Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI BERBASIS 3N UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN TAMAN SATRIYAN 5 Iradah, Zirah Hayah; Nita, Cicilia Ika Rahayu; Gutama, Andika
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i5.6414

Abstract

Pembelajaran SBdP pada materi seni tari umumnya hanya menggunakan media gambar atau bergantung pada buku tematik. Terbatasnya waktu pembelajaran dan keterbatasan inovasi media yang dibuat oleh guru, mengakibatkan kurangnya daya tarik atau minat siswa untuk mempelajari seni tari. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan produk media video pembelajaran berbasis 3N pada pembelajaran SBdP materi seni tari di SDN Tamansatriyan 5. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan Research & Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE terdiri dari beberapa tahap pengembangan yaitu analisis (Analysis), perencanaan (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Dari tahapan tersebut peneliti hanya menggunakan sampai tahap Implementasi, karena tujuan penelitian ini hanya pengembangan media, kelayakan, dan kepraktisan penggunaan media. Untuk teknik pengambilan data yaitu kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas V di SDN Tamansatriyan 5 dengan berjumlah 10 siswa. Instrumen yang digunakan lembar validasi media, materi, bahasa, angket guru dan siswa. Media video pembelajaran berbasis 3N memenuhi kriteria : a) uji kelayakan memperoleh kategori “sangat layak” dengan perolehan persentase oleh ahli media 93,75%, ahli materi 97,22%, dan ahli bahasa 100%, ; b) uji kepraktisan memperoleh kategori “sangat praktis” dengan hasil penilaian angket guru 100% dan hasil penilaian angket siswa 98,12%. SBdP learning on dance material generally only uses picture media or relies on thematic books. Limited learning time and limited media innovation created by teachers, result in a lack of student attraction or interest in learning the art of dance. The aim of this research is to produce 3N-based learning video media products for SBdP learning dance material at SDN Tamansatriyan 5. This research is a type of Research & Development (R&D) research and development. The development model used, namely the ADDIE model, consists of several development stages, namely analysis, planning, development, implementation and evaluation. From this stage, the researcher only used it up to the Implementation stage, because the aim of this research was only media development, feasibility and practicality of media use. For data collection techniques, namely quantitative and qualitative. The research subjects were class V students at SDN Tamansatriyan 5 with a total of 10 students. The instruments used were media validation sheets, materials, language, teacher and student questionnaires. 3N-based learning video media meets the following criteria: a) the feasibility test obtained the "very feasible" category with a percentage obtained by media experts 93.75%, material experts 97.22%, and language experts 100%; b) the practicality test obtained the "very practical" category with teacher questionnaire assessment results of 100% and student questionnaire assessment results of 98.12%
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN ALAT MUSIK PIANIKA PADA PEMBELAJARAN SBdP UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 DADAPAN Mara, Istiana; Gutama, Andika; Rahayunita, Cicilia Ika
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i5.7128

Abstract

In the learning of Cultural Arts and Skills (SBdP) focusing on understanding tempo markings and pitch, particularly in the musical art of playing the melodica, students find it difficult to grasp the material being taught, and there is a lack of proper time management. Additionally, not all teachers have qualifications in musical arts. This type of research is qualitative, conducted through interviews, observations, and validation questionnaires from experts in content, media, and language. From the study on the Development of a Melodica Instruction Guide for SBdP Learning in Elementary Schools, through the validation testing process, the following results were obtained: media experts rated it with an average feasibility percentage of 90%, content experts 89%, and language experts 93%, all categorized as "very feasible." For the practicality test, teachers’ responses averaged 96%, and students' responses averaged 93%, both deemed "practical without revision" for use. Thus, it can be concluded that the development of the melodica instruction guide, after going through the product creation stages and passing feasibility and practicality tests through expert validation and feedback from teachers and students, is declared feasible and practical for use. Pada pembelajaran SBdP materi memahami tanda tempo dan tinggi rendah nada khususnya seni musik pianika, siswa sulit memahami materi yang diajarkan dan kurangnya manajemen waktu yang tepat. Serta tidak semua guru memiliki kualifikasi dalam seni musik. penelitian kualitatif yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan angket validasi dari para ahli materi, media, dan bahasa adalah jenis penelitian ini. Dari penelitian Pengembangan Buku Panduan Alat Musik Pianika Pada Pembelajaran SBdP Untuk Sekolah Dasar, melalui proses uji validasi di antaranya: ahli media memiliki rata-rata persentase tingkat kelayakan 90% ahli materi 89% ahli bahasa 93% dinyatakan “sangat layak”. Adapun uji kepraktisan: respons guru memperoleh rata-rata persentase 96% dan respons siswa 93% dinyatakan “praktis tanpa revisi” untuk digunakan. Berdasarkan paparan di atas, dapat nyatakan bahwa pengembangan buku panduan alat musik pianika setelah melalui tahapan pembuatan produk dan melewati pengujian kelayakan, kepraktisan melalui proses uji validasi ahli, respons guru dan siswa menyatakan layak dan praktis untuk dipakai.
PENGUATAN NILAI KARAKTER NASIONALISME MELALUI MAKNA LAGU NASIONAL UNTUK SISWA SDN GADANG 3 MALANG Rahman, M. Alfan Fadlur; Gutama, Andika; Rahayunita, Cicilia Ika
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i5.7131

Abstract

Currently, the practice of singing the national anthem has been widely implemented in schools. But teachers need specific sessions to provide an overview of the meaning of the national anthem being sung. The low understanding of national songs and students' tendency towards pop songs indicate a challenge in the implementation of nationalist character. The purpose of the research is to describe the strengthening of nationalist character values and the role of teachers in the process of strengthening nationalist character values. Qualitative methods are methods used in research involving fifth-grade students, fifth-grade teachers, and the school principal as data sources. Data collection was conducted through questions about how the strengthening of nationalism character values through the meaning of national songs shows that the strengthening of nationalism character is carried out regularly at school. The teacher guides students in singing and understanding the meaning of the national anthem, and relates it to daily life. With the program to strengthen the values of nationalism through the meaning of the national anthem, it will effectively shape the national character values of the students and ensure they do not forget the national anthem, which is a symbol of the Indonesian nation and state. Pada saat ini pembiasaan bernyanyi lagu nasional sudah banyak yang menerapkan disekolah. Tetapi para guru perlu sesi tertentu untuk memberikan Gambaran makna lagu nasional yang dinyanyikan. Rendahnya pemahaman terhadap lagu nasional dan kecenderungan siswa terhadap lagu pop menunjukkan tantangan dalam penerapan karakter nasionalisme. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penguatan nilai karakter nasionalisme dan peran guru dalam proses penguatan nilai karakter nasionalisme. Metode kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian dengan melibatkan siswa kelas V, guru kelas V, dan kepala sekolah sebagai sumber data. Pengumpulan data dilakukan melalui pertanyaan tentang bagaimana penguatan nilai karakter nasionalisme melalui makna lagu nasional, menunjukkan penguatan karakter nasionalisme dilakukan secara rutin disekolah. Guru membimbing siswa dalam menyanyikan dan memahami makna lagu nasional, serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan program penguatan nilai karakter nasionalisme melalui makna lagu nasional akan membentuk nilai karakter nasional siswa dengan baik dan tidak melupakan lagu nasional yang merupakan simbol bangsa dan negara Indonesia.