Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sistem Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Marga Pulungan dalam Menjaga Eksistensi Struktur Kekeluargaan Geneologis: Studi Kasus di Desa Huta Bargot Padang Lawas Nur Nauba Pulungan; Suheri Harahap; Neila Susanti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i2.2643

Abstract

Era globalisasi saat ini sukar ditemukan suatu desa dengan penduduk masyarakat adat yang berdasarkan asas keturunan geneologis atau semarga di satu ruang geografis. Dominan suatu desa, penduduk masyarakatnya beridentitas multietnis atau multimarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketahanan suatu masyarakat komunal dalam mempertahankan dan mengembangkan strategi ketahanan sosial kekeluargaan di Desa Huta Bargot. Data diperoleh menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan tindakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta triangualasi yang digunakan ialah triangulasi sumber. Terjadinya ketahanan masyarakat adat marga Pulungan ini ialah secara alamiah dan terlaksana turun-temurun hingga saat ini. Masyarakat marga Pulungan tidak menghambat kelompok-kelompok marga lain untuk menjadikan Desa Huta Bargot sebagai tempat bermukim tetap dalam menjalankan aktivitas kehidupan sosial bersama kelompok marga Pulungan, namun dominan kelompok dari marga lain yang mencoba bergabung tidak bertahan lama bermukim, karena adanya kepaduan dan persatuan kelompok marga Pulungan dalam menjaga keharmonisan hubungan kekeluargaan bersama serta sumber ekonomi yang tidak mumpuni bagi kelompok pendatang marga lain sehingga menjadikan Desa Huta Bargot sebagai desa yang dihuni oleh anggota keluarga hubungan semarga dan sedarah.
Negosiasi Identitas dan Kebutuhan pada Ruang Publik bagi Jemaah Perempuan Salafi Masjid Abu Bakar Shiddiq di Deli Serdang Habibina Menatri; Neila Susanti; Rholand Muary
Journal of Religion and Social Transformation Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Religion and Social Transformation
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/6gyp8723

Abstract

This article examines the process of religious identity negotiation undertaken by Salafi women in relation to their need for public space at the Abu Bakar Shiddiq Mosque in Deli Serdang. It highlights how religious groups known for their strict understanding of women's roles in the domestic sphere often face social challenges due to their presence in public spaces. Their involvement in public spaces continues through study groups, children's education, and social activities. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach, collecting data through participatory observation, field notes, literature review, and interviews. The findings show that Salafi women negotiate their identity by adhering to the principles of manhaj, such as wearing sharia-compliant clothing, regulating the timing of activities, and limiting interaction with non-mahram men. This study emphasizes that the mosque not only functions as a center of worship but also as a social arena that allows Salafi women to maintain their religious identity, thereby contributing to the study of the sociology of religion by highlighting that Salafi women are not only passive but also actively negotiate to bridge religious values and social space needs.
Analisis Sosiologi Perempuan Penyadap Karet Single Parent dalam Strategi Bertahan Hidup di Desa Sei Rumbia Kecamatan Kotapinang Nina Kartika; Neila Susanti; Ahmed Fernanda Desky
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Rumbio Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi April
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Living as a single parent, especially as a rubber tapper, is a challenging task. In Sei Rumbia Village, many women work in this profession, including those who are single parents. They juggle two roles, both in the public and domestic spheres. Single-parent rubber tappers are often forced to care for and educate their children alone due to the loss of their husbands through divorce or death. The problem examined in this study concerns the role of single parent female rubber tappers in supporting their families financially. The role of single-parent female rubber tappers in dividing their time between being a housewife and working. This research approach uses a qualitative method. The subjects in this study were five single-parent female rubber tappers aged 50 to 56, who have children and jobs and live in Sei Rumbia Village, Kotapinang District. The research instrument used was in-depth interviews. From the research results obtained that: (1) the role played by single parent female rubber tappers in supporting their family's economy as the backbone, head of the family, and breadwinner from the rubber tapping results. (2) the role played by single parent female rubber tappers in dividing their time between being a housewife and working, namely by waking up early to do all household activities first before they go to work. (3) strategies to face their daily needs, they implement various strategies, namely by working, borrowing money, and hoping for support from family, neighbors and the government.
Persepsi Masyarakat Terhadap Komunitas Punk Studi Kasus di Jalan Aksara Kecamatan Medan Tembung Raja Arif Harahap; Suheri Harahap; Neila Susanti
EDUTECH Vol 12, No 2 (2026): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap komunitas punk di Jalan Aksara Kecamatan Medan Tembung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap komunitas punk didominasi oleh persepsi negatif, meskipun terdapat persepsi positif dan netral yang berkembang melalui pengalaman interaksi langsung. Persepsi negatif umumnya dipengaruhi oleh penampilan dan simbol budaya komunitas punk yang dianggap bertentangan dengan norma sosial, sedangkan persepsi yang lebih positif muncul setelah masyarakat berinteraksi dan memahami latar belakang kehidupan anggota komunitas punk. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pembentukan persepsi masyarakat dipengaruhi oleh penampilan dan simbol budaya, perilaku di ruang publik, intensitas interaksi sosial, stereotip yang berkembang, nilai budaya masyarakat, serta pemahaman terhadap kondisi sosial-ekonomi komunitas punk. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat bersifat dinamis dan terbentuk melalui proses interaksi sosial serta pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat