Komaratih, Evelyn
Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prominentia Medical Journal

PERAN STEM CELL PADA GLAUKOMA Titiek Ernawati; Evelyn Komaratih; Wilson Christianto Khudrati; Kevin Anggakusuma Hendrawan; Alyssa Claudia Valerie Gunawan; Maria Jessica Rachman
Bahasa Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v2i2.4125

Abstract

Stem cell telah menarik minat yang cukup besar dalam beberapa dekade terakhir mengingat merupakan suatu metode terapeutik baru. Glaukoma adalah salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan dan kebutaan total di dunia saat ini terutama di negara-negara Afrika dan Barat yang mempengaruhi lebih dari 60 juta orang. Peningkatan Tekanan intraokular (TIO) merupakan faktor risiko utama untuk kematian retinal ganglion cell (RGC), yang fungsinya menyampaikan informasi visual ke otak dari mata melalui saraf optik. Pengurangan TIO saat ini dicapai melalui berbagai cara, termasuk terapi obat dan intervensi bedah. Namun, tidak ada terapi yang bisa mengembalikan penglihatan pasien menjadi lebih baik oleh karena sudah terjadi kematian RGC yang luas dan tidak dapat ber-regenerasi. Oleh karena itu, stem cell dapat menjadi pilihan satu-satunya untuk mengembalikan penglihatan. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa pluripotent stem cell (PSC), retinal progenitor cells (RPC) dan sel Muller dapat digunakan untuk meregenerasi RGC. Akan tetapi, ampai saat ini hanya beberapa terapi stem cell yang telah disetujui untuk digunakan dalam praktik klinis penyakit mata, diantaranya inherited retinal dystrophies dan age-related macular degeneration (AMD). Penelitian lain yang dilakukan oleh vilela et al. pada tahun 2015 pada 2 pasien dengan POAG stadium lanjut menggunakan pemberian stem cell yang berasal dari bone marrow pasien tersebut (autolog) secara intravitreal, setelah dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan elektroretinografi tidak ada respon setelah terapi dan salah satu pasien mengalami ablasio retina disertai proliferative vitreoretinopati setelah 15 hari post injeksi. Stem Cell merupakan terapi yang sangat menjanjikan bagi pasien dengan glaukoma terutama dengan stadium lanjut oleh karena kerusakan saraf optik yang dialami pasien glaukoma yang tidak dapat diperbaiki dengan terapi yang telah dilakukan sampai sekarang yaitu obat penurun tekanan intraokular maupun dengan operasi. Namun, harus diperhatikan bagaimana Teknik dan pemilihan jenis yang paling baik untuk mencapai outcome terbaik dan dengan efek samping yang paling sedikit.
PERAN RHO KINASE INHIBITOR DALAM PENATALAKSANAAN GLAUKOMA: STUDI PUSTAKA KOMPREHENSIF MEKANISME, EFIKASI DAN EFEK SAMPING Wilson Christianto Khudrati; Evelyn Komaratih; Titiek Ernawati; Maria Jessica Rachman
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v4i2.4110

Abstract

Glaucoma ranks as the second-leading contributor to visual impairment, affecting a population of more than 76 million people worldwide. Glaucoma drugs currently work to reduce intraocular pressure (IOP) by reducing the production of aqueous humor (AH) in the ciliary corpus or increasing the drainage of AH through conventional or uveoscleral-uveovortex pathways. The newest hypotensive eye medicine, the Rho Kinase Inhibitor (ROCK), works to reduce TIO with the ROCK inhibitor. In addition, the use of ROCK inhibitors has been shown to be beneficial in the treatment of glaucoma, corneal endothelial healing, and progressive diabetic retinopathy. Although there is evidence that the use of Rho kinase-related inhibitors can cause conjunctive hyperemia, before the discovery of the ROCK inhibitor, there was no anti-glaucoma drug that could work with the trabecular meshwork targets, so ROCK is a very promising therapy for glaucoma patients as TM is responsible for 75% of the AH flow.