja diakibatkan kecelakaan. Faktor risiko ergonomi, terdiri dari postur janggal, posisi kerja statis, pergerakan berulang dan penggunaan tenaga berlebih. Dengan demikian, posisi kerja (ergonomi) yang benar dapat berpengaruh terhadap risiko kejadian Low Back Pain. Tujuan umum : Untuk mengetahui hubungan faktor ergonomi dengan risiko kejadian Low Back Pain di lingkungan kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Tahun 2023. Metode : Penelitian ini menggunakan desain survei analitik, cross sectional. Hasil : Ada hubungan antara postur janggal dengan risiko kejadian Low Back Pain (p.value = 0,016), ada hubungan antara posisi kerja statis dengan risiko kejadian Low Back Pain (p.value = 0,013 , OR = 5,729), ada hubungan antara pergerakan berulang dengan risiko kejadian Low Back Pain (p.value = 0,010) dan ada hubungan antara penggunaan tenaga berlebih dengan risiko kejadian Low Back Pain pada karyawan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur (p.value = 0,016 , OR = 5,520). Simpulan : Faktor ergonomi yang berhubungan paling kuat terhadap Risiko Kejadian Low Back Pain adalah Faktor Pergerakan Berulang, dengan p-value 0,010.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Tingkat Pengetahuan Lansia terhadap Keaktifan dalam mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Apel RW. 16 Harapan Baru Bekasi Ina Rahmawati; Isnaeni Isnaeni
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.10848

Abstract

ABSTRACT According to WHO in 2021 in Southeast Asia the elderly population is around 142 million people (8%). The Central Statistics Agency for 2022 reports that the percentage of the elderly population in Indonesia is 10.48%. Along with the increasing elderly population, the government has formulated various policies for elderly health services such as the Elderly Posyandu. Elderly Posyandu is a form of participation of the elderly community in efforts in the health sector to achieve optimal health status and healthy and independent aging conditions. Objective to determine the relationship between family support and the level of knowledge of the elderly on activeness in participating in elderly posyandu activities. Methods analytic with cross sectional approach. The sample in this study were some of the elderly who were enrolled in Posyandu Apel as many as 86people. The sampling technique uses systematic random sampling. The distribution of the frequency of activity in posyandu was mostly active (72.1%), received support from family (76.7%) and sufficient knowledge (55.8%). There is a relationship between family support and knowledge of active participation in elderly Posyandu activities (p value <0.005). There is a relationship between family support and knowledge of being active in participating in elderly posyandu activities. It is hoped that the elderly will be more active in participating in the activities of the elderly Posyandu so that they can better understand, understand and want to take advantage of the Posyandu in improving their health status independently. Keywords: Family support, Knowledge, Posyandu for the Elderly  ABSTRAK WHO menyatakan tahun 2021 di Asia Tenggara populasi Lansia sekitar 142 juta jiwa (8%). Badan Pusat Statistik tahun 2022 melaporkan, persentase penduduk lansia di Indonesia sebesar 10,48%. Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut seperti Posyandu Lansia. Posyandu lansia merupakan bentuk peran serta masyarakat lansia dalam upaya bidang kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal serta kondisi menua yang sehat dan mandiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan lansia terhadap keaktifan dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lansia yang terdaftar di Posyandu Apel sebanyak 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Distribusi frekuensi keaktifan mengikuti posyandu sebagian besar aktif (72,1%), mendapat dukungan dari keluarga (76,7%) dan pengetahuan cukup (55,8%). Ada hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan terhadap keaktifan dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia (nilai p value < 0.005). Ada hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan terhadap keaktifan dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia. Diharapkan lansia lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia sehingga dapat lebih mengerti, memahami dan mau memanfaatkan posyandu dalam meningkatkan derajat kesehatan secara mandiri. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Posyandu Lansia