Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika Unand

Perbandingan Parameter Distribusi Butiran Hujan Arah Vertikal antara Fase Aktif dan Tidak Aktif Osilasi Madden Julian Menggunakan Metode Dual-Frequency Radar Meri Yoseva; Mutya Vonnisa; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.636 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.81-88.2017

Abstract

Distribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (DSD) arah vertikal antara fase aktif dan tidak aktif Madden Julian oscillation (MJO) di Kototabang, Sumatera Barat, telah dibandingkan. Perbandingan dilakukan melalui parameter DSD yang dihitung menggunakan data Equatorial Atmosphere Radar (EAR) yang dikopling dengan data Boundary Layer Radar (BLR) selama proyek Coupling Processes In The Equatorial Atmosphere (CPEA)-I (10 April - 9 Mei 2004). Estimasi parameter DSD menggunakan metode dual-frequency. DSD dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen. Dari penelitian ini terlihat bahwa intensitas curah hujan yang tinggi lebih banyak terjadi pada fase MJO tidak aktif dibandingkan dengan fase aktif. Perbedaan parameter DSD antara fase MJO aktif dan tidak aktif lebih jelas terlihat pada hujan dengan intensitas tinggi (R ≥ 20 mm/h). DSD selama fase tidak aktif mengandung lebih banyak butiran hujan berukuran besar daripada fase aktif. Hal ini ditandai dengan nilai Λ yang lebih kecil dan µ yang lebih besar selama fase tidak aktif. Banyaknya butiran hujan yang berukuran besar ini berdampak kepada nilai radar reflectivity (Z) dimana pada fase tidak aktif nilainya lebih besar dibandingkan pada fase aktif MJO. Dengan demikian, proses fisika yang menghasilkan butiran hujan yang berukuran besar dominan terjadi pada fase tidak aktif MJO. Kata kunci: raindrop size distribution (DSD), Madden Julian oscillation (MJO), dual frekuensi,Kototabang, Equatorial Atmosphere Radar (EAR)
Pemanfaatan Data Alos PALSAR Untuk Etimasi Pergerakan Tanah Kota Padang Upaya Mitigasi Bencana Longsor Husnul Ckhotimah; Mutya Vonnisa; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.697 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.1.93-99.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeteksi besar pergerakan tanah sebagai faktor pendorong penyebab terjadinya bencana longsor di Kota Padang.  Penelitian ini menggunakan data penginderaan jauh yakni data citra ALOS PalSAR tahun 2008 sampai 2009.  Metode yang digunakan dalam pengolahan adalah Differential Interferometry Synthetic Radar (DInSAR). Metode ini dapat mengamati pergerakan tanah terutama pada daerah perbukitan dengan ketelitian sentimeter.  Hasil penelitian menunjukkan besar pergerakan tanah untuk wilayah di Kota Padang berkisar antara 0,33- 3,04 cm/tahun.  Dari 11 kecamatan di Kota Padang, lima diantaranya yakni Kecamatan Pauh, Padang Selatan, Bungus Teluk Begalung, Koto Tangah dan Kuranji mengalami pergerakan atau pergeseran tanah yang cukup besar dari kecamatan lainnya yakni berkisar antara 0,825- 2,31 cm/tahun. Besarnya pergerakan tanah tersebut menyebabkan lima kecamatan di atas sering mengalami bencana tanah longsor dengan kategori cukup rawan. Research has been conducted to detect the magnitude of land movement as a driving factor for the occurrence of landslides in the city of Padang. This study uses remote sensing data namely ALOS PalSAR image data from 2008 to 2009. The method used in processing is Differential Interferometry Synthetic Radar (DInSAR). This method can observe the movement of the soil, especially in hilly areas with sub-centimeter accuracy. The results showed the amount of land movement for the area in Padang City ranged from 0,33 to 3,04 cm /year. Of the 11 districts in the city of Padang five of them namely the District of Pauh, South Padang, Bungus Teluk Begalung, Koto Tangah and Kuranji experienced substantial land movements or shifts from other districts which ranged from 0,825 to 2,31 cm /year. The magnitude of land movements and the high level of rainfall causes the five districts often experience landslides in quite vulnerable categories.
Analisa Pola Temperatur Udara Permukaan di Sumatera Barat Tahun 1980 - 2017 Hanifah Azzaura Musyayyadah; Mutya Vonnisa
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.838 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.1.91-97.2019

Abstract

Temperatur udara permukaan di Sumatera Barat telah diteliti menggunakan data stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk 11 tahun pengamatan (2007 – 2017) di empat lokasi, yaitu Teluk Bayur (Padang), Minang Kabau (batas kota Padang – Padang Pariaman), Sincincin (Padang Pariaman) dan Padang Panjang. Selain itu digunakan juga data re-analisis dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts Re-Analysis interim model data (ECMWF ERA-Interim) untuk 38 tahun pengamatan (1980 – 2017). Osilasi internal temperatur udara permukaan di Sumatera Barat diamati menggunakan transformasi wavelet dengan mother Maxican Hat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur udara permukaan rata – rata di Sumatera Barat meningkat sekitar 0,007⁰C-0,01⁰C/tahun. Temperatur maksimum harian meningkat sekitar 0,058⁰C-0,066⁰C/tahun, sedangkan temperature udara minimum harian meningkat sekitar 0,028⁰C-0,045⁰C/tahun. Periode ulang temperatur udara permukaan di Sumatera Barat yang paling dominan adalah satu tahun, atau biasa disebut osilasi tahunan yang disebabkan oleh monsun. Selain itu, terdapat osilasi 4 dan 8 tahun yang bersesuaian dengan siklus El-Nino Southern Oscillation (ENSO). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa temperatur udara permukaan di Sumatera Barat dipengaruhi oleh monsun dan ENSO. Kata kunci: Temperatur udara permukaan, Sumatera Barat, ERA-Interim, monsun, ENSO
Pemodelan Spasial Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Timur Shania Ellens Novita; Mutya Vonnisa
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.254 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.232-238.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemodelan spasial kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor pemicu, membangun model spasial dan memetakan tingkat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur sebagai wilayah ibukota baru Indonesia. Pemodelan spasial kebakaran hutan dan lahan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor manusia dan biofisik yang mempengaruhi kebakaran hutan dan lahan. Metode Composite Mapping Analysis (CMA) digunakan untuk mengembangkan model. Penelitian ini menemukan bahwa jarak dari jaringan jalan, jarak dari desa/permungkiman, keberadaan gambut, tutupan lahan dan curah hujan berpengaruh signifikan terhadap risiko kebakaran lahan dan hutan. Model spasial yang diperoleh dari penelitian memiliki koefisien determinasi 0,90. Validasi model menunjukkan bahwa model dapat memprediksi risiko kebakaran hutan dan lahan dengan akurasi 54,33 %. Model tersebut menggambarkan bahwa sekitar 54,5 % risiko kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh faktor manusia diantaranya jarak terhadap desa, jarak terhadap jalan dan tutupan lahan, sedangkan sisanya sebesar 45,5% disumbang oleh faktor biofisik diantaranya keberadaan gambut dan curah hujan. Spatial model of land and forest fire risk in East Kalimantan Province has been developed to identify the main causes of forest and land fires. The purpose of this study is also to build spatial models and map the level of forest and land fires in East Kalimantan Province as the candidate of new capital of Indonesia. The model was derived by considering human and biophysical factors that affect the forest and land fires. The Composite Mapping Analysis (CMA) method was used to develop the model. Distance from the road network, distance from villages/settlements, peatlands, land cover and rainfall have a significant effect on the risk of land and forest fires. The spatial model has a determination coefficient of 0.90. Model can predict the forest and land fire risk providing 54.33 % of accuracy. The model described that approximately 54.5 % of forest and land fire risk is contributed by human factors including distance to the village, distance to the road and land cover, while the rest of 45.5 %, is contributed by biophysical factors including peatlands  and rainfall.
Analisis Dampak Perubahan Tutupan Lahan di Kalimantan Terhadap Temperatur Permukaan Ramadani Safitri; Mutya Vonnisa; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2863.912 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.2.173-179.2022

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perubahan tutupan lahan di Kalimantan terhadap temperatur permukaan. Identifikasi perubahan tutupan lahan dilakukan dengan metode analisa data satelit landsat pada setiap kelas tutupan lahan  yang bertujun untuk melihat kenaikan suhu permukaan. Klasifikasi tutupan lahan dan suhu permukaan didapatkan dari data landsat 5 dan 8 yang diolah dengan menggunakan ENVI 5.3 dan Arcgis 10.6 1. Klasifikasi tutupan lahan dibagi atas 3 kelas secara garis besar yaitu lahan terbangun, badan air, dan lahan non terbangun. Penelitian ini menemukan bahwa suhu permukaan pada setiap kelas tutupan lahan berbeda-beda. Perubahan pada tahun 1999 ke 2014 sebesar 7 % pada wilayah Kalimatan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Hasil yang didapatkan menunjukkan perubahan tutupan lahan berbanding lurus dengan temperatur permukaan
Perbandingan Parameter Distribusi Butiran Hujan Arah Vertikal antara Fase Aktif dan Tidak Aktif Osilasi Madden Julian Menggunakan Metode Dual-Frequency Radar Yoseva, Meri; Vonnisa, Mutya; Marzuki, Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.1.81-88.2017

Abstract

Distribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (DSD) arah vertikal antara fase aktif dan tidak aktif Madden Julian oscillation (MJO) di Kototabang, Sumatera Barat, telah dibandingkan. Perbandingan dilakukan melalui parameter DSD yang dihitung menggunakan data Equatorial Atmosphere Radar (EAR) yang dikopling dengan data Boundary Layer Radar (BLR) selama proyek Coupling Processes In The Equatorial Atmosphere (CPEA)-I (10 April - 9 Mei 2004). Estimasi parameter DSD menggunakan metode dual-frequency. DSD dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen. Dari penelitian ini terlihat bahwa intensitas curah hujan yang tinggi lebih banyak terjadi pada fase MJO tidak aktif dibandingkan dengan fase aktif. Perbedaan parameter DSD antara fase MJO aktif dan tidak aktif lebih jelas terlihat pada hujan dengan intensitas tinggi (R ≥ 20 mm/h). DSD selama fase tidak aktif mengandung lebih banyak butiran hujan berukuran besar daripada fase aktif. Hal ini ditandai dengan nilai Λ yang lebih kecil dan µ yang lebih besar selama fase tidak aktif. Banyaknya butiran hujan yang berukuran besar ini berdampak kepada nilai radar reflectivity (Z) dimana pada fase tidak aktif nilainya lebih besar dibandingkan pada fase aktif MJO. Dengan demikian, proses fisika yang menghasilkan butiran hujan yang berukuran besar dominan terjadi pada fase tidak aktif MJO. Kata kunci: raindrop size distribution (DSD), Madden Julian oscillation (MJO), dual frekuensi,Kototabang, Equatorial Atmosphere Radar (EAR)
Analisa Pola Temperatur Udara Permukaan di Sumatera Barat Tahun 1980 - 2017 Musyayyadah, Hanifah Azzaura; Vonnisa, Mutya
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.91-97.2019

Abstract

Temperatur udara permukaan di Sumatera Barat telah diteliti menggunakan data stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk 11 tahun pengamatan (2007 – 2017) di empat lokasi, yaitu Teluk Bayur (Padang), Minang Kabau (batas kota Padang – Padang Pariaman), Sincincin (Padang Pariaman) dan Padang Panjang. Selain itu digunakan juga data re-analisis dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts Re-Analysis interim model data (ECMWF ERA-Interim) untuk 38 tahun pengamatan (1980 – 2017). Osilasi internal temperatur udara permukaan di Sumatera Barat diamati menggunakan transformasi wavelet dengan mother Maxican Hat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur udara permukaan rata – rata di Sumatera Barat meningkat sekitar 0,007⁰C-0,01⁰C/tahun. Temperatur maksimum harian meningkat sekitar 0,058⁰C-0,066⁰C/tahun, sedangkan temperature udara minimum harian meningkat sekitar 0,028⁰C-0,045⁰C/tahun. Periode ulang temperatur udara permukaan di Sumatera Barat yang paling dominan adalah satu tahun, atau biasa disebut osilasi tahunan yang disebabkan oleh monsun. Selain itu, terdapat osilasi 4 dan 8 tahun yang bersesuaian dengan siklus El-Nino Southern Oscillation (ENSO). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa temperatur udara permukaan di Sumatera Barat dipengaruhi oleh monsun dan ENSO. Kata kunci: Temperatur udara permukaan, Sumatera Barat, ERA-Interim, monsun, ENSO
Pemanfaatan Data Alos PALSAR Untuk Etimasi Pergerakan Tanah Kota Padang Upaya Mitigasi Bencana Longsor Ckhotimah, Husnul; Vonnisa, Mutya; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.93-99.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeteksi besar pergerakan tanah sebagai faktor pendorong penyebab terjadinya bencana longsor di Kota Padang.  Penelitian ini menggunakan data penginderaan jauh yakni data citra ALOS PalSAR tahun 2008 sampai 2009.  Metode yang digunakan dalam pengolahan adalah Differential Interferometry Synthetic Radar (DInSAR). Metode ini dapat mengamati pergerakan tanah terutama pada daerah perbukitan dengan ketelitian sentimeter.  Hasil penelitian menunjukkan besar pergerakan tanah untuk wilayah di Kota Padang berkisar antara 0,33- 3,04 cm/tahun.  Dari 11 kecamatan di Kota Padang, lima diantaranya yakni Kecamatan Pauh, Padang Selatan, Bungus Teluk Begalung, Koto Tangah dan Kuranji mengalami pergerakan atau pergeseran tanah yang cukup besar dari kecamatan lainnya yakni berkisar antara 0,825- 2,31 cm/tahun. Besarnya pergerakan tanah tersebut menyebabkan lima kecamatan di atas sering mengalami bencana tanah longsor dengan kategori cukup rawan. Research has been conducted to detect the magnitude of land movement as a driving factor for the occurrence of landslides in the city of Padang. This study uses remote sensing data namely ALOS PalSAR image data from 2008 to 2009. The method used in processing is Differential Interferometry Synthetic Radar (DInSAR). This method can observe the movement of the soil, especially in hilly areas with sub-centimeter accuracy. The results showed the amount of land movement for the area in Padang City ranged from 0,33 to 3,04 cm /year. Of the 11 districts in the city of Padang five of them namely the District of Pauh, South Padang, Bungus Teluk Begalung, Koto Tangah and Kuranji experienced substantial land movements or shifts from other districts which ranged from 0,825 to 2,31 cm /year. The magnitude of land movements and the high level of rainfall causes the five districts often experience landslides in quite vulnerable categories.
Pemodelan Spasial Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Timur Novita, Shania Ellens; Vonnisa, Mutya
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.232-238.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemodelan spasial kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor pemicu, membangun model spasial dan memetakan tingkat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur sebagai wilayah ibukota baru Indonesia. Pemodelan spasial kebakaran hutan dan lahan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor manusia dan biofisik yang mempengaruhi kebakaran hutan dan lahan. Metode Composite Mapping Analysis (CMA) digunakan untuk mengembangkan model. Penelitian ini menemukan bahwa jarak dari jaringan jalan, jarak dari desa/permungkiman, keberadaan gambut, tutupan lahan dan curah hujan berpengaruh signifikan terhadap risiko kebakaran lahan dan hutan. Model spasial yang diperoleh dari penelitian memiliki koefisien determinasi 0,90. Validasi model menunjukkan bahwa model dapat memprediksi risiko kebakaran hutan dan lahan dengan akurasi 54,33 %. Model tersebut menggambarkan bahwa sekitar 54,5 % risiko kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh faktor manusia diantaranya jarak terhadap desa, jarak terhadap jalan dan tutupan lahan, sedangkan sisanya sebesar 45,5% disumbang oleh faktor biofisik diantaranya keberadaan gambut dan curah hujan. Spatial model of land and forest fire risk in East Kalimantan Province has been developed to identify the main causes of forest and land fires. The purpose of this study is also to build spatial models and map the level of forest and land fires in East Kalimantan Province as the candidate of new capital of Indonesia. The model was derived by considering human and biophysical factors that affect the forest and land fires. The Composite Mapping Analysis (CMA) method was used to develop the model. Distance from the road network, distance from villages/settlements, peatlands, land cover and rainfall have a significant effect on the risk of land and forest fires. The spatial model has a determination coefficient of 0.90. Model can predict the forest and land fire risk providing 54.33 % of accuracy. The model described that approximately 54.5 % of forest and land fire risk is contributed by human factors including distance to the village, distance to the road and land cover, while the rest of 45.5 %, is contributed by biophysical factors including peatlands  and rainfall.
Analisis Dampak Perubahan Tutupan Lahan di Kalimantan Terhadap Temperatur Permukaan Safitri, Ramadani; Vonnisa, Mutya; Marzuki, Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.2.173-179.2022

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perubahan tutupan lahan di Kalimantan terhadap temperatur permukaan. Identifikasi perubahan tutupan lahan dilakukan dengan metode analisa data satelit landsat pada setiap kelas tutupan lahan  yang bertujun untuk melihat kenaikan suhu permukaan. Klasifikasi tutupan lahan dan suhu permukaan didapatkan dari data landsat 5 dan 8 yang diolah dengan menggunakan ENVI 5.3 dan Arcgis 10.6 1. Klasifikasi tutupan lahan dibagi atas 3 kelas secara garis besar yaitu lahan terbangun, badan air, dan lahan non terbangun. Penelitian ini menemukan bahwa suhu permukaan pada setiap kelas tutupan lahan berbeda-beda. Perubahan pada tahun 1999 ke 2014 sebesar 7 % pada wilayah Kalimatan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Hasil yang didapatkan menunjukkan perubahan tutupan lahan berbanding lurus dengan temperatur permukaan
Co-Authors Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ahmad Rizqy Shubri Ahmad Zul Amal Zaini Alimin Mahyudin Ardian Putra Ariani, Silvi Arif Budiman Arif Budiman Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Aulya Rahayu Aulya Rahayu, Aulya Ayu Putri Ningsih Ayu Putri Ningsih Ckhotimah, Husnul Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dea Kurnia Harysandi Dedi Mardiansyah Dian Fitriyani Dian Milvita Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Eldiani Arifya Elfira Saufina Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Fadilla Monica Fani Anjelina Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Geby Sri Ayu Oktavia Hanifah Azzaura Musyayyadah Hapsoro, Cahyo A. Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Helmi Yusnaini Helmi Yusnaini Hiroyuki Hashiguchi Hiroyuki Hashiguchi Hiroyuki Hashiguchi Hiroyuki Hashiguchi Hiroyuki Hashiguchi Hiroyuki Hashiguchi, Hiroyuki Husnul Ckhotimah Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Indrayani, Wira Iqbal Ramadhan Iqbal Ramadhan L. Luini Lisna Meylani M. Ali Shafii Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki, Meqorry Yusfi Meri Yoseva Mohammad Ali Shafii Mora Mora Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Kahfi Muhammad Kahfi Muldarisnur, Mulda Musyayyadah, Hanifah Azzaura Muzirwan Muzirwan Naela Amalia Zulfa Naela Amalia Zulfa Nini Firmawati Nor Azlan Mohd Aris Novia Dwi Agusri Novita, Shania Ellens Nurdiana Nurdiana Nurul Annisa Nurul Hasanah Pakhrur Razi Rahmat Rasyid Rahmat Rasyid Ramacos Fardela Ramadani Safitri Ramadhan, Ravidho Ravidho Ramadhan Ravidho Ramadhan Ravidho Ramadhan Rini Oktaviani Safitri, Ramadani Saufina, Elfira Shania Ellens Novita Shimomai, Toyoshi Sholihun, Sholihun Solly Aryza Sri Handani Sri Oktamuliani Sucy Lestari Wirma Sugeng Nugroho Suryanto, Wiwit Syarifatul Ulfah Toyoshi Shimomai Toyoshi Shimomai Toyoshi Shimomai Toyoshi Shimomai Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Veithzal Rivai Zainal Wira Indrayani Yanfatriani, Elsa Yoci Darwita Putri Yoseva, Meri Yusnaini, Helmi Zulfi Zulfi Zulfi Zulkifli Lubis